Top PDF BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

Nishab adalah batasan suatu harta terkena wajib zakat. Islam tidak mewajibkan zakat atas seluruh harta benda, sedikit atau banyak, tetapi mewajibkan zakat atas harta yang mencapai nishab, bersih dari hutang, serta lebih dari kebutuhan pokok pemiliknya (Qardhawi, 2004). Hal itu diberlakukan untuk menetapkan siapa yang tergolong seorang kaya yang wajib zakat dan untuk menetapkan mereka yang dijadikan sebagai sasaran zakat tersebut. Ulama Muhammad Ghazali (Qardhawi, 2004) cenderung menyarankan dengan ukuran tanaman dan buah-buahan, dengan menggunakan gandum. Nishab pertanian adalah sebesar 5 wasaq atau 653 kg dimana 1 wasaq adalah 60 sha’ atau 2,175 kg (Nurhayati dan Wasilah, 2009). Jadi jika memakai nishab pertanian, nishab zakat penghasilan adalah sebesar harga pasar 653kg gandum pada saat zakat ingin dibayarkan. Ada pula yang mengatakan nishab zakat penghasilan sama dengan emas. Salah satu ulama fikih kontemporer lainnya, Yusuf Al-Qardhawi, telah mengqiyaskan zakat penghasilan bahwa nisabnya dianalogikan dengan nisab emas yaitu 85 gram emas. (Qardhawi, 2004). Untuk nishab sekarang ini sudah disepakati dan dipakai dengan luas, nishab yang disepakati dengan penganalogian zakat pertanian adalah 652,5 kg beras (Nurhayati dan Wasilah, 2009).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

Selain itu terdapat pula UU no. 17 tahun 2000 tentang zakat sebagai pengurang dalam pendapatan kena pajak. Ada juga keputusan Dirjen Pajak no.KEP-542/PJ/2001 bahwa zakat penghasilan dapat dikurangkan atas penghasilan neto.Fatwa dan UU tersebut diatas tentu saja dibuat dengan pertimbangan agar dapat meningkatkan jumlah zakat penghasilan (maal) yang dikumpulkan di Indonesia.Fenomena masih besarnya jarak antara potensizakat maal dengan jumlah zakat maal yang benar – benar ditunaikan oleh wajib zakat merupakan konsekuensi dari berbagai faktor.Salah satu faktor yang sangatdominan adalah masih sangat sedikitnya wajib zakat yang telah menunaikan kewajibannya tersebut secara baik (membayar secara teratur dan melalui BAZ/LAZ) dibandingkan mereka yang masih enggan atau tidak peduli terhadap kewajiban yang melekat padaharta mereka.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Memilih Institusi Pembayaran Zakat Di Kota Medan

Berilah tanda silang (X) pada huruf yang mewakili jawaban Pilih jawaban yang sesuai dengan anda dengan cara memberi tanda silang (X) pada pertanyaan bagian I, dan pilihlah jawaban yang sesuai dengan pandangan anda dengan memberi tanda check ( √) pada salah satu pilihan yang disediakan pada pertanyaan bagian II dengan ketentuan sebagai berikut:

19 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ruang Lingkup Lembaga Zakat 2.1.1 Pengertian Lembaga Zakat - Analisis Persepsi dan Respon Masyarakat Terhadap Eksistensi Lembaga-Lembaga Zakat Di Kota Medan (Studi Kasus: Masyarakat Kelurahan Pulo Brayan Darat II Medan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ruang Lingkup Lembaga Zakat 2.1.1 Pengertian Lembaga Zakat - Analisis Persepsi dan Respon Masyarakat Terhadap Eksistensi Lembaga-Lembaga Zakat Di Kota Medan (Studi Kasus: Masyarakat Kelurahan Pulo Brayan Darat II Medan)

Dari kedua pengertian di atas SKB Mentri Dalam Negeri dan Menteri Agama serta UU Nomor 38 Tahun 1999, tampak ada perbedaan. Menurut SKB, BAZIS itu adalah Lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk oleh masyarakat, sedangkan menurut UU Nomor 38 Tahun 1999, BAZIS itu dibentuk oleh pemerintah. Untuk menangani perbedaan persepsi itu, maka dalam UU Nomor 38 Tahun 1999 pasal 1 ayat 2 selain Badan Amil Zakat dilengkapi pula dengan Lembaga Amil Zakat yang sama pengertiannya dengan BAZIS yang dikemukakan SKB. Dengan demikian, dalam struktur organisasi pengelolaan zakat menurut UU Nomor 38 Tahun 1999 dibedakan antara Badan Amil Zakat dengan Lembaga Amil Zakat. Kalau BAZ dibentuk oleh pemerintah sedangkan LAZ dibentuk atas prakarsa masyarakat.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Preferensi Konsumen Bakso Bakar (Studi Kasus : Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Preferensi Konsumen Bakso Bakar (Studi Kasus : Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan)

Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi atau rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. Pendapatan yang lebih rendah berarti bahwa secara total hanya ada uang yang sedikit untuk dibelanjakan, sehingga masyarakat akan membelanjakan lebih sedikit uang untuk beberapa dan mungkin pula terhadap sebagian besar barang. Jika permintaan terhadap sebuah barang berkurang ketika pendapatan berkurang, barang tersebut dinamakan barang normal. Pendapatan seseorang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar produk yang peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan, dan tingkat minat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Partisipasi Masyarakat Terhadap Permintaan Gas Dibandingkan Minyak Tanah di Kota Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Partisipasi Masyarakat Terhadap Permintaan Gas Dibandingkan Minyak Tanah di Kota Medan

dengan mengganti sumbu kompor seperti halnya kompor minyak tanah dan kompor gas jauh lebih mudah dibersihkan karena tidak menghasilkan jelaga seperti kompor minyak tanah. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk memasak dengan kompor gas LPG jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan memasak dengan kompor minyak tanah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fakor kepraktisan penggunaan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keputusan masyarakat untuk memilih menggunakan LPG.

22 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Dalam Pengelolaan Institusi Masjid Di Kota Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Dalam Pengelolaan Institusi Masjid Di Kota Medan

“Barang siapa menimbun (barang pokok), dia bersalah (berdosa)”. Setiap Masjid memiliki harta yang cukup banyak jika dikumpulkan yang berasal dari infaq, shodaqoh dan hibah. Apalagi Institusi Masjid yang cukup besar dan berada di tengah-tengah Kota akan memiliki harta yang cukup banyak. Apabila harta-harta ini hanya didiamkan dan akan bertambah sesuai dengan banyaknya jumlah infaq dan shadaqah masyarakat dalam waktu yang lama tanpa dipergunakan atau hanya menunggu sampai dipergunakan untuk pembangunan Masjid dikhawatirkan dapat masuk kedalam golongan ikhtiyar (penimbunan harta). Untuk itu alangkah baiknya harta tersebut dipergunakan untuk membantu menigkatkan kesejahteraan masyarakat yang sesuai dengan syariat Islam, seperti membuka klinik, memberdayakan tanah infaq dengan tanaman yang bermanfaat, memberikan bantuan modal kepada masyarakat, dll. Dengan demikian harta Masjid akan terbebas dari ikhtiyar dan dapat membantu perekonomian masyarakat serta meningkatkan harta Masjid.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Zakat - Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keengganan Masyarakat Membayar Zakat Melalui Instansi Bazis/Laz Di Kota Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Zakat - Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keengganan Masyarakat Membayar Zakat Melalui Instansi Bazis/Laz Di Kota Medan

1. Andi Riswan (2012), dengan judul “Analisis Faktor–FaktorPendorong Masyarakat Membayar Zakat, Infaq, Dan Sedekah (ZIS) Melalui BAZDA Sumatera Utara” hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong masyarakat membayar ZIS tersebut adalah pelayanan, lokasi, teknik pengumpulan dan status BAZDASU dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, berinfaq dan bersedekah, BAZDASU harus terus meningkatkan kualitas kinerja, pelayanan, sosialisasi dan program-program unggulannya, guna membangun citra BAZDASU yang lebih baik kedepannya. 2. M. Abdul Rouf (2011), dengan judul “Analisis Faktor–Faktor yang
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

S SEJ 1001841 Chapter3

S SEJ 1001841 Chapter3

Pengumpulan sumber lisan merupakan pengumpulan informasi yang didapatkan dari narasumber atau orang guna penulisan skripsi ini. Proses pencarian narasumber yang dilakukan peneliti ialah dengan mendatangi Dinas BKKBN Provinsi Jawa Barat. Tanggal 1 November 2014 penulis mengunjungi Dinas BKKBN Provinsi Jawa Barat, kemuadian selama 2 jam berbincang dengan petugas disana seputas program keluarga berencana, dan adakah keterlibatan etnis Tionghoa di dalamnya. Selain melakukan pencarian informasi, penulis dibuatkan surat rekomendasi atau disposisi ke BKKBN daerah Kota Bandung. Tanggal 1 Januari 2015 saya mencoba menemui responden, yang saya dapatkan dari Ibu Rindang Ekawati yakni Bapak Iih Suryana. Beliau kelahiran Bandung 13 Maret 1955. Beliau adalah Unit Pelaksana KB-PLKB tahun 1990 di Kecamatan Sumur Bandung. Saya mewawancarai beliau sekitar 2 Jam. Beliau adalah orang yang membawahi PLKB-PLKB di Kecamatan Sumur Bandung yang giat mensosialisasikan program KB di tahun 1990. Beliau saya wawancarai dari segi peran beliau sebagai responden yang paham kondisi pelaksanaan program KB pada masa Orde Baru.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

S FIS 0909222 Chapter1

S FIS 0909222 Chapter1

Perkembangan teknologi dewasa ini berkembang sangat cepat. Penelitian untuk menunjang berbagai kebutuhan manusia dilakukan. Salah satunya adalah penelitian tentang medan magnet dinamik. Berbagai penelitian dengan berbagai kasus dan pendekatan tentang medan magnet dinamik telah dilakukan di negara-negara maju. Namun, di beberapa negara berkembang seperti Indonesia belum banyak dilakukan penelitian yang membahas mengenai medan magnet dinamik.

5 Baca lebih lajut

Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Masyarakat Menabung Di Bank Syariah Di Kabupaten Deli Serdang

Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Masyarakat Menabung Di Bank Syariah Di Kabupaten Deli Serdang

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala karunia, rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: “ ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANGNYA MINAT MASYARAKAT MENABUNG DI BANK SYARIAH DI KABUPATEN DELI SERDANG” dengan semangat, do’a dan perjuangan tanpa lelah. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW sang revolusioner sejati yang telah membuka pintu gerbang jalan terang bagi kita semua untuk tetap semangat berjuang di jalan-Nya. Tak lupa kepada para sahabat dan keluarga beliau yang dirahmati- Nya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah dan syafaatnya di yaumul qiyamah nanti. Amin.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Study pemodelan Performa Pendinginan Evaporasi Pada Gedung Auditorium Ums Dengan Computational Fluids Dynamics (CFD).

PENDAHULUAN Study pemodelan Performa Pendinginan Evaporasi Pada Gedung Auditorium Ums Dengan Computational Fluids Dynamics (CFD).

Pada bab ini berisikan tentang tinjauan pustaka yang berkaitan dengan penelitian tentang Performa Pendinginan Evaporasi Pada Gedung, sumber yang digunakan adalah penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, baik dalam bentuk jurnal atau laporan tugas akhir lainnya.

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Bantuan Hukum Sebagai Suatu Perikatan yang Bersifat Cuma-Cuma T1 312008005 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Bantuan Hukum Sebagai Suatu Perikatan yang Bersifat Cuma-Cuma T1 312008005 BAB II

Supaya maksud tersebut dapat dicapai, tinjauan pustaka dalam Bab ini terdiri atas beberapa sub pokok kajian. Sub pokok kajian yang pertama yaitu tentang Hakikat Bantuan Hukum versi kepustakaan yang selama ini ada di Indonesia. Kemudian, sub pokok kajian kedua yaitu berkaitan dengan prespektif tentang perikatan. dan Selanjutnya yang ketiga mengenai perikatan bersegi satu yang dikenal dalam litelatur hukum perdata, dalam hal ini KUHPerdata, yang bisa saja mirip namun tidak sama dengan prespektif mengenai perikatan bersegi satu menurut Kontrak Sebagai Nama Ilmu Hukum sebagaimana telah penulis kemukakan salam bagian latar belakang masalah di Bab I karya tulis ini. 3
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

FAKTOR DETERMINAN KESENJANGAN ANTARA PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DAN PELAKSANAANNYA DI SMP NEGERI SE KOTA SEMARANG TAHUN 2011 2012

FAKTOR DETERMINAN KESENJANGAN ANTARA PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DAN PELAKSANAANNYA DI SMP NEGERI SE KOTA SEMARANG TAHUN 2011 2012

Program bimbingan dan konseling berarti deratan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Berdasarkan observasi awal di dua SMP Negeri di kota Semarang, yaitu SMP N 5 dan SMP N 30, menujukkan fenomena yang terjadi bahwa konselor dalam melaksanakan/memberikan layanan kepada peserta didiknya belum disesuaikan dengan kebutuhan peserta didiknya. Dalam need assessment akan muncul semua permasalahan peserta didik, juga layanan-layanan yang dibutuhkan oleh peserta didik yang kemudian disusun dalam program kegiatan bimbingan konseling, namun pelaksanaannya terlihat adanya kesenjangan antara program yang telah dibuat dengan pelaksanaannya. Contohnya layanan yang sering dijumpai karena paling sering dilaksanakan konselor adalah sebatas bersifat klasikal dan berada didalam jam pelajaran sekolah. Sementara itu seperti yang kita ketahui bimbingan dan konseling memiliki layanan dengan format klasikal, kelompok, dan indivdu yaitu layanan konseling individu, konseling kelompok, bimbingan kelompok, layanan informasi, layanan orientasi, penguasaan konten, penempatan penyaluran, layanan konsultasi, dan layanan mediasi. Selain itu fenomena lainnya adalah bahwa konselor memang memiliki program, namun pelaksanaan layanan nya hanya mengandalkan materi yang ada dalam LKS saja, ini mengindikasikan bahwa program yang ada hanya sekedar sebagai pelengkap administrative dan kurang diperhatikan apa-apa saja kebutuhan atau permasalahan dari peserta didik itu sendiri.
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

PENGARUH KESESUAIAN TUGAS-TEKNOLOGI, KEAHLIAN PENGGUNA, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Survei pada Karyawan Bank Bagian Akuntansi di Purwodadi).

PENGARUH KESESUAIAN TUGAS-TEKNOLOGI, KEAHLIAN PENGGUNA, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Survei pada Karyawan Bank Bagian Akuntansi di Purwodadi).

Selain itu, Davista (2008) meneliti adanya pengaruh kesesuaian tugas teknologi, keahlian pengguna, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan karyawan bank bagian akuntansi sebagai subyek penelitian dan bank yang ada di kota Surakarta sebagai obyek penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya pemanfaatan teknologi informasi yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Efisiensi Dan Efektivitas Penerimaan Pajak Dan Retribusi Daerah (Studi Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Sukoharjo).

PENDAHULUAN Analisis Efisiensi Dan Efektivitas Penerimaan Pajak Dan Retribusi Daerah (Studi Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Sukoharjo).

Bab ini menguraikan tentang tinjauan pustaka yang membahas mengenai konsep relevan yang mendukung dalam penelitian ini, antara lain : pengertian pajak pada umumnya dan jenis pajak, pendapatan penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari pengertian Pemerintah di Daerah, dan sumber-sumber penerimaan daerah, tinjauan tentang pajak daerah yang terdiri pengertian pajak daerah dan jenis-jenis pajak daerah, pengertian efisiensi penerimaan pajak daerah, pengertian efektivitas pajak daerah, serta tinjauan penelitian terdahulu.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Komitmen Organisasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Keterandalan Dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi pada Dinas Pendapatan, Pengelo

PENDAHULUAN Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Komitmen Organisasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Keterandalan Dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi pada Dinas Pendapatan, Pengelo

Merupakan bagian pembahasan, yang berisi tentang pengujian atas hipotesis yang dibuat dan penyajian dari hasil pengujian tersebut dan analisis data. Pada bab ini akan disajikan dan dijelaskan tentang hasil pengumpulan, analisis data, dan sekaligus merupakan jawaban atas hipotesis yang telah dikemukakan.

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Kegiatan Usaha Dan Pekerjaan Bebas (Studi Kasus Pada KPP Pratama Karanganyar).

PENDAHULUAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Kegiatan Usaha Dan Pekerjaan Bebas (Studi Kasus Pada KPP Pratama Karanganyar).

Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta masyarakat mengumpulkan dana untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat melalui perbaikan dan penambahan pelayanan publik, mengalokasikan pajak tidak hanya untuk rakyat pembayaran pajak juga untuk kepentingan rakyat yang tidak wajib membayar pajak.

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Pengaruh Kesesuaian Tugas-Teknologi, Keahlian Pengguna, Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Bpd Jawa Tengah Kantor Cabang Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Kesesuaian Tugas-Teknologi, Keahlian Pengguna, Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Bpd Jawa Tengah Kantor Cabang Surakarta.

Bab ini akan menguraikan tentang tinjauan pustaka yang membahas mengenai konsep relevan yang mendukung dalam penelitian ini, antara lain: Teknologi Informasi, Sistem Informasi, sistem komputer, kesesuaian tugas teknologi, keahlian pengguna, pemanfaatan Teknologi Informasi, kinerja karyawan, tinjauan penelitian terdahulu, kerangka pemikiran dan perumusan hipotesis.

8 Baca lebih lajut

TINJAUAN TERHADAP IZIN PENUTUPAN JALAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI (Studi Kasus Diwilayah Hukum POLSEK Dau, Kabupaten Malang)

TINJAUAN TERHADAP IZIN PENUTUPAN JALAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI (Studi Kasus Diwilayah Hukum POLSEK Dau, Kabupaten Malang)

b) Pendekatan Sosiologis yang dimaksud ialah dengan melihat fakta yang terjadi dilapangan atau kenyataaan yang ada dalam masyarakat mengenai izin penutupan jalan untuk kepentingan pribadi. Sehingga dengan menggunakan pendekatan sosiologis sebagai penunjang dari pendekatan yuridis di atas penulis diharapkan mampu memberikan pemaparan secara jelas antara peraturan perundang-undangan yang ada dengan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat dalam kajian ilmiah yang akan diteliti oleh penulis mengenai izin penutupan jalan untuk kepentingan pribadi.

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...