Top PDF Pendampingan Psikologis terhadap Anak Korban Human Trafficking

Pendampingan Psikologis terhadap Anak Korban Human Trafficking

Pendampingan Psikologis terhadap Anak Korban Human Trafficking

Bentuk pendampingan dalam kasus ini difokuskan pada pengembangan konsepsi bahwa kejadian kekerasan seksual yang bersifat dinamis pada anak korban human trafficking, bukan merupakan bagian dari kesalahan dan tanggungjawabnya. Dalam hal ini, kejahatan seksual yang terjadi pada dirinya semata-mata adalah akibat “siasat” dari pelaku yang sudah lebih dewasa umurnya, lebih cerdas pikirannya, kuat fisiknya atau lebih dominan untuk memberikan tekanan kepada korban. Sehingga, anak yang menjadi korban dijamin tidak dipersalahkan meskipun telah terjadi tindak asusila/kriminal. Inti dari pendampingan psikologis ini adalah meyakinkan pada anak bahwa pelaku yang dijatuhi vonis dengan kekuatan hukum tetap, adalah sanksi yang pantas untuk diterima pelaku, dan hal ini juga harus dipertanggungjawabkan kembali lagi oleh pelaku di akhirat kelak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Implementasi Protokol Palermo dalam Menanggulangi Permasalahan Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang Menjadi Korban Human Trafficking.

Implementasi Protokol Palermo dalam Menanggulangi Permasalahan Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang Menjadi Korban Human Trafficking.

Permasalahan human trafficking yang terjadi di Indonesia kini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Pada era globalisasi sekarang ini, modern slavery marak dalam wujudnya yang illegal dan terselubung berupa human trafficking. Suatu bentuk penguasaan atas diri orang lain yang dilakukan dengan cara membujuk, merayu, menipu, bahkan mengancam kelompok yang rentan (dalam hal ini perempuan dan anak-anak) untuk direkrut dan dibawa kedaerah lain bahkan kenegara lain untuk diperjualbelikan dan dipekerjakan diluar kemauan dan keinginan orang tersebut dalam berbagai bentuk pekerjaan yang bersifat eksploitatif. Selanjutnya isu human trafficking menjadi suatu permasalahan besar yang menarik perhatian regional maupun internasional. Human trafficking merupakan tindakan yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. Awalnya, human trafficking dinilai hanya sebatas sebagai tindakan kriminal memperkerjakan orang sebagai Pekerja Seks, akan tetapi saat ini permasalahan tersebut sudah jauh berkembang menjadi masalah yang lebih memprihatinkan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

T1  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum terhadap Anak yang Berpotensi Menjadi Korban Perdagangan Manusia (Human Trafficking)

T1 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum terhadap Anak yang Berpotensi Menjadi Korban Perdagangan Manusia (Human Trafficking)

Skripsi ini membahas mengenai salah satu hak anak yang berpotensi menjadi korban perdagangan orang. Dalam skirpsi ini lebih membahas tentang Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang dimana telah diatur dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia dan Hak-Hak Anak dalam Konvensi Hak Anak yang telah di sepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Tahun 1989 dan telah diratifikasikan oleh Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 36 Tahun 1990. Terkait dengan topik ini, penulis mengamati beberpa dokumen pemberitaan terkait dengan kasus perdagangan orang yang berpotensi menjadi korban khususnya anak. Dalam hal tersebut, penulis menganalisa mengapa diperlukannya perlindungan hukum terhadap anak yang berpotensi menjadi korban perdagangan manusia khususnya anak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penguatan Perlindungan Anak dari Tindakan Human Trafficking di Daerah Perbatasan Indonesia

Penguatan Perlindungan Anak dari Tindakan Human Trafficking di Daerah Perbatasan Indonesia

Perdagangan Orang. Hal ini perlu dilakukan agar konvensi-konvensi internasional yang ada, terutama yang sudah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia perlu ditindaklanjuti dengan peraturan yang khusus tentang perda- gangan anak atau peraturan yang terintegritas seperti dalam rancangan KUHPidana. Lalu peraturan tersebut dapat dibuat peraturan daerah, asalkan peraturan daerah tidak bertentangan dengan konvensi atau undang-undang yang meratifikasi konvensi internasional ters- ebut. Jangan sampai ada peraturan daerah justru mendiksriminalisasikan dan mengkri- minalisasikan anak yang sebenar-nya merupakan korban. Upaya penegakan hukum perdagangan anak dalam kaitannya dengan perdagangan anak sangat mendesak untuk dibenahi. Perilaku aparat pemerintah yang sangat korup juga perlu dihukum. Di mata hukum jelas mereka telah bersalah, baik dari menerima suap maupun melakukan pemalsuan data dan identitas seseorang. Adanya aparat hukum yang menjadi konsumen dari praktik perdagangan anak (misalnya, pelacuran) juga merupakan salah satu bentuk perilaku yang menjijikan dan sama sekali tidak
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Permasalahan Human Trafficking di Indone

Permasalahan Human Trafficking di Indone

Dari segi psikis, mayoritas para korban mengalami stress dan depresi akibat apa yang mereka alami. Seringkali para korban perdagangan manusia mengasingkan diri dari kehidupan sosial. Bahkan, apabila sudah sangat parah, mereka juga cenderung untuk mengasingkan diri dari keluarga. Para korban seringkali kehilangan kesempatan untuk mengalami perkembangan sosial, moral, dan spiritual. Sebagai bahan perbandingan, para korban eksploitasi seksual mengalami luka psikis yang hebat akibat perlakuan orang lain terhadap mereka, dan juga akibat luka fisik serta penyakit yang dialaminya. Hampir sebagian besar korban “diperdagangkan” di lokasi yang berbeda bahasa dan budaya dengan mereka. Hal itu mengakibatkan cedera psikologis yang semakin bertambah karena isolasi dan dominasi. Ironisnya, kemampuan manusia untuk menahan penderitaan yang sangat buruk serta terampasnya hak-hak mereka dimanfaatkan oleh “penjual” mereka untuk menjebak para korban agar terus bekerja. Mereka juga memberi harapan kosong kepada para korban untuk bisa bebas dari jeratan perbudakan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Human Trafficking dalam Perspektif Psikologi

Human Trafficking dalam Perspektif Psikologi

RAHEEMA: Jurnal Studi Gender dan Anak 39 Seiring berjalanya waktu, pekerja-pekerja kasar dengan bayaran murah semakin diperlukan di negara maju. Disini terdapat hubungan simbiosis yang dianggap menguntungkan antara negara penyuplai dengan negara pengguna. Upah yang dipandang rendah di negara maju adalah upah yang relatif tinggi di negara berkembang. Sehingga, banyak pekerja kasar dari negara berkembang kemudian memberanikan diri untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara tujuannya. Harapan inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan human trafficking untuk merekrut korban dan menjadikan mereka sebagai budak atau properti yang dapat diperjualbelikan. Mereka menyadari bahwa para pekerja pasar ini tidak memiliki kemampuan dalam bidang bahasa, pendidikan yang rendah serta miskin terhadap pengalaman berkaitan dengan negara asing. Selain itu, persoalan gender berupa kondisi korban perdagangan manusia yang rata-rata adalah perempuan dan anak-anak menjadikan mereka rentan untuk diperdaya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) DI KOTA BENGKULU

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) DI KOTA BENGKULU

Wawancara kepada korban perdagangan orang di kota Bengkulu tidak dapat penulis lakukan sendiri, tetapi wawancara ini diwakilkan oleh pihak Yayasan PUPA, maka informasi yang berhasil diperoleh dari hasil wawancara dengan seorang korban perdagangan orang berinisial RN adalah sebagai berikut, RN menceritakan awal mula dirinya terjerat peristiwa tindak pidana perdagangan orang, kejadian bermula dari kakak RN yang memutuskan untuk pergi keluarga desa mencari pekerjaan yang mengharuskannya menjadi tulang punggung keluarga setelah kematian kedua orang tuanya. RN tinggal disebuah Panti Asuhan di kota Curup. Dalam kurun waktu dua tahun banyak orang yang ingin mengangkat RN sebagai anak, namun pengurus panti tidak dapat memberikan izin karena kakak RN sebagai wali selalu menolak, dengan alasan takut kalau RN dijual.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pola Komunikasi Pekerja Sosial terhadap Korban Human Trafficking pada Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar

Pola Komunikasi Pekerja Sosial terhadap Korban Human Trafficking pada Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar

mengerikan. Human Trafficking menimbulkan dampak negatif yang sangat berpengaruh terhadapan kehidupan dan masa depan anak. Tidak jarang, dampak negatif hal ini meninggalkan pengaruh yang permanen bagi anak. Dari segi fisik, anak perdangangan manusia sering sekali terjangkit penyakit. Selain karena strees, mereka dapat terjangkit penyakit karena situasi hidup serta pekerjaan yang mempunyai dampak besar terhadap kesehatan. Tidak hanya penyakit, pada anak korban perdangangan seringkali mengalami pertumbuhan yang terhambat. Sebagai contoh, para korban yang dipaksa dalam perbudakan seksual acapkali dibius dengan obat-obatan dan mengalami kekerasan yang luar biasa. Para anak korban yang diperjual belikan untuk eksploitasi seksual menderita cidera fisik akibat kegiatan seksual atas dasar paksaan, serta hubungan seks yang belum waktunya bagi mereka (anak). Akibat dari perbudakan seks ini adalah mereka menderita penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, termasuk diantaranya adalah HIV/AIDS. Beberapa korban juga mengalami cedera permanen pada organ reproduki mereka.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Human Trafficking Dalam Film Indonesia S

Human Trafficking Dalam Film Indonesia S

4 Data terhadap fakta tentang eksploitasi seks komersil dan perdagangan anak, dari Unicefmenyatakan bahwa ada sekitar 1,2 juta anak diperdagangkan setiap tahunnya. v Ini merupakan jumlah angka global yang melibatkan perdagangan anak laki-laki ataupun perempuan untuk eksploitasi seks. Kasus pelecehan seksual terhadap anak perempuan dibawah umur, membuka awalan cerita pada bagian film tersebut.Permasalahan perdagangan anak dan perempuan bukanlah hal baru di Indonesia. Pada film ”Perempuan Punya Cerita” (Cerita Cibinong) , peneliti menemukan bahwa kasus Human Trafficking belum dapat dituntaskan oleh pemerintah karena sindikat perekrutan korban masih secara leluasa beraksi di daerah pedesaan atau pinggiran kota. Faktor kemiskinan dan ambisi seseorang tertentu sering menjadi penyebab hal tersebut terjadi, selain itu adanya oknum-oknum dalam birokrasi pemerintahan dan imigrasi yang memberi kemudahan untuk membuat identitas palsu secara langsung dapat dianggap sebagai pendukung kegiatan Human Trafficking.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENEGAKAN HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP PEREMPUAN KORBAN HUMAN TRAFFICKING SEBAGAI WUJUD PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA

PENEGAKAN HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP PEREMPUAN KORBAN HUMAN TRAFFICKING SEBAGAI WUJUD PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA

perdagangan manusia juga terkadang mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan terjadinya Post Traumatic syndrome yang mengakibatkan terjadinya depresi. Respon psikologis tersebut dapat bervariasi mulai dari stress ringan sampai dengan depresi berat (Panic Diserder dan Post Traumatic Syndrome) yang ditunjukkan dengan mimpi buruk, obsesi bahkan fobia. data statistik CTU IOM pada bulan Maret 2005 hingga Januari 2007, disebutkan bahwa kebanyakan dari korban trafficking mengalami gangguan depresi yakni mencapai 75,5 % lalu disusul dengan gangguan kecemasan (Anxiety) 45 %, perubahan perilaku 21 %, PSTD 18,2 % dan gangguan psikiatrik 14 %. Data Hamilton Rating Scale fo Depression (HRS-D) terhadap korban perdagangan manusia periode Juni 2006 – Agustus 2007 sebagai berikut: 121 orang menunjukan parameter normal; 83 orang menunjukkan parameter ringan (agal ragu sampai jelas muncul); 38 orang menunjukkan parameter sedang (satu atau lebih symptom muncul, namun klien masih dapat mengontrol diri); dan 7 orang menunjukkan parameter berat (klien kesulitan mengontrol symptom depresi dan disertai beberapa ketidaknormalan dengan pekerjaan dan kehidupan sehari-harinya). 10
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Partisipasi Masyarakat di Daerah Perbatasan NKRI untuk Mencegah Anak Sebagai Objek Human Trafficking

Partisipasi Masyarakat di Daerah Perbatasan NKRI untuk Mencegah Anak Sebagai Objek Human Trafficking

Propinsi Kepulauan Riau yang berada di daerah perbatasan dengan beberapa negara tetangga menjadikan provinsi ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Kasus yang menyangkut manusia yang terjadi di Kepulauan Riau tidaklah sedikit. Sebagian dari kasus tersebut korbannya adalah anak di bawah umur atau manusia yang belum genap berusia 18 tahun. Bentuk kasus yang terjadi pada anak ini umumnya adalah traffi cking , eksploitasi seksual, dan eksploitasi ekonomi. Beberapa anak yang menjadi korban melewati batas negara dan ditemukan di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dalam keadaan tereksploitasi dan melakoni pekerjaan terburuk bagi anak. Tidak adanya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura semakin mempersulit penegakkan hukum dan pemberian efek jera terhadap para pelaku kasus anak. Kasus yang bisa diungkap dan pelaku yang bisa ditangkap hanyalah jaringan pelaku di Kepulauan Riau atau Indo- nesia. Sementara pelaku di Singapura
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN PERDAGANGAN ANAK (HUMAN TRAFFICKING) | Nurhayati | YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam 1475 4908 1 PB

ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN PERDAGANGAN ANAK (HUMAN TRAFFICKING) | Nurhayati | YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam 1475 4908 1 PB

Traficking tidak terlepas dari budaya setiap daerah yang ada yang terwujud dalam beberapa hal, misalnya, peran perempuan dalam keluarga, kekuasaan, hierarki dan nilai sosial, serta peran anak dan tanggung jawabnya. Budaya ini memiliki kekuatan yang nantinya akan berpengaruh pada terjadinya traficking. Misalnya, anak-anak rentan ketika menghadapi permintaan dan tuntutan dari mereka yang lebih tua, terutama orang tua. Adanya keyakinan bahwa anak-anak tidak diperbolehkan bertanya macam- macam kepada orangtuanya. Untuk perempuan, biasanya rentan menghadapi traficking karena tuntutan sosial yang mengharuskan mereka mengurus dan memelihara anak- anak mereka, membantu menambah penghasilan, dan kedudukannya sebagai warga negara kelas dua.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Korban Trafficking Anak dan Perempuan

Perlindungan Hukum terhadap Korban Trafficking Anak dan Perempuan

sebagaimana dikutif oleh Dadang Abdullah, Perdagangan perempuan dan anak merupakan salah satu bentuk perlakuan terburuk dan tindak kekerasan yang dialami perempuan dan anak. Dari kacamata Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan pelanggaran dan kejahatan terhadap manusia. Perdagangan perempuan juga dapat menghampat pembangunan sumber daya manusi mengingat dampak social dan psikologis yang dialami para korban mengalami mereka untuk berfungsi secara social. Perbudakan adalah kondisi seseorang di bawah kepemilikan seseorang dalam kekuasaan serupa perbudakan adalah tindakan menempatkan seseorang dalam kekuasaan orang lain sehingga orang tersebut tidak mampu menolak suatu pekerjaan yang diperintahkan oleh orang lain kepadanya, walaupun orang itu berali
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Fenomena Human Trafficking Di Asia Tenggara.

Fenomena Human Trafficking Di Asia Tenggara.

Thailand adalah negara sumber, transit, dan tujuan dalam perdagangan pria, wanita dan anak-anak untuk tujuan eksploitasi seksual dan pekerja paksa. Perempuan Thailand diperdagangkan ke Australia, Bahrain, Jepang, Malaysia, Singapura, Afrika Selatan, Taiwan, Eropa dan Amerika Utara untuk menjadi pekerja seks komersial. sejumlah Pria, wanita dan anak- anak dari negara Burma, Laos, Kamboja, dan RRC menjadi imigran yang bekerja di Thailand. perbedaan ekonomi regional menjadi pendorong banyaknya imigran illegal di Thailand yang juga memberikan kesempatan pada para traffickers untuk mendapatkan lebih banyak korban untuk dijadikan pekerja seks komersial dan pekerja paksa. Perdagangan manusia didalam negeri juga terjadi di Thailand terutama di Thailand Utara. Pariwisata seks yang tersebar di Thailand telah menyebabkan peningkatan perdagangan manusia dengan tujuan eksploitasi seks komersial.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Peran Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak Terhadap Korban Human Trafficking Perspektif Maqāșid Shariah

Peran Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak Terhadap Korban Human Trafficking Perspektif Maqāșid Shariah

Human Trafficking dengan perbudakan memiliki kesamaan yang terletak pada transaksinya saja, transaksi yang dilakukan barangnya berupa orang. Sedangkan perbedaanya terletak pada hal praktek dan sistemnya. Yang mana Human Trafficking dalam prktiknya sangat tidak memanusiawikan manusia. Para pelaku tindak pidana Human Trafficking benar-benar memperjual belikan manusia secara fisik. Para pelaku sebagian besar sangatlah keji, perbuatan yang dilakukan sangatlah biadab dan melanggar hak asasi manusia.

20 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Perdagangan (Human Trafficking)

(Studi Kasus di Wilayah Surakarta)

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Perdagangan (Human Trafficking) (Studi Kasus di Wilayah Surakarta)

Perlindungan hukum lain bukan hanya dari para penegak hukum tetapi dari LBH ataupun LSM. Hal-hal inilah peran suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus pada isu anak sangat diperlukan. Salah satunya Yayasan KAKAK berupaya memberikan perlindungan hukum terhadap anak adalah dengan mengetahui jumlah anak korban trafficking, kemudian melakukan observasi penjangkaun terlebih dahulu. Observasi ini dilakukan apabila sudah di identifikasi bahwa anak korban tersebut adalah korban trafficking. Dalam proses observasi ini diawali dengan melakukan assesment dan wawancara mendalam guna menggali informasi mengenai situaisi dan kondisi anak. Ada beberapa point penting yang harus diketahui, antara lain: (1) Pemenuhan hak-hak dasar ketika terjadinya trafficking diantara pemenuhan hak pendidikan, hak bermain dan berekspresi, hak diasuh oleh kedua orang tuanya, (2) latar belakang anak dan keluarga yaitu melakukan pendekatan terhadap anak dan keluarga seperti menanyakan identitas, orang tua, (3) kronologis menjadi korban trafficking. 14 Apabila telah melewati observasi, baru akan diberikan perlindungan hukum represif terhadap anak korban perdagangan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANAK SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN HUMAN TRAFFICKING  (Kajian Hukum Pidana dan Hak Asasi Manusia)

ANAK SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN HUMAN TRAFFICKING (Kajian Hukum Pidana dan Hak Asasi Manusia)

Rachmat Syafaat (2002) pernah menyebutkan, bahwa Pada tingkat dunia perdagangan perempuan terkait erat dengan kriminalitas transnasional dan hal ini dinyatakan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Sedangkan Negara Indonesia tergolong dalam TIER 3, yaitu Negara yang diasumsikan tidak serius menangani masalah perdagangan manusia “trafficking” khususnya perdagangan perempuan. Tidak memiliki perekat perundang-undangan yang dapat mencegah, melindungi dan menolong korban serta tidak memiliki prundang- undangn untuk melakukan penghukuman terhadap pelaku perdagangan manusia. KUHP hanya memiliki satu pasal saja yaitu pasal 297 KUHP menyatakan bahwa “perdagangan perempuan (umur tidak disebutkan) dan perdagangan anak laki-laki yang belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara raling lama enam tahun”. Adalah mengatur secara eksplisit tentang perdagangan perempuan, namun
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING).

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING).

Perdagangan orang untuk tenaga kerja (Trafficking in persons for labor) merupakan masalah yang sangat besar. “ Trafficking in persons for labor may not attract as much publicity as trafficking in persons for sex, but it is a huge problem…” Data Perdagangan orang di Indonesia sejak 1993 -2003 menunjukkan bahwa perdagangan orang dengan modus menjanjikan pekerjaan banyak terjadi dan ini dialami oleh kalangan perempuan dan anak-anak. 3 Dampak yang dialami para korban perdagangan orang beragam, umumnya masuk dalam jurang prostitusi (PSK), eksploitasi tenaga kerja dan sebagainya. Sedangkan dari sisi pelaku umumnya dilakukan oleh agen penyalur tenaga kerja dengan modus janji memberi pekerjaan dan dilakukan baik secara pasif (dengan iklan lowongan pekerjaan) maupun dengan aktif (langsung ke rumah-rumah penduduk) merekrut mereka yang memang mengharapkan pekerjaan.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Korban Human Trafficking dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Perlindungan Hukum terhadap Korban Human Trafficking dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Dilihat dari perspektif Hukum Pidana, perilaku memperdagangkan perempuan dan anak laki-laki, telah dilarang oleh Pasal 297 KUHP, yang berbunyi sebagai berikut: Memperniagakan perempuan dan memperniagakan laki-laki yang belum dewasa, dihukum penjara selama-lamanya enam tahun. Dalam hal ini buku I KUHP tentang ketentuan umum tidak memberikan penjelasan mengenai makna ‘perniagaan.’ Terhadap Pasal ini R. Soesilo, berpendapat bahwa: “...yang dimaksudkan dengan ‘perniagaan atau perdagangan perempuan’ ialah melakukan perbuatan-perbuatan dengan maksud untuk menyerahkan perempuan guna pelacuran. Masuk pula di sini mereka yang biasanya mencari perempuan- perempuan muda untuk dikirmkan ke luar negeri yang maksudnya tidak lain akan dipergunakan untuk pelacuran...” 26
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) MELALUI PENDAMPINGAN DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT QOUMA KABUPATEN BANDUNG.

PEMBERDAYAAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) MELALUI PENDAMPINGAN DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT QOUMA KABUPATEN BANDUNG.

Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya perdagangan orang diantaranya adalah kemiskinan, daya tarik standar hidup di tempat lain yang dirasakan lebih tinggi, lemahnya strukur sosial dan ekonomi, kurangnya kesempatan bekerja, kejahatan yang terorganisir, kekerasan terhadap wanita dan anak-anak, diskriminasi terhadap wanita, kurang kewaspadaan korban untuk mendapatkan pekerjaan, kultur yang menempatkan wanita pada tingkat yang lebih rendah, kurangnya keamanan aparat penegak hukum dalam penjagaan daerah perbatasan serta minimnya perhatian pemerintah. Selain itu, kurangnya pendidikan yang bersifat menyeluruh, yang terutama meliputi pendidikan dalam ilmu pengetahuan, pendidikan moral, pendidikan agama, dan pendidikan kewarganegaraan.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects