BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Data Validasi dan Revisi Produk
1. Data Validasi oleh Dosen Ahli Pendidikan Karakter
Validasi dilakukan oleh Ibu Lauensia Aptik Evanjeli, M.A., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Validasi dilakukan pada tanggal 05 Agustus 2021. Proses validasi cerita dilema moral hanya melalui satu tahap. Adapun aspek yang dinilai oleh ahli pendidikan karakter yaitu aspek materi dan aspek format. Tujuan dari validasi pendidikan karakter adalah untuk memperoleh kritik dan saran sehingga bahan ajar daapat dikembangkan. Validasi oleh dosen ahli pendidikan karakter dilakukan pada 2 aspek, yaitu aspek materi dan aspek format. Hasil data validasi produk aspek materi dan format oleh dosen ahli pendidikan karakter dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 5 : Hasil Penilaian pada Aspek Materi oleh Ahli Pendidikan Karakter
No. Aspek yang Dinilai
SKALA
1 2 3 4 5
1. Kejelasan isi cerita dilema moral √
2. Keruntutan alur cerita dilema moral √
3. Kesesuian nilai dengan tingkat kognitif siswa √ 4. Cerita dilema moral yang disajikan memberikan
wawasan baru bagi siswa
√
5. Pesan dalam cerita dilema moral mudah dipahami √ Jumlah
Total Skor 20
Rata-rata Skor 20/5=4
Kriteria Baik
Tabel 6: Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek format oleh Ahli Pendidikan Karakter
No. Aspek yang Dinilai
SKALA
1 2 3 4 5
1. Keruntutan alur cerita dilema moral √
2. Kesesuaian alur cerita dengan nilai-nilai sejarah √
3. Kelengkapan soal pada cerita dilema moral √
4. Disajikan dengan pemilihan kata yang tepat dan mudah dipahami
√
5. Kejelasan alur cerita sehingga mudah dipahami √
Jumlah 9 12
Total Skor 21
Rata-rata Skor 21/5=4,2
Kriteria Baik
Tabel 7: Rekapitulasi Penilaian Produk Cerita Dilema Moral oleh Ahli Pendidikan Karakter
No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria
1. Aspek Materi 4 Baik
2. Aspek format 4,2 Baik
Rerata Skor Gabungan 8,2/2=4,1 Baik
Berdasarkan hasil validasi ahli pendidikan karakter pada aspek materi memiliki kriterian “Baik” dengan rata-rata skor sebesar 4, pada penilaian aspek format memiliki kriteria “Baik” dengan rata-rata skor sebesar 4,2. Rata-rata gabungan pada tabel 7 menunjukan bahwa hasil penilaian produk cerita dilema moral yang dilakukan oleh ahli pendidikan karakter sebesar 4,1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil validasi produk cerita dilema moral ahli pendidikan karakter tergolong dalam kriteria
“Baik”
b. Revisi Produk oleh Ahli Pendidikan Karakter
Setelah melakukan validasi dosen ahli pendidikan karakter turut memberikan kritik dan saran terhadap produk yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produk sehingga layak untuk digunakan, Adapun saran perbaikan oleh Ahli
Pendidikan Karakter iyalah:
1. Memperhatikan kembali kaidah penulisan Bahasa Indonesia, sehingga dapat menggunakan kalimat yang efektif dan terstruktur
2. Alur cerita perlu diperhatikan keruntutan alur penjelasanya dan kesesuaiannya cerita dengan konteks siswa SMA.
3. Perhatikan kembali penyusunan kalimat pernyatan pada evaluasi kognitif dan afektif
4. Revisi pada bagian aspek pisikomotorik karena pada umumnya aspek
pisikomotorik berupa perilaku yang ditampilkan oleh siswa. Bentuk pertanyaan dapat berupa kasus yang didiskusikan bersama dalam kelompok dan guru bertugas mengamati.
1. Validasi kedua dilakukan oleh praktisi (2 Guru Sejarah) a. Validasi oleh guru I
1. Deskripsi Data Validasi oleh Guru I
Peneliti juga melakukan validasi praktisi yaitu 2 orang guru sejarah SMA. Uji coba ini dilakukan dengan memberi skor pada 2 aspek yaitu aspek materi, dan aspek kebahasaan. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari produk dan untuk mendapatkan kritik dan saran sehingga produk layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan validasi 1 di lakukan oleh Bapak Priyo Cahyono, S.pd, yang merupakan guru sejarah di SMA Bopkri 2 Yogyakarta. Validasi ini dilakukan pada tanggal 09 Agustus 2021. Berikut adalah tabel data hasil penilaian oleh guru I pada cerita dilema moral.
Tabel 8 : Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek Materi oleh Guru I
No. Aspek yang Dinilai
SKALA
1 2 3 4 5
1. Kejelasan isi cerita dilema moral √
2. Keruntutan alur cerita dilema moral √
3. Kesesuian nilai dengan tingkat kognitif siswa √ 4. Cerita dilema moral yang disajikan memberikan
wawasan baru bagi siswa
√
5. Pesan dalam cerita dilema moral mudah dipahami √
Jumlah 8 15
Total Skor 23
Rata-rata Skor 23/5=4,6
Kriteria Sangat Baik
Tabel 9: Hasil Penilaian pada Aspek Kebahasaan oleh Guru I
No. Aspek yang Dinilai
SKALA
1 2 3 4 5
1. Kesesuian bahasa dengan tingkat berpikir siswa √
2. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah kebahasaan √ 3. Bahasa yang digunakan dalam cerita dilema moral tidak
menimbulkan makna ganda
√
4. Ketepatan pemilihan kata sehingga informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan tepat
√
5. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh siswa √
Jumlah 4 20
Total Skor 24
Rata-rata Skor 24/5=5
Kriteria Sangat Baik
Tabel 10: Rekapitulasi Penilaian oleh Guru I
No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria
1. Aspek Materi 23/5=4,6 Sangat Baik
2. Aspek Kebahasaan 25/5=5 Sangat Baik
Rerata Skor Gabungan 9,6/2=4,8 Sangat Baik
Berdasarkan tabel 10 yaitu aspek materi guru I memberikan kriteria “Sangat Baik”
dengan rerata skor 4,6, tabel 9 dan pada aspek kebahasaan guru I memberikan kriteria
“Sangat Baik” dengan rerata skor 5. Bila kedua aspek tersebut digabungkan, maka rerata skor gabungan dari kelima aspek tersebut dapat dilihat pada tabel 10, sebesar 4,8 dengan kriteria “Sangat Baik”. Dari validasi praktisi guru I menyatakan bahwa bahan ajar sejarah model VCT adalah “Sangat Baik”
2. Revisi Produk oleh Guru I
Hasil Validasi yang dilakukan oleh guru I, guru tidak memberikan tahu secara spesifikasi bagian yang di revisi. Guru hanya memberikan saran agar memperbaiki beberapa kata yang Typo dan pemilihan kata agar cerita semakin menarik. Produk bahan ajar sejarah dinyatakan sangat baik.
b. Validasi oleh Guru II
1. Deskripsi Data Validasi oleh Guru II
Validasi kedua dilakukan oleh Pak Bernaduse Pascal Alexander Wiharjo, S.Pd., yang merupakan guru sejarah di SMA Bopkri 2 Yogyakarta. Validasi ini dilakukan pada tanggal 09 Agustus 2021. Berikut ini adalah tabel data hasil penelitian oleh guru II pada cerita dilema moral.
Tabel 11: Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek Materi oleh Guru II
No. Aspek yang Dinilai
SKALA
1 2 3 4 5
1. Kejelasan isi cerita dilema moral √
2. Keruntutan alur cerita dilema moral √
3. Kesesuian nilai dengan tingkat kognitif siswa √
4. Cerita dilema moral yang disajikan memberikan wawasan baru bagi siswa
√
5. Pesan dalam cerita dilema moral mudah dipahami √
Jumlah 25
Total Skor 25
Rata-rata Skor 25/5=5
Kriteria Sangat Baik
Tabel 12: Hasil Penilaian Produk Cerita Dilema Moral pada Aspek Kebahasaan oleh Guru II
No. Aspek yang Dinilai
SKALA
1 2 3 4 5
1. Kesesuian bahasa dengan tingkat berpikir siswa √ 2. Bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah
kebahasaan
√
3. Bahasa yang digunakan dalam cerita dilema moral tidak menimbulkan makna ganda
√
4. Ketepatan pemilihan kata sehingga informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan tepat
√
5. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh siswa √
Jumlah 8 15
Total Skor 23
Rata-rata Skor 23/5=4,6
Kriteria Sangat Baik
Tabel 13: Rekapitulasi Penilaian Produk Cerita Dilema Moral oleh Guru II
No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria
1. Aspek Materi 25/5=5 Sangat Baik
2. Aspek Kebahasaan 23/5=4,6 Sangat Baik
Rerata Skor Gabungan 9,6/2=4,8 Sangat Baik
Berdasarkan tabel 13 pada aspek materi guru II memberikan kriteria “Sangat Baik” dengan rerata skor 5. Pada tabel 13 aspek kebahasaan guru II memberikan kriteria
“Sangat Baik” dengan rerata skor 4,6. Rerata gabungan dari kedua aspek tersebut adalah 4,8 dengan kriteria “Sangat Baik”. Kesimpulannya dari validasi praktisi oleh guru II tentang bahan ajar sejarah model VCT adalah ‘Sangat Baik”
2. Revisi Produk oleh Guru II
Hasil validasi oleh guru II, guru II tidak memberikan revisi terhadap produk yang dikembangkan, karena telah dianggap layak dan dapat langsung di uji cobakan dalam uji coba kelompok kecil atau uji coba lapangan pada siswa.
D. Data Uji Coba pada Siswa
Tahap uji coba oleh siswa dilaksnakan pada hari kamis 19 Agustus 2021 terhadap 21 orang siswa yang berasal dari SMA Bopkri 2 Yogyakarta Kelas XI IPS 1. Siswa yang menjadi responden dari produk cerita dilema moral adalah yang telah menerima materi Proklamasi. Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa SMA Kelas XI tentang nilai karakter pada materi Proklamasi dan mengetahui tingkat kesulitan pada alat tes berupa soal-soal.
E. Analisis Validasi Soal
1. Hasil Validasi Butir Soal dari Dosen Ahli Pendidikan Karakter
Dosen ahli pendidikan karakter telah memvalidasi alat tes cerita dilema moral dari aspek kognitif dan aspek afektif dari kedua aspek ini dinyatakan ‘Baik”. Sedangkan pada aspek pisikomotorik dilakukan revisi perbaikan
2. Hasil Validasi Butir Soal dari Praktisi (2 orang guru sejarah) a. Hasil Validasi Butir Soal dari Guru I
Guru I telah melakukan validasi soal pada alat tes cerita dilema moral berdasarkan validasi tersebut, guru I menyatakan bahwa alat tes pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek pisikomotorik “Sangat Baik” dan layak diuji cobakan pada siswa.
b. Hasil Validasi Butir Soal dari Guru II
Guru II telah melakukan validasi soal pada alat tes cerita dilema moral berdasarkan validasi tersebut, guru II menyatakan bahwa alat tes pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek pisikomotorik “Sangat Baik” dan layak diuji cobakan pada siswa.
3. Hasil Analisis Butir Soal Pada Siswa
Sebelum melakukan validasi, peneliti menyediakan 70 soal yang diuji cobakan pada siswa, soal tersebut terdiri dari 30 soal pada kognitif, dengan rincian nilai tanggung jawab (6 soal), cinta tanah air (6 soal), rela berkorban (6 soal), nilai keberanian (6 soal), pantang menyerah (6 soal). Pada aspek afektif terdiri dari 25 soal, dengan rincian nilai tanggung jawab (5 soal), cinta tanah air (5 soal), rela berkorban (5 soal), nilai keberanian (5 soal), pantang menyerah (5 soal). Sedangkan pada aspek pisikomotorik, terdapat 10 soal nilai tanggung jawab (2 soal), cinta tanah air (2 soal), rela berkorban (2 soal), nilai keberanian (2 soal) dan pantang menyerah (2 soal).
a. Aspek Kognitif
Aspek kognitif pada awalnya berjumlah 30 soal, setelah diuji cobakan pada siswa dan dilakukan validasi butir soal menggunakan program anbuso tipe 8.0, maka hasil analisis atas 30 soal aspek kognitif tersebut adalah, dari 6 soal pada nilai tanggung jawab, ada 3 soal yang valid, yaitu nomor (2,4,5) dan 3 soal gugur. Lalu 6 soal pada nilai cinta tanah air ada 5 soal yang valid, yaitu nomor (6,8,9,10,11) dan 1 soal gugur. Dari 6 soal dari nilai rela berkorban, ada 2 soal yang valid, yaitu nomor (14,16) dan 4 soal gugur. Dari 6 soal pada nilai keberanian ada 2 soal yang valid, yaitu nomor (19,23) dan 4 soal gugur. Dari 6 soal pada nilai pantang menyerah ada 3 soal yang valid, yaitu nomor (25,28,29) dan 3 soal gugur. Dengan demikian butir-butir soal pada aspek kognitif yang semula 30 soal mengalami penurunan sebanyak 15 soal (50%) dan 15 (50%) soal yang valid, yang selanjutnya akan digunakan sebagai alat tes.
b. Aspek Afektif
Pada aspek Afektif yang awalnya berjumlah 25 soal, setelah di uji cobakan pada siswa dan dilakukan validasi butir soal maka hasil analisis atas 25 soal tersebut adalah, dari 5 soal pada nilai tanggung jawab, ada 4 soal yang valid, yaitu nomor (2,3,4,5) dan 1 soal gugur. Lalu 5 soal pada nilai cinta tanah air ada 3 soal yang valid, yaitu nomor (6,7,8) dan 2 soal gugur. Dari 5 soal dari nilai rela berkorban, ada 4 soal yang valid, yaitu nomor (11,13,14,15) dan 1 soal gugur. Dari 5 soal pada nilai keberanian ada 1 soal yang valid, yaitu nomor (18) dan 4 soal gugur. Dari 5 soal pada nilai pantang menyerah ada 2 soal yang valid, yaitu nomor (21,24) dan 3 soal gugur. Dengan demikian butir-butir soal pada aspek afektif yang semula 25 soal mengalami penurunan sebanyak 11 (44%) dan 14 (56%) soal yang valid, yang selanjutnya akan digunakan sebagai alat tes.
c. Aspek Pisikomotorik
Pada aspek pisikomotorik tidak dilakukan validasi karena berkaitan dengan tingkah laku, sehingga tidak dapat diukur, oleh karena 10 soal pada aspek pisikomotorik di nyatakan valid
Gambar III: Grafik Hasil Analisis Butir Soal 0
Grafik Hasil Analisi Validasi Butir Soal
Nilai KKM
Berdasarkan grafik diatas pada aspek afektif dan aspek kognitif, dapat disimpulkan bahwa garis merah sebagai batas valid butir soal. Sehingga soal yang tidak sampai pada garis merah tersebut dinyatakan tidak valid. Tingkat valid adalah dari 70-90
%, sedangkan jika dari 90% keatas soal dinyatakan tidak valid karena soal tersebut terlalu mudah. Sedangkan soal yang paling sulit memiliki nilai 30% dan dianggap terlalu sulit sehingga tidak valid.
F. Pembahasan
Produk bahan ajar sejarah model VCT bagi siswa SMA telah selesai dikerjakan.
Bahan ajar ini telah melalui tahap validasi dari 1 ahli pendidikan karakter. Selanjutnya dilakukan tahap validasi oleh dua orang guru, kemudian uji coba pada 21 orang siswa.
Selama melakukan validasi, penelitian telah melakukan revisi pada bahan ajar sesuai saran dari ahli pendidikan karakter. Hasil penelitian terhadap cerita dilema moral memperlihatkan penilaian dari ahli pendidikan karakter termasuk dalam kriteria
“Baik”, dengan perolehan rerata skor 3,8. Hasil penilaian dari guru I termasuk dalam kriteria “Sangat Baik” dengan memperoleh rerata skor 4,8. Sedangkan penilaian dari guru II termasuk dalam kriteria “Sangat Baik” dengan memperoleh rerata skor 4,8 dan uji coba pada 21 orang siswa menghasilkan daftar butir soal yang valid/layak digunakan.
Berdasarkan hasil skor validasi ahli pendidikan karakter, validasi praktisi dari dua guru sejarah SMA, dan uji coba pada siswa, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar sejarah model VCT yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk membantu guru dalam proses pembelajaran sejarah terutama dalam penguatan karakter
pada peserta didik, serta dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui cerita dilema moral, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Max Scheler nilai-nilai tidak dapat ditemukan secara langsung, karena tersembunyi dibalik peristiwa, kejadian dan perbuatan, sehingga nilai-nilai harus dibalik peristiwa kejadian dan perbuatan.5 Untuk menemukan atau menggali nilai-nilai tersebut maka digunakan tahapan yang sesuai pendapat Hall dan Harmin.6 Tahapan dalam menganalisis atau menggali nilai-nilai tersebut adalah membaca dan mencermati peristiwa-peristiwa sejarah yang tersembunyi dibalik peristiwa atau konsep sejarah.
berdasarkan tahapan dalam menganalisis nilai-nilai tersebut maka nilai-nilai utama pada materi proklamasi KD.3.7. Nilai-nilai tersebut adalah tanggung jawab, cinta tanah air, rela berkorban, keberanian, pantang menyerah. Maka nilai-nilai tersebut telah dituangkan dalam bentuk cerita moral model VCT.
Cerita dilema moral model VCT adalah nilai-nilai yang didilemakan yang terselubung dalam cerita. Berdasarkan teori Hall dan Harmin siswa diharapkan mampu untuk menemukan sendiri nilai-nilai yang melatarbelakangi sikap atau tingkah lakunya serta dapat mempertanggung jawabkannya7. Maka, dibuatkanlah cerita dilema moral model VCT, dimana pada setiap cerita terdapat satu nilai yang tersembunyi.
5 Paulus Wahana, Op.Cit hal 44
6 Sutarjo Adisusilo, Op.Cit hal 60
7 Sutarjo Adisusilo, Op.Cit, hal 147-150
Harapannya siswa dapat menemukan, memahami serta menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. dalam cerita dilema moral model VCT ini ada lima nilai utama, yaitu nilai tanggung jawab pada cerita pertama, cinta tanah air pada cerita kedua, nilai rela berkorban pada cerita ketiga, nilai keberanian pada cerita keempat, dan nilai pantang menyerah pada cerita kelima.
Menurut Hall dan Simon proses pelaksanaan pembelajran model VCT dibagi menjadi tiga tahap; kognitif, afektif, dan pisikomotorik. Pada aspek kognitif diberikan kebebasan untuk memilih, peserta didik diberikan kebabasan dalam menentukan pilihannya sendiri, memilih dari berbagai alternatif, memilih setelah mempertimbangkan konsekuensi yang akan timbuk dari pilihannya. Pada aspek afektif menghargai dan memiliki rasa bangga akan nilai yang telah menjadi pilihannya, adanya rasa percaya diri dan bersedia mengakui nilai pilihannya di depan umum. Sedangkan, pada aspek psikomotorik berbuat ulang/ berperilaku sesuai pilihannya, berulang-ulang bertindak sesuai dengan nilai yang telah menjadi pilihannya sehingga akan menjadi karakter dalam dirinya.8 Bahan ajar sejarah dikembangkan berserta dengan alat tes, yang berupa soal-soal yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan pisikomotorik. Pada aspek kognitif ada soal pernyataan yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita dilema moral. Aspek afektif berupa soal untuk menentukan sikap peserta
8 Ibid. Hal 147
didik terhadap cerita dilema moral, sedangkan pada aspek psikomotorik, terdapat soal essai untuk peserta didik yaitu menjawab pertanyaan.
Setelah melakukan uji coba pada siswa dan mendapatkan hasilnya, peneliti melakukan validasi butir soal pada aspek kognitif dan aspek afektif. Dari hasil validasi soal tersebut pada aspek kognitif ada 15 soal yang valid dan pada aspek afektif 14 soal valid. Sedangkan pada aspek psikomotorik tetap 10 soal. Sehingga total keseluruhan soal yang valid adalah 39 soal yang akan digunakan sebagai alat tes.
Bahan ajar sejarah model VCT pada materi Proklamasi ini telah melalui tahap validasi ahli pendidikan karakter, dua guru sejarah dan telah melalui uji coba pada siswa. Namun, produk ini tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut ini, peneliti akan menyajikan kekurangan dan kelebihan dari cerita dilema moral:
1. Kelebihan cerita dilema moral
a. Produk cerita dilema moral memudahkan guru dalam memperkenalkan serta menanamkan nilai-nilai karakter
b. Produk cerita dilema moral mengandung nilai-nilai karakter
c. Cerita dilema moras diberi kebebasan untuk memilih, menemukan, dan memperjuangkan nilai karakter yang ditemukannya didalam cerita dilema moral.
2. Kekurangan cerita dilema moral
a. Produk cerita dilema yang berupa kalimat yang terlalu panjang membuat siswa bosan dan malas membacanya.
b. Produk cerita dilema moral tanpa gambar dan ilustrasi lainnya.
c. Produk cerita dilema moral yang jarang digunakan dalam proses pembelajaran.
81 BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Melalui rumusan masalah yang disebutkan oleh peneliti pada BAB I yaitu analisis nilai-nilai sejarah model VCT, seperti apa, cerita dilema moral model VCT, seperti apa, alat tes dilema moral model VCT, seperti apa. maka kesimpulan dari penelitian ini adalah:
1. Hall dan Harmin menjelaskan bahwa ada tahapan dalam menganalisis atau menggali nilai-nilai, adapun tahapan tersebut adalah membaca dan mencermati peristiwa-peristiwa sejarah yang terdapat pada materi, mencari nilai-nilai dalam materi Proklamasi, menemukan nilai-nilai yang tersembunyi dibalik peristiwa proklamasi lalu membuat cerita dilema moral dari hasil analisis nilai-nilai. Berdasarkan tahapan dalam menganalisis nilai-nilai tersebut maka nilai-nilai utama yang diambil pada materi proklamasi adalah tanggung jawab, cinta tanah air, rela berkorban, keberanian, dan pantang menyerah. Dalam melaksanakan pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) ada tiga tahap yang harus diperhatikan, yaitu
Kebebasan memilih (kognitif), menghargai (afektif), Pisikomotorik (berbagi).
2. Dalam membuat cerita dilema moral ada enam tahapan yang harus dilakukan, yaitu menentukan topik cerita dilema moral, menentukan kerangka cerita, menentukan pelaku atau tokoh dalam cerita, menentukan alur cerita, menentukan peristiwa-peristiwa, dan menentukan dilema dalam cerita. Setiap cerita terdapat satu nilai yang tersembunyi. Harapannya siswa dapat menemukan, memahami serta menerapkan nilai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam cerita dilema moral model
VCT ini ada lima nilai utama, yaitu cerita pertama tanggung jawab, cerita kedua cinta tanah air, cerita ketiga rela berkorban, cerita keempat keberanian dan cerita kelima nilai pantang menyerah.
3. Alat tes dilema moral model VCT yang dikembangkan adalah alat tes yang telah memuat 3 komponen, yaitu aspek kognitif (memahami), aspek afektif (menginginkan dan tertarik untuk mempelajari nilai-nilai) dan aspek psikomotorik (melaksanakan dan melakukan nilai-nilai yang sudah pilihan dan ia yakini). Pada aspek kognitif memuat pernyataan dengan jawaban benar atau salah. Pada aspek afektif memuat pernyataan dengan jawaban setuju atau tidak setuju. Sedangkan pada aspek psikomotorik terdapat yang mana siswa diminta untuk memberikan jawaban sesuai dengan keputusannya.
A. Saran
Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan melalui berbagai tahap, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :
1. Untuk Sekolah
Produk bahan ajar sejarah model VCT dengan bentuk cerita dilema moral yang dikembangkan hendaknya dapat digunakan oleh pihak sekolah untuk memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran sejarah.
2. Untuk Guru
Produk cerita dilema moral ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar guru dalam menanamkan nilai karakter pada peserta didik. Agar proses pembelajaran lebih menarik.
3. Untuk Peserta Didik
Peserta didik dapat menggunakan bahan ajar sejarah model VCT ini sebagai bahan ajar guna meningkatkan terutama pada nilai karakter.
4. Untuk Peneliti Selanjutnya
Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan bahan ajar sejarah model VCT lebih baik lagi dari bahan ajar sejarah model VCT sebelumnya dengan menyesuaikan nilai-nilai karakter pada materi yang akan dibahas.
Daftar Pustaka
Sumber Buku:
Achmad Kosasi Djahiri. (1980) Teknik Mengklarifikasi Nilai. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Eni, Nurdyansyah. (2016) Inovasi Model Pembelajaran, Surabaya, Nizamia Learning Center Sidoarjo
Hendra Kurniawan. (2018) Kajian Kurikulum dan Bahan Ajar Sejarah SMA Menurut Kurikulum 2013.Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma
Hapsari, dkk. (2014) Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI, Jakarta: Erlangga Imas Kurniasih dkk. (2014) Implementasi Kurikulum 2013: Konsep dan Penerapan,
Surabaya: Kata Pena.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2014) Sejarah Indonesia untuk Siswa SMA Kelas XI Semester I, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mulyoto. (2013) Strategi Pembelajaran di Era Kurikulum 2013,
JakartaPrestasi Pustaka Publisher.
Mulyasa. (2014)Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Mohamad Najib. (2014) Pendidikan Nilai, Kajian Teori dan Praktik di Sekolah, Bandung:Pustaka Setia
Nurdyansyah ,dkk. (2016) Inovasi Model Pembelajaran sesuai kurikulum 2013, Sidarjo: Nizamia Learning Center
Oemar Hamalik. (2007) Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : PT Bumi Aksara Punaji. (2010) Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan, Jakarta : Kencana Prenanda Media Group
Sugiono.(2017) Metode Penelitian Pendidikan Pendekan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Sugiono.(2017) Metode Penelitian Pendidikan Pendekan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.