STRUKTUR FUNGSI ORGAN
SITI ALIMAH
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang
ABSTRAK
Keberhasilan suatu pembelajaran atau dikuasainya suatu standar kompetensi tertentu tidak hanya menekankan pada hasil belajar siswa, melainkan juga mengutamakan proses kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga siswa diajak untuk melakukan kerja ilmiah sederhana, untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi diri siswa baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dimana sumber belajar disesuaikan kondisi lingkungan sekitar masing-masing sekolah. Untuk itulah penelitian ini dilakukan, dengan cara mengujicobakan ragam model pembelajaran struktur fungsi organ manusia dan hewan berpendekatan JAS. Penelitian ini dilaksanakan di tingkat jenjang pendidikan menengah yaitu SMA Negeri 1 Semarang sebagai sekolah sampel penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah
randomized control-group pretest-posttest design yaitu menggunakan dua kelas uji coba. Pemilihan kelas uji coba dilakukan secara acak, hingga dihasilkan satu kelas perlakuan dan satu kelas pembanding. Kelompok kelas perlakuan yaitu kelas yang kegiatan belajar mengajarnya dengan ragam model pembelajaran struktur fungsi organ manusia dan hewan berpendektan Jelajah Alam Sekitar (JAS), sedangkan kelompok kelas pembanding yaitu kelas yang kegiatan belajar mengajarnya tidak menggunakan model selain desain tersebut. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan uji t dan secara kualitatif berupa temuan angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan di lapangan dengan bantuan rubrik yang telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam model pembelajaran struktur fungsi organ manusia dan hewan berpendekatan JAS telah mampu memberikan makna yang positif pada kualitas hasil belajar yang siswa baik pada tingkatan proses maupun produk, sehingga dapat disimpulkan bahwa ragam model pembelajaran berpendekatan JAS dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif kegiatan belajar struktur fungsi organ di tingkat jenjang pendidikan menengah secara umum dan SMA Negeri 1 Semarang pada khususnya.
Semarang, 7 Februari
PENDAHULUAN
Keberhasilan suatu pembelajaran atau dikuasainya suatu standar kompetensi tertentu tidak hanya menekankan pada hasil belajar siswa, melainkan juga mengutamakan proses kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga siswa diajak untuk melakukan kerja ilmiah sederhana, untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi diri siswa baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dimana sumber belajar disesuaikan kondisi lingkungan sekitar masing-masing sekolah.
Lingkungan sekitar dapat meliputi lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat, lebih jauh lagi menjangkau lingkungan sosial budaya mereka. Apabila digali dengan metode yang benar lingkungan sekitar siswa adalah sumber belajar yang kaya dengan pengetahuan. Alam dapat diciptakan sebagai tempat untuk belajar. Jika tidak memungkinkan membawa siswa keluar kelas maka sumber-sumber belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tersebut, dapat dihadirkan di kelas dalam berbagai ragam media pembelajaran. Pembelajaran yang berbasis pada alam memerlukan pemilihan pendekatan yang relevan. Salah satu pendekatan yang dapat dipilih dari sekian banyak pendekatan pembelajaran yang ada adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) yang sekarang baru dikembangkan di Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang. Pendekatan ini menekankan kegiatan eksplorasi dalam pembelajarannya, yang dieksplorasi adalah lingkungan sekitar siswa. Dengan pendekatan ini siswa akan terlatih untuk selalu berupaya mengembangkan penalaran, kreativitas dan pengetahuan yang didapatnya serta mengkaitkannya dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar mereka.
Pada beberapa sub konsep guru cenderung masih menggunakan diskusi informasi, meskipun ada beberapa sub konsep yang diajarkan juga sudah dengan pengamatan dan observasi. Namun prosentasenya masih rendah tidak lebih dari 30% dari total waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran. Oleh karena itu agar pembelajaran biologi yang berlangsung lebih optimal dalam penelitian ini akan diterapkan berbagai macam model pembelajaran yang relevan dengan karakteristik materi dan pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan antara lain 1) game, 2) eksperimen, 3) eksplorasi (observasi di lapangan antara lain rumah sakit, puskesmas, dinas peternakan, dinas kesehatan dan beberapa balai pengobatan serta instansi terkait
Semarang, 7 Februari
lainnya yang berhubungan dengan berbagai macam kelainan atau penyakit pada sistem organ manusia dan hewan), dan 4) penelusuran melalui internet dan pemanfaatan CD pembelajaran yang berkaitan dengan sistem organ pada manusia dan hewan.
Biologi, Pembelajaran, Pendekatan dan Strateginya
Menurut Johar (2005), Biologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena alam
yang ada di sekeliling manusia. Dengan demikian kegiatan belajar yang tepat untuk
mempelajari fenomena alam tersebut adalah dengan eksplorasi. Pembelajaran dengan
mengkaji fenomena alam dapat memberikan pengamalan yang nyata kepada siswa,
sehingga belajar lebih bermakna dan mereka merasa terlibat langsung dalam
mendapatkan pengetahuannya yang berimbas pada pencapaian hasil belajar siswa.
Begitu juga dengan keterlibatan langsung dengan obyek yang sebenarnya dapat
memberikan kemungkinan siswa untuk mengembangkan kompetensi mereka baik
secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini sejalan dengan pendapat Edgar Dale,
bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung (Dimyati
dan Mujiono, 2002).
Dalam proses pembelajaran di kelas, guru harus dapat merancang atau mendesain pembelajaran sesuai dengan tujuan, karakteristik materi dan minat siswa sehingga pembelajaran tidak membosankan. Menurut Nur (2005) berpendapat bahwa pembelajaran biologi ditinjau dari pandangan teori konstruktivis adalah siswa didorong untuk terlibat aktif, memiliki pengalaman, melakukan pengamatan atau percobaan yang memungkinkan mereka menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip penting untuk diri mereka sendiri, karena mengajarkan suatu bahan ajar tidak untuk menghasilkan perpustakaan hidup tentang bahan ajar tersebut, namun lebih ditujukan untuk melatihkan ketrampilan berfikir untuk diri mereka sendiri karena mengetahui adalah suatu proses bukan suatu produk.
Semarang, 7 Februari
Ditinjau dari karakteristik biologi, pendekatan jelajah alam sekitar (JAS) merupakan salah satu pendekatan yang tepat untuk pembelajaran biologi. Menurut Saiful Ridlo (2005), sebagai suatu pendekatan, JAS memanfaatkan lingkungan sekitar kehidupan peserta didik baik lingkungan fisik, sosial, budaya sebagai obyek belajar biologi dengan mempelajari fenomenanya melalui kerja ilmiah. Dari hasil penelitian oleh Wiwi Isaneni (2006), disimpulkan bahwa pendekatan JAS memiliki kebermaknaan sebagai berikut 1) kegiatan belajar mengajarnya selalu dikaitkan dengan situasi dunia nyata, 2) dapat menanamkan sikap ilmiah pada siswa, 3) proses pembelajaran lebih bermakna dan 4) membuka wawasan berpikir siswa yang beragam. Lebih lanjut Tim Perumus Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang menyatakan bahwa JAS (Jelajah Alam Sekitar) sebagai suatu pendekatan biologi memiliki penciri khusus yang merupakan kombinasi dari berbagai sumber antara lain 1) konstruktivis 2) eksplorasi, 3) proses sains dan 4) asesmen alternatif.
Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi ditandai dengan 1) adanya aktivitas eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan (kognitif, afektif dan psikomotorik), 2) selalu ada kegiatan pengamatan, 3) ada laporan yang dikomunikasikan baik secara lisan, tulisan (gambar, foto atau audiovisual) dan 4) pengukuran hasil belajar yang tidak cukup hanya dengan tes “paper and pencil test”. Asesmen alternatif merupakan penilaian yang komperhensif yang dapat mengakses proses maupun produk dari pembelajaran. Strategi yang dipilih dalam suatu pembelajaran harus relevan dengan model/metode yang digunakan dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Model pembelajaran tersebut harus mencirikan pendekatan JAS, antara lain game, eksplorasi/observasi lapangan, dan eksperimen sederhana.
Media pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
Keberhasilan suatu proses pembelajaran tidak lepas dari pemilihan sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Media merupakan alat/bahan dalam pembelajaran. Menurut Azhar Arsyad (2007) secara umum media mempunyai fungsi sebagai berikut1) memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis, 2) mengatasi keterbatasan
Semarang, 7 Februari
ruang, waktu tenaga dan daya indra, 3) menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar, 4)memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya, 5) memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama dan 6) membangkitkan minat dan motivasi belajar. Selain itu, kontribusi media pembelajaran yaitu 1) penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar, 2) pembelajaran dapat lebih menarik, 3) pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar, 4) waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek, 5) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan, 6) proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan, 7) sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan dan 8) peran guru berubahan kearah yang positif (Kemp dan Dayton. 1985). Namun demikian dalam memilih media sebagai sumber belajar harus disesuaikan kondisi lingkungan, kebutuhan, strategi pembelajaran yang dipilih dan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran.
METODE PENELITIAN