• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Produk

4. Alat Tes/Pertanyaan Berdasarkan Cerita Dilema Moral

Alat tes model VCT harus mencakup 3 aspek yaitu, Aspek Kognitif (memahami dan mengetahui nilai-nilai), Aspek Afektif (menginginkan dan tertarik mempelajari nilai-nilai), dan Aspek Pisikomotorik (melaksanakan dan melakukan nilai-nilai yang menjadi pilihanya) Berdasarkan ketiga aspek tersebut maka soal-soal dibawah ini sudah mencakup ketiga aspek tersebut:

a) Aspek Kognitif

Petunjuk pengisian : Bacalah Kelima cerita diatas dan pernyataan dalam tabel berikut ini! Tentukan sikap anda benar atau salah untuk setiap pernyataan dengan memberikan tanda centang (✅)

Cerita 1

No Pernyataan

Pendapat Benar Salah 1. terdapat nilai kejujuran di dalam cerita

2. Terdapat 4 tokoh di dalam cerita 1

5. Ririn membatalkan janji dengan Salma karena ingin menemani Rendi membeli barang.

Cerita 2

No Pernyataan

Pendapat Benar Salah 1. terdapat nilai keberanian di dalam cerita

2. Ada dua tokoh utama di dalam cerita kedua 3. Keberanian merupakan dilema nilai yang

dihadapi oleh Sulastri

4. Jujur adalah tindakan yang memerlukan keberanian, apalagi dengan resiko yang akan diterima

5. Karena orang tua Calvaro merupakan orang sangat berpengaruh di sekolah, jadi Calvaro dapat melakukan apapun yang ia suka

Cerita 3

No Pernyataan

Pendapat Benar Salah 1. Gendhis dapat menggunakan uang hasil kerja

kerasnya dengan sesukanya hatinya 2. Terdapat 8 tokoh didalam cerita

3. Tanggung jawab merupakan dilema nilai yang dihadapi oleh Gendhis

4. Keluarga memberi peran sangat penting bagi pembentukan karakter anak

5. Religius merupakan nilai tertinggi dalam hirarki nilai

Cerita 4

No Pernyataan

Pendapat Benar Salah

1. Bagaimana pandangan masyarakat kepada keluarganya menjadi pertimbangan Pak Bambang untuk ikut korupsi

2. Kejujuran merupakan dilema yang dihadapi Pak Bambang

3. Seharusnya Pak Haji sebagai pemilik peternakan mengetahui adanya tindakan kecurangan yang dilakukan karyawannya

4. Terdapat tiga tokoh utama dalam cerita keempat 5. Kekurangan dari nilai kejujuran adalah kita tidak bisa

mendapatkan hasil yang lebih cepat

Cerita 5

No Pernyataan

Pendapat Benar Salah 1. Kerja keras merupakan wujud dari kasih sayang

seorang ayah untuk keluarganya

2. Kemiskinan adalah salah satu faktor penghambat untuk meraih kesuksean

3. Terdapat satu tokoh utama didalam cerita

4. Nilai rela berkorban merupakan dilema yang dihadapi tokoh Mamba dalam cerita kelima 5. Memang selalu ada tantangan untuk mengapai

mimpi dan cita-cita seperti yang sedang dihadapi tokoh Mamba

a. Aspek Afektif

Petunjuk Pengisian : bacalah kelima cerita diatas! Lalu berilah tanda (✅) pada jawaban anda (Setuju/Tidak Setuju) sesuai dengan pilihan anda.

Cerita 1

No Pernyataan

Pendapat Setuju

Tidak Setuju 1. Seharusnya Ririn mengutamakan Janjinya dengan

Salma

2. Memilih untuk tetap menepati janji dengan Salma adalah keputusan yang bijak

3. Tanggung jawab merupakan nilai yang diperjuangkan oleh Ririn

4. Ririn berhak untuk tetap melanjukan perjalanan dengan Rendi dan membatalkan janji dengan Salma 5. Seharusnya Ririn membatalkan janji dengan salah

satunya, agar memiliki lebih banyak waktu dan tidak terkesan terburu-buru

2. Tindakan Sulastri yang langung memotret perbuatan Calvaro dan kedua temannya, adalah tindakan yang tepat

3. Seharusnya Sulastri langsung melaporkan kepada Kepala Sekolah perbuata yang dilakukan Calvaro dan kedua temannya

4. Seorang anak yang bermasalah tidak harus selau dihukum dikeluarkan dari sekolah

5. Tindakan kepala sekolah yang tetap mempertahankan Calvaro disekolah tersebut merupakan masalah bagi peserta didik yang lain

Cerita 3

Pendapat

No Pernyataan

Setuju

Tidak Setuju 1. Tindakan Gendhis yang tiba-tiba mengangkat

telepon dan keluar kelas tanpa meminta izin merupakan tindakan yang normal

2. Bekerja keras merupakan bagian dari mencari jati diri diusia remaja

3. Sebagai seorang remaja yang masih mencari jati dirinya, seharusnya ia bisa menikmati masa mudanya alih-alih mengerjakan pekerjaan yang belum seharusnya ia lakukan.

4. Tindakan Gendhis yang meminta tolong Ibu Mina untuk menjaga ibunya yang sedang sakit adalah tindakan yang tepat mengingat ia hanya tinggal bersama dengan ibunya

5. Sebagai seorang anak yang menyanyangi ibunya seharusnya tidak salah Gendhis melanggar rambu lalu lintas untuk segera bertemu ibunya yang 1. Kejujuran Pak Bambang merupakan tindakan

yang tepat

2. Bekerja keras merupakan bagian perilaku yang terpuji

3. Seharusnya Pak Haji Samsudin bisa memberikan pinjaman kepada Pak Bambang

4. Tindakan kedua kedua karyawan Pak Haji Samsudin merupaka tindakan legal dan mencemarkan nama baik peternakan.

5. Terus bersyukur kepada Tuhan Allah untuk semua keadaan kita merupakan tindakan pasif

Cerita 5

3. Semangat dan tekat yang besar akan membawa Mamba keluar dari kemiskinan

4. Kerja keras merupakan nilai yang diperjuangkan oleh Tokoh Mamba

5. Seharusnya orang tuanya mampu membiayai kehidupan mereka

b. Aspek Pisikomotorik

1. Seandainya kamu berada di posisi toko Ririn, janji mana yang akan kamu utamakan? Berikan alasanmu! (Berdasarkan cerita dilema moral satu)

2. Apakah kamu setuju dengan perilaku Randi? berikan alasanmu! (Berdasarkan cerita dilema moral satu)

3. Apakah tindakan Calvaro tepat dan benar? berikan alasanmu! (Berdaasarkan Cerita dilema moral dua)

4. Seandainya kamu ada diposisi tokoh Sulastri apa yang akan kamu lakukan?

jelaskan ! (Berdasarkan cerita dilema moral dua)

5. Saat sedang menunggu lampu hijau menyala, Gandhis kembali mendapatkan kabar bahwa ibunya semakin kritis, perasaan Gandhis semakin buruk. dengan keadaan emosional yang dirasakan Gandhis, tindakan apa yang harus

dilakukan? (Berdasarkan cerita dilema moral ketiga)

6. seandainya kamu berada diposisi Gandhis, apa yang kamu lakukan?

(Berdasarkan cerita dilema moral ketiga)

7. Bagaimana penilaianmu terhadap tokoh Pak Bambang ? (Berdasarkan cerita dilema keempat)

8. Seandainya kamu berada di posisi Pak Bambang, apa kamu akan menerima tawaran untuk berbuat curang? jelaskan alasanmu! (Berdasarkan cerita dilema moral keempat)

9. Bagaimana Penilaianmu terhadap tokoh Mamba dalam cerita kelima?

(Berdasarkan cerita dilema kelima)

10. Seandainya kamu menjadi Mamba, keputusan apa yang akan kamu pilih?

(Berdaasarkan cerita dilema kelima) C. Data Validasi dan Revisi Produk

Produk yang berupa cerita dilema moral ini di validasi oleh 1 dosen ahli, 2 Praktisi (guru sejarah) dan siswa. Adapun data validasi tersebut diuraikan sebagai berikut:

1. Data Validasi oleh Dosen Ahli Pendidikan Karakter a. Deskripsi Data Validasi oleh Ahli Pendidikan Karakter

Validasi dilakukan oleh Ibu Lauensia Aptik Evanjeli, M.A., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Validasi dilakukan pada tanggal 05 Agustus 2021. Proses validasi cerita dilema moral hanya melalui satu tahap. Adapun aspek yang dinilai oleh ahli pendidikan karakter yaitu aspek materi dan aspek format. Tujuan dari validasi pendidikan karakter adalah untuk memperoleh kritik dan saran sehingga bahan ajar daapat dikembangkan. Validasi oleh dosen ahli pendidikan karakter dilakukan pada 2 aspek, yaitu aspek materi dan aspek format. Hasil data validasi produk aspek materi dan format oleh dosen ahli pendidikan karakter dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 5 : Hasil Penilaian pada Aspek Materi oleh Ahli Pendidikan Karakter

No. Aspek yang Dinilai

SKALA

1 2 3 4 5

1. Kejelasan isi cerita dilema moral

2. Keruntutan alur cerita dilema moral

3. Kesesuian nilai dengan tingkat kognitif siswa 4. Cerita dilema moral yang disajikan memberikan

wawasan baru bagi siswa

5. Pesan dalam cerita dilema moral mudah dipahami Jumlah

Total Skor 20

Rata-rata Skor 20/5=4

Kriteria Baik

Tabel 6: Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek format oleh Ahli Pendidikan Karakter

No. Aspek yang Dinilai

SKALA

1 2 3 4 5

1. Keruntutan alur cerita dilema moral

2. Kesesuaian alur cerita dengan nilai-nilai sejarah

3. Kelengkapan soal pada cerita dilema moral

4. Disajikan dengan pemilihan kata yang tepat dan mudah dipahami

5. Kejelasan alur cerita sehingga mudah dipahami

Jumlah 9 12

Total Skor 21

Rata-rata Skor 21/5=4,2

Kriteria Baik

Tabel 7: Rekapitulasi Penilaian Produk Cerita Dilema Moral oleh Ahli Pendidikan Karakter

No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria

1. Aspek Materi 4 Baik

2. Aspek format 4,2 Baik

Rerata Skor Gabungan 8,2/2=4,1 Baik

Berdasarkan hasil validasi ahli pendidikan karakter pada aspek materi memiliki kriterian “Baik” dengan rata-rata skor sebesar 4, pada penilaian aspek format memiliki kriteria “Baik” dengan rata-rata skor sebesar 4,2. Rata-rata gabungan pada tabel 7 menunjukan bahwa hasil penilaian produk cerita dilema moral yang dilakukan oleh ahli pendidikan karakter sebesar 4,1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil validasi produk cerita dilema moral ahli pendidikan karakter tergolong dalam kriteria

“Baik”

b. Revisi Produk oleh Ahli Pendidikan Karakter

Setelah melakukan validasi dosen ahli pendidikan karakter turut memberikan kritik dan saran terhadap produk yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produk sehingga layak untuk digunakan, Adapun saran perbaikan oleh Ahli

Pendidikan Karakter iyalah:

1. Memperhatikan kembali kaidah penulisan Bahasa Indonesia, sehingga dapat menggunakan kalimat yang efektif dan terstruktur

2. Alur cerita perlu diperhatikan keruntutan alur penjelasanya dan kesesuaiannya cerita dengan konteks siswa SMA.

3. Perhatikan kembali penyusunan kalimat pernyatan pada evaluasi kognitif dan afektif

4. Revisi pada bagian aspek pisikomotorik karena pada umumnya aspek

pisikomotorik berupa perilaku yang ditampilkan oleh siswa. Bentuk pertanyaan dapat berupa kasus yang didiskusikan bersama dalam kelompok dan guru bertugas mengamati.

1. Validasi kedua dilakukan oleh praktisi (2 Guru Sejarah) a. Validasi oleh guru I

1. Deskripsi Data Validasi oleh Guru I

Peneliti juga melakukan validasi praktisi yaitu 2 orang guru sejarah SMA. Uji coba ini dilakukan dengan memberi skor pada 2 aspek yaitu aspek materi, dan aspek kebahasaan. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari produk dan untuk mendapatkan kritik dan saran sehingga produk layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Pelaksanaan validasi 1 di lakukan oleh Bapak Priyo Cahyono, S.pd, yang merupakan guru sejarah di SMA Bopkri 2 Yogyakarta. Validasi ini dilakukan pada tanggal 09 Agustus 2021. Berikut adalah tabel data hasil penilaian oleh guru I pada cerita dilema moral.

Tabel 8 : Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek Materi oleh Guru I

No. Aspek yang Dinilai

SKALA

1 2 3 4 5

1. Kejelasan isi cerita dilema moral

2. Keruntutan alur cerita dilema moral

3. Kesesuian nilai dengan tingkat kognitif siswa 4. Cerita dilema moral yang disajikan memberikan

wawasan baru bagi siswa

5. Pesan dalam cerita dilema moral mudah dipahami

Jumlah 8 15

Total Skor 23

Rata-rata Skor 23/5=4,6

Kriteria Sangat Baik

Tabel 9: Hasil Penilaian pada Aspek Kebahasaan oleh Guru I

No. Aspek yang Dinilai

SKALA

1 2 3 4 5

1. Kesesuian bahasa dengan tingkat berpikir siswa

2. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah kebahasaan 3. Bahasa yang digunakan dalam cerita dilema moral tidak

menimbulkan makna ganda

4. Ketepatan pemilihan kata sehingga informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan tepat

5. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh siswa

Jumlah 4 20

Total Skor 24

Rata-rata Skor 24/5=5

Kriteria Sangat Baik

Tabel 10: Rekapitulasi Penilaian oleh Guru I

No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria

1. Aspek Materi 23/5=4,6 Sangat Baik

2. Aspek Kebahasaan 25/5=5 Sangat Baik

Rerata Skor Gabungan 9,6/2=4,8 Sangat Baik

Berdasarkan tabel 10 yaitu aspek materi guru I memberikan kriteria “Sangat Baik”

dengan rerata skor 4,6, tabel 9 dan pada aspek kebahasaan guru I memberikan kriteria

“Sangat Baik” dengan rerata skor 5. Bila kedua aspek tersebut digabungkan, maka rerata skor gabungan dari kelima aspek tersebut dapat dilihat pada tabel 10, sebesar 4,8 dengan kriteria “Sangat Baik”. Dari validasi praktisi guru I menyatakan bahwa bahan ajar sejarah model VCT adalah “Sangat Baik”

2. Revisi Produk oleh Guru I

Hasil Validasi yang dilakukan oleh guru I, guru tidak memberikan tahu secara spesifikasi bagian yang di revisi. Guru hanya memberikan saran agar memperbaiki beberapa kata yang Typo dan pemilihan kata agar cerita semakin menarik. Produk bahan ajar sejarah dinyatakan sangat baik.

b. Validasi oleh Guru II

1. Deskripsi Data Validasi oleh Guru II

Validasi kedua dilakukan oleh Pak Bernaduse Pascal Alexander Wiharjo, S.Pd., yang merupakan guru sejarah di SMA Bopkri 2 Yogyakarta. Validasi ini dilakukan pada tanggal 09 Agustus 2021. Berikut ini adalah tabel data hasil penelitian oleh guru II pada cerita dilema moral.

Tabel 11: Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek Materi oleh Guru II

No. Aspek yang Dinilai

SKALA

1 2 3 4 5

1. Kejelasan isi cerita dilema moral

2. Keruntutan alur cerita dilema moral

3. Kesesuian nilai dengan tingkat kognitif siswa

4. Cerita dilema moral yang disajikan memberikan wawasan baru bagi siswa

5. Pesan dalam cerita dilema moral mudah dipahami

Jumlah 25

Total Skor 25

Rata-rata Skor 25/5=5

Kriteria Sangat Baik

Tabel 12: Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek Kebahasaan oleh Guru II

No. Aspek yang Dinilai

SKALA

1 2 3 4 5

1. Kesesuian bahasa dengan tingkat berpikir siswa 2. Bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah

kebahasaan

3. Bahasa yang digunakan dalam cerita dilema moral tidak menimbulkan makna ganda

4. Ketepatan pemilihan kata sehingga informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan tepat

5. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh siswa

Jumlah 8 15

Total Skor 23

Rata-rata Skor 23/5=4,6

Kriteria Sangat Baik

Tabel 13: Rekapitulasi Penilaian Produk Cerita Dilema Moral oleh Guru II

No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria

1. Aspek Materi 25/5=5 Sangat Baik

2. Aspek Kebahasaan 23/5=4,6 Sangat Baik

Rerata Skor Gabungan 9,6/2=4,8 Sangat Baik

Berdasarkan tabel 13 pada aspek materi guru II memberikan kriteria “Sangat Baik” dengan rerata skor 5. Pada tabel 13 aspek kebahasaan guru II memberikan kriteria

“Sangat Baik” dengan rerata skor 4,6. Rerata gabungan dari kedua aspek tersebut adalah 4,8 dengan kriteria “Sangat Baik”. Kesimpulannya dari validasi praktisi oleh guru II tentang bahan ajar sejarah model VCT adalah ‘Sangat Baik”

2. Revisi Produk oleh Guru II

Hasil validasi oleh guru II, guru II tidak memberikan revisi terhadap produk yang dikembangkan, karena telah dianggap layak dan dapat langsung di uji cobakan dalam uji coba kelompok kecil atau uji coba lapangan pada siswa.

D. Data Uji Coba pada Siswa

Tahap uji coba oleh siswa dilaksnakan pada hari kamis 19 Agustus 2021 terhadap 21 orang siswa yang berasal dari SMA Bopkri 2 Yogyakarta Kelas XI IPS 1. Siswa yang menjadi responden dari produk cerita dilema moral adalah yang telah menerima materi Proklamasi. Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa SMA Kelas XI tentang nilai karakter pada materi Proklamasi dan mengetahui tingkat kesulitan pada alat tes berupa soal-soal.

E. Analisis Validasi Soal

1. Hasil Validasi Butir Soal dari Dosen Ahli Pendidikan Karakter

Dosen ahli pendidikan karakter telah memvalidasi alat tes cerita dilema moral dari aspek kognitif dan aspek afektif dari kedua aspek ini dinyatakan ‘Baik”. Sedangkan pada aspek pisikomotorik dilakukan revisi perbaikan

2. Hasil Validasi Butir Soal dari Praktisi (2 orang guru sejarah) a. Hasil Validasi Butir Soal dari Guru I

Guru I telah melakukan validasi soal pada alat tes cerita dilema moral berdasarkan validasi tersebut, guru I menyatakan bahwa alat tes pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek pisikomotorik “Sangat Baik” dan layak diuji cobakan pada siswa.

b. Hasil Validasi Butir Soal dari Guru II

Guru II telah melakukan validasi soal pada alat tes cerita dilema moral berdasarkan validasi tersebut, guru II menyatakan bahwa alat tes pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek pisikomotorik “Sangat Baik” dan layak diuji cobakan pada siswa.

3. Hasil Analisis Butir Soal Pada Siswa

Sebelum melakukan validasi, peneliti menyediakan 70 soal yang diuji cobakan pada siswa, soal tersebut terdiri dari 30 soal pada kognitif, dengan rincian nilai tanggung jawab (6 soal), cinta tanah air (6 soal), rela berkorban (6 soal), nilai keberanian (6 soal), pantang menyerah (6 soal). Pada aspek afektif terdiri dari 25 soal, dengan rincian nilai tanggung jawab (5 soal), cinta tanah air (5 soal), rela berkorban (5 soal), nilai keberanian (5 soal), pantang menyerah (5 soal). Sedangkan pada aspek pisikomotorik, terdapat 10 soal nilai tanggung jawab (2 soal), cinta tanah air (2 soal), rela berkorban (2 soal), nilai keberanian (2 soal) dan pantang menyerah (2 soal).

a. Aspek Kognitif

Aspek kognitif pada awalnya berjumlah 30 soal, setelah diuji cobakan pada siswa dan dilakukan validasi butir soal menggunakan program anbuso tipe 8.0, maka hasil analisis atas 30 soal aspek kognitif tersebut adalah, dari 6 soal pada nilai tanggung jawab, ada 3 soal yang valid, yaitu nomor (2,4,5) dan 3 soal gugur. Lalu 6 soal pada nilai cinta tanah air ada 5 soal yang valid, yaitu nomor (6,8,9,10,11) dan 1 soal gugur. Dari 6 soal dari nilai rela berkorban, ada 2 soal yang valid, yaitu nomor (14,16) dan 4 soal gugur. Dari 6 soal pada nilai keberanian ada 2 soal yang valid, yaitu nomor (19,23) dan 4 soal gugur. Dari 6 soal pada nilai pantang menyerah ada 3 soal yang valid, yaitu nomor (25,28,29) dan 3 soal gugur. Dengan demikian butir-butir soal pada aspek kognitif yang semula 30 soal mengalami penurunan sebanyak 15 soal (50%) dan 15 (50%) soal yang valid, yang selanjutnya akan digunakan sebagai alat tes.

b. Aspek Afektif

Pada aspek Afektif yang awalnya berjumlah 25 soal, setelah di uji cobakan pada siswa dan dilakukan validasi butir soal maka hasil analisis atas 25 soal tersebut adalah, dari 5 soal pada nilai tanggung jawab, ada 4 soal yang valid, yaitu nomor (2,3,4,5) dan 1 soal gugur. Lalu 5 soal pada nilai cinta tanah air ada 3 soal yang valid, yaitu nomor (6,7,8) dan 2 soal gugur. Dari 5 soal dari nilai rela berkorban, ada 4 soal yang valid, yaitu nomor (11,13,14,15) dan 1 soal gugur. Dari 5 soal pada nilai keberanian ada 1 soal yang valid, yaitu nomor (18) dan 4 soal gugur. Dari 5 soal pada nilai pantang menyerah ada 2 soal yang valid, yaitu nomor (21,24) dan 3 soal gugur. Dengan demikian butir-butir soal pada aspek afektif yang semula 25 soal mengalami penurunan sebanyak 11 (44%) dan 14 (56%) soal yang valid, yang selanjutnya akan digunakan sebagai alat tes.

c. Aspek Pisikomotorik

Pada aspek pisikomotorik tidak dilakukan validasi karena berkaitan dengan tingkah laku, sehingga tidak dapat diukur, oleh karena 10 soal pada aspek pisikomotorik di nyatakan valid

Gambar III: Grafik Hasil Analisis Butir Soal 0

Grafik Hasil Analisi Validasi Butir Soal

Nilai KKM

Berdasarkan grafik diatas pada aspek afektif dan aspek kognitif, dapat disimpulkan bahwa garis merah sebagai batas valid butir soal. Sehingga soal yang tidak sampai pada garis merah tersebut dinyatakan tidak valid. Tingkat valid adalah dari 70-90

%, sedangkan jika dari 90% keatas soal dinyatakan tidak valid karena soal tersebut terlalu mudah. Sedangkan soal yang paling sulit memiliki nilai 30% dan dianggap terlalu sulit sehingga tidak valid.

F. Pembahasan

Produk bahan ajar sejarah model VCT bagi siswa SMA telah selesai dikerjakan.

Bahan ajar ini telah melalui tahap validasi dari 1 ahli pendidikan karakter. Selanjutnya dilakukan tahap validasi oleh dua orang guru, kemudian uji coba pada 21 orang siswa.

Selama melakukan validasi, penelitian telah melakukan revisi pada bahan ajar sesuai saran dari ahli pendidikan karakter. Hasil penelitian terhadap cerita dilema moral memperlihatkan penilaian dari ahli pendidikan karakter termasuk dalam kriteria

“Baik”, dengan perolehan rerata skor 3,8. Hasil penilaian dari guru I termasuk dalam kriteria “Sangat Baik” dengan memperoleh rerata skor 4,8. Sedangkan penilaian dari guru II termasuk dalam kriteria “Sangat Baik” dengan memperoleh rerata skor 4,8 dan uji coba pada 21 orang siswa menghasilkan daftar butir soal yang valid/layak digunakan.

Berdasarkan hasil skor validasi ahli pendidikan karakter, validasi praktisi dari dua guru sejarah SMA, dan uji coba pada siswa, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar sejarah model VCT yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk membantu guru dalam proses pembelajaran sejarah terutama dalam penguatan karakter

pada peserta didik, serta dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui cerita dilema moral, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Max Scheler nilai-nilai tidak dapat ditemukan secara langsung, karena tersembunyi dibalik peristiwa, kejadian dan perbuatan, sehingga nilai-nilai harus dibalik peristiwa kejadian dan perbuatan.5 Untuk menemukan atau menggali nilai-nilai tersebut maka digunakan tahapan yang sesuai pendapat Hall dan Harmin.6 Tahapan dalam menganalisis atau menggali nilai-nilai tersebut adalah membaca dan mencermati peristiwa-peristiwa sejarah yang tersembunyi dibalik peristiwa atau konsep sejarah.

berdasarkan tahapan dalam menganalisis nilai-nilai tersebut maka nilai-nilai utama pada materi proklamasi KD.3.7. Nilai-nilai tersebut adalah tanggung jawab, cinta tanah air, rela berkorban, keberanian, pantang menyerah. Maka nilai-nilai tersebut telah dituangkan dalam bentuk cerita moral model VCT.

Cerita dilema moral model VCT adalah nilai-nilai yang didilemakan yang terselubung dalam cerita. Berdasarkan teori Hall dan Harmin siswa diharapkan mampu untuk menemukan sendiri nilai-nilai yang melatarbelakangi sikap atau tingkah lakunya serta dapat mempertanggung jawabkannya7. Maka, dibuatkanlah cerita dilema moral model VCT, dimana pada setiap cerita terdapat satu nilai yang tersembunyi.

5 Paulus Wahana, Op.Cit hal 44

6 Sutarjo Adisusilo, Op.Cit hal 60

7 Sutarjo Adisusilo, Op.Cit, hal 147-150

Harapannya siswa dapat menemukan, memahami serta menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. dalam cerita dilema moral model VCT ini ada lima nilai utama, yaitu nilai tanggung jawab pada cerita pertama, cinta tanah air pada cerita kedua, nilai rela berkorban pada cerita ketiga, nilai keberanian pada cerita keempat, dan nilai pantang menyerah pada cerita kelima.

Menurut Hall dan Simon proses pelaksanaan pembelajran model VCT dibagi menjadi tiga tahap; kognitif, afektif, dan pisikomotorik. Pada aspek kognitif diberikan kebebasan untuk memilih, peserta didik diberikan kebabasan dalam menentukan pilihannya sendiri, memilih dari berbagai alternatif, memilih setelah mempertimbangkan konsekuensi yang akan timbuk dari pilihannya. Pada aspek afektif menghargai dan memiliki rasa bangga akan nilai yang telah menjadi pilihannya, adanya rasa percaya diri dan bersedia mengakui nilai pilihannya di depan umum. Sedangkan, pada aspek psikomotorik berbuat ulang/ berperilaku sesuai pilihannya, berulang-ulang bertindak sesuai dengan nilai yang telah menjadi pilihannya sehingga akan menjadi

Menurut Hall dan Simon proses pelaksanaan pembelajran model VCT dibagi menjadi tiga tahap; kognitif, afektif, dan pisikomotorik. Pada aspek kognitif diberikan kebebasan untuk memilih, peserta didik diberikan kebabasan dalam menentukan pilihannya sendiri, memilih dari berbagai alternatif, memilih setelah mempertimbangkan konsekuensi yang akan timbuk dari pilihannya. Pada aspek afektif menghargai dan memiliki rasa bangga akan nilai yang telah menjadi pilihannya, adanya rasa percaya diri dan bersedia mengakui nilai pilihannya di depan umum. Sedangkan, pada aspek psikomotorik berbuat ulang/ berperilaku sesuai pilihannya, berulang-ulang bertindak sesuai dengan nilai yang telah menjadi pilihannya sehingga akan menjadi