• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Produk

1. Materi Ajar Sejarah Kelas XI Pada Materi Proklamasi KD 3.7

1. Kekalahan Jepang Dalam Perang Asia Timur Raya

Perjanjian penyerahan (Kapitulasi) Jepang kepada Sekutu ditandatangani secara resmi di atas kapal USS Missouri pada 2 September 1945, dengan wakil Sekutu

Jenderal Douglas McArtur dan Wakil Jepang Menteri Luar Negeri Mamoru Shigemitsu.

Peristiwa pengeboman besar di Hirosima dan Nagasaki membuat Jepang tidak punya pilihan lain selainmenyerah kepada Sekutu. Hal ini ditambah lagi pengeboman Sekutu atas kawasan-kawasan industri strategis di Jepang, termasuk industri galang kapal. Akibat pengeboman ini membuat Jepang semakin terpuruk apalagi hancurnya armada-armada dagang membuat pasokan bahan mentah terhambat. Seharusnya pengeboman ini tidak terjadi jika Jepang menerima isi Deklarasi dan yang dikeluarkan pada 26 Juli 1945 oleh Harry S.Truman

2. Perbedaan Pendapat tentang Proklamasi Kemerdekaan dan Peristiwa Rengasdengklok

Sekitar setahun sebelum penyerahan Jepang tanpa syarat kepada Sekutu, pada 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso telah mengumumkan sikap resmi pemerintah Jepang: Bahwa daerah Hindia Timur akan diperkenankan merdeka.

Lalu dibentuklah sebuah lembaga untuk mempersiapkan kemerdekaannya yang disebut Dokuritsu Junbi Coosakai atau BPUPI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan). Pada saat Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki membuat Jepang menyerah secara resmi, berita pengeboman ini menyebar di seluruh aktivis muda di Indonesia, membuat rencana kemerdekaan itu menjadi topik yang harus dibahas.

Meskipun masih banyak pertimbangan untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan tapi para aktivis muda memaksa membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Setelah adanya perundingan antara golongan muda dan golongan tua akhirnya disepakati bahwa kemerdekaan akan segera diproklamasikan selambat-lambatnya tanggal 17 Agustus

3. Penyusunan Naskah Proklamasi

Saat dalam proses menuju penyusunan teks Proklamasi, Nishimura memberikan kabar bahwa Tokyo tidak mengizinkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebab perjanjian kapitulasi mensyaratkan Jepang menjaga status que di semua negara yang didudukinya. Namun Sukarno dan Moh. Hatta tidak menghiraukan kabar tersebut, mereka bergegas menuju rumah Laksamana Maeda untuk menyiapkan teks Proklamsi ada pun yang hadir dalam penyusunan teks Proklamasi itu adalah, Achmad Soebardjo, Soekarni, Burhanudin Muhammad Diah, Sudiro, dan Syauti Melik.

Setelah teks Proklamsi selesai Sukarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik teks tersebut dan ditanda tangani oleh Sukarno dan Hatta. Upacara Proklamsi Kemerdekaan akan dilaksanakan di halaman rumah Soekarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta.

4. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Saat pagi hari, halaman rumah Sukarno sudah penuh dengan sejumlah pemuda yang sudah siap mendengarkan dan menyaksikan pelaksaan Proklamsi Kemerdekaan. Tiang bendera yang terbuat dari bambu telah berdiri kokoh dihalaman rumah Sukarno dan disanalah bendera Merah Putih yang dijahit ibu Fatmawati akan dikibarkan. Dengan diawali dengan pidato yang bergelora Sukarno membacakan teks Proklamsi. Bagi Indonesia, Proklamsi telah membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia serta juga memberikan makna yang terdalam seperti:

1. Merupakan titik puncak perjaungan Bangsa Indonesia 2. Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan

3. Negara Republik Indonesia Lahir 5. Penyebaran Berita Proklamasi

Setelah Proklamsi kemerdekaan dilaksanakan, pada saat itu juga salinan teks Proklamsi disampaikan kepada Kepala Hoso Kanri Kyoku atau Pusat Jawatab Radio, berita Proklamasi diberitakan tiga kali berturut-turut, meskipun pada saat itu berita Proklamsi sempat dihentikan oleh tentara Jepang tapi atas perintah Palenewen, berita Proklamsi tetaap disiarkan. Selain melalui siaran radio, berita tentang Kemerdekaan Indonesia disebarluaskan juga melalui surat kabar, Pamflet, poster, serta coretan-coretan di gerbong kereta api dan dinding-dinding kota. Berita kemerdekaan juga disebarkan secara langsung oleh para utusan Proklamasi yang menghadiri sidang PPKI.

B. Pembentukan Pemerintahan Indonesia dalam Sidang PPKI (18-22 Agustus 1945)

1. Hari Pertama:Mengesahkan Undang-Undang Dasar serta Memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pada 18 Agustus 1945 PPKI menggelar sidang pertama pada masa Jepang. Dalam sidang tersebut berhasil mengeluarkan beberapa keputusan, yaitu:

a) Mengesahkan dan menetapkan undang-undang dasar sebagai konstitusi negara (yang dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945)

b) Memilih Ir. Sukarno sebagai presiden dan Drs.Moh.Hatta sebagi wakil, yang berarti Indonesia menerima sistem pemerintahan presidensial

c) Untuk semestara waktu Presiden akan dibantu oleh sebuah komite nasional Sebelum Undang-Undang Dasar 1945 disahkan, terdapat beberapa perubahan didalamnya, yaitu:

a) Kata “ Muqaddimah” diubah menjadi “Pembukaan”

b) Perubahan pada alinea keempat anak kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan kewajiban menjalannya syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”

c) “Menurut Kemanusiaan yang adil dan beradab” diubah menjadi “Kemanusian yang adil dan beradab”

d) Pasal 6 Ayat (1) “Presiden ialah orang Indonesia asli dan beragama Islam” diubah menjadi “Presiden adalah oran Indonesia asli”

Perubahan-perubahan tersebut terjadi setelah tikoh-tokoh dari Indonesia yang beragama Kristen, mengajukan keberatan terhadpa rumusan lama yang terlalu bercorak Islam. Dengan jiwa besar serta dilandasi semnagt untuk menjaga persatuan bangsa, para tokoh Islam mengubah kalimat tersebut.

2. Hari kedua:Pembentukan Kementerian dan Pembagian Wilayah

Pada sidang kedua pada tanggal 19 Agustus PPKI menetapkan membentuk 12 departemen, menunjuk para pejabat departemen, serta menetapkan wilayah Republik Indonesia yang meliputi delapan provinsi sekaligus menunjuk gubernurnya, selain itu ditetapkan pula adanya 12 kementerian dalam kabinet dan lembaga negara

Pembentukan kabinet menjadi hak prerogatif (istimewa) presiden. Pada 2 september 1945, bertempat di Hotel Miyako Presiden Sukarno melantik kabinet pertama Republik Indonesia, yang terdiri dari 12 menteri depertemen, 4 menteri negara, dan 4 pejabat negara. Inilah kabinet pertama Republik Indonesia.

3. Hari ketiga:Membentuk Tiga Badan Baru (KNI,PNI, dan BKR)

Pada sidang hari ketiga, presiden memutuskan berdirinya tiga badan baru, yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyar (BKR). Dengan dibentuknya ketiga badan baru maka PPKI resmi dibubarkan

C. Dukungan dan Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi Kemerdekaan

Kemerdekaan yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, disambut dengan gembira dan penuh semangat untuk mempertahankannya, bendera merah putih

dikibarkan dimana-mana. Pekik “Merdeka” menjadi salam nasional. Keadaan tersebut mengambarkan dukungan luas rakyat terhadap Proklamasi, reaksi langsung dan dukungan tampak di mana-mana, diantaranya sebagai:

1. Comite van Actie (Komite Aksi) 2. Dukungan pemimpin keresidenan

3. Pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX 4. Reaksi Lapangan Ikadar di Jakarta