BAB V. PARAGRAF
H. LETAK KALIMAT TOPIK
Sebagaimana telah di ungkapkan di depan bahwa sebuah paragraf di bangun oleh beberapa kalimat yang saling berhubungan dan hanya mengandung satu ide pokok yang tertuang pada sebuah kalimat yang di sebut kalimat topik.
Dalam hal ini penempatan kalimat topik dapat di lakukan bermacam–macam, yakni:
(1) kalimat topik di tempatkan di awal paragraf (2) kalimat topik di tempatkan di akhir paragraf,
(3) kalimat topik di tempatkan di awal dan di akhir paragraf, (4) kalimat topik tersirat dalam keseluruhan paragraf.
a. Kalimat Topik di Awal Paragraf
Paragraf ini diawali dengan menggunakan ide pokok sehingga kalimat pertama merupakan kalimat topik. Kemudian, kalimat–kalimat berikutnya berfungsi
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
35
mejelaskan ide
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
36
pokok. Paragraf ini biasanya bersifat deduktif, yakni dari yang umum menuju kepada yang khusus.
Contoh:
Mengkaji masalah poligini tidak terlepas dari masalah lembaga perkawinan.
Oleh karena perkawinan memiliki nilai esensial dalam kehidupan individu. Di samping itu, perkawinan menghubungkan beberapa variabel konvensi budaya dan sosial dalam pokok–pokok psikologi dan biologi manusia. Dalam kehidupan perkawinan, peran suami istri sangat menentukan. Pada banyak suku bangsa di dunia, peran suami istri secara umum di pengaruhi oleh posisi laki- laki terhadap perempuan. Dalam hal ini, laki–laki di posisikan superior terhadap perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, baik domestik maupun publik. Hegemoni laki-laki atas perempuan memperoleh legitimasi dari nilai-nilai sosial, agama, hukum negara, dan sebagainya. Hal ini tersosialisasi secara turun – temurun dari generasi ke generasi.
b. Kalimat Topik di Akhir Paragraf
Sebuah paragraf yang menempatkan kalimat topik pada bagian akhir, biasanya dimulai dengan mengemuka kan ciri-ciri khusus terlebih dahulu.
Rangkaian kalimat pada awal paragraf merupakan penjelasan ide pokok.
Selanjutnya, kalimat terakhir yang merupakan kalimat topik merupakan simpulan dari penjelasan tadi sehingga bersifat induktif, yakni dari yang khusus menuju kepada yang umum.
Contoh:
Konsep pembangunan berkelanjutan menyatakan bahwa partisipasi masyarakat
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
36
yang paling bawah merupakan salah satu cara dalam melaksana kan program pembangunan yang berlanjut. Cukup beralasan untuk menganggap bahwa pelaksanaan desentralisasi
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
37
yang didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, sebagai anggota kelembagaan tradisional yang telah ada. Malahan, Bank Dunia (1992) telah mengakui bahwa lembaga tradisional yang ada telah mampu melaksanakan pembangunan pedesaan. Oleh karena itu,maka memberdayakan dan memperkuat lembaga tradisional yang telah ada merupakan upaya yang menjadi prioritas.
c. Kalimat Topik di Awal dan Akhir Paragraf
Kalimat topik dapat pula di letakkan pada awal dan akhir paragraf. Hal ini berdasar kan anggapan bahwa seandainya ide pokok sudah di ketahui pembaca, maka ada kecenderungan untuk mengikuti semua rangkaian kalimat berikutnya.
Dalam hal ini penulis juga merasa perlu untuk menekankan kembali ide pokok tersebut pada akhir paragraf, yakni dengan menuangkan nya kedalam sebuah kalimat topik yang bervariasi.
Contoh:
Peningkatan taraf pendidikan para petani sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka. Petani yang berpendidikan cukup, dapat mengubah sistem pertanian tradisional, misalnya, bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani modern yang produktif. Pertani yang berpendidikan cukup mampu menunjang pembangunan secara positif.
Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan- gagasan yang di lontarkan perencana pembangunan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Itulah sebabnya, maka peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
38
d. Kalimat Topik Tersirat dalam Keseluruhan Paragraf
Paragraf ini tidak mempunyai kalimat topik. Hal ini berarti pikiran utama tersebar pada seluruh kalimat yang membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasanya digunakan dalam karangan yang berbentuk narasi (yang berbentuk cerita) atau deskripsi (yang berbentuk lukisan). Dalam hal ini, ide pokok didukung oleh semua kalimat.ontoh:
Setiap hari Bagus bangun pukul 05.00 (pagi). Sesudah merapikan tempat tidur, ia melakukan olahraga ringan, berjalan kaki selama lebih kurang 45 menit untuk memanaskan tubuhnya. Pukul 07.00, setelah keringatnya kering, ia mandi dengan air hangat, kemudian setelah makan pagi, pada pukul 08.00 ia berangkat ke kantor, hingga pukul 17.00 (petang) baru tiba kembali dirumah. Sisa waktunya di pergunakannya untuk bermain-main dengan sikecil, anak tunggal nya yang baru berusia dua tahun.
Apabila di perhatikan contoh diatas, jelaslah bahwa keempat kalimat yang membentuk paragraf tersebut semuanya mengungkapkan rangkaian perbuatan yang dilakukan oleh Bagus sehari-hari. Jadi, yang menjadi topik dalam paragraf tersebut adalah Bagus, yaitu ”kehidupan Bagus sehari–hari”.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
39
BAB VI
PENYUSUNAN MAKALAH A. PENGERTIAN MAKALAH
Makalah merupakan salah satu karya tulis ilmiah yang bentuknya formal, sehingga semua kata dan kalimat yang terdapat di dalamnya harus mengikuti kaidah EYD yang baik dan benar.
B.CIRI-CIRI MAKALAH
Ciri-ciri Makalah Makalah merupakan salah satu dari karya tulis ilmiah yang memiliki karakteristik. Adapun ciri-ciri makalah, sebagai berikut:
1. Makalah merupakan sebuah kajian literatur yang berisi bahasan dari suatu bidang ilmu atau mata kuliah tertentu.
2. Makalah menjadi sebuah alat untuk menampakkan pemahaman seseorang terhadap suatu aspek permasalahan yang bersifat teoritik. Dikaji dengan menggunakan teori, prosedur serta prinsip yang berhubungan dengan bidang ilmunya.
3. Menjadi alat pengukur kemampuan pelajar atau mahasiswa dalam mengkombinasikan beberapa informasi menjadi satu karya tulis yang utuh.
Serta melatih fokus dalam penggunaan tata bahasa, memperhatikan EYD, etika mengutip dalam penulisan dan menyimpulkan bahasan.
4. Mempunyai sistematika dan tidak acak-acakan dengan kaidah penulisan yang telah diatur.
C. LANGKAH –LANGKAH PENYUSUNAN MAKALAH
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
39
Langkah-langkah dalam Penyusunan Makalah Sebelum membuat makalah perlu
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
40
melakukan beberapa hal dalam menyusunnya agar isi dan pembahasannya sistematik, berikut langkah-langkah dalam penyusunan makalah:
1. Persiapan Pada tahap persiapan ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan makalah, yaitu:
a. Mengumpulkan refrensi-refrensi yang terkait dengan judul makalah yang akan dibuat.
b. Membaca buku-buku yang dijadikan refrensi dalam penulisan makalah agar dapat
membentuk kerangka berfikir dan memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan judul makalah.
c. Mengembangkan kerangka makalah.
2. Penulisan Pada tahap ini merupakan kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi makalah. Hal ini dapat dilakukan melalui hal-hal berikut ini:
a. Mengkaji berbagai sumber yang didapat terkait dengan judul makalah.
b. Memperhatikan teknik penulisan dalam penyajian makalah.
c. Menguraikan intisari pemahaman penulis terhadap informasi yang dituangkan dalam
makalah berdasarkan sumber yang didapat.
3. Pemeriksaan hasil tulisan Pada tahap ini penulis melakukan pemeriksaan isi makalah terkait dengan ejaan, penggunaan kata, kalimat dan bahakan tanda baca sesuai dengan kaedah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
A. Struktur Penulisan Makalah
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
40
1. Cover Untuk membuat cover berisikan beberapa keterangan yang meliputi:
a. Judul makalah
b. Tujuan pembuatan makalah tersebut, c. Nama dosen pengampu.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
41
d. Logo kampus
e. Nama-nama penulis (Mahasiswa) disertakan dengan NIM f. Nama Jurusan
g. Nama fakultas h. Nama Universitas i. Tahun
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
42
PENULISAN SKRIPSI
A. PENDAHULUAN
Skripsi didefinisikan sebagai karya ilmiah berisi hasil penelitian menyeluruh yang disusun secara sistematis berdasarkan ketentuan metodologi penelitian ilmiah. skripsi adalah karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa dengan melalui proses berpikir ilmiah, kreatif, integratif yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Pada Penulisan Skripsi dibagi kedalam dua jenis yaitu Penulisan Skripsi Kualitatif maupun Skripsi Kuantitatif.
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif (Qualitative Research) merupakan penelitian yang menggunakan analisis deskriptif dan Penelitian ini umumnya digunakan dalam sebuah peneltian dengan cara pengumpulan data baik berupa data sesuai dengan instrumen penelitian dan dengan melakukan analisis ataupun metode observasi.
Maupun wawancara secara mendalam agar data yang dicari sesuai dan akurat antar narasumber yang didapat baik dari buku maupun tokoh ataupun masyrakat sehingga hasil yang didapat sesuai dengan fakta dan kondisi dilapangan. Penelitian ini umumnya tidak melakukuan perhitungan statistik tapi bisa menafsirkan data non numerik kedalam hasil penelitian.
2. Penelitian Kuantitatif
BAB VII
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
42
Penelitian ini dilakukan secara sistematis dan juga spesifik dan juga memiliki struktur yang jelas karena berhubungan dengan data yang kongkrit dan serta
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
43
menggunakan perhitungan statistik sehingga hasil penelitian biasanya dapat dilihat dalam bentuk tabel, grafik dan sebagainya.
B. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI 1. Bagian Awal
Halaman Judul
Motto dan Lembar Pengesahan
Lembar Pernyataan
Lembar Pengesahan
Abstraksi
Kata Pengantar
Halaman Daftar Isi
Halaman Daftar Tabel
Halaman Daftar Gambar
Daftar Lain
- Manfaat dan Kegunaan Penelitian - Sistematika Penulisan
BAB II (TINJAUAN PUSTAKA)
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
44
BAB III (METODE PENELITIAN)
- Metode Penelitian Pendidikan - Metode Penelitian Syariah
BAB IV (HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN)
BAB V (PENUTUP)
- Simpulan - Saran 3. Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Lampiran
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
45
TESIS
A. PENDAHULUAN
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Tesis dibuat untuk menyelesaikan pendidikan Strata 2 (S2) atau pascasarjana. Pembuatan tesis biasanya berawal dari suatu teori tertentu, kemudian berlandaskan teori penulis membuat teori baru.
Mungkin teorinya menguatkan, membantah, melemahkan, atau bahkan sama sekali baru dari teori yang menjadi landasannya. Dalam membuat tesis, mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’, kemudian dari hal itu mahasiswa mengemukakan teori baru.
Tesis atau ditulis berdasarkan metodologi tertentu, baik berupa metode penelitian maupun metode penulisan. Pada umumnya setiap perguruan tinggi memiliki dan menerbitkan standar penulisan karya ilmiah ini. Berbeda dengan penulisan skripsi, pada penulisan tesis fungsi pembimbing lebih terbatas.
Mahasiswa dituntut untuk secara mandiri membuat perencanaan, merumuskan masalah, masuk ke situs penelitian, menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi. Karena itu, mahasiswa dituntut kemampuan dalam merancang dan melaksanakan penelitian, menguasai teknik penulisan, menguasai bidang ilmu yang dikajinya, dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal-hal yang terkait dengan motode penelitian.
BAB VIII
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
46
B. CIRI-CIRI TESIS
Dalam sebuah tesis yang disini masuk dalah salah satu karya ilmiah, maka terdapat ciri-cirinya yaitu:
a. Dalam penyajian karya ilmiah maka strukturnya sangat ketat, seringkali terdiri dari bagian awal atau pendahuluan, bagian inti atau pokok pembahasan dan bagian penutup (berisi kesimpulan)
b. Jenis komponen karya ilmiah beragaml, tetapi semua karya ilmiah mempunyai pendahuluan, bagian inti, penutup dan daftar pustaka.
c. Sikap seorang penulis dalam sebuah karya ilmiah objektif, yang berarti karya tersebut disampaikan dengan gaya bahasa impersonal, dengan penggunaan bentuk pasif yang banyak, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. Bahasa yang dipakai adalah bahasa baku
C. TUJUAN TESIS
Tujuan dari sebuah karya ilmiah tesis adalah untuk menjelaskan dengan mudah fenomena ilmu pentahuan secara komprehensif, merumuskan hipotesis atau dugaan berdasarkan teori dan menghasilkan jawaban dari hipotesis tersebut.
D. JENIS-JENIS TESIS
Pada umummnya tesis dibagi menjadi dua jenis yiatu tesis kuantitatif dan tesis kualitatif yang dapat kalian baca penjelasannya dibawah ini.
1. Tesis Kuantitatif
Tesis kuantitatif adalah tesis yang dibuat untuk mendirikan ataupun membangun berbagai macam pernyataan maupun kerangka hipotetikal.
Tesis kuantitatif sering disebut Nalar Deduktif Hipotetikal.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
47
2. Tes Kualitatif
Tesis kualitatif adalah jenis tesis yang dibuat bukan untuk membangun berbagai macam pernyataan maupun kerangka hipotetikal. Tesis jenis ini ditujukan sebagai penelitian yang bersifat non kuantitatif. Sering disebut dengan Nalar Induktif Non Hipotetikal.
E. FUNGSI TESIS
Pada dasarnya fungsi karya ilmiah adalah sebagai sarana komunikasi akademik dalam suatu bidang kajian keilmuan. Selain itu, terdapat fungsi dan manfaat yang bersifat pragmatis bagi guru yang menulis karya ilmiah. Hal ini terkait dengan karir dan pangkat guru sebagai tenaga profesional.
Menurut Soehardjono (2006) prestasi kerja guru sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam bidang kegiatan:
1. Pendidikan,
2. Proses pembelajaran, 3. Pengembangan profesi
4. Penunjang proses pembelajaran.
Fungsi utama karya ilmiah sebagaimana diuraikan di atas adalah fungsi akademik. Melalui karya ilmiah terjalin komunikasi akademik antara berbagai komponen dalam suatu bidang keilmuan. Seorang guru akan mengetahui model-model terbaru dalam pembelajaran bahasa ketika membaca jurnal atau tulisan ilmiah dari berbagai sumber. Begitu pula saat menuliskan temuannya, guru lain akan mengetahui hasil penelitian guru lain.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
48
Fungsi lainnya adalah sebagai fungsi ekspresif dan fungsi instrumental.
Fungsi ekspresif adalah seseorang dapat mengungkapkan berbagai gagasan tertulis yang dikomunikasikan kepada pihak lain. Menulis berdasarkan fungsi ini merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan sendiri sebagai ilmuwan atausebagai manusia yang berpikir. Sedangkan fungsi instrumentalnya adalah menulis menjadi media bagi seseorang untuk mencapai tujuan lain.
F. KARAKTERISTIK TESIS
Sebuah tesis yang dibuat biasanya mempunyai 4 karakteristik dasar. yaitu:
1. Tesis biasanya hanya fokus pada salah satu isu sentral yang ada dalam suatu disiplin ilmu pendidikan saja. Tesis ini dibuat menyesuaikan dengan jenis program studi yang sedang diambil oleh seseorang yang membuatnya.
2. Tesis dibangun dengan berlandaskan pengujian empirik pada suatu posisi teoritis tertentu.
3. Selalu memakai data primer sebagai data utama dan ditambahkan dengan beberapa data sekunder sebagai data penunjang atau bisa juga data pembanding.
4. Harus wajib ditulis dengan memakai tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apabila program studi yang diambil merupakan program studi bahasa asing, maka skripsi juga harus ditulis menggunakan tata bahasa asing dengan baik dan benar.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
48
G. PENULISAN TESIS
Berikut adalah cara penulisan tesis yaitu:
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
49
1. Pengenalan Atau Pendahuluan
Pengenalan merupakan bahan ajar sehingga diletakkan di bagian awal.
Judul adalah elemen pengenalan yang paling penting, berfungsi sebagai panduan untuk keseluruhan isi tesis. Elemen pengenalan yang paling penting adalah:
1. Sampul depan/halaman judul 2. Halaman pengajuan
10. Daftar lambang / singkatan
2. Batang Tubuh
Bagian ini memuat uraian seluk-beluk masalah sebuah karya ilmiah.
Penulisan dilakukan secara kronologis, yaitu mengutamakan awal dan disajikan berurutan sampai akhir. Sistematika isi tesis adalah:
a) Pendahuluan
Pendahuluan adalah Bab I dari tesis yang terdiri atas empat subbab yaitu : 1. Latar belakang masalah
2. Perumusan masalah / fokus masalah
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
50
3. Tujuan penelitian 4. Manfaat hasil penelitian b). Tinjauan Pustaka
Pada bab kedua ini memuat uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari referensi yang dijadikan dasar dalam melakukan penelitian.
Kajian teoritis yang dilakukan membawa peneliti pada “kerangka berpikir” atau kerangka kerja konseptual untuk memecahkan masalah. Dalam kerangka berpikir ini, peneliti memberikan gambaran tentang pola hubungan antar variabel yang digunakan untuk menjelaskan masalah yang diteliti. Agar lebih mudah dipahami, kerangka berpikir ini harus diekspresikan dalam bentuk diagram atau skema.
Selanjutnya, dalam bab 2 hipotesis penelitian (jika diperlukan) juga disertakan.
Uraian dalam tinjauan pustaka berfungsi sebagai dasar untuk mengembangkan kerangka kerja untuk merumuskan hipotesis. Hipotesis dirumuskan berdasarkan rumusan masalah.
1. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah Bab III dari tesis. Dalam bab ini, peneliti menguraikan secara jelas dan rinci metode dan proses penilaian yang telah dilakukan sehingga pembaca yakin bahwa hasil yang ditemukan benar-benar valid, akurat, dan memiliki ketelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Walaupun setiap disiplin ilmu memiliki metodenya masing-masing, namun ada hal-hal teknis yang umumnya dijadikan pedoman oleh peneliti, yaitu:
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
50
i. Jenis dan desain penelitian ii. Definisi Operasional
iii. Populasi dan sampel penelitian
iv. Teknik pengumpulan data dan instrumentasi penelitian
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
51
v. Teknik analisis data 2. Hasil Pembahasan
Pada bagian ini peneliti memberikan gambaran dan pembahasan hasil penelitian. Hasil penelitian pada dasarnya mendeskripsikan “temuan sebagaimana adanya”, sedangkan pembahasan adalah analisis dan interpretasi peneliti atas “temuan” dengan mengacu pada teori yang relevan dan hasil penelitian yang telah dipresentasikan dalam tinjauan pustaka.
Hasil penelitian dan pembahasan dapat dipisahkan atau digabungkan, tergantung pada keadaan dan kedalaman penggabungan. Jika hasilnya disajikan secara terpisah maka formatnya akan lebih apik dan pembaca dapat menarik kesimpulan terlebih dahulu, kemudian membandingkannya dengan kesimpulan peneliti.
Penyajian hasil penelitian dapat disertai dengan tabel, grafik, foto atau bentuk lainnya. Peneliti harus Menafsirkan dan menginterpretasikan semua hasil penelitian yang diperoleh. Pada bagian ini hipotesis penelitian diuji dan maknanya diinterpretasikan secara konseptual.
3. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan merupakan Inferensi dari hasil pengujian hipotesis dan juga dapat menjadi inti dari deskripsi deskriptif yang disajikan secara singkat dan jelas.
Saran atau rekomendasi dikemukakan oleh peneliti sebagai implikasi dari kesimpulan penelitian mereka. Saran dapat ditujukan kepada komunitas ilmiah (ilmuwan), profesional, pembuat kebijakan, dan masyarakat pada umumnya.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
52
4. Bagian Akhir
a. Daftar Referensi / Daftar Pustaka
Bagian ini berisi daftar buku, jurnal, majalah, laporan penelitian, dan sumber lain yang digunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian maupun dalam penyusunan skripsi.
b. Lampiran
Butir-butir yang ditempatkan pada lampiran antara lain instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian, izin penelitian, peraturan perundang-undangan, rumus yang digunakan, tabel pendukung dan proses perhitungan statistik yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan pada bagian utama skripsi.
c. Riwayat Hidup
Berisi riwayat hidup peneliti mulai dari nama, tempat, tanggal lahir, alamat dan riwayat pendidikan. bisa disertai dengan foto.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
53
DISERTASI
A. PENDAHULUAN
Pada umumnya disertasi adalah paparan diskusi yang menyertai sebiah pendapat atau argument. Umumnya, istilah disertasi dipakai untuk mengacu pemaparan mengenai diskusi yang bersifat akademis. Menurut Nilam, dkk (2016) disertasi adalah karya ilmiah yang mengemukakan suatu pendapat yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan fakta dan data yang benar dan dengan analisis yang terinci. Disertasi ditulis untuk menyelesaikan studi jenjang doktor atau biasanya disebut dengan S-3. Sama halnya dengan skripsi, dan tesis bentuk dari disertasi ini terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan pembahasan, dan kesimpulan. Perbedaan yang terdapat pada disertasi ini ialah penulisnya memunculkan teori baru atau pembuktian baru atas temuan dari sebuah masalah.
Pada saat menulis disertasi, tidak hanya menggunakan teori untuk menganalisis, namun juga melakukan pengujian teori. Pengujian teori ini dilakukan untuk menemukan apakah teori yang digunakan sudah tepat dengan permasalahan yang ada atau apakah ada kelemahan pada teori tersebut.
Pada disertasi biasanya dapat menghasilkan sebuah teori baru atau merevisi teori yang sudah ada. Oleh sebab itu, biasanya pada disertasi terdapat bagian tersendiri yang membahas mengenai teori yang digunakan. Penulisan disertasi ini dibimbing oleh dosen yang sudah profesor dan isi yang terdapat pada disertasi lebih mendalam daripada persoalan yang terdapat pada skripsi maupun tesis, serta
BAB IX
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
53
disertasi dibuktikan berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis yang rinci.
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
54
Disertasi pada dasarnya juga terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu bagian awal, bagian utama dan bagian akhir. Disertasi secara kualitatif tidak ditentukan jumlah halamannya. Namun umumnya tidak kurang dari 100 halaman.
1. Bagian Awal
a. Halaman Sampul Depan
Halaman ini kertas berwarna yang memuat berturut-turut yaitu berisi judul,
Halaman ini kertas berwarna yang memuat berturut-turut yaitu berisi judul,