• Tidak ada hasil yang ditemukan

Corporate Social Responsibility (CSR)

IV. PEMBAHASAN

4.4. Analisis Penyimpangan dengan Menggunakan Analisis Varians

4.4.1. Corporate Social Responsibility (CSR)

Pada Divisi Corporate Social Responsibility, program CSR dikategorikan kedalam empat program yaitu program Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Bantuan Pihak ke III, serta Infrastruktur dan Bencana Alam. Berikut hasil analisis varians untuk masing-masing kegiatan :

1. Program Corporate Social Responsibility tahun 2007 i. Pendidikan

Anggaran untuk program pendidikan pada tahun 2007 sebesar Rp. 1.025.970.000 dengan realisasi sebesar Rp. 625.861.760.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 400.108.240 dengan persentase penyimpangan sebesar 38,99 % dan dikategorikan favorable. Hal ini disebabkan oleh banyak pengajuan proposal ditujukan untuk kunjungan ke

bagian pengolahan. Hal tersebut sangat sulit disetujui karena tingginya aktivitas pengolahan kilang minyak sehingga mengkhawatirkan akan menimbulkan gangguan. Bantuan pendidikan yang dilakukan antara lain : bantuan operasi penyelenggaraan work shop pembuatan Taman Bacaan, penggantian biaya pengumpulan buku, bantuan pengadaan buku untuk SDN RBS 02 dan 06 Petang, Pertamina Youth Program dengan dana yang dikeluarkan sebesar Rp. 291.493.150 untuk transportasi, pengadaan identitas dan perlengkapan lain seperti pengadaan souvenir berupa notes, bolpoin, tas, dan kaos, penginapan serta kunjungan lapang (bila memungkinkan). Selain itu melakukan kegiatan Pertamina Goes To Campus ke universitas UNPAD, UNDIP, UNES, UNSRI, UNCEN, ITB, UDAYANA, UNMUL dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 293.614.110.

Tabel 2. Analisis Varians Corporate Social Responsibility Tahun 2007

Program

Anggaran (Rp)

Realisasi (Rp)

Analisis

Varians (Rp) U/F

Penyimpangan (%)

Pendidikan 1.025.970.000 625.861.760 400.108.240 F 38,99 Kesehatan 100.000.000 14.500.000 85.500.000 F 85,5 Lingkungan 400.000.000 368.500.000 31.500.000 F 7,88

Pihak ke III 1.500.000.000 4.393.992.380 (2.893.992.380) U -192,93

ii. Kesehatan

Kegiatan program kesehatan tahun 2007 mempunyai anggaran sebesar Rp. 100.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 14.500.000.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 85.500.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 85,5 % dan dikategorikan favorable. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi program CSR Pertamina bidang kesehatan, sehingga masyarakat pun tidak cepat tanggap akan kehadiran

CSR kesehatan dan sedikit masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan. Kurang proaktifnya kegiatan bidang kesehatan ini mengakibatkan hanya sebagian kecil masyarakat sekitar perusahaan yang mengetahui bahwa Pertamina memiliki kegiatan CSR pada bidang kesehatan.

Kegiatan yang dilakukan pada tahun 2007 antara lain : Clino

Dental dan pengobatan masal yang bekerjasama dengan PT Pertamedika.

iii. Lingkungan

Kegiatan program lingkungan tahun 2007 mempunyai anggaran

sebesar Rp. 400.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 368.500.000. Berdasarkan hasil analisis varians,

penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 31.500.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 7,88 % dan dikategorikan favorable. Bantuan yang telah diberikan hampir 9000 batang pohon yang ditaman di wilayah Indonesia serta melakukan program sekolah kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.

Program bidang lingkungan lainnya antara lain : program pemulihan pencemaran Pulau Biawak dengan dana sebesar Rp. 57.500.000, Pertamina untuk Anak Indonesia yakni kegiatan perbaikan sanitasi, WC, dan lingkungan sekolah yang dilakukan di SDN 02 Rawa Badak dan MTs Al Hidayah RBU yang menghabiskan dana sebesar Rp. 311.000.000.

iv. Bantuan Pihak ke III

Kegiatan untuk bantuan pihak ke III tahun 2007 mempunyai anggaran sebesar Rp. 1.500.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 4.393.992.380. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi antara anggaran terhadap realisasi menghasilkan nilai yang negatif sebesar Rp. 2.893.992.380 dengan persentase penyimpangan sebesar 192,93 % dan dikategorikan unfavorable. Bantuan pihak ke III adalah bantuan yang diberikan perusahaan kepada pihak-pihak seperti yayasan,

lembaga, kepala daerah, dan pihak lain yang dijadikan sebagai perantara dalam pemberian dana CSR untuk disampaikan kepada target sasaran. Bantuan pihak ke III meliputi kegiatan program pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Pada realisasinya bantuan ini melebihi anggaran yang diberikan. Hal ini disebabkan banyaknya kegiatan renovasi dan rehabilitas sekolah, rumah ibadah, serta sarana dan prasarana lingkungan masyarakat.

Total anggaran untuk kegiatan tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) pada Divisi Corporate Social Responsibility

(CSR) tahun 2007 sebesar Rp. 3.025.970.000 dengan nilai realisasi sebesar Rp. 5.402.854.140. Berdasarkan analisis varians

penyimpangan yang terjadi bernilai negatif sebesar Rp. 2.376.884.140 dengan persentase penyimpangan anggaran

sebesar 78,55 %. Kekurangan dana yang telah dianggarkan diperoleh dari kelebihan dana pada divisi PKBL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa realisasi dari kegiatan CSR pada tahun 2007 tidak terlaksana sesuai dengan anggaran rencana kerja. Hal ini disebabkan banyaknya permohonan dana bantuan pihak ketiga yang sebagian besar layak dan sesuai dengan rencana kerja. Disamping itu, banyaknya masyarakat yang perlu diberikan bantuan terutama untuk pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

2. Program Corporate Social Responsibility Tahun 2008 i. Pendidikan

Anggaran CSR bidang pendidikan pada tahun 2008 sebesar Rp. 1.000.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 1.200.000.000.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai yang negatif sebesar Rp. 200.000.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 20 % dan dikategorikan unfavorable. Bantuan banyak diberikan untuk program beasiswa, kunjungan mahasiswa, olimpiade, pembuatan taman pintar Yogyakarta, bantuan pemberdayaan komunitas perpustakaan, dan

bantuan lainnya. Selain itu banyaknya proposal permohonan bantuan kegiatan kemahasiswaaan yang masuk dan sebagian besar dipenuhi oleh perusahaan. Kekurangan dana diambil dari hasil kelebihan dana pada program-program CSR lainnya atau subsidi silang antar program.

Tabel 3. Analisis Varians Corporate Social Responsibility Tahun 2008

Program

Pihak ke III 2.400.000.000 1.905.042.500

494.957.500 F 20,62

ii. Kesehatan

Kegiatan program kesehatan tahun 2008 mempunyai anggaran sebesar Rp. 550.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 144.000.000.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 406.000.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 73,82 % dan dikategorikan favorable. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar permohonan bantuan yang datang tidak sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan dan tidak sesuai dengan wilayah sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu tingkat kebutuhan yang diajukan pemohon kurang memiliki manfaat penting yang telah diprioritaskan oleh perusahaan sehingga banyak permohonan yang tidak dipenuhi.

iii. Lingkungan

Kegiatan program CSR Pertamina di bidang lingkungan tahun 2008 mempunyai anggaran sebesar Rp. 800.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 653.000.000. Berdasarkan hasil analisis varians,

penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 147.000.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 18,38 % dan dikategorikan favorable. Pertamina telah menanam pohon sebanyak lebih dari 75.000 batang pohon (berbagai jenis) diseluruh wilayah operasi di Indonesia atau sama dengan menghijaukan lahan kurang lebih 7,5 hektar. Penanaman pohon tersebut melibatkan masyarakat sekitar, mahasiswa, dan Karang Taruna. Pertamina secara konsisten menjadi mitra Taman Nasional Kutai, mendukung kegiatan penghijauan yang dilakukan berbagai lembaga termasuk mahasiswa. Program pembersihan pantai juga dilaksanakan dengan kerjasama dengan Pemerintah, masyarakat, dan instansi lainnya.

Program Coastal Clean Up (Pembersihan Pantai) telah dilakukan disekitar kilang UP-IV Cilacap dan kilang UP-V Balikpapan.

iv. Bantuan Pihak ke III

Bantuan kepada pihak ke III tahun 2008 mempunyai anggaran

sebesar Rp. 2.400.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 1.905.042.500. Berdasarkan hasil analisis varians,

penyimpangan yang terjadi antara anggaran terhadap realisasi sebesar Rp. 494.957.500 dengan persentase penyimpangan sebesar 20,62 % dan dikategorikan favorable. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya pengajuan permohonan dari pihak ke III. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain bantuan renovasi sekolah SDN 01 Pagi dan 02 Rawa Badak Selatan, bantuan sarasean dan pameran foto Bung Karno oleh Yayasan Gemalsani, bantuan dana rumah singgah Yayasan Gema Nusantara, dan bantuan lainnya.

Total anggaran untuk kegiatan tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) pada Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2008 sebesar Rp. 4.750.000.000 dengan nilai realisasi sebesar Rp. 3.902.042.500. Berdasarkan analisis varians penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 847.957.500 dengan persentase penyimpangan anggaran sebesar 17,85 % sehingga penyimpangan dikategorikan favorable. Pada tahun 2008 sebagian besar kegiatan telah terlaksana

dengan baik dan sesuai dengan rencana kerja serta anggarannya. Dapat dikatakan bahwa fungsi CSR mengalami peningkatan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam penyusunan anggaran diharapkan manajemen dan asistennya dapat mengidentifikasi anggaran secara lebih jelas mengenai bentuk-bentuk kegiatan dan besarnya dana yang akan diberikan.

3. Program Corporate Social Responsibility Tahun 2009 i. Pendidikan

Anggaran bantuan pendidikan pada tahun 2009 sebesar Rp. 28.800.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 30.439.000.000.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai yang negatif sebesar Rp. 1.639.000.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 5,69 % dan dikategorikan unfavorable. Besarnya anggaran dana untuk bidang pendidikan sebesar 32 % dari total keseluruhan dana CSR peusahaan. Program yang dilakukan pada tahun 2009 antara lain : beasiswa sebesar Rp 6.603.000.000 diberikan untuk 25 pekerja DESDM, 10 mahasiswa ITB, beasiswa S2 bagi 25 PNS, 100 mahasiswa Poltek UNAND, S2 Luar Negeri, 1.000 anak yatim piatu Jabotabek, 100 mahasiswa Poltek UNS Solo, 100 siswa Madrasah di Bantargebang, 100 mahasiswa Poltek UNSRI, dan 1.450 orang Jabodetabek (Kerjasama dengan PWP Pusat). Kegiatan pendidikan lainnya yaitu program kepemudaan yang dilakukan di pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi dengan dana sebesar Rp. 1.440.000.000, Pertamina Goes To Campus sebesar Rp. 750.000.000 di UNRI dan UNILA, kompetisi OSN-PTI 2009 sebesar Rp. 7.200.000.000, program renovasi dan program peduli pendidikan lainnya sebesar Rp. 14.446.000.000.

ii. Kesehatan

Kegiatan program kesehatan tahun 2009 mempunyai anggaran

sebesar Rp. 18.000.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 15.005..454.400. Berdasarkan hasil analisis varians,

penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 2.994.545.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 16,64 % dan dikategorikan favorable. Besarnya anggaran dana yang dialokasikan untuk kegiatan program kesehatan sebesar 20 % dari total keseluruhan dana CSR sebesar Rp. 120.000.000.000. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian kacamata sebanyak 11.000 buah kacamata yang dilaksanakan di Medan, Palembang, Plaju, Prabumulih, Bekasi, Indramayu, Cilacap, Surabaya, Malang, Makasar, dan Tomohon. Program Clino Gigi Sehat dilaksanakan di 24 SD di Plumpang, Cikampek, dan Bekasi. Program SEHATI yang ditujukan untuk kesehatan anak dan ibu dilaksanakan di 13 Kecamatan di wilayah Jabar, Jateng, NTT, Makasar, Jayapura, Medan, dan Tanjung Uban Riau. Program Pertamina Peduli Kesehatan antara lain pengadaan inkubator di 10 Kecamatan, asuransi kesehatan mekanik, bantuan operasi jantung bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, program perinatologi bagi 200 bayi, bantuan ambulance di Cilacap, dan pemeriksaan DM.

Tabel 4. Analisis Varians Corporate Social Responsibility Tahun 2009

Program

Anggaran (Rp)

Realisasi (Rp)

Analisis

Varians (Rp) U/F

Penyimpangan (%)

Pendidikan 28.800.000.000 30.439.000.000 (1.639.000.000) U -5,69

Kesehatan 18.000.000.000 15.005.454.400 2.994.545.600 F 16,64

Lingkungan 18.000.000.000 6.117.000.000 11.883.000.000 F 66,02 Infrastruktur &

Bencana Alam 22.500.000.000 20.839.900.012 1.660.099.988 F 7,38 Program Unit

Operasi 30.000.000.000 18.453.360.520 11.546.639.480 F 38,49

iii. Lingkungan

Kegiatan program CSR Pertamina di bidang lingkungan tahun 2009 mempunyai anggaran sebesar Rp. 18.000.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 6.117.000.000. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 11.883.000.000 dengan persentase penyimpangan sebesar 66,02 % dan dikategorikan favorable. Kegiatan yang dilakukan antara lain Costal Clean Up di pantai Lamarau Balikpapan dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 300.000.000, dana untuk Biopori sebesar Rp. 2.376.000.000 dengan menanam pohon sebanyak 6.300 di DKI Jakarta, 5.000 di Jateng dan Yogyakarta, 1.000 di Tangsel. Penanaman bibit pohon dilaksanakan di Tangsel sebanyak 2.500 buah dan 2.000 buah ditanam pada acara Car Free Day di Jakarta Pusat dengan anggaran yang dihabiskan sebesar Rp. 280.000.000. Pembangunan taman kota dilaksanakan di Pasir impun Bandung dengan dana sebesar Rp. 1.300.000.000, 21 unit becak motor sampah di Medan, 500-1.000 unit kendaraan motor di DKI untuk pengukuran emisi gas buang, serta program tebar dan tanam – SIKIB dengan total dana yang digunakan sebesar Rp. 1.861.000.000. Program Lingkungan pada tahun 2009 memiliki penyimpangan yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena banyaknya proposal yang masuk tidak sesuai dengan rencana kerja program lingkungan, kegiatan yang telah direncanakan tidak terealisasi, dan banyak kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan rencana kerja karena adanya kesalahpahaman informasi di antara manajer dan asisten di bidang lingkungan.

iv. Infrastruktur dan Bencana Alam

Kegiatan program CSR Pertamina bidang Infrastruktur dan Bencana Alam merupakan program yang baru dibentuk seiring terbentuknya fungsi CSR sesuai UU PT Nomor 40 dan dianggap sangat berperan penting dalam membantu kehidupan sosial masyarakat. Anggaran program Infrastruktur dan Bencana Alam

tahun 2009 sebesar Rp. 22.500.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 20.839.900.012. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi antara anggaran terhadap realisasi sebesar Rp. 1.660.099.988 dengan persentase penyimpangan sebesar 7,38 % dan dikategorikan favorable. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain mengatasi banjir, longsor, dan gempa bumi.

Perbaikan sarana ibadah di 20 tempat ibadah di Indonesia, perbaikan MCK di Medan dan di taman Pejambon, perbaikan jalan di 11 unit operasi, dan pengadaan sarana air bersih di Sampang, Makasar, Sibayak, Balikpapan, Semarang, Karang Mojo.

v. Program Unit Operasi

Kegiatan program CSR Pertamina pada program unit operasi merupakan program gabungan yang terdiri dari kegiatan pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta infrastruktur dan bencana alam yang kegiatannya dilakukan di wilayah operasi perusahaan.

Program ini dianggarkan secara terpisah karena kegiatan CSR difokuskan untuk masyarakat sekitar wilayah operasi demi kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Anggaran ini sebesar Rp. 30.000.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 18.453.360.520. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi antara anggaran terhadap realisasi sebesar Rp. 11.546.639.480 dengan persentase penyimpangan sebesar 38,49 % dan dikategorikan favorable. Program pendidikan di unit operasi sebesar Rp. 2.172.717.100, program lingkungan di unit operasi sebesar Rp. 1.494.655.000, program kesehatan di unit operasi sebesar Rp. 1.191.667.500, serta program infrastruktur dan bencana alam di unit operasi sebesar Rp. 7.477.320.920.

Total anggaran untuk kegiatan tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) pada fungsi Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2009 sebesar Rp. 117.300.000.000 dengan nilai realisasi sebesar Rp. 90.854.714.932. Berdasarkan analisis varians penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 26.445.285.068 dengan persentase penyimpangan

anggaran sebesar 22,55 % sehingga penyimpangan dikategorikan favorable. Jumlah keseluruhan proposal permohonan yang masuk ke perusahaan sebesar 3.754, namun yang di setujui dan di anggap sesuai dengan rencana kerja perusahaan sebanyak 3.551 proposal permohonan bantuan. Pada tahun 2009 fungsi CSR mengalami sedikit penurunan kinerja dibandingkan dari tahun 2008, namun penurunan kinerja ini masih dianggap wajar karena menunjukan nilai yang tidak signifikan.

Manajemen harus lebih mengaktifkan kegiatan tanggung jawab sosial sehingga diperoleh penyimpangan yang seminimal mungkin.

4.4.2. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

Pada Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), program Bina Lingkungan dikategorikan kedalam lima program yaitu program Pendidikan dan Pelatihan, Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Bencana Alam, Pengembangan Sarana dan Prasarana Umum, Peningkatan Sarana Ibadah, serta Pelestarian Alam. Berikut hasil analisis varians untuk masing-masing kegiatan :

1. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun 2007 i. Program Kemitraan (Mitra Binaan)

Anggaran untuk program kemitraan atau untuk membantu mitra binaan pada tahun 2007 sebesar Rp. 150.789.750.000 dengan realisasi sebesar Rp. 118.474.215.291. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai sebesar Rp. 32.315.534.709 dengan persentase penyimpangan sebesar 21,43 % dan dikategorikan favorable. Bantuan pinjaman modal usaha diberikan kepada usaha kecil, UKM, dan Koperasi yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia yang bergerak di sektor Industri sebesar Rp. 14.093.000.000, bidang perdagangan sebesar Rp. 49.930.810.354, bantuan dana pinjaman di sektor pertanian sebesar Rp. 31.995.379.937, usaha yang bergerak di sektor peternakan sebesar Rp. 7.473.000.000, usaha di sektor pekebunan Rp. 5.882.000.000, sektor perikanan Rp. 4.813.170.000.

sedangkan usaha kecil yang bergerak di sektor jasa diberikan

sebesar Rp. 12.190.525.000, dan untuk usaha lainnya diberikan bantuan dana sebesar Rp. 275.000.000. Realisasi terbesar untuk program kemitraan diberikan kepada usaha kecil atau Koperasi yang bergerak di sektor perdagangan. Hal ini karena sasaran perusahaan adalah untuk memajukan sektor perdagangan Negara Indonesia menjadi lebih baik.

Tabel 5. Analisis Varians PKBL Tahun 2007

Program Mitra Binaan 150.789.750.000 118.474.215.291 32.315.534.709 F 21,43 Pendidikan &

umum 12.779.505.000 24.565.774.795 (11.786.269.795) U

-92,23 Peningkatan

sarana ibadah 9.263.563.000 6.070.923.975 3.192.639.025 F

34,46

ii. Pendidikan dan Pelatihan

Anggaran untuk program Bina Lingkungan Pertamina pada kegiatan pendidikan dan pelatihan pada tahun 2007 sebesar Rp. 16.608.698.000 dengan realisasi sebesar Rp. 19.442.659.750.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai yang negatif sebesar Rp. 2.833.961.750 dengan persentase penyimpangan negatif sebesar 17,06 % dan dikategorikan unfavorable. Bantuan banyak diberikan untuk program beasiswa tingkat SD, SMP, dan SMA telah disalurkan

untuk kurang lebih 6500 siswa dan bantuan pendidikan keterampilan bagi anak-anak putus sekolah telah diberikan kepada kurang lebih 2000 anak putus sekolah. Program beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Realisasi untuk pendidikan dan pelatihan melebihi anggaran yang direncanakan. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya anak-anak yang putus sekolah dan banyak mahasiswa yang kurang mampu tetapi memiliki potensi yang sangat baik. Hal ini Pertamina memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kecerdasan dengan mengutamakan kegiatan pendidikan dan pelatihan.

iii. Kesehatan Masyarakat

Anggaran yang disediakan unutuk peningkatan kesehatan masyarakat pada tahun 2007 sebesar Rp. 9.505.684.000 dengan realisasi sebesar Rp. 3.506.780.096. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 5.998.903.904 dengan persentase penyimpangan sebesar 63,12 % dan dikategorikan favorable. Kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat kurang efisien karena sebagian besar dana belum dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini karena kurangnya sumberdaya perusahaan dalam meninjau langsung atau belum melakukan survey tingkat kesehatan masyarakat secara benar.

iv. Bencana Alam

Anggaran untuk bantuan bencana alam pada tahun 2007 sebesar Rp. 5.000.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 5.614.956.429.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai yang negatif sebesar Rp. 614.956.429 dengan persentase penyimpangan negatif sebesar 12,3 % dan dikategorikan unfavorable. Realisasi lebih besar dari anggaran yang telah direncanakan. Hal tersebut terjadi karena pada tahun 2007 Indonesia banyak mengalami bencana alam seperti di daerah

Sumatera Utara, Padang, Bengkulu, dan bencana banjir di pulau Jawa.

v. Pengembangan Sarana dan Prasarana Umum

Anggaran untuk bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum pada tahun 2007 sebesar Rp. 12.779.505.000 dengan realisasi sebesar Rp. 24.565.774.795. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai yang negatif sebesar Rp. 11.786.269.795 dengan persentase penyimpangan negatif sebesar 92,23 % dan dikategorikan unfavorable. Bantuan sarana umum diprioritaskan untuk merehabilitasi dan membangun fasilitas pendidikan tingkat SD dan SMP sebanyak lebih kurang 2000 unit dan membangun unit Rumah Baca bagi anak-anak tingkat SD dan SMP yang mana 11 unit dibangun oleh Pertamina dan sisanya 8 unit dibangun oleh Taman Baca Nasional.

vi. Bantuan Sarana Ibadah

Anggaran program Bina Lingkungan Pertamina pada kegiatan Bantuan Sarana Ibadah pada tahun 2007 sebesar Rp. 9.263.563.000 dengan realisasi sebesar Rp. 6.070.923.975. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai sebesar Rp. 3.192.639.025 dengan persentase penyimpangan negatif sebesar 34,46 % dan dikategorikan favorable. Bantuan sarana ibadah diberikan untuk kegiatan renovasi rumah ibadah, bantuan peralatan ibadah, dan kegiatan yang bersifat keagamaan bagi masyarakat tidak mampu, anak yatim piatu, dan kaum duafa.

Total anggaran kegiatan tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) pada divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun 2007 sebesar Rp. 203.947.200.000 dengan nilai realisasi sebesar Rp. 177.657.310.336. Berdasarkan analisis varians penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 26.271.889.664 dengan persentase penyimpangan anggaran sebesar 12,88 % sehingga penyimpangan dikategorikan favorable. Pada tahun 2007 banyak permohonan yang memenuhi

kriteria perusahaan, prioritas kebutuhan yang tinggi, serta perusahaan mendapatkan kontribusi yang besar dari kegiatan-kegiatan tersebut.

Banyaknya proposal yang disetujui oleh perusahaan sebesar 384 yang terdiri dari program Kemitraan dan program Bina Lingkungan.

Meskipun anggaran untuk program Bina Lingkungan sudah semua terealisasikan, namun karena bantuan memberikan dampak positif baik bagi penerima bantuan maupun bagi perusahaan maka dana diambil dari sisa anggaran program kemitraan. Anggaran dana untuk mitra binaan memiliki sisa yang cukup banyak, hal ini disebabkan karena masih ada usaha kecil atau Koperasi yang kurang layak dibantu.

Ketidaklayakan usaha kecil tersebut disebabkan oleh kurangnya persyaratan dari segi kemampuan menghasilkan keuntungan yang diperoleh usaha kecil atau Koperasi, sehingga menimbulkan kehati-hatian bagi perusahaan apabila usaha kecil atau Koperasi tersebut tidak dapat membayar pinjaman modal yang diberikan perusahaan. Dengan demikian kelebihan dana tersebut dialokasikan untuk program Bina Lingkungan.

2. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun 2008 i. Program Kemitraan (Mitra Binaan)

Anggaran untuk program kemitraan atau untuk membantu mitra binaan pada tahun 2008 sebesar Rp. 226.747.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 240.495.981.976. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi menghasilkan nilai yang negatif yaitu sebesar Rp. 13.748.981.976 dengan persentase penyimpangan negatif sebesar 6,06 % dan dikategorikan unfavorable. Pada tahun 2008 PKBL Pertamina melakukan berbagai pelatihan kewirausahaan dengan memanfaatkan keterampilan kaum wanita di bidang seni seperti menjahit, menyulam, menenun, mengukir, dan memahat serta kegiatan keterampilan lainnya. Selain itu, secara rutin Pertamina memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada mitra binaan yang disiplin dalam mematuhi peraturan dan ketentuan yang

disepakati. Bantuan dana pinjaman modal usaha tahun 2008 di sektor Industri sebesar Rp. 14.534.100.000, sektor perdagangan sebesar Rp. 63.051.727.510, bantuan dana pinjaman di sektor pertanian sebesar Rp. 102.067.273.376, usaha yang bergerak di sektor peternakan sebesar Rp. 17.644.152.590, di sektor pekebunan sebesar Rp. 14.963.228.500, di sektor perikanan

sebesar Rp. 9.629.600.000, usaha di sektor jasa sebesar Rp. 18.086.900.000, dan untuk usaha lainnya diberikan bantuan

dana sebesar Rp. 519.000.000. Realisasi terbesar tahun 2008 diberikan untuk usaha kecil di sektor pertanian dengan harapan usaha pertanian Indonesia semakin maju.

Tabel 6. Analisis Varians PKBL Tahun 2008

Program Mitra Binaan 226.747.000.000 240.495.981.976 (13.748.981.976) U -6,06 Pendidikan &

ii. Pendidikan dan Pelatihan

Anggaran untuk program Bina Lingkungan Pertamina pada kegiatan pendidikan dan Pelatihan pada tahun 2008 sebesar Rp. 28.800.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 21.953.882.636.

Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi

sebesar Rp. 6.846.117.364 dengan persentase penyimpangan sebesar 23,77 % dan dikategorikan favorable. Sisa dana dari anggaran untuk bantuan pendidikan dan pelatihan digunakan untuk penambahan dana pada bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum.

iii. Kesehatan Masyarakat

Anggaran yang disediakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat pada tahun 2006 sebesar Rp. 28.800.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 3.353.468.883. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 25.446.531.117 dengan persentase penyimpangan sebesar 88,36 % dan dikategorikan favorable. Realisasi dari bantuan kesehatan masyarakat ini kurang baik karena perusahaan belum mampu mengalokasikan dana kepada masyarakat yang lebih membutuhkan sehingga dana tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Selain itu perusahaan belum melakukan survey secara langsung ke wilayah-wilayah yang memerlukan bantuan kesehatan. Kelebihan dana pada program kesehatan masyarakat

Anggaran yang disediakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat pada tahun 2006 sebesar Rp. 28.800.000.000 dengan realisasi sebesar Rp. 3.353.468.883. Berdasarkan hasil analisis varians, penyimpangan yang terjadi sebesar Rp. 25.446.531.117 dengan persentase penyimpangan sebesar 88,36 % dan dikategorikan favorable. Realisasi dari bantuan kesehatan masyarakat ini kurang baik karena perusahaan belum mampu mengalokasikan dana kepada masyarakat yang lebih membutuhkan sehingga dana tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Selain itu perusahaan belum melakukan survey secara langsung ke wilayah-wilayah yang memerlukan bantuan kesehatan. Kelebihan dana pada program kesehatan masyarakat