• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi, Misi, dan Tata Nilai PT Pertamina

IV. PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.2. Visi, Misi, dan Tata Nilai PT Pertamina

Dalam menjalanan usahanya PT Pertamina memiliki visi dan misi agar perusahaan memiliki arah tujuan dimasa yang akan datang.

Adapun visi perusahaan yaitu Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia. Sedangkan Misi perusahaan yaitu Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat. PT Pertamina memiliki komitmen untuk menerapkan Tata Nilai perusahaan dalam rangka mencapai visi dan misinya tersebut, antara lain :

• Clean (Bersih): Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

• Competitive (Kompetitif): Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

• Confident (Percaya Diri): Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa.

• Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan): Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

• Commercial (Komersial): Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

• Capable (Berkemampuan): Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan 4.1.3. Struktur Organisasi

Sejak PT Pertamina (Persero) diresmikan pada tanggal 10 Desember 1957, berbagai perubahan direksi telah dilakukan dalam rangka memajukan bisnis perusahaan sebagai perusahaan BUMN.

Berdasarkan Keppres No. 169/M/2000 yang diresmikan pada tanggal 11 Desember 2000 yang berlaku mulai 1 Januari 2001 maka struktur organisasi Pertamina terdiri dari: Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Sekertaris Perseroan, Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), Kepala Bidang Usaha Lingkungan, Kepala Hukum Korporat, Direktur Hulu, Direktur Pengolahan, Direktur Pemasaran dan Niaga, Direktur Umum dan SDM, Direktur Keuangan, berbagai Divisi, dan Staf.

Berdasarkan SK DIRUT No. 40/C00000/2008-S0 Tanggal 4 Agustus 2008 dan SK No. 42/C00000/2008-S Tanggal 12 Agustus 2008 dan SK DIRUM No. 10/I00000/2008-S Tanggal 10 September 2008, Divisi yang berada langsung dibawah Sekertaris Perseroan antara lain:

Wakil Pimpinan Komunikasi, Wakil Pimpinan Hubungan, Manajer Compliance, Manajer CSR, Manajer BOD Support, dan Manajer BOC Support.

Sudah sejak lama perusahaan memiliki kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) tetapi namanya berbeda. Kegiatan ini lebih dikenal Community Development yang merupakan kegiatan-kegiatan sosial berupa permintaan langsung dari masyarakat. Kegiatan Community Development dilaksanakan oleh Divisi Kelembagaan pada unit

Hubungan Masyarakat (Humas). Semakin berkembangnya kegiatan tanggung jawab sosial Pertamina dan sejak ditetapkannya Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 Pasal 74, menuntut perusahaan untuk melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan secara resmi dimana perusahaan harus menyadari kondisi masyarakat Indonesia dan membantu tanpa perlu diminta oleh masyarakat. Akhir tahun 2008, tanggung jawab sosial Pertamina membentuk divisi sendiri menjadi Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) yang posisinya langsung berada dibawah Direktorat Sekertaris Perseroan (Sekper) yang mana memiliki salah satu tugas pokok dalam membangun dan meningkatkan citra perusahaan secara korporat sesuai Visi, Misi, dan Tata Nilai perusahaan. Sehingga memiliki tujuan terlaksananya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.

Pada divisi Corporate Social Responsibility (CSR), terdapat berbagai posisi dan jabatan, yakni : manajer CSR dan sekertarisnya, asisten manajer pada posisi Administrasi dan Pelaporan, asisten manajer CSR bidang Pendidikan, asisten manajer CSR bidang Lingkungan, asisten manajer CSR bidang Kesehatan, asisten manajer CSR bidang Infrastruktur dan Bencana Alam, serta masing-masing bidang didampingi oleh staf. Pada divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) terdiri dari 7 orang dengan tugas dan tanggung jawab yang sama seperti pada divisi CSR.

4.1.4. Fungsi Organisasi CSR a. Manajer CSR

Fungsi Manajer CSR antara lain : Memutuskan, mengendalikan dan mengarahkan program-program kegiatan bidang Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, Sarana Prasarana Umum dan Manajemen Bencana serta Pelaporan kegiatan CSR yang tepat sasaran dan efektif, untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar daerah operasi Pertamina dalam rangka membangun dan meningkatkan citra serta kredibilitas perusahaan.

Berikut Tugas dan tanggung jawab jabatan Manajer CSR, antara lain :

1. Memutuskan dan mengarahkan program-program terpadu CSR bidang pendidikan antara korporat, unit operasi di hulu, Pengolahan, Pemasaran, dan Anak Perusahaan sejalan dengan kebijakan internal dan eksternal.

2. Memutuskan dan mengarahkan program-program terpadu CSR bidang Kesehatan Masyarakat antara korporat, unit operasi di hulu, Pengolahan, Pemasaran, dan Anak Perusahaan sejalan dengan kebijakan internal dan eksternal.

3. Memutuskan dan mengarahkan program-program terpadu CSR bidang Lingkungan antara korporat, unit operasi di hulu, Pengolahan, Pemasaran, dan Anak Perusahaan sejalan dengan kebijakan internal dan eksternal.

4. Memutuskan dan mengarahkan program-program terpadu CSR bidang Sarana Prasarana Umum dan Manajemen Bencana antara korporat, unit operasi di hulu, Pengolahan, Pemasaran, dan Anak Perusahaan sejalan dengan kebijakan internal dan eksternal.

5. Memutuskan dan mengarahkan program-program terpadu Pelaporan kegiatan CSR sesuai ketentuan perusahaan antara korporat, unit operasi di hulu, Pengolahan, Pemasaran, dan Anak Perusahaan sejalan dengan kebijakan internal dan eksternal.

b. Asisten Manajer Bidang Pendidikan

Fungsi asisten manajer bidang Pendidikan antara lain : Menganalisa dan mengevaluasi program-program kerja CSR di Bidang Pendidikan yang tepat sasaran dan efektif guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar daerah operasi Pertamina dalam rangka membangun dan meningkatkan citra serta kredibilitas perusahaan.

c. Asisten Manajer Bidang Lingkungan

Fungsi asisten manajer bidang Lingkungan antara lain : Menganalisa dan mengevaluasi program-program kerja CSR di Bidang Lingkungan yang tepat sasaran dan efektif guna memberikan nilai

tambah bagi masyarakat sekitar daerah operasi Pertamina dalam rangka membangun dan meningkatkan citra serta kredibilitas perusahaan.

d. Asisten Manajer Bidang Kesehatan

Fungsi asisten manajer bidang Kesehatan antara lain : Menganalisa dan mengevaluasi program-program kerja CSR di Bidang Kesehatan Masyarakat yang tepat sasaran dan efektif guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar daerah operasi Pertamina dalam rangka membangun dan meningkatkan citra serta kredibilitas perusahaan.

e. Asisten Manajer Bidang Infrastruktur dan Bencana Alam

Fungsi asisten manajer bidang Infrastruktur dan Bencana Alam antara lain : Menganalisa dan mengevaluasi program-program kerja CSR di Bidang Infrastruktur dan manajemen bencana yang tepat sasaran dan efektif guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar daerah operasi PT Pertamina (Persero) dalam rangka membangun dan meningkatkan citra serta kredibilitas perusahaan.

f. Asisten Manajer Posisi Administrasi dan Pelaporan

Fungsi asisten manajer posisi Administrasi dan Pelaporan antara lain : Menganalisa dan mengevaluasi program-program kerja CSR di Bidang Administrasi dan Pelaporan yang tepat sasaran dan efektif guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar daerah operasi Pertamina dalam rangka membangun dan meningkatkan citra serta kredibilitas perusahaan.

4.1.5. Fungsi Organisasi PKBL

Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) merupakan badan yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan struktur sosial, meningkatkan kesejahteraan/kemakmuran rakyat yang semakin rata, pertumbuhan yang cukup tinggi dan stabilitas yang mantap, serta memperkokoh tata hubungan dan kerjasama saling menguntungkan antara perusahaan dengan unit usaha kecil dan Koperasi. Divisi ini berada langsung dibawah Direktorat Keuangan yang berperan sebagai pengawas dan pengontrol. Berikut merupakan klasifikasi struktur organisasi PKBL, antara lain :

a. Manajer PKBL

Berfungsi mengkoordinasikan hubungan kegiatan perusahaan dengan mitra binaan, melakukan analisis bentuk hubungan-hubungan dengan masyarakat sekitar, serta melakukan pengawasan terhadap Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

b. Pembinaan PKBL

Fungsi jabatan ini adalah melaksanakan program yang telah direncanakan perusahaan, membina hubungan secara langsung dan bersama-sama mitra binaan menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dengan optimal.

c. Administrasi dan Keuangan

Fungsi jabatan Administrasi dan Keuangan adalah merencanakan, mengkoordinasi, mengontrol, mengawasi, melaksanakan kegiatan administrasi dan ketatausahaan, serta kegiatan yang berhubungan dengan keuangan untuk menunjang kelancaran program PKBL, khususnya dalam hal tata tertib administrasi, filling system, pembayaran, dan sebagainya.

4.2. Konsep CSR

4.2.1. Gambaran Umum CSR

Keberadaan PT Pertamina (Persero) di tengah masyarakat memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat disekitarnya, sehingga masyarakat tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari masyarakat, Pertamina menyadari bahwa keberhasilan bisnis Pertamina tidak terlepas dari kondisi masyarakat itu sendiri, masyarakat Indonesia yang sejahtera akan mendukung pertumbuhan bisnis Pertamina.

Peran perusahaan untuk mendukung Pemerintah dalam upaya menyejahterakan masyarakat tentunya tidak hanya dilaksanakan dalam koridor bisnis semata. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), secara langsung Pertamina juga mendukung upaya-upaya untuk memajukan masyarakat baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan terutama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, Pertamina juga peduli terhadap penderitaan

masyarakat akibat bencana alam yang terjadi diberbagai tempat di Indonesia.

Beikut ini digambarkan keterlibatan CSR Pertamina dengan Pemerintah dan masyarakat :

Sumber : Laporan Tahunan PT Pertamina (Persero), 2008

Gambar 4. CSR keterlibatan dengan tiga pihak

Kehadiran Pertamina merupakan kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal maupun pendatang, juga memicu tumbuhnya pengusaha-pengusaha lokal pemasok barang dan jasa serta terbentuknya pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan perekonomian masyarakat lokal dan terciptanya transaksi bisnis juga mengakibatkan hadirnya sektor jasa keuangan seperti bank di daerah-daerah sekitar Pertamina. Peran Pertamina sangat besar dalam mengembangkan dan memajukan wilayah-wilayah sekitar daerah operasinya.

Dalam pengelolaan kegiatan CSR, Pertamina memanfaatkan dua fungsi yakni Divisi PKBL dan Divisi CSR. Kedua divisi ini menjalankan tugas yang sama yakni tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dengan harapan mampu meningkatkan citra perusahaan dan membantu program Pemerintahan. Berikut ini digambarkan bagan pengelolaan CSR Pertamina :

Gambar 5. Bagan Pengelolaan CSR Pertamina Keterangan :

: Anggaran : Fokus Program : Pelaksana : Rincian Program

4.2.1.1. Kebijakan CSR Pertamina

Komitmen Pertamina untuk mendukung dan membantu upaya pemerintah dan masyarakat dalam membangun masyarakat Indonesia yang berdaya secara ekonomi, sosial, dan budaya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR) dengan kebijakan sebagai berikut :

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

Corporate Social Responsibility (CSR)

PKBL PKBL / CSR CSR

Pendidikan Kesehatan Lingkungan Infrastruktur dan Bencana

1. Penerapan CSR Pertamina merupakan refleksi nilai dan budaya perusahaan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan masa kini dan mendatang yang memberikan manfaat bagi Pertamina, shareholder, dan stakeholder.

2. Mengingat kondisi nyata masyarakat Indonesia, penerapan CSR saat ini lebih diprioritaskan untuk membantu masyarakat dan Pemerintah dalam memecahkan permasalahan sosial di sekitar kegiatan Pertamina.

3. Pelaksanaan kegiatan CSR Pertamina dikendalikan sepenuhnya oleh Perusahaan dengan bekerja sama dengan Pemerintah dan masyarakat setempat dan bila perlu dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya.

4. Program-program CSR Pertamina diprioritaskan dibidang pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

4.2.1.2. Misi dan Tujuan CSR Pertamina

Dalam menjalankan program CSR, Pertamina memiliki Misi dan Tujuan dari setiap kegiatan yang memberi manfaat kepada masyarakat. Misi dan tujuan tersebut antara lain :

1. Misi :

Mengimplementasikan komitmen perusahaan terhadap CSR untuk memberikan nilai tambah bagi stakeholders dalam upaya mendukung kemajuan perusahaan.

Mewujudkan kepedulian sosial perusahaan dan kontribusi perusahaan terhadap perkembangan masyarakat yang berkelanjutan.

2. Tujuan :

Membangun hubungan yang harmonis dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

Memberikan kontribusi dalam memecahkan permasalahan sosial.

Meningkatkan nilai dan budaya perusahaan yang terintegrasi dalam strategi bisnis perusahaan.

Bagian dan upaya membangun citra dan reputasi peusahaan.

Berikut ini merupakan sasaran pelaksanaan program CSR kedepan.

Tabel 1. Sasaran Pelaksanaan Program CSR Kedepan Keterangan Persepsi dulu Ekspektasi Manfaat Tidak berdampak Dirasakan masyarakat

luas Pelaksanaan Dilakukan

sendiri-sendiri

Terintegrasi

Publikasi Minim Optimal

Kepentingan Jangka pendek Jangka panjang

Orientasi Kepentingan sosial Sosial dan Lingkungan Monitoring Tanpa evaluasi hasil Audit Program

Jenis Program

Bersifat bantuan Terencana dan terprogram Loyalitas

Pelanggan

Tidak diukur Terukur

4.2.1.3. Kriteria Program Tanggung Jawab Sosial

Adapun setiap kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) yang dilakukan oleh Pertamina tidak begitu saja diberikan, tetapi memiliki kriteria tertentu yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang benar-benar menjadi sasaran dari program CSR. Kriteria tersebut antara lain :

1. Kebutuhan masyarakat

Program CSR Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

2. Inovasi dan spesifik

Program ditujukan sesuai dengan isu sosial yang spesifik dan dilakukan dengan pendekatan yang inovatif.

3. Potensial

Dalam jangka panjang, secara potensial akan mengatasi isu-isu sosial.

4. Strategis

Program secara strategis ditujukan untuk mengantisipasi masalah sosial dan akan mempertegas pencapaian tujuan.

5. Kemitraan

Perencanaan program serta implementasinya dapat bermitra dengan pemerintah, LSM, dan perguruan tinggi.

4.2.2. Program Tanggung Jawab Sosial

Kegiatan tanggung jawab sosial Pertamina dilaksanakan sejak Pertamina berdiri. Kegiatan tanggung jawab sosial Pertamina awalnya merupakan bagian dari kegiatan Hupmas Pertamina. Seiring kondisi rill masyarakat dan kebijakan Pemerintah, pada tahun 1993 Pertamina membentuk unit Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) dibawah Direktorat Keuangan dan diresmikan pada tanggal 27 Juni 1994. Berdasarkan SK Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.016/1994 bahwa BUMN diwajibkan melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan Koperasi dalam rangka mendukung program pemerintah seperti mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan pemerataan pembangunan, mengembangkan potensi usaha kecil dan Koperasi, dan mendorong kemitraan antara BUMN dengan usaha kecil dan Koperasi. PUKK mengemban misi untuk membantu pinjaman modal usaha dengan bunga ringan bagi Usaha kecil dan Koperasi sebagai dana bergulir, dan bantuan hibah untuk pelatihan dan pemasaran dengan memanfaatkan dana sebesar 1-5% dari keuntungan perusahaan yang menjadi bagian pemerintah. Perkembangan selanjutnya sejak tahun 2003, unit PUKK berubah menjadi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang didirikan berdasarkan

Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 27 Juni 2003 dan kemudian direvisi oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 dengan tetap berada dibawah Direktorat Keuangan.

Sebagaimana misinya, PKBL dititikberatkan pada pengembangan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Dana untuk program Kemitraan sebesar maksimal 2% dari keuntungan bersih perusahaan dan dana untuk Program Bina Lingkungan maksimal 2%

dari keuntungan bersih perusahaan. Sesuai Peraturan Menteri Negara BUMN dimaksud, pelaksanaan kegiatan PKBL telah diprioritaskan bagi masyarakat yang berada disekitar wilayah binaan perusahaan.

Seiring terbentuknya Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 pasal 74 yang menyebutkan bahwa setiap perseroan wajib memiliki tanggung jawab sosial perusahaan, maka CSR Pertamina mulai berkembang dan pada akhir tahun 2008 secara resmi dibentuk divisi CSR Pertamina. Sumber dana divisi CSR berasal dari dana yang dianggarkan atau termasuk biaya operasional sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 pasal 74 ayat 2 yang menyebutkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Dalam menjalankan kegiatannya, CSR Pertamina banyak melakukan program-program bermanfaat untuk masyarakat terutama masyarakat sekitar perusahaan. Divisi ini melakukan kerjasama dengan Divisi PKBL pada unit Bina Lingkungan dalam melakukan tanggung jawab sosial perusahaan.

Berikut program-program tanggung jawab sosial PT Pertamina antara lain :

1. Pendidikan

Kepedulian perusahaan akan kecerdasan bangsa dan Negara tercermin dalam kegiatan CSR perusahaan. Program CSR Pertamina di bidang pendidikan dengan tema “Cerdas Bersama Pertamina”

melingkupi 2 pilar utama yaitu : Pertama, Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pembangunan/Rehabilitasi Sekolah seperti membantu renovasi bangunan sekolah dari tingkat SD sampai dengan SMP di sekitar kegiatan Pertamina, beserta perlengkapan pendidikan (seperti peralatan laboratorium, sarana komputer, olahraga, dan lainnya). Kedua, Meningkatkan Kecerdasan dan Wawasan Pengetahuan Masyarakat melalui Penyediaan Buku-buku Bacaan untuk Perpustakaan Sekolah/Komunitas Taman Baca Anak yakni penyediaan buku-buku yang memadai baik dari segi koleksi maupun jumlah, diharapkan dapat menumbuhkembangkan minat baca khususnya dikalangan anak-anak dan pelajar. Program Pendidikan tersebut antara lain:

a. Pertamina Youth Program (PYP)

Program kepemudaan merupakan program yang didasari oleh minimnya wawasan masyarakat Indonesia tentang pengelolaan sumberdaya minyak dan gas bumi Indonesia khususnya dan global pada umumnya, serta minimnya pemahaman tentang Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas bumi Nasional.

Program ini diharapkan membuat generasi muda sebagai calon pemimpin Indonesia lebih bijaksana dalam mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat sebesar-besarnya serta menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki terhadap Pertamina yang selama ini berperan penting dalam pembangunan nasional. Setiap tahunnya perusahaan mengundang intelektual muda/aktivis kampus dari berbagai penjuru Indonesia untuk mengikuti program kepemudaan. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang kegiatan minyak dan gas bumi serta energi terbarukan dari bisnis minyak dan gas bumi serta energi terbarukan, mengunjungi lapangan eksplorasi/eksploitasi minyak dan gas bumi serta energi terbarukan, mengunjungi kilang minyak untuk melihat bagaimana minyak mentah diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan non-BBM, serta Depot BBM untuk

mengetahui bagaimana penyediaan dan pendistribusian BBM dilakukan sampai ke pelosok-pelosok daerah Indonesia.

b. Pertamina Goes to Campus (PGTC)

Menumbuhkembangkan wawasan dan pengetahuan generasi muda kampus tentang Pertamina beserta bisnisnya. Program ini tidak hanya bagian dari program komunikasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada stakeholder, khususnya bagi generasi muda kampus.

c. Beasiswa

Bantuan beasiswa diberikan untuk membantu masyarakat dalam upaya memperoleh pendidikan formal, terutama memenuhi program wajib belajar 12 tahun serta memberikan beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi yang berprestasi namun memiliki kesulitan biaya untuk menempuh pendidikan. Beasiswa diberikan mulai SD sampai dengan Perguruan Tinggi.

2. Kesehatan

Kepedulian perusahaan akan kesehatan masyarakat terutama anak dibawah umur tercermin dalam program CSR perusahaan. Program CSR Pertamina di bidang kesehatan melingkupi 2 pilar utama yaitu Peningkatan Kualitas Layanan dan Peningkatan Akses Masyarakat pada Pelayanan Kesehatan. Pada tahun 2009 peran CSR Pertamina di bidang kesehatan semakin meluas seperti program Pertamina Sehati yang ditujukan bagi kesehatan anak dan ibu, Clino gigi, bantuan kacamata, katarak, dan Pertamina Peduli Kesehatan. Program Pertamina Sehati meliputi peningkatan pelayanan kesehatan dan mempermudah akses kesehatan bagi anak balita dan ibu. Program ini meliputi pembinaan posyandu serta pemeriksaan kesehatan gizi balita dan ibu hamil/menyusui, bantuan pelayanan peningkatan kesehatan dengan melakukan renovasi fasilitas kesehatan yang tidak memadai, melakukan penyuluhan gizi dan kesehatan, serta memberikan asupan bergizi untuk anak balita dan pemeriksaan kesehatan.

3. Lingkungan

Kepedulian perusahaan terhadap kelestarian dan kualitas lingkungan untuk generasi yang akan datang terintegrasi dalam sebuah tanggung jawab sosial perusahaan. Program CSR Pertamina di bidang lingkungan antara lain program konservasi lingkungan mencakup : a. Penghijauan seperti Green Planet

Melakukan penanaman pohon diberbagai tempat diseluruh Indonesia. Hal ini dilakukan karena keanekaragaman hayati dan hewani yang ada di hutan-hutan Indonesia semakin terancam oleh perusakan yang dilakukan manusia yang tidak bertanggungjawab dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.

b. Pertamina Coastal Clean Up (pembersihan pantai)

Kegiatan pembersihan pantai di Indonesia yang kotor dan tercemar limbah padat yang mana sampah-sampah berserakan seperti halnya pantai disekitar kegiatan operasi perusahaan khususnya unit-unit pengolahan yang berlokasi di pinggir pantai.

c. Pertamina Peduli Lingkungan seperti uji emisi, Biopor, Green Festival.

4. Infrastruktur dan Bencana Alam

Merupakan upaya kepedulian perusahaan terhadap sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, dan bencana alam yang melanda Indonesia. Kegiatan ini ditunjukan dengan melakukan pengembangan sarana dan prasarana umum, peningkatan sarana ibadah, serta penanganan saat sebelum dan sesudah bencana alam terjadi.

5. Pemberdayaan ekonomi masyarakat

Sebagian besar masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor informal seperti pedagang, petani, nelayan, dan wirausahawan yang hasilnya belum tentu secara konsisten memberikan rasa aman dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya meningkatkan nilai ekonomi sektor informal tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti peluang, kemampuan bisnis, serta akses permodalan

dan pasar. Kondisi ini menyebabkan ekonomi masyarakat terpuruk.

Keterbatasan pemerintah dalam menyiapkan sektor formal untuk menampung kebutuhan masyarakat akan pekerjaan merupakan dorongan bagi Pemerintah untuk menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di sektor informal. Oleh karena itu salah satu kebijakan pemerintah adalah mendorong dan membina usaha-usaha kecil dan koperasi diseluruh Indonesia untuk tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang sesungguhnya. Bagi Pertamina, majunya usaha kecil dan koperasi diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mencari kesempatan kerja dan peluang usaha sehingga tidak tergantung pada lapangan kerja sektor formal yang terbatas.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh Pertamina ditangani oleh Program Kemitraan dengan program-programnya sebagai berikut :

a. Penyaluran pinjaman modal usaha

Program ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan usaha dan membuka peluang kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan usaha yang dibantu/dibina meliputi : industri rumah, usaha pertanian, usaha peternakan, jasa katering, tenun, dan sebagainya.

b. Bantuan hibah untuk pembinaan dan pelatihan

Kelemahan dalam manajemen usaha, proses produksi, pengemasan, dan manajemen pemasaran merupakan kelemahan lain disamping masalah permodalan dan juga menjadi faktor

Kelemahan dalam manajemen usaha, proses produksi, pengemasan, dan manajemen pemasaran merupakan kelemahan lain disamping masalah permodalan dan juga menjadi faktor