• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB XIII. MENULIS REFERENSI

C. PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA

Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu dari tiga sistem berikut :

a) Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori.

Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan. Contohnya : Sistem Harvard (author-date style) Buller H,

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

80

Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome.New England J Med 337(6): 435-439.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

81

Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home owners intorench rural communities. J Rural Studies 10(2):197–210.

Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210–

237.

Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine.

London: Yale Univ Press. Palmer FR. 1986. Mood and Modality.

Cambridge: Cambridge Univ Press.

b) Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.

c) Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad. Contohnya : Sistem Vancouver (author-number style)

1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.

2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine.

London: Yale Univ Pr; 1993.

3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997.

4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

81

1994; 20: 355-6.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

82

5) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986.

Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pr; 1992.

hlm 1-42.

6) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga;

1995. hlm 8-21

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

83

ABSTRAK

A. PENGERTIAN ABSTRAK

Abstrak merupakan kondensasi singkat dari isi keseluruhan laporan penelitian. Abstrak disebut pula sebagaib sari atau intisari. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Dalam abstrak ini dideskripsikan tentang focus penelitian, desain penelitian, metode dan hasil penelitian. Terlepas apakah peneliti merencanakan untuk menyajikan pekerjaannya secara lisan ataupun secara tertulis, abstrak itu sendiri sangat membantu untuk kepentingan pembaca namun sering dilupakan. Penulisan abstrak itu hendaknya bersifat informatif dan singkat padat.

Abstrak merupakan uraian singkat, tetapi komprehensif tentang skripsi, mulai dari judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, landasan teori dan hipotesis, hasil temuan sampai dengan kesimpulan dan saran.

Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam bahasa Inggris disebut abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Berikut penjelasan keduanya:

1. Abstrak deskriptif

Sebagai abstrak deskriptif, abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup pada tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang terdapat pada tulisan, abstrak

BAB XIV

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

83

cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga abstrak tidak memerlukan

perincian yang bersifat detil ataupun

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

84

contoh-contoh yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam abstrak. Abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan semata-mata tentang problematika yang terdapat dalam tulisannya.

2. Abstrak informatif/ ringkasan (Precise),

Ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam bentuknya yang singkat itu, urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara proporsional. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam ringkasan. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary).

Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan ialah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.

B. MENYUSUN DAN MENULIS ABSTRAK PENELITIAN

Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian. Pada bagian abstrak berisi penjelasan skripsi secara menyeluruh tetapi singkat saja (ada yang menyarankan satu lembar saja), yaitu berisi identitas

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

84

penulis (nama lengkap, nomor induk, dan tahun skripsi), judul lengkap, topik, objek penelitian dan periode pengamatan serta isi abstraknya sendiri yang berupa

tujuan, subjek, metodologi,

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

85

dan hasil penelitiannya. Karena tujuannya untuk memudahkan pembaca, maka penulis harus mampu memberikan gambaran yang jelas dan mudah dimengerti dengan singkat, padat dan jelas.

Dalam menyusun dan menulis abstrak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu antara lain sebagai berikut [6]:

1. Judul harus ditulis secara lengkap

2. Nama penulis lengkap, apabila lebih dari seorang penulis, semua nama ditulis semua, tanpa gelar

3. Nama instansi

b. Tidak boleh menunjuk tabel, gambar dan sejenisnya c. Terdiri dari 200-300 kata

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

86

e. Dituliskan kata kunci/key word yang terdapat dalam teks. Kata kunci yang tercantum tidak boleh dari lima kata. Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli dan berupa kata tunggal atau gabungan kata.

Adapun tujuan pembuatan abstrak dalam sebuah penelitian ialah:

1. Untuk melengkapi tulisan ilmiah seseorang.

2. Untuk membantu pengguna informasi memperpendek waktu pemilihan informasi

3. Untuk mengatasi kendala bahasa

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

87

DAFTAR PUSTAKA

A.Widyamartaya. 1990. Seni Menuangkan Gagasan.Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Enre, Abdul(ah Ambo. 1988. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.

H.G. Tarigan. 1993. Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa Badudu

Hadi, S. (2000). Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM Hisyam, Djihad. 2008. Korespondensi Bahasa Indonesia Dalam Teori dan

Praktik. Yogyakarta: UNYpress.

Jay, R. 2006. Menulis Proposal dan Laporan. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Keraf, Gorys. 1996. Tata Bahasa Indonesia. Cetakan kesepuluh. Jakarta: Ikrar.

Mandiri Abadi.

Nasucha, dkk. 2009. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Karya Tulis Imiah.

Yogyakarta : Media Perkasa

Ramlan. M. 1993. Paragraf (Alur Pikiran dan Kepaduannya dalam Bahasa Indonesia). Edisi pertama. Cetakan pertama. Yogyakarta: Andi Offset Soehardjono. 2006. “Pengembangan Profesi Guru dan Karya Tulis Ilmiah”.

Departemen Pendidikan Nasional,Biro Kepegawaian, Griya Astuti Nopember 2006.

Sukandarrumidi. 2012. Metodologi Penelitian: Petunjuk Praktis untuk Pemula.

Yogyakarta: Gajah Mada University Press.