9.PERUSAHAAN ASURANSI PERUSAHAAN ASURANSI
III. ASAS HUKUM PENGANGKUTAN ASAS HUKUM PENGANGKUTAN
III. ASAS HUKUM PENGANGKUTANASAS HUKUM PENGANGKUTAN
Asas hukum pengangkutan merupakan landasan filosofis yang diklasifikasikan menjadi 2 Asas hukum pengangkutan merupakan landasan filosofis yang diklasifikasikan menjadi 2 (dua) yaitu :
(dua) yaitu :
A.
A. Asas Hukum Publik Asas Hukum Publik
merupakan landasan hukum pengangkutan yang berlaku dan berguna bagi semua merupakan landasan hukum pengangkutan yang berlaku dan berguna bagi semua pihak,
pihak, yaitu yaitu pihak-pihak pihak-pihak dalam dalam pengangkutan, pengangkutan, pihak pihak ketiga ketiga yang yang berkepentinganberkepentingan dengan pengangkutan, dan pihak pemerintah (negara).
dengan pengangkutan, dan pihak pemerintah (negara).
Undang-Undang Perkeretaapian, Undang-Undang lalu Lintas dan angkutan Jalan, Undang-Undang Perkeretaapian, Undang-Undang lalu Lintas dan angkutan Jalan, Undang-Undang pelayaran dan undang-Undang Penerbangan berlandaskan asas-asas Undang-Undang pelayaran dan undang-Undang Penerbangan berlandaskan asas-asas hukum publik
hukum publik yang termuat dalam Pasal yang termuat dalam Pasal 3 UUKA, UU LLA3 UUKA, UU LLAJ, UU Penerbangan danJ, UU Penerbangan dan UU Perlayaran. Asas hukum publik adalah landasan undang-undang yang lebih UU Perlayaran. Asas hukum publik adalah landasan undang-undang yang lebih mengutamakan kepentingan umum atau kepentingan masyarakat banyak.
mengutamakan kepentingan umum atau kepentingan masyarakat banyak. Asas Hukum
Asas Hukum publik publik menurut Pasal 3 Undmenurut Pasal 3 Undang-Undang pengangkutan meliputi :ang-Undang pengangkutan meliputi :
1.
1. Asas ManfaatAsas Manfaat
Artinya setiap pengangkutan harus dapat memberikan nilai guna yang Artinya setiap pengangkutan harus dapat memberikan nilai guna yang sebesar- besarnya
besarnya bagi bagi kemanusiaan, kemanusiaan, peningkatan peningkatan kesejahteraan kesejahteraan rakyat, rakyat, dandan pengembangan
pengembangan peri peri kehidupan kehidupan yang yang berkeseimbangan berkeseimbangan bagi bagi warga warga NegaraNegara Indonesia.
2.
2. Asas Usaha bersama dan KekeluargaanAsas Usaha bersama dan Kekeluargaan
Artinya usaha pengangkutan diselenggarakan untuk mewujudkan cita-cita dan Artinya usaha pengangkutan diselenggarakan untuk mewujudkan cita-cita dan aspirasi bangsa Indonesia yang dalam kegiatannya dapat dilakukan oleh seluruh aspirasi bangsa Indonesia yang dalam kegiatannya dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan.
lapisan masyarakat dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan.
3.
3. Asas adil dan merataAsas adil dan merata
Artinya penyelenggaraan pengangkutan harus dapat memberikan pelayanan yang Artinya penyelenggaraan pengangkutan harus dapat memberikan pelayanan yang adil dan merata pada segenap lapisan masyarakat dengan biaya yang terjangkau adil dan merata pada segenap lapisan masyarakat dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat.
oleh masyarakat.
4.
4. Asas keseimbanganAsas keseimbangan
Artinya bahwa penyelenggaraan pengangkutan harus dengan keseimbangan yang Artinya bahwa penyelenggaraan pengangkutan harus dengan keseimbangan yang serasi antara sarana dan prasarana, antara kepentingan pengguna dan penyedia serasi antara sarana dan prasarana, antara kepentingan pengguna dan penyedia jasa,
jasa, antara antara kepentingan kepentingan individu individu dengan dengan masyarakat, masyarakat, serta serta antara antara kepentingankepentingan nasional dengan internasional.
nasional dengan internasional.
5.
5. Asas kepentingan UmumAsas kepentingan Umum
Artinya bahwa penyelenggaraan pengangkutan harus lebih mengutamakan Artinya bahwa penyelenggaraan pengangkutan harus lebih mengutamakan kepentingan pelayanan umum masyarakat luas.
kepentingan pelayanan umum masyarakat luas.
6.
6. Asas keterpaduanAsas keterpaduan
Artinya bahwa pengangkutan harus merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, Artinya bahwa pengangkutan harus merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, terpadu saling menunjang, dan saling mengisi baik intra atau antar mode terpadu saling menunjang, dan saling mengisi baik intra atau antar mode pengangkutan.
pengangkutan.
7.Asas Kesadaran Hukum 7.Asas Kesadaran Hukum
Artinya bahwa pemerintah wajib menegakkan dan menjamin kepastian hokum Artinya bahwa pemerintah wajib menegakkan dan menjamin kepastian hokum serta mewajibkan kepada setiap warga Negara Indonesia agar selalu sadar dan serta mewajibkan kepada setiap warga Negara Indonesia agar selalu sadar dan taat kepada hokum dalam penyelenggaraan pengangkutan.
taat kepada hokum dalam penyelenggaraan pengangkutan.
8.Asas percaya pada diri sendiri 8.Asas percaya pada diri sendiri
Artinya bahwa pengangkutan harus berlandaskan pada kepercayaaan akan Artinya bahwa pengangkutan harus berlandaskan pada kepercayaaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan kepribadian bangsa.
9.Asas keselamatan penumpang 9.Asas keselamatan penumpang
Artinya bahwa pengangkutan penumpang harus disertai dengan asuransi Artinya bahwa pengangkutan penumpang harus disertai dengan asuransi kecelakaan dan/atau asuransi kerugian yang bersifat sosial dan wajib kecelakaan dan/atau asuransi kerugian yang bersifat sosial dan wajib (compulsory security insurance).
(compulsory security insurance).
B.
B. Asas Hukum PerdataAsas Hukum Perdata
adalah landasan undang-undang yang lebih mengutamakan kepentingan pihak-pihak adalah landasan undang-undang yang lebih mengutamakan kepentingan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengangkutan. Asas hokum perdata merupakan landasan yang berkepentingan dalam pengangkutan. Asas hokum perdata merupakan landasan hukum pengangkutan yang hanya berlaku dan berguna bagi kedua pihak dalam hukum pengangkutan yang hanya berlaku dan berguna bagi kedua pihak dalam pengangkutan, yaitu pengangkut dan penumpa
pengangkutan, yaitu pengangkut dan penumpang atau pemilik barang.ng atau pemilik barang.
Undang-Undang Perkeretaapian, Undang-Undang lalu Lintas dan angkutan Jalan, Undang-Undang Perkeretaapian, Undang-Undang lalu Lintas dan angkutan Jalan, Undang-Undang pelayaran dan undang-Undang Penerbangan juga berlandaskan Undang-Undang pelayaran dan undang-Undang Penerbangan juga berlandaskan asas-asas hukum perdata, yang meliputi :
asas hukum perdata, yang meliputi :
1.
1. Asas PerjanjianAsas Perjanjian
Artinya bahwa setiap pengangkutan diadakan dengan perjanjian antara pihak Artinya bahwa setiap pengangkutan diadakan dengan perjanjian antara pihak pengangkut dan
pengangkut dan penumpang atapenumpang atau pemilik barang. u pemilik barang. Tiket/karcis menjadi bukti Tiket/karcis menjadi bukti telahtelah terjadi perjanjia pengangkutan. Perjanjian pengangkutan tidak harus dibuat terjadi perjanjia pengangkutan. Perjanjian pengangkutan tidak harus dibuat tertulis tapi cukup dengan kesepakatan pihak-pihak.
tertulis tapi cukup dengan kesepakatan pihak-pihak.
2.
2. Asas koodinatifAsas koodinatif
Artinya bahwa pihak-pihak yang ada dalam pengangkutan mempunyai kedudukan Artinya bahwa pihak-pihak yang ada dalam pengangkutan mempunyai kedudukan setara atau sedarajat, tidak ata pihak yang menjadi atasan dan walaupun setara atau sedarajat, tidak ata pihak yang menjadi atasan dan walaupun pengangkut
pengangkut menjalankan menjalankan perintah perintah penumpang penumpang atau atau pemilik pemilik barang, barang, tetapitetapi pengangkut
pengangkut bukan bukan bawahan. bawahan. Asas Asas ini ini menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa pengangkutanadalahpengangkutanadalah perjanjian pemberian kuasa (
perjanjian pemberian kuasa (agency agreement).agency agreement).
3.
3. Asas campuranAsas campuran
Artinya bahwa pengangkutan merupakan campuran dari tiga jenis perjanjian yaitu Artinya bahwa pengangkutan merupakan campuran dari tiga jenis perjanjian yaitu pemberian
pemberian kuasa, kuasa, penyimpanan penyimpanan barang, barang, dan dan melakukan melakukan pekerjaan pekerjaan daridari penumpang atau pemilik barang kepeda pengangkut.
Artinya pengangkut tidak menggunakan hak retensi (hak menahan barang). Artinya pengangkut tidak menggunakan hak retensi (hak menahan barang). Pengangkut hanya mempunyai kewajiban menyimpan barang atas biaya Pengangkut hanya mempunyai kewajiban menyimpan barang atas biaya pemiliknya.
pemiliknya.
5.
5. Asas pembuktian dengan dokumenAsas pembuktian dengan dokumen
Artinya setiap pengangkutan selalu dibuktikan dengan dokumen pengangkutan. Artinya setiap pengangkutan selalu dibuktikan dengan dokumen pengangkutan. Kecuali untuk pengangkutan yang sesuai kebiasaan telah berlaku tidak Kecuali untuk pengangkutan yang sesuai kebiasaan telah berlaku tidak menggunakan dokumen sebagai bukti telah terjadi perjanjian pengangkutan
menggunakan dokumen sebagai bukti telah terjadi perjanjian pengangkutan