Top PDF Pengaruh Metode Round Robin terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII

Pengaruh Metode Round Robin  terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII

Pengaruh Metode Round Robin terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII

Berdasarkan hasil observasi awal terhadap siswa kelas VII di SMPN 02 Kecamatan Situjuah Limo Nagari, diperoleh hasil bahwa ketika proses pembelajaran berlangsung guru mata pelajaran IPS masih mengunakan Metode mengajar guru masih kurang efektif karena masih memakai metode konvensional . Terjadinya kesenjangan yang nyata antara anak-anak yang cerdas dengan anak kurang cerdas. Dari situ ketuntasan dalam belajar ketuntasan dalam belajar terbaikan sehingga ketika berlangsungnya proses pembelajaran kebanyakan siswa sedikit yang ikut berpatisipasi dan pasif di dalam kelas, melihat fenomena seperti ini tentu saja menciptakan suasana kelas yang statis, menonton, dan membosankan. Kemudian juga hasil belajar siswa SMPN 02 Kecamatan Situjuah Limo Nagari kelas VII yang belum memenuhi nilai rata-rata dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan yaitu 70 ,bahkan yang mendapat hasil belajar dibawah standar KKM diatas 70%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di Kelas VII SMP Negeri 1 Peudada

Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di Kelas VII SMP Negeri 1 Peudada

Berdasarkan teori yang diungkapkan oleh DePorter dan Hernacki bahwa siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Siswa seperti ini tidak tahan untuk duduk berlama-lama mendengarkan pelajaran. Dalam pembelajaran IPS Terpadu itu sendiri guru mengharapkan siswa untuk mau membaca buku paket sebelum bertanya kepada guru, selain itu guru IPS Terpadu di SMP tersebut jarang menerapkan kerja kelompok dalam kegiatan belajar mengajar. Besarnya kontribusi gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar ditunjukkan dengan hasil perhitungan koefisien determinasi atau koefisien penentu (KP). Setelah dianalisis ternyata variabel gaya belajar kinestetik memberikan konstribusi terhadap kenaikan hasil belajar sebesar 5,15% dan sisanya sebesar 94,85% berkaitan dengan variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS

Berdasarkan hasil pengamatan di Kelas IV SDN 74 Kota Bengkulu ditemukan beberapa masalah yaitu, dalam pembelajaran IPS siswa cenderung kurang aktif dan kurang memperhatikan penjelasan guru sehingga pembelajaran menjadi tidak kondusif, siswa merasa bosan dan kurang memahami materi yang diajarkan karena metode pembelajaran yang diterapkan kurang bervariasi, sumber dan media pembelajaran yang dimanfaatkan kurang relevan karena cenderung menggunakan buku paket. Guru belum memanfaatkan museum sebagai sumber dan media pembelajaran dikarenakan adanya beberapa faktor yaitu, faktor waktu, biaya, membutuhkan rekan sejawat untuk mengkondisikan siswa dalam kegiatan karya wisata ke museum dan lainnya Oleh karena itu, hal tersebut berdampak pada hasil belajar IPS siswa yang masih relatif rendah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODUL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI  Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Ditinjau Dari Penggunaan Modul Dan Kemandirian Belajar Pada Siswa Kelas VII Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Suk

HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODUL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Ditinjau Dari Penggunaan Modul Dan Kemandirian Belajar Pada Siswa Kelas VII Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Suk

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa. 3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul dan kemandirian belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif asosiatif dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII program reguler MTs Negeri Sukoharjo Tahun ajaran 2014/2015. Sampel diambil sebanyak 149 siswa dengan teknik simple random sampling. Data yang diperlukan diperoleh melalui angket dan dokumentasi. Angket sebelumnya diujicobakan dan diuji validitas serta diuji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, uji R 2 , dan sumbangan relatif dan efektif.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODUL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI  Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Ditinjau Dari Penggunaan Modul Dan Kemandirian Belajar Pada Siswa Kelas VII Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Suk

HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODUL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Ditinjau Dari Penggunaan Modul Dan Kemandirian Belajar Pada Siswa Kelas VII Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Suk

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa. 3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul dan kemandirian belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif asosiatif dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII program reguler MTs Negeri Sukoharjo Tahun ajaran 2014/2015. Sampel diambil sebanyak 149 siswa dengan teknik simple random sampling. Data yang diperlukan diperoleh melalui angket dan dokumentasi. Angket sebelumnya diujicobakan dan diuji validitas serta diuji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, uji R 2 , dan sumbangan relatif dan efektif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Lingkungan Sekolah, Disiplin Belajar, dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Ekonomi Siswa Kelas VII di SMPN 26 Padang

Pengaruh Lingkungan Sekolah, Disiplin Belajar, dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Ekonomi Siswa Kelas VII di SMPN 26 Padang

Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kelancaran proses belajar mengajar seorang guru hendaknya tidak hanya fokus dengan materi yang diberikannya didalam kelas saja, tetapi ikut aktif dalam memperhatikan hal-hal yang berada di luar pelajaran bagi siswanya. Misalnya, dengan memperhatikan lingkungan sekolahnya, apakah sudah bisa membuat siswa nyaman dalam menerima pelajaran atau belum, bagaimana menegakkan disiplin bagi siswanya agar tidak banyak yang terlambat lagi, misalnya dengan menerapkan

14 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE ROUND ROBIN BERBANTU VIDEO PEMBELAJARAN IPS MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KELAS IV SD NEGERI 1 MANDURAGA

UPAYA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE ROUND ROBIN BERBANTU VIDEO PEMBELAJARAN IPS MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KELAS IV SD NEGERI 1 MANDURAGA

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri dan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS materi perkembangan teknologi transportasi di kelas IV SD Negeri 1 Manduraga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap akhir siklus diadakan evaluasi dengan menggunakan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Manduraga yang berjumlah 29 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes (soal isian) dan non tes (angket dan observasi). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian pada pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif tipe round robin berbantu video pembelajaran dapat meningkatkan percaya diri dan prestasi belajar siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada setiap siklusnya. Pada siklus I nilai rata- rata 3,07 dengan kriteria baik dan persentase 76,81%, siklus II nilai rata-rata 3,43. dengan kriteria sangat baik dan persentase 85,75%, Selisih persentase nilai rata- rata dari siklus I dan II yaitu 8,94%. Penggunaan model pembelajaran kolaberatif tipe round robin berbantu video pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada setiap siklusnya. Rata-rata pada siklus I adalah 66,00 dengan ketuntasan belajar 55,17%. Peningkatan pada siklus II telah mencapai indikator dengan rata-rata 88,71 dan ketuntasan belajar 93,10%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kolaboratif tipe round robin berbantu video pembelajaran dapat meningkatkan percaya diri dan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 1 Manduraga.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN METODE BELAJAR TUNTAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI  Pengaruh Penerapan Metode Belajar Tuntas Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wironanggan 01 Gatak Sukoharjo Tahun 2014/2015.

PENGARUH PENERAPAN METODE BELAJAR TUNTAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI Pengaruh Penerapan Metode Belajar Tuntas Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wironanggan 01 Gatak Sukoharjo Tahun 2014/2015.

Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Belajar Tuntas Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wironanggan 01 Gatak Sukoharjo Tahun 2014/2015” dengan baik. Skripsi ini merupakan sebagian tugas dan syarat yang harus dipenuhi guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 pada program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS SISWA DALAM METODE PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VII DAN VIII DI SMP NEGERI 7 SALATIGA

EFEKTIVITAS SISWA DALAM METODE PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VII DAN VIII DI SMP NEGERI 7 SALATIGA

Langkah penutup dari pembelajaran inquiry umum adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa. Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan hal yang utama dalam pembelajaran, karena banyaknya data yang diperoleh menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu, untuk mencapaikan kesimpulan yang akurat siswa harus dapat menuliskan, menyampaikan dan juga memberikan saran dari kesimpulannya dengan baik. Dalam hal ini Langkah-langkah yang dilakukan siswa, yaitu :
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Scramble terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sdn 11pontianak Kota

Pengaruh Metode Scramble terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sdn 11pontianak Kota

Menurut Miftahul Huda (2014: 304), terdapat delapan langkah yang dapat diterapkan di dalam pelajaran yang menggunakan metodeScramblesebagai berikut: (1) Guru menyajikan materi sesuai topik pembelajaran, (2) Guru membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. Huruf pada kolom B merupakan kata kunci (jawaban) dari pertanyaan pada kolom A, (3) Guru memberi durasi waktu tertentu untuk pengerjaan soal. (4) Siswa mengerjakan soal berdasarkan waktu yang telah ditentukan guru, (5) Guru mengecek waktu sambil memeriksa pekerjaan siswa, (6) Jika waktu pengerjaan soal sudah habis, siswa wajib mengumpulkan lembar jawaban kepada guru. Dalam hal ini, baik siswa yang selesai maupun tidak selesai harus mengumpulkan jawaban itu, (7) Guru melakukan penilaian, baik di kelas maupun di rumah. Penilaian dilakukan berdasarkan seberapa cepat siswa mengerjakan soal dan seberapa banyak soal yang ia kerjakan dengan benar, (8) Guru memberi apresiasi dan rekognisi kepada siswa-siswa yang berhasil, dan memberi semangat kepada siswa yang belum cukup berhasil menjawab dengan cepat dan benar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN METODE BELAJAR TUNTAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI  Pengaruh Penerapan Metode Belajar Tuntas Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wironanggan 01 Gatak Sukoharjo Tahun 2014/2015.

PENGARUH PENERAPAN METODE BELAJAR TUNTAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI Pengaruh Penerapan Metode Belajar Tuntas Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wironanggan 01 Gatak Sukoharjo Tahun 2014/2015.

Berkaitan dengan itu sebagai guru yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran sebaiknya memiliki kemampuan profesional. Dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 pasal 42 menyebutkan : “Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. Memperhatikan nilai hasil ulangan harian I pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik kelas V SD Negeri Wironanggan 01 Gatak Sukoharjo awal semester genap tahun 2014/2015, belum menunjukan ketuntasan hasil belajar, sehingga nilai rata-rata hasil ulangan harian masih dibawah batas ketuntasan minimum.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE INKUIRI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD SWASTA PELANGI MEDAN.

PENGARUH METODE INKUIRI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD SWASTA PELANGI MEDAN.

relevan dengan karakteristik yang dimiliki siswa. Pada saat proses belajar mengajar berlangsung, guru cenderung mendominasi kegiatan pembelajaran, guru menjadi sumber utama aktivitas belajar siswa, keaktifan siswa kurang diperhatikan. Guru juga tidak menekankan pada siswa untuk dapat bernalar, melihat keterkaitan materi pelajaran, mengkomunikasikan dan memecahkan masalah, Sehingga tidak ada waktu bagi siswa untuk mengembangkan strategi belajar yang efektif. Dalam proses belajar, guru cenderung menulis di papan tulis dan siswa mencatat apa yang disampaikan, kreatifitas belajar siswa cenderung mendengarkan penjelasan guru dan mencatat, selanjutnya guru memberikan soal-soal dengan tujuan agar siswa lebih memahami materi yang baru saja disampaikan.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII

Abstrak: Hasil belajar merupakan cerminanan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah dilaksanakan dan puncaknya diakhiri dengan evaluasi yang kemudian diukur menggunakan nilai atau angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi kurikulum 2013 dan sistem full day school terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII SMP Negeri 17 Malang baik secara bersama-sama (simultan) atau sendiri-sendiri (parsial). penelitian ini termasuk jenis ex- post-facto dan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 168 siswa kelas VII SMP Negeri 17 Malang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling sebanyak 70 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif atau signifikan secara simultan antara implementasi kurikulum 2013 dan sistem full day school terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII SMP Negeri 17 Malang. Terdapat pengaruh positif atau signifikan secara parsial antara implementasi kurikulum 2013 dan sistem full day school terhadap hasil belajar IPS Terpadu Kelass VII SMP Negeri 17 Malang
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Penggunaan Media Power Point terhadap Hasil Belajar pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas VII

Efektivitas Penggunaan Media Power Point terhadap Hasil Belajar pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas VII

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas penggunaan media power point terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPS siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Pontianak. Dengan masalah penelitian ³%DJDLPDQDNDK HIHNWLYLWDV SHQJJXQDDQ PHGLD power point terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPS siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 3RQWLDQDN"´ Metode yang digunakan metode eksperimen dengan bentuk quasy- eksperimental (eksperimen semu),rancangan One Shot Case Study, teknik menggunakan pengukuran dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media power point lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Pontianak
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH BENTUK TES DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VII SMP NEGERI 2 GORONTALO

PENGARUH BENTUK TES DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VII SMP NEGERI 2 GORONTALO

sedangkan jika menggunakan tes pilihan ganda bisa mencapai 50 nomor yang hasil cakupannya luas dan merata. Namun kedua hal tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Mereka mengemukakan pendapat bahwa secara faktual dengan meggunakan tes uraian dapat mencapai kualitas dalam menggali potensi siswa karena mutu soal bentuk tes uraian itu lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan soal berbentuk tes pilihan ganda. Cara mengoreksinya juga mudah, hanya dengan memberikan skor secara global sesuai dengan perkiraan dan hasil yang sewajarnya. Tetapi pada kenyataannya siswa malas belajar, menghafal, menelaah bahkan lebih memilih mencontek jawaban. Jika menggunakan tes bentuk pilihan ganda penilaiannya terlaksana secara objektif tetapi rata-rata hasilnya kurang memuaskan karena siswa yang tidak belajar cenderung asal mengisi atau menebak jawaban. Oleh karena itulah, penulis pun merasa tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang hal ini. Harapannya adalah agar para siswa memiliki kesadaran dalam mengoptimalkan hasil belajar baik dengan menggunakan tes bentuk uraian maupun tes pilihan ganda yang ditunjang oleh motivasi guru dan siswa. Masalah ini pun diformulasikan menjadi sebuah judul yaitu, ”Pengaruh Bentuk Tes dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di Kelas VII SMP Negeri 2 Gorontalo.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Round Club Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas Vii Di Smp Swasta Bandung T.P 2017/2018

Pengaruh Model Pembelajaran Round Club Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas Vii Di Smp Swasta Bandung T.P 2017/2018

sebagai mata pelajaran yang penuh dengan teori dan cenderung membosankan. Hal ini terjadi karena konsep pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sering dilakukan dengan cara yang kurang tepat seperti materi yang di sampaikan tidak sesuai dengan metode pembelajaran sehingga membuat siswa tidak berminat dalam mengikuti pelajaran dan membuat siswa sering permisi keluar kelas, tidak semangat dalam belajar, dan mengantuk ketika proses belajar mengajar sehingga hasil belajar siswa yang tertera pada tabel masih tergolong rendah, dari 30 siswa 5 yang dinyatakan lulus kriteria ketuntasan minimal (KKM). Sementara yang memiliki nilai di bawah KKM sebanyak 25 siswa.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN 11PONTIANAK KOTA

PENGARUH METODE SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN 11PONTIANAK KOTA

pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, pada umumnya guru kurang kreatif dalam menggunakan metode pembelajaran, guru menggunakan metode ceramah dengan pemberian tugas dalam proses pembelajaran. Untuk memperoleh hasil belajar yang baik, seorang guru tentunya harus bisa memilih metode, model, dan strategi pembelajaran apa yang cocok untuk diterapkan sesuai dengan materi yang disajikan. Metode yang dianggap efektif, menarik dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa adalah metode Scramble. Dengan menggunakan metode ini saya berpikir mereka akan lebih menikmati pelajaran dalam bentuk lomba yang memperhitungkan kecepatan menyelesaikan soal yang diberikan dan ketepatan jawaban yang diaplikasikan dengan mencocokkan huruf yang telah diacak sebelumnya.Menurut Robert B. Taylor (dalam Miftahul Huda, 2014: 303) menyatakan bahwa, “Scramble merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa. Metode ini mengharuskan siswa untuk menggabungkan otak kanan dan otak kiri.”
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Attaqwa Kabupaten Bekasi

Penerapan Metode Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Attaqwa Kabupaten Bekasi

berperan ganda, yaitu: menjadi seorang praktisi yang sekaligus peneliti. Penelitian Tindakan kelas (PTK) mempunyai 4 tahapan yang dilaksanakan dalam siklus yang berulang yang terdiri dari: Tahap perencanaan, Tahap pelaksanaan, tahap observasi dan evaluasi; tahap releksi (Arikunto, 2006). Pada tahap perencanaan guru menyusun perangkat pembelajaran yang diperlukan, setelah itu melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Pada tahap pelaksanaan guru juga melakukan observasi terhadap proses pembelajaran dan mengevaluasinya sebagai bahan rujukan dalam melakukan refleksi pada proses pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil dari tahap refleksi dijadikan pedoman dalam memperbaiki dan menyempurnakan perencanaan tindakan selanjutnya. Semua tahapan tersebut dilaksanakan berulang secara berkesinambungan sehingga kualitas mutu proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan tercapai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS EKONOMI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 SINGKAWANG

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS EKONOMI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 SINGKAWANG

4 Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang telah ditetapkan di atas, maka perlu alat pengumpul data yang sesuai dengan teknik dan jenis data yang hendak diperoleh. Adapun alat yang dianggap tepat dalam teknik ini adalah: (1) Angket Sebagaimana dikutip dari Sukmadinata (2009: 219), “angket atau kuesioner (questionnaire) merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya-jawab dengan responden)”. Sedangkan menurut Ridwan (2010: 54) menyatakan bahwa, “angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (x) atau tanda checklis (Ѵ)”. Angket ini ditujukan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian dan bertujuan untuk mengetahui kemandirian belajar siswa. (2)Dokumenter Nawawi (2007: 141) mengatakan bahwa teknik dokumenter ini adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis. Oleh karena itu untuk mengetahui hasil belajar siswa data yang digunakan adalah nilai ulangan harian ekonomi semester ganjil tahun ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Efektifitas pembelajaran cooperative learning dengan metode Round Robin Brainstorming pada materi akuntansi kelas 8 SMP Bunda Maria, Pamanukan.

Efektifitas pembelajaran cooperative learning dengan metode Round Robin Brainstorming pada materi akuntansi kelas 8 SMP Bunda Maria, Pamanukan.

Berdasarkan hasil analisis, maka kualitas prestasi kelas VIII SMP Bunda Maria Pamanukan pada mata pelajaran akuntasi termasuk kedalam kualitas pembelajaran “Baik”. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah rata-rata nilai dari tes prestasi belajar siswa yang menunjukan nilai rerata kelas sebesar 73 yang berada pada range skor 60-80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pembelajaran akuntasi dengan menggunakan metode pembelajaran round robin brainstormin di kelas VIII SMP Bunda Maria Pamanukan berkualitas “Baik”.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects