• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. DIKSI

D. HAKIKAT DIKSI

Ada dua syarat yang harus dipenuhi dalam pemilihan kata agar tepat maknanya. Kedua syarat itu adalah ketepatan dan kesesuaian. Ketepatan yang dimaksud adalah kemampuan kata untuk bisa mewakili gagasan secara tepat.

Sebaliknya, Kesesuaian adalah pemakaian kata yang cocok dengan situasikebahasaan tersebut. Pada situasi yang resmi, pemakaian kata yang digunakan tentu berbeda dengan pilihan kata yang digunakan saat mengobrol dengan teman. Pemilihan kata yang tepat menjamin terwakilinya maksud secara tepat, sesuai dengan situasi yang dihadapi. Hakikat diksi akan efektif apabila

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

22

pilihan kata yang kita buat, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan memperhatikan pendengar/pembaca dan tujuan yang akan diungkapkan.

Seorang penulis sebelum menulis seharusnya dapat menempatkan dirinya seperti pembaca sehingga tidak salah dalam memilih kata. Ide yang disampaikan dengan kesalahan dalam pemilihan kata akan menyebabkan pembaca atau pendengat tidak merasa nyaman. Hal tersebut dapat terjadi seperti contoh kalimat dibawah ini: Pasien yang sempat masuk rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia sampai saat ini hanya lima orang. Pemilihan kata akhirnya pada kalimat di atas dapat bermakna bahwa penulis bersyukur atas meninggalnya pasien itu. Kata hanya menunjukkan bahwa nyawa lima orang meninggal tidak berarti apa-apa bagi penulis, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan. Di sinilah kegunaan memosisikan diri penulis sebagai pembaca diperlukan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

23

BAB IV

KALIMAT EFEKTIF

A. PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti gagasan yang ada pada pikiran pembicara atau penulis. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

B. CIRI – CIRI KALIMAT EFEKTIF

Ciri – cirri dari kalimat efektif adalah sebagai berikut : 1. Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP.

2. Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku.

3. Menggunakan diksi yang tepat.

4. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.

5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.

6. Melakukan penekanan ide pokok.

7. Mengacu pada kehematan penggunaan kata.

8. Menggunakan variasi struktur kalimat.

C. SYARAT- SYARAT PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF Syarat – sayarat penggunaan dari kalimat efektif yaitu :

1. KELOGISAN

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

23

– Kalimat pasif dan aktif harus jelas

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

24

– Subjek dan keterangan harus jelas

– Pengantar kalimat dan predikat harus jelas – Induk kalimat dan anak kalimat harus jelas – Subjek tidak ganda

– Predikat tidak didahului kata

2. Kepararelan Predikat kalimat majemuk setara rapatan harus pararel.

Artinya, jika

kata kerja, harus kata kerja semuanya; jika kata benda harus kata benda semuanya. Contoh: Harga minyak disesuaikan atau kenaikan itu secara wajar dan Harga minyak disesuaikan atau dinaikan secara wajar.

3. Ketegasan

• Unsur-unsur yang ditonjolkan diletakkan di awal kalimat.

• Membuat urutan yang logis. Misalnya 1, 2, dan 3 ; kecil, edang, dan besar;

anakanak,remaja dan orang tua, dsb. Contoh : Presiden menegaskan agar kita

selalu hidup disiplin.

4. Kehematan Kehematan adalah penggunaan kata-kata secara hemat, tetapi tidakmengurangi makna atau mengubah informasi.

• Menghilangkan pengulangan subjek yang sama pada anak kalimat.

• Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

• Menghindarkan kesinoniman kata dalam kalimat.

5. Ketepatan Ketepatan ialah pemakaian diksi atau pilihan kata harus tepat.

• Pemakaian kata harus tepat

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

24

• Kata berpasangan harus sesuai

• Menghindari peniadaan preposisi.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

25

6. Kecermatan Cermat ialah kalimat yang dihasilkan tidak menimbulkan tafsir ganda

dan harus tepat diksinya. Prinsip kecermatan berarti cermat dan tepat menggunakan diksi. Agar tercapai kecermatan dan ketepatan diksi, harus memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.

• Hindari penanggalan awalan

• Hindari peluluhan bunyi / c / • Hindari bunyi / s /, / p /, / t /, dan / k / yang tidak luluh

• Hindari pemakaian kata ambigu

7. Kepaduan Kepaduan ialah informasi yang disampaikan itu tidak terpecah-pecah.

• Kallimat tidak bertele-tele dan harus sistematis.

• Kalimat yang padu menggunakan pola aspek-agen-verbal atau aspek- verbal-pasien.

• Diantara predikat kata kerja dan objek penderita tidak disisipkan kata daripada/tentang.

8. Kesejajaran Kesejajaran adalah penggunaan bentuk-bentuk yang sama pada kata-

kata yang paralel. Agar kalimat terlihat rapi dan bermakna sama, kesejajaran dalam kalimat diperlukan. Contoh : Maskapai tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan dokumen, kerusakan barang, busuknya makanan, dan jika hewan yang diletakkan di dalam bagasi tiba-tiba mati. Maskapai tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan dokumen, kerusakan barang, kebusukan makanan, dan kematian hewan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

25

Pada kalimat tersebut kata busuknya dan mati tidak paralel dengan kata kehilangan dan kerusakkan, maka dua kata tersebut disejajarkan menjadi kebusukkan dan kematiaan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

26

9. Keharmonisan Keharmonisan kalimat artinya setiap kalimat yang kita buat harus harmonis antara pola berpikir dan struktur bahasa.

• Subjek Subjek (S) ialah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok, benda, sesuatu hal,

• Predikat Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan

apa atau dalam keadaan bagaimana subjek. Predikat dapat juga berupa sifat,

situasi, status, cirri, atau jatidirisubjek.

• Objek dan Pelengkap Objek dan Pelengkapadalah bagian kalimat yang melengkapi predikat.

• Keterangan Keterangan (Ket) ialah bagian kaliamat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian yang lainnya.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

BAB V PARAGRAF

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

a. Jika di berikan beberapa paragraf, mahasiswa dapat menunjuk kan unsur-unsur yang membangun paragraf tersebut.

b. Jika diberikan beberapa paragraf, mahasiswa dapat menyebutkan pikiran utama (tema paragraf) dan pikiran penjelas nya.

c. Jika diberikan beberapa paragraf, mahasiswa dapat menunjukkan letak kalimat utamanya.

d. Jika diberikan beberapa kalimat, mahasiswa dapat menyusunnya menjadi paragraf yang baik.

e. Jika diberikan sebuah wacana atau penggalan tulisan tanpa paragraf, mahasiswa dapat membaginya menjadi beberapa paragraf dengan tepat.

f. Jika di berikan beberapa pikiran utama, mahasiswa dapat mengenbangkan nya dengan bermacam-macam teknik pengembangan paragraf.

B. PENGERTIAN

Bahasa, di lihat dari sarana nya, dapat di bedakan menjadi dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Bahasa lisan adalah bahasa yang di ucapkan atau di tuturkan, yakni berupa pidato atau percakapan. Selanjutnya, bahasa tulisan adalah bahasa yang dituliskan atau dicetak, yaitu berupa suatu karangan. Berkaitan dengan hal itu, dalam bahasa lisan paragraf merupakan bagian dari suatu tuturan dan dalam bahasa tulis paragraf merupakan bagian dari suatu karangan.

Dalam hal bentuk paragraf pada umumnya terdiri atas sejumlah kalimat.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

Sejumlah

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

28

kalimat itu kait–mengait, sehingga membentuk satu satuan. Lebih lanjut, dalam hal makna paragraf itu merupakan satuan informasi yang memiliki ide pokok sebagai pengendalian. Jadi, dengan singkat dapat dinyatakan bahwa paragraf adalah bagian dari suatu karangan atau tuturan yang terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkap kan satuan informasi dengan ide pokok sebagai pengendalian (Ramlan,1993:1)

C. BENTUK

Paragraf, di lihat dari segi bentuknya, dapat di bedakan menjadi tiga, yaitu bentuk lekuk, bentuk lurus (bentuk block), dan bentuk gantung. Namun, dari ketiga bentuk tersebut yang umum di gunakan dalam suatu karangan adalah bentuk lekuk dan bentuk lurus. Untuk lebih jelasnya, kedua bentuk paragraf itu dapat di lihat pada contoh di bawah ini.

(1) Contoh bentuk lekuk

Kejahatan merupakan suatu peristiwa penyelewengan terhadap norma atau perilaku teratur yang menyebabkan terganggunya ketertiban dan ketentraman kehidupan manusia. Perilaku yang di kualifikasi kan sebagai kejahatan, biasanya dilakukan oleh sebagian warga masyarakat atau penguasa yang menjadi wakil- wakil masyarakat. Seharusnya ada keserasian pendapat antara kedua unsur tersebut, walaupun tidak mustahil terjadi perbedaan. Perbedaan-perbedaan tersebut mungkin timbul karena kedua unsur tadi tidak sepakat mengenai kepentingan–kepentingan pokok yang harus di lindungi.

Contoh di atas adalah bentuk paragraf yang mengikuti bentuk lekuk. Paragraf seperti itu harus di buat dengan cara menghitung 5-6 hentakan (sistem manual) dari pinggir garis kiri. Begitu pula, setiap paragraf baru harus di letakan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

28

penghitungan yang sama dengan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

29

paragraf sebelumnya. Hal seperti ini kadang- kadang kurang praktis dan sering membingungkan.

(2) Contoh bentuk lurus (block)

Orang Yahudi yang sangat tua bernama Metusalah. Sebelum zamanair bah kemungkinan besar ia merupakan orang yang memiliki umur sangat panjang dalam sejarah manusia. Metusalah hidup sampai berusia 969 tahun sebagaimana tersurat dalam Al Kitab, Perjanjian Lama. Tokoh lain yang berasal dari tionghoa bernama Li Qing Yun. Ia dilahirkan pada tahun 1677 dan meninggal pada tahun 1933. Ia diberitakan hidup sampai berusia 256 tahun. Beliau adalah contoh yang baik tentang usia panjang.

Bentuk paragraf di atas merupakan contoh paragraf yang mengikuti bentuk lurus (block). Paragraf seperti ini hanya di buat dengan mengikuti pasak lurus pinggir kiri secara rapi. Dalam hal ini setiap paragraf dibuat dua kali spasi ketikan. Misalnya, apabila ketikan itu memakai ukuran 1½spasi, maka paragraf satu dengan paragraf lainnya berjarak 3 spasi.

D. SYARAT PEMBENTUKAN PARAGRAF

Didalam menyusun paragraf ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Adapun persyaratan itu adalah:

1. kesatuan, 2. koherensi, 3. pengembangan.

Untuk lebih jelasnya, ketiga syarat tersebut di jelaskan satu persatu seperti dibawah ini.

Sebuah paragraf hanya mengandung satu ide pokok atau tema. Ide pokok

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

30

E. KESATUAN

Sebuah paragraf hanya mengandung satu ide pokok atau tema, ide pokok ini dalam pengembangan nya tidak boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan tema atau ide munculnya ide pokok baru. Jadi, sebuah paragraf hanya boleh mengandung satu gagasan pokok atau tema nya.

Contoh:

Industri perkapalan siap memproduksi jenis kapal untuk mengatasi kapal yang akan di besi tuakan. Akan tetapi, kemampuan mereka terbatas. Kalau dalam waktu singkat harus memperoduksi kapal sebanyak yang harus di besi tuakan, jelas industri dalam negeri tidak mampu. Untuk meningkat kan kemampuan ini memerlukan waktu. Sebaiknya hal ini dilaksanakan secara bertahap. Kalau untuk peremajaan ini pemerintah sampai mengimpor nya dari luar negeri, tentu peluang yang begitu besar untuk industri dalam negeri, tidak termanfaatkan.

ide pokok : penggantian kapal yang akan di besi tua kan.

ide penjelas : a. kesiapan industri perkapalan dalam negeri.

b. kemampuan terbatas

c. pelaksanaan secara bertahap

d. impor dapat menghilangkan kesempatan

F. KOHERENSI

Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah paragraf adalah koherensi atau kepaduan. Koherensi atau kepaduan di titik beratkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat. Oleh karena satu paragraf bukanlah merupakan kumpulan kalimat yang masing-masing berdiri sendiri, melainkan dibangun oleh

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

30

kalimat yang mempunyai

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

31

hubungan timbal balik. Dalam membangun hubungan timbal balik ini perlu memperhatikan unsur kebahasaan yang di gambarkan dengan:

(a) repetisi atau pengulangan, (b) kata ganti, dan

(c) kata transisi atau ungkapan penghubung.

Contoh:

Bersikap manusiawi tidaklah berarti bersikap lemah, mengalah, pesimis, dan membiarkan segalanya berjalan semaunya. Namun, dalam praktiknya, sering tindakan yang sesuai dengan peraturan dan demi kepentingan umum, serta-merta dicela sebagai tindakan yang tidak manusiawi oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan. Meskipun dilain pihak tidak jarang pula kita saksikan tindakan yang sebenarnya legal-rasional dan menguntungkan umum, tetapi pelaksanaan nya menyakitkan hati dan menimbulkan penderitaan fisik bagi orang yang terkena.

Hal ini terjadi karena dalam pelaksanaan nya, sikap bertindak dan main kuasalah yang menjadi menonjol.

Repetisi : manusiawi kata ganti : ini

kata transisi/ungkapan penghubung : namun,meskipun,hal ini.

Dalam hal ini ada beberapa jenis transisi, seperti : sementara itu, kemudian, selanjutnya, lebih lanjut, sebaliknya, akibatnya, sebagai akibat, oleh karena itu, jadi, di samping itu, sebagaimana, walaupun demikian, dengan demikian, akan tetapi, hal ini, adapun, namun, selain itu, disisilain, dalam hal ini, sehubungan dengan, berkaitan dengan, dan sebagainya.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

32

G. PENGEMBANGAN

Ide pokok sebuah paragraf akan jelas apabila dirinci dengan ide-ide penjelas. Jika tidak demikian, maka paragraf itu hanya dibangun oleh satu buah kalimat. Hal ini tentu tidak sesuai dengan pengertian paragraf di depan. Oleh karena itu, maka kalimat topik harus di dukung oleh sejumlah kalimat penjelas.

Bahwa ada sepuluh cara atau urutan pengembangan paragraf. Ada punurut-urutan pengembangan paragraf tersebut adalah seperti di bawah ini.

(1) Urutan Waktu yang Logis (Kronologis)

Dalam hal ini sebuah paragraf disusun berdasarkan urutan waktu yang logis atau kronologis yang menggambar kan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan. Paragraf semacam ini umum di gunakan dalam tulisan yang berbentuk sejarah atau kisah. Dalam tulisan seperti ini setiap peristiwa, perbuatan, atau tindakan harus di jelaskan berdasarkan patokan waktu yang jelas.

Disamping itu, di usahakan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya di dukung oleh urutan waktu yang runut.

(2) UrutanRuang

Urutan ruang (spasial) ini lebih menonjol kan tempat suatu peristiwa berlangsung. Pengembangan paragraf seperti ini membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam satu ruang. Oleh karena itu, sebaliknya pengembangan paragraf di lakukan dengan memberikan keterangan tentang keadaan tempat di sekitar, batas–batasnya, atas-bawah, disamping, didepan, dimuka, dibelakang, disudut, dan sebagainya.

(3) Urutan Umum ke Khusus

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

32

Pada model pengembangan paragraf dengan urutan umum ke khusus, kalimat topik biasanya di letakkan di awal (paragraf). Dalam hal ini kalimat topik pada awal paragraf masih bersifat umum, kemudian kalimat kedua, ketiga, dan seterusnya

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

33

berfungsi menjelaskan ide pokok tadi sehingga lebih bersifat khusus.

Pengembangan paragraf seperti ini sering di sebut mengikuti urutan deduktif-induktuf.

(4) Urutan Khusus ke Umum

Pengembangan paragraf dengan urutan khusus ke umum, yakni menempat kan kalimat topik pada akhir (paragraf). Di sini, kalimat pertama, kedua, dan seterusnya dalam paragraf tersebut mengungkapkan ciri-ciri khusus sebuah persoalan. Selanjutnya, pada bagian paragraf di sajikan kalimat yang memuat ciri persoalan tadi secara umum yang merupakan simpulan uraian sebelumnya. Pengembangan paragraf semacam ini dikatakan mengikuti pola induktif-deduktif.

(5) Urutan Pertanyaan–Jawaban

Ide pokok dalam paragraf yang di kembangkan dengan model ini disajikan dalam bentuk pertanyaan. Kemudian kalimat-kalimat berikutnya berfungsi menjawab pertanyaan tadi sehingga paragraf tersebut tetap merupakan satu kesatuan yang utuh. Cara pengembangan seperti ini dapat dianggap logis apabila kalimat-kalimat penjelas dapat menjawab pertanyaan tadi dengan tuntas.

(6) Urutan Sebab–Akibat

Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab–akibat.

Pengembangan paragraf yang mengikuti urutan sebab akibat biasanya di awali oleh beberapa kalimat yang mengungkapkan sejumlah alternatif sebagai sebab. Selanjutnya, pada akhir paragraf disajikan kalimat yang

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

33

mengungkapkan akibat. Dengan demikian, maka satu paragraf terkandung satu ide pokok secara padu dan koheren.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

34

(7) Urutan Akibat–Sebab

Disamping itu, hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat pula berbentuk akibat–sebab. Dalam hal ini akibat dapat berfungsi sebagai ide pokok dan untuk memahami akibat ini di kemukakan sejumlah penyebab sebagai rinciannya. Pengembangan paragraf seperti ini biasanya lebih menekan kan penonjolan akibat, kemudian baru menelusuri sebab–sebabnya.

(8) Urutan Pernyataan–Alasan, Contoh, dan Ilustrasi

Paragraf semacam ini di awali dengan ide pokok yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dalam hal ini untuk memperjelas ide pokok tersebut, maka perlu di tambahkan beberapa kalimat sebagai alasannya. Atau dapat dilengkapi dengan menunjuk contoh, ilustrasi sehingga ide pokok yang dinyatakan semakin jelas. Disamping itu, penyajian contoh yang memadai dapat membantu pemahaman bagi pembaca.

(9) Urutan Paling Dikenal–Kurang Dikenal

Untuk menambah kejelasan suatu paparan, penyajian ide dalam bentuk paragraf dapat dilakukan dengan memperkenalkan sesuatu yang sudah dikenal umum terlebih dahulu. Cara seperti ini dapat mengugah minat pembaca untuk mengikuti jalan pikiran penulis. Kemudian, perlahan –lahan pembaca di giring kepersoalan yang sebenarnya, yang dianggap kurang di kenal atau lebih sulit. Secara tidak sadar pembaca dapat manangkap ide penulis dengan sempurna.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

35

(10) Urutan Definisi

Dalam hal ini sebuah paragraf di awali dengan penyajian sebuah definisi tentang persoalan yang di ungkapkan. Lebih lanjut, definisi tadi di jelaskan dengan jalan memberikan uraian secukupnya, kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat.

Ketiga syarat penyusunan paragraf di atas, seperti: kesatuan, koherensi, dan pengembangan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam sebuah paragraf. Ketiga unsur ini sudah tercermin dalam pengertian paragraf yang di kemukan di depan. Dengan demikian, maka apabila terdapat paragraf yang disusun tanpa ketiga unsur tersebut, yakni dapat dianggap sebagai paragraf yang tidak baik.

H. LETAK KALIMAT TOPIK

Sebagaimana telah di ungkapkan di depan bahwa sebuah paragraf di bangun oleh beberapa kalimat yang saling berhubungan dan hanya mengandung satu ide pokok yang tertuang pada sebuah kalimat yang di sebut kalimat topik.

Dalam hal ini penempatan kalimat topik dapat di lakukan bermacam–macam, yakni:

(1) kalimat topik di tempatkan di awal paragraf (2) kalimat topik di tempatkan di akhir paragraf,

(3) kalimat topik di tempatkan di awal dan di akhir paragraf, (4) kalimat topik tersirat dalam keseluruhan paragraf.

a. Kalimat Topik di Awal Paragraf

Paragraf ini diawali dengan menggunakan ide pokok sehingga kalimat pertama merupakan kalimat topik. Kemudian, kalimat–kalimat berikutnya berfungsi

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

35

mejelaskan ide

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

36

pokok. Paragraf ini biasanya bersifat deduktif, yakni dari yang umum menuju kepada yang khusus.

Contoh:

Mengkaji masalah poligini tidak terlepas dari masalah lembaga perkawinan.

Oleh karena perkawinan memiliki nilai esensial dalam kehidupan individu. Di samping itu, perkawinan menghubungkan beberapa variabel konvensi budaya dan sosial dalam pokok–pokok psikologi dan biologi manusia. Dalam kehidupan perkawinan, peran suami istri sangat menentukan. Pada banyak suku bangsa di dunia, peran suami istri secara umum di pengaruhi oleh posisi laki- laki terhadap perempuan. Dalam hal ini, laki–laki di posisikan superior terhadap perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, baik domestik maupun publik. Hegemoni laki-laki atas perempuan memperoleh legitimasi dari nilai-nilai sosial, agama, hukum negara, dan sebagainya. Hal ini tersosialisasi secara turun – temurun dari generasi ke generasi.

b. Kalimat Topik di Akhir Paragraf

Sebuah paragraf yang menempatkan kalimat topik pada bagian akhir, biasanya dimulai dengan mengemuka kan ciri-ciri khusus terlebih dahulu.

Rangkaian kalimat pada awal paragraf merupakan penjelasan ide pokok.

Selanjutnya, kalimat terakhir yang merupakan kalimat topik merupakan simpulan dari penjelasan tadi sehingga bersifat induktif, yakni dari yang khusus menuju kepada yang umum.

Contoh:

Konsep pembangunan berkelanjutan menyatakan bahwa partisipasi masyarakat

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

36

yang paling bawah merupakan salah satu cara dalam melaksana kan program pembangunan yang berlanjut. Cukup beralasan untuk menganggap bahwa pelaksanaan desentralisasi

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

37

yang didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, sebagai anggota kelembagaan tradisional yang telah ada. Malahan, Bank Dunia (1992) telah mengakui bahwa lembaga tradisional yang ada telah mampu melaksanakan pembangunan pedesaan. Oleh karena itu,maka memberdayakan dan memperkuat lembaga tradisional yang telah ada merupakan upaya yang menjadi prioritas.

yang didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, sebagai anggota kelembagaan tradisional yang telah ada. Malahan, Bank Dunia (1992) telah mengakui bahwa lembaga tradisional yang ada telah mampu melaksanakan pembangunan pedesaan. Oleh karena itu,maka memberdayakan dan memperkuat lembaga tradisional yang telah ada merupakan upaya yang menjadi prioritas.