Top PDF PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN GURU DENGAN KEPUASAN KERJA.

PENDAHULUAN  HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN GURU DENGAN KEPUASAN KERJA.

PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN GURU DENGAN KEPUASAN KERJA.

Indonesia memiliki banyak permasalahan dalam dunia pendidikan yang diakibatkan oleh ketidakpuasan para guru saat bekerja di antaranya banyak guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia tidak bersyukur, sering bolos dan melalaikan tugasnya sebagai pendidik. Mereka seenaknya meninggalkan kewajiban, menciptakan kebodohan siswanya, menikmati gaji buta, tidak malu pada diri sendiri, orang tua siswa, dan pemerintah. Hal itu diungkapkan Professor Kathryn Robinson, Departement of Antropology Research School of Pacific and Asian Studies ANUCollege of Asia and the Pacific, saat meninjau masjid tua peninggalan Sultan Salahuddin Bima di Kota Bima NTB, Sabtu (12/5). Kathryn mengaku sempat memantau beberapa sekolah di Kota dan Kabupaten Bima, juga beberapa SD hingga SMA pada beberapa daerah di Indonesia, banyak menjumpai guru yang meninggalkan tugasnya. Namun, yang mengherankan Kepala Sekolah tidak memecatnya. Padahal, mereka terikat kontrak kerja dengan waktu yang telah ditentukan. Seharusnya kalau tidak masuk tanpa alasan yang jelas harus menindaknya. (http://edukasi.kompasiana.com)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan.

Permasalahan-permasalahan seperti inilah yang menjadikan cacatan bahwa tingkat produktivitas kerja karyawan diperusahaan tersebut menjadi menurun atau tergolong rendah. Produktivitas bukanlah membuat karyawan bekerja lebih lama atau lebih keras tetapi membuat bagaimaan karyawan untuk dapat menyenangi pekerjaannya dan akhirnya akan membuat hasil yang lebih memuaskan. Ahyari (1998) menyatakan bahwa pengendalian karyawan merupakan salah satu unsur terpenting didalam meningkatkan produkivitas. Seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila sesuatu yang ingin dicapai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan atau bahkan kurang.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Adanya iklim organisasi yang kondusif, pada gilirannya akan mempengaruhi pula pada kepuasan kerja karena iklim organisasi yang kondusif tersebut akan membuat karyawan bisa bebas mengaktualisasikan segala potensi dirinya. Juga, adanya iklim yang sejuk tentu saja akan mengarahkan pada perilaku karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi, atau setidaknya para karyawan tersebut akan betah berada di lingkungan perusahaan tersebut dan akhirnya akan mengurangi apa yang disebut dengan “ labour turnover ” karena

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Bentuk ketidakpuasan karyawan biasanya dituangkan karyawan dengan menggelar aksi mogok kerja/demo. Salah satunya adalah aksi unjuk rasa/demo karyawan PT. Volma-Jombang Jawa Timur (Rabu, 4 September 2013). Ratusan karyawan tersebut menggelar aksi demo mereka yang menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) serta upah lembur yang belum dibagikan perusahaan terhadap para pekerja (Sindonews.com). Bentuk ketidakpuasan karyawan terjadi pada karyawan wanita di Subang yang menuntut kenaikan UMK dengan menggelar aksi demo/unjuk rasa di Alun- alun Benteng Pancasila (Tempo.co, Jum’at 01 November 2013 ditulis oleh Nanang Sutisna).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Guru di SMP Negeri 1 Ngemplak Boyolali.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Guru di SMP Negeri 1 Ngemplak Boyolali.

Kreitner. R dan Kinicki Angelo (2014) merumuskan Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah sebuah tanggapan afektif atau emosional terhadap berbagai segi pekerjaan seseorang yang mencerminkan tingkatan dimana seseorang menyukai pekerjaannya. Kepuasan kerja guru di sekolah dapat meminimalisir turnover dan tingkat absensi serta diharapkan dapat melejitkan kinerja mereka. Setiap pegawai memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang berlaku pada dirinya dan semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan diri individu, maka ada kecenderungan semakin tinggi kepuasan kerjanya. Dalam hal ini kepuasan kerja pada guru diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

perusaan dan sekaligus bahwa budaya organisasi dimanfaatkan sebagai salah satu andalan daya saing perusahaan. Ada yang menafsirkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung didalam budaya organisasi sama dengan iklim organisasi. Sebagaimana pendapat Situmorang(2000) bahwa iklim organisasi didefinisikan sebagai gambaran kualitas lingkungan suatu organisasi yang relatif tahan lama dialami anggotanya, menggambarkan nilai-nilai seperangkat karekteristik organisasi yang bersangkutan dan mempengaruhi perilaku anggotanya. Sejumlah besar penelitian budaya organisasi dipusatkan pada hubungan antara persepsi terhadap budaya kerja dan kepuasan kerja. Seorang peneliti peneliti menyatakan bahwa hal ini mungkin disebabkan budaya organisasi dan kepuasan kerja hanyalah dua istilah yang berbeda untuk fenomena yang sama ( Jhonneson dalam Jewell dan Siegel,1998)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI.

PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI.

Penelitian tentang kepuasan dan komitmen organiasi pada bidang pendidikan yang dilakukan oleh Tim Lembaga Penelitian UMS (2003) dari 1172 orang responden yang berstatus sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dimana UMS sebagai organisasi pendidikan sekaligus merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah (yang dikenal sebagai organisasi sosial), terdapat 585 (49,91%) orang responden menyatakan tidak puas terhadap hal-hal seperti kecepatan dan kualitas pelayanan karyawan administrasi, kualitas dosen dan kecepatan manajemen universitas dalam menanggapi usulan dari mahasiswa. Penelitian ini memaparkan bahwa karyawan UMS yang berperan sebagai karyawan administrasi, dosen maupun yang menjalankan fungsi manajemen belum optimal, terbukti peran karyawan direspon secara tidak memuaskan oleh mahasiswa. Tidak optimalnya peran karyawan ini ada kemungkinan merupakan wujud nyata dari ketidakpuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Karyawan.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Karyawan.

Pekerjaan didalam organisasi perlu adanya kerja sama antara pimpinan dan bawahannya di dalam perusahaan. Suatu pekerjaan dapat dikerjakan dengan hasil yang baik apabila karyawan dalam keadaan yang baik dan situasi lingkungan kerja yang baik pula sehingga karyawan mampu menghasilkan kinerja yang optimal sesuai dengan tugas yang diberikan dalam bekerja. Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kinerja).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Subjective Well-Being Dengan Kepuasan Kerja Guru Honorer.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Subjective Well-Being Dengan Kepuasan Kerja Guru Honorer.

dihindari sewaktu dirinya harus melihat slip gaji yang keluar tidak berbarengan dengan gaji. Mirisnya lagi, dirinya mengaku harus menyaksikan teman guru yang sudah PNS menerima banyak tunjangan yang pastinya menjadikan nilai nominal gajinya lebih tinggi, dan ini mengakibatkan dirinya tidak maksimal dalam bekerja bahkan membolos disaat jam mengajar dan juga tidak ingin menaikan pangkat serta tidak bersemangat mengajar.

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Guru SD Di Kecamatan Laweyan.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Guru SD Di Kecamatan Laweyan.

Selain ketidakdisplinan guru dijelaskan oleh Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam Surakarta bahwa ada tiga tantangan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan kegiatan mengajar, yaitu; tantangan bidang pengelolaan kurikulum, bidang pembelajaran, dan bidang penilaian. Di bidang pengelolaan kurikulum dijelaskan oleh Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam Surakarta bahwa para guru dalam mengajar sudah berdasarkan kurikulum yang dikembangkan melalui pembuatan tabulasi pembelajaran dan pembuatan rencana pembelajaran. Dalam membuat tabulasi dan membuat rencana pembelajaran masih banyak guru yang menggunakan pada tahun sebelumnya. Hal ini terjadi hampir setiap tahun, guru kurang kreatif untuk membuat yang baru. Di bidang pembelajaran, masih ada guru yang menggunakan metode lama, seperti menggunakan metode ceramah, Tanya jawad, stau diskusi, sehingga proses pembelajaran berjalan monoton. Di bidang penilaian masih ada guru yang memberikan nilai pada siswa tidak sesuai dengan yang diperoleh siswa. Guru memberikan nilai tambahan, dengan tujuanhasil pembelajaran yang dilakukan guru berhasil. Permasalahan-permasalahan tersebut masih ditemui pada guru, sehingga guru dalam kinerjanya kurang professional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh kepemimpinan transformasional, kesejahteraan, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru SMP di Rongkop Kabupaten Gunungkidul

Pengaruh kepemimpinan transformasional, kesejahteraan, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru SMP di Rongkop Kabupaten Gunungkidul

Harga t hit untuk kesejahteraan (X 2 ) = 2,476 > 2,000 dengan tingkat signifikan (p) = 0,015 < 0,05. Karena nilai signifikansinya di bawah taraf signifikansi 5%, maka maka hipotesis yang berbunyi ada pengaruh positif dan signifikan kesejahteraan terhadap kepuasan kerja diterima. Di sekolah, setiap guru menginginkan kehidupan keluarganya selalu harmonis, bahagia, dan sejahtera. Ini semua dapat dirasakan apabila masing-masing guru dapat melaksanakan fungsi, peran dan tanggung jawabnya selaras dengan kedudukannya di sekolah. Kesejahteraan guru dapat tinjau dari fungsi sosialisasi, fungsi afeksi, fungsi religius, fungsi edukatif dan fungsi ekonomi (Ramdani Wahyu, 2007:76). Masing-masing fungsi tersebut menentukan kesejahteraan setiap guru yang didukung dengan peran masing- masing di sekolah. Jika fungsi tersebut dijalankan dengan baik, maka guru akan merasakan kesejahteraan, kebahagian, serta kesuksesan dalam hidup. Hal ini
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN  TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL DAN DAMPAKNYA PADA KEPUASAN GURU  Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Kerja Dan Kesejahteraan Terhadap Kompetensi Profesional Dan Dampaknya Pada Kepuasan

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL DAN DAMPAKNYA PADA KEPUASAN GURU Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Kerja Dan Kesejahteraan Terhadap Kompetensi Profesional Dan Dampaknya Pada Kepuasan

Kepuasan kerja guru ditandai dengan munculnya rasa puas dan terselesaikannya tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab guru tersebut secara tepat waktu, disamping itu munculnya dedikasi, kegairahan, kerajinan, ketekunan, inisiatif dan kreativitas kerja yang tinggi dalam bekerja. Keberhasilan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran terkait dengan permasalahan yang dihadapi guru, salah satunya adalah faktor kepuasan kerja. Kepuasan kerja guru perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak-pihak terkait karena faktor ini sangat erat hubungannya dengan pencapaian tujuan dan kelancaran aktivitas pembelajaran. Guru yang merasa puas dalam bekerja akan bekerja dengan baik, karena kepuasan kerja itu memungkinkan timbulnya kegairahan, ketekunan, kerajinan, inisiatif dan kreativitas kerja.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Hubungan Antara Budaya Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Bagian Umum Pemerintah Kota Tegal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Hubungan Antara Budaya Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Bagian Umum Pemerintah Kota Tegal

Penelitian tentang kepuasan kerja sampai saat ini masih menjadi topik yang menarik, karena memberikan beberapa manfaat baik bagi organisasi, karyawan maupun masyarakat. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh As’ad (1998), bahwa kepuasan kerja karyawan merupakan masalah yang sangat penting, karena ada bukti yang kuat kepuasan kerja memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan individu, industri/instansi, dan masyarakat. Bagi industri swasta maupun instansi publik, penelitian mengenai kepuasan kerja dilakukan dalam rangka usaha meningkatkan produksi dan efisiensi melalui perbaikan sikap dan perilaku karyawan. Menyadari sedemikian pentingnya fungsi karyawan dalam organisasi, maka organisasi perlu memberikan perhatian terhadap kepuasan kerja karyawannya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN  TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL DAN DAMPAKNYA PADA KEPUASAN  Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Kerja Dan Kesejahteraan Terhadap Kompetensi Profesional Dan Dampaknya Pada Kepuasan Guru

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL DAN DAMPAKNYA PADA KEPUASAN Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Kerja Dan Kesejahteraan Terhadap Kompetensi Profesional Dan Dampaknya Pada Kepuasan Guru

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menguji kontribusi tingkat pendidikan, motivasi kerja dan kesejahteraan terhadap kepuasan guru secara tidak langsung melalui kompetensi profesional di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Gatak. (2) Untuk menguji kontribusi tingkat pendidikan, motivasi kerja dan kesejahteraan terhadap kompetensi profesional di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Gatak. (3) Untuk menguji dampak kompetensi profesional terhadap kepuasan guru Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Gatak.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH, BUDAYA KERJA DAN KEPUASAN KERJA GURU DENGAN KOMITMEN KERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN PAGAR MERBAU KABUPATEN DELI SERDANG.

HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH, BUDAYA KERJA DAN KEPUASAN KERJA GURU DENGAN KOMITMEN KERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN PAGAR MERBAU KABUPATEN DELI SERDANG.

Komitmen kerja guru dipandang sebagai suatu keadaan yang mana seorang guru bertindak sesuai dengan tujuan organisasi, serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut. Komitmen kerja guru yang tinggi menunjukkan tingkat keberpihakan seorang guru terhadap organisasi yang memperkerjakannya (Prapti dkk, 2004). Streers dan Porter (1983) mengemukakan bahwa komitmen kerja dicirikan oleh tiga faktor : (1) keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi tertentu; (2) keinginan untuk berusaha sekuat tenaga demi organisasi; (3) kepercayaan yang pasti dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. Dari uraian ini dan dibandingkan dengan kenyataan di lapangan, maka dapat dikatakan bahwa guru SD Negeri di Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang kurang dalam berkomitmen kerja sesuai dengan aturan yang diberlakukan pemerintah.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Psychological Well Being (Kesejahteraan Psikologi) dengan Kepuasan Kerja pada PNS Dinas Sosial Provinsi Lampung

Hubungan Antara Psychological Well Being (Kesejahteraan Psikologi) dengan Kepuasan Kerja pada PNS Dinas Sosial Provinsi Lampung

mengembangkan dirinya. Dimensi kesejahteraan psikologis (psychological well being), Ryff (dalam Snyder & Lopez, 2002) mendefinisikan konsep kesejahteraan psikologis dalam enam dimensi, yakni dimensi penerimaan diri (self-acceptance), hubungan yang positif dengan orang lain (positive relationship with others), otonomi (Autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup (purpose in life), dan pertumbuhan pribadi (personal growth). Dimensi ini yang dijadikan alat ukur penelitian.

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEPUASAN KARIR DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA GURU TERSERTIFIKASI

HUBUNGAN KEPUASAN KARIR DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA GURU TERSERTIFIKASI

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Kepuasan Karir Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Guru Tersertifikasi”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KESEJAHTERAAN, DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 KABUPATEN SRAGEN

HUBUNGAN KESEJAHTERAAN, DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 KABUPATEN SRAGEN

SMK Negeri 2 Sragen sebagai bagian dari pendidikan menengah bertujuan menyiapkan siswa / tamatan: (1) Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahliannya; (2). mampu memilih karir, mampu berkompetensi dan mampu mengembangkan diri; (3). Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang; (4) menjadi Warga Negara yang produktif, adaptif dan kreatif (Depdikbud, 1999:27). Pelaksanaan pembelajaran di SMK Negeri 2 Sragen adalah realisasi pembelajaran program produktif yang ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas, kuat serta penguasaan alat dan teknik bekerja yang tepat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru, karena mereka harus memahami aspek teoritis dan praktis mengenai apa yang dibutuhkan di masyarakat, sekaligus dituntut kemampuan personal untuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dengan dunia usaha/industri.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN   Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Guru SD Di Kecamatan Laweyan.

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Guru SD Di Kecamatan Laweyan.

Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi, yang penulis beri judul ” Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja Guru SD di Kecamatan Laweyan ”.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA GURU HONORER  Hubungan antara Interaksi Sosial dengan Kepuasan Kerja pada Guru Honorer.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA GURU HONORER Hubungan antara Interaksi Sosial dengan Kepuasan Kerja pada Guru Honorer.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,857 dengan sig = 0,000 < (0,01) artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara interaksi sosial dengan kepuasan kerja. Variabel interaksi sosial mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 120,07 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 105 yang berarti interaksi sosial subjek penelitian tergolong tinggi. Variabel kepuasan kerja memiliki rerata empirik sebesar 95,92. Rerata hipotetik skala kepuasan kerja sebesar 97,5 yang berarti kepuasan kerja subjek tergolong sedang. Sumbangan efektif variabel interaksi sosial terhadap kepuasan kerja sebesar 73,5%. Hal ini berarti masih terdapat 26,5% faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja diluar variable interaksi sosial.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...