• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB X. LAPORAN

2. Bagian Isi

Pendahuluan berisi tentang:

1) latar belakang yaitu gagasan penulis terhadap permasalahan yang diambil,

2) rumusan masalah yaitu urutan topik-topik permasalahan yang akan dibahas,

biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan,

3) ruang lingkup penelitian yaitu untuk siapa saja laporan tersebut dibuat, 4) tujuan dan manfaat penelitian yaitu menjelaskan untuk apa tujuan penulis meneliti

permasalahan tersebut dan apa manfaatnya kepada pembaca terhadap tulisan

tersebut.

b. Kajian Pustaka

Kajian Pustaka berisi tentang teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.Penulis bisa mengutip teori-teori dari sumber pustaka yang telah dibaca dan memadukan dengan pemahaman penulis.

c. Metode

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

60

Metode merupakan cara penulis dalam memperoleh suatu masalah yang diambil. Metode ini berusaha mencari jawaban dari suatu penelitian dengan cara yang dipilih dan sesuai dengan penelitiannya.

d. Pembahasan

Pada bagian pembahasan dijelaskan pokok-pokok yang dibahas sesuai rumusan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

61

masalah yang telah ditentukan.Penjelasan penulis mengenai hal yang dibahas juga dikaitkan dengan teori-teori yang berhubungan pada kajian pustaka dan hasil dari suatu metode penelitian yang dipilih ada pada pembahasan ini.

e. Penutup

Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi inti dari apa yang dibahas dalam makalah tersebut. Sedangkan saran menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yaitu pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.Saran ini ditulis oleh penulis sendiri. Bagi pembaca yang akan meneliti hal yang sama diharapkan bisa seperti apa yang disarankan penulis dalam makalahnya.

3. Bagian akhir a. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan daftar sumber referensi yang digunakan penulis dalam menulis gagasan.Menurut Warsiman (2013:120) daftar pustaka dapatdipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis.Selain itu, daftar pustaka juga untuk memudahkan pembaca menemukan sumber referensi.

b. Daftar Lampiran

Daftar lampiran merupakan tambahan halaman yang biasanya berisi tentang dokumentasi penelitian, surat keputusan, laporan keuangan penelitian, dan lain sebagainya. Daftar lampiran ini sesuai kebutuhan saja, boleh ada dan boleh tidak ada.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

62

SURAT

A. PENGERTIAN SURAT

Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain, baik atas nama sendiri, maupun atas nama jabatannya dalam sebuah organisasi, instansi ataupun perusahaan. Informasi-informasi ini dapat beberapa permintaan, laporan, pemikiran, saran-saran dan sebagainya.

B. BAHASA SURAT

Pada hakekatnya surat itu adalah suatu karangan yang berupa perumusan dalam bentuk tertulis tentang pernyataan, pemikiran, permintaan, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada pihak penerima surat. Karena surat sebagai karangan, maka suratpun harus memenuhi berbagai ketentuan mengenai penyusunan karangan ataupun komposisi seperti tema, tata bahasa, kalimat, alinea, gaya bahasa dan penggunaan tanda baca. Sebagai karangan surat dapat disusun secara :

1. Deduktif yaitu dimana penulis terlebih dulu melaporkan pokok permasalahannya, kemudian baru dikemukakan penjelasannya atau alasan-alasannya.

2. Induktif adalah penyusunan kalimat-kalimat dimana terlebih dulu dikemukakan alasan-alasannya, baru kemudian melaporkan pokok-pokok masalahnya.

BAB XI

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

63

C. FUNGSI SURAT

Meskipun alat komunikasi berkembang pesat, tetapi surat masih dipertahankan karena surat mempunyai fungsi sebagai:

1. Alat komunikasi 2. Alat bukti tertulis 3. Alat pengingat 4. Alat bukti historis

5. Duta atau wakil organisasi 6. Alat pedoman kerja

D. JENIS-JENIS SURAT 1. Berdasarkan sifat surat

Berdasarkan sifatnya surat dapat digolongkan menjadi lima jenis yaitu : a. Surat Pribadi

Surat pribadi adalah surat-surat yang bersifat kekeluargaan, surat-surat yang berisi masalah keluarga, baik tentang kesehatan, keuangan keluarga dan sebagainya.Surat Pribadi, dibedakan menjadi:

1. Surat pribadi yang bersifat resmi, surat atas nama pribadi yang dikirim keorganisasi-organisasi resmi, seperti: surat lamaran pekerjaan, surat izin tidak masuk kerja.

2. Surat pribadi yang bersifat tidak resmi, surat pribadi yang bersifat kekeluargaan atau kekerabatan, seperti: surat kepada orang tua, kakak,

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

63

teman, dll.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

64

b. Surat Dinas Pribadi

Surat dinas pribadi disebut juga surat setengah resmi adalah surat-surat yang dikirimkan dari seseorang atau pribadi kepada instansi-instansi, perusahaan-perusahaan, ataupun jawatan-jawatan.

c. Surat Dinas Swasta

Surat dinas swasta disebut juga surat resmi adalah surat-surat yang dibuat oleh instansi-instansi swasta, yang dikirimkan untuk para karyawannya ataupun untuk para relasinya atau langganannya atau instansi –instansi lain yang terkait.

d. Surat Niaga

Surat niaga adalah surat yang berisi, soal-soal perdagangan yang dibuat oleh perusahaan yang dikirimkan kepada para langganannya.

e. Surat Dinas Pemerintah

Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi Ciri-ciri surat dinas:

1. Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan

2. Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal 3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku 4. Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

64

5. Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat 6. Format surat tertentu

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

65

2. Berdasarkan Wujud Surat

Penggolongan surat berdasarkan wujudnya dapat dibagi kedalam tujuh jenis, yaitu :

a. Surat Yang menggunakan Kartu Pos

Kartu pos adalah blanko yang dikeluarkan oleh Perum Postel atau instansi lain yang telah diberi izin Perum Postel untuk mencetaknya asal sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Perum Postel.

b. Warkat Pos

Warkat pos adalah sehelai kertas yang telah dicetak dengan memakai lambaga dan petunjuk penulisan berita, yang dikeluarkan oleh perum postel atau instansi lain yang telah diberi izin.

c. Surat Bersampul

Surat bersampul adalah surat-surat yang isinya atau beritanya ditulis pada kertas lain, kemudian kertas surat tersebut dimasukkan kedalam sampul atau amplop.

d. Surat Terbuka dan Surat Tertutup

Surat terbuka adalah surat-surat yang isinya dapat dibaca oleh umum misalnya, surat dari pembaca kepada pembaca atau surat yang dikirimkan oleh pembaca untuk pemerintah, instansi lain, melalui redaksi surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya.

e. Memorandum dan Nota

Memorandum adalah salah satu alat komunikasi berupa surat-surat dilingkungan dinas yang penyampaiannya tidak resmi dan digunakan secara

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

65

intern (didalam lingkungan sendiri baik perusahaan ,instansi lainnya). Nota adalah merupakan alat komunikasi kedinasan antara pejabat dari suatu unit organisasi yang digunakan secara intern dalam lingkungan sendiri, tetapi bersifat resmi.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

66

f. Telegram

Telegram adalah suatu alat komunikasi dengan cara menyampaikan berita-berita melalui radio atau pesawat telegram mengenai sesuatu hal yang perlu segera mendapat penyelesaian dengan cepat. Isi telegram berupa tulisan-tulisan singkat yang dikirimkan dari jarak jauh.

g. Surat Biasa

Surat biasa adalah surat-surat yang isinya tidak mengandung rahasia walaupun terbaca oleh orang lain, seperti surat undangan pernikahan atau khitanan, surat pertemuan para siswa untuk rekreasi dan sebagainya.

E. CIRI-CIRI BAHASA SURAT YANG BAIK 1. Jelas

2. Lugas

3. Menarik dan sopan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

67

PROPOSAL

A. PENGERTIAN PROPOSAL

Pengertian proposal bila dikaji dengan kajian praktis maka akan menghasilkan beberapa pendapat tentang pengertian proposal. Berikut ini dibahas beberapa pendapat dari para ahli mengenai pengertian proposal.

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Senada dengan pendapat di atas,berpendapat bahwa proposal adalah rancangan kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang ingin dilakukan.juga berpendapat bahwa penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya. Proposal dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “Propos” yang berarti mengusulkan. Secara umum proposal berarti suatu konsep pemikiran dalam bentuk tulisan tentang sesuatu proyek kegiatan yang akan dilaksanakan.

Proposal dalam dunia ilmiah (pendidikan) adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. “Proposal penelitian” bagi seorang peneliti atau mahasiswa digunakan untuk membantu membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap-tahap sebelumnya.

BAB XII

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

68

B. CIRI-CIRI PROPOSAL

Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut : ( Hadi, 2000 : 15 ) 1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.

2. Proposal dibuat dengan singkat agar donatur atau pihak tertentu mengetahui pokok isi acara yang akan diselenggarakan.

3. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.

4. Proposal seharusnya diberikan kepada donatur atau instansi terkait minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada instansi atau donatur tersebut.

5. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.

6. Proposal disusun dengan tujuan-tujuan yang biasanya disesuaikan dengan latar belakang sebuah acara.

7. Berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah dijilid yang nantinya diserahkan kepada yang penyelenggara acara.

8. Proposal pada dasarnya berupa lembaran-lembaran yang berisi sebuah susunan acara atau kegiatan yang diserahkan penyelenggara kepada donatur.

9. Salah satu ciri proposal adalah adanya pihak yang mengajukan. Pihak yang mengajukan tersebut sebagai pihak yang mengusulkan suatu rencana atau kegiatan.

10. Adanya pihak yang menyetujui menjadi salah satu dari ciri dari proposal.

Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi proposal yakni sebagai legalisasi suatu rencana kegiatan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

68

11. Gambaran kegiatan disertakan dalam proposal berguna untuk memberikan informasi pada siapapun yang hendak ditunjukan proposal tersebut agar memiliki

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

69

atau mengetahui apa yang sebenarnya keinginan atau maksud yang terkandung dalam proposal tersebut.

12. Proposal mempunyai ciri persuasif yaitu dapat diartikan sebagai bentuk seni baik verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

13. Proposal disusun sebelum membuat rencana kerja secara keseluruhan, ini bermaksud agar penerima mengetahui gambaran kegiatan secara keseluruhan kegiatan yang akan disetujuinya.

14. Proposal bersifat bisnis, maksudnya proposal dibuat dengan tujuan untuk mengajukan kerjasama dan perjanjian atas suatu kegiatan.

15. Proposal disusun harus mempunyai sasaran dan tujuan yang jelas agar proposal tersebut bisa diterima dan disetujui oleh pihak yang menerima proposal dalam mengadakan pertimbangan.

C. MANFAAT PROPOSAL

Adapun manfaat pembuatan proposal sebagai berikut : Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

1. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

2. Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

69

3. Sebagai gambaran awal sebuah kegiatan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

70

4. Sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak berwenang.

5. Sebagai alat pengontrol jalannya kegiatan.

6. Sebagai alat evaluasi kegiatan.

7. Sebagai salah satu alat untuk memperluan jaringan kerja dan komunikasi.

Keunggulan proposal adalah sebagai berikut:

1. Dapat menarik sponsor untuk memberikan sumbangan dana 2. Dapat menjadi bukti legalitas

3. Memperlancar dan mempermudah pelaksanaan kegiatan 4. Memperkecil masalah yang timbul dalam suatu kegiatan 5. Sebagai rancangan biaya

6. Transparan, efektif, dan efisien

Kelemahan proposal adalah sebagai berikut:

1. Tidak memiliki kekuatan tanpa adanya juru bicara 2. Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah

D. TUJUAN PENYUSUNAN PROPOSAL

Adapun tujuan penyusuan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 51 )

1. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

2. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

71

3. Untuk menyakinkan para donator atau sponsor agar mereka memberikan dukungan meterial maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

4. Mendapatkan persetujuan.

5. Sebagai titik acuan.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun proposal yang baik sebagai berikut: (Hadi, 2000 : 36 )

1. Sistematis artinya proposal yang disusun harus berurutan secara sistematis menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks agar efektif dan efisien

2. Berencana artinya proposal tersebut dibuat secara sengaja dan telah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaanya, serta mengacu pada tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.

3. Mengikuti konsep ilmiah artinya pengerjaan proposal mulai dari awal hingga akhir harus sesuai dengan cara-cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan.

4. Jelas dan dapat dimengerti proposal yang dibuat harus jelas dan menggambarkan kegiatan yang kan dilaksanakan. Sehingga pihak penerima dapat mendapatkan gambaran jelas tentang kegiatan yang kan dilaksanakan tersebut.

Dalam Suatu proposal pastinya akan memiliki bagian-bagian yang penting dalam proposal yaitu meliputi:

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

71

1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 2. Sasaran Kegiatan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

72

3. Susunan Panitia 4. Susunan Acara

5. Rancangan Anggaran Biaya 6. Penutup

7. Pengesahan

a. Tanggal pengesahan b. Instansi pelaksana kegiatan c. Pengesahan

Selain dari bagian-bagian proposal tersebut, adapun juga hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 20 )

1. Penempatan dan penggunaan kata yang tepat

2. Menghindari penggunaan kalimat panjang dan bertele-tele 3. Penggunaan paragraph

4. Penggunaan ejaan

5. Sebaiknya proposal ditulis dengan huruf yang mudah dibaca 6. Tidak menyisakan kekosongan yang luas

7. Menggunakan spasi 1.5 8. Margin

9. Diberi nomer halaman

10. Format bullet atau angka dpat digunakan ketika ada tiga poin atau lebih dalam satu paragraph

11. Menggunakan jenis kertas yang netral.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

73

12. Sebaiknya tidak menggunakan kemasan yang tampak mahal 13. Ejaan dan tatabahasa sebaiknya diperiksa ulang

14. Sumber referensi luar harus disebut dengan tepat

15. Proposal beserta dokumen lain diletakkan dalam sebuah folder atau binder 16. Sebaiknya disertakan surat pengantar

17. Proposal perlu memiliki struktur dan logika yang jelas 18. Penulisan kegiatan harus jelas

19. Hasilnya harus dapat diukur/dinilai dengan angka-angka yang pasti

20. Kirimkan proposal hanya jika telah pasti bahwa proposal telah memenuhi kriteria donator

21. Mencantumkan nama organisasi dan tanggal pada setiap dokumen 22. Jelaskan berapa banyak dana dan moril yang dibutuhkan dari donator 23. Jumlah dana yang diperlukan dalam kegiatan harus rasional

24. Jelaskan tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan jangka pendek dari kegiatan yang dilakukan

25. Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan

26. Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan-bahan hasil kesepakatan seluruh panitia 27. Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis

28. Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

74

29. Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan dengan semestinya

30. Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal

Adapun jenis atau pun ragam-ragam dari proposal yaitu : (Hadi, 2000 : 40 ) 1. Formal

Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.

Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

2. Non Formal

Proposal non formal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal. Proposal non formal biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat sehingga sebuah

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

74

proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

75

3. Semi Formal

Proposal semi formal hampir sama dengan proposal non formal yaitu variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal Sedangkan ragam proposal berdasarkan tujuan penulisnya adalah sebagai berikut:

4. Proposal riset/penelitian

Proposal riset/penelitian adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan riset maupun penelitian. Proposal penelitian terdiri atas, sebagai berikut:

5. Proposal penelitian pengembangan

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

6. Proposal penelitian kajian pustaka

Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

76

7. Proposal penelitian kajian pustaka

Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

8. Proposal penelitian kualitatif

Proposal penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif

9. Proposal penelitian kuantitatif

Proposal kuantitatif pada dasarnya menggunakan suatu penelitian dengan pendekatan deduktif-induktif.

10. Proposal acara

Proposal acara adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan suatu acara/kegiatan.

11. Proposal kerjasama

Proposal kerjasama adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sam dengan pihak/lembaga lain.

12. Proposal permohonan dan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

77

Proposal permohonan dana dalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/ permintaan dana.

13. Proposal kerja praktek

Proposal kerja praktek adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan kerja praktek.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

78

MENULIS REFERENSI

A. PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA

Melalui daftar kepustakaan yang disertakan pada akhir tulisan itu. para sarjana atau cendekiawan dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai pertalian dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula horison pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.

Daftar Pustaka atau Bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku artikel-artikel. dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam. Daftar Pustaka mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan. daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.

Daftar pustaka memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1. Untuk memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasilpemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain yang penulis.

2. Untuk memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis

yang ingin

meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber aslinya.

BAB XIII

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

78

3. Untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

79

4. Menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.

5. Untuk melihat kebenaran bahan yang dikutip.

B. BENTUK DAFTAR PUSTAKA a) Dengan seorang pengarang

B. BENTUK DAFTAR PUSTAKA a) Dengan seorang pengarang