• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

2.6 Kerangka Pemikiran

Skema kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat dari gambar berikut:

Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran

Sumber: Penulis (2019)

Dalam penelitian ini penulis akan menganalisis bagaimana strategi PT.

Pabrik Es Siantar dalam mempertahankan eksistensi produk minuman Cap Badak, lalu mencari tahu bagaimana pengimplementasian strateginya, dan hambatan yang dihadapi dalam menjalankan strateginya. Peneliti dapat menentukan strategi mempertahankan eksistensi produk tersebut dengan mencocokkannya dengan

Analisis Strategi PT.

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman

Analisis SWOT

Strategi Alternatif

strategi-strategi dari Strategi Korporat ilmu manajemen strategik. Selanjutnya, setelah menemukan strategi dalam mempertahankan eksistensi produk, penulis melakukan analisis SWOT sebagai alat formulasi strategi untuk menemukan strategi alternatif dalam mengembangkan strategi yang telah ada dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Menurut Sugiyono (2014: 2), secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Dalam metode penelitian bisnis, terdapat tiga tiga perspektif/pendekatan metode penelitian, yaitu pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, dan Research and Development (R&D).

Sugiyono (2014: 12) memaparkan bahwa metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Metode penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2014: 14) adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Sedangkan metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono (2014: 494) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian R&D bersifat

longitudinal (bertahap bisa multi-years). Dalam bidang industri, penelitian R&D merupakan ujung tombak dari suatu industri dalam menghasilkan produk-produk baru yang dibutuhkan oleh pasar.

Jenis-jenis penelitian menurut Sugiyono (2014: 5) dapat dikelompokkan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi (level of explanation) dan waktu, seperti yang dipaparkan pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Tingkat Eksplanasi 1. Deskriptif

2. Komparatif 3. Asosiatif

Waktu 1. Cross Sectional

2. Longitudinal Sumber: Metode Penelitian Bisnis (Sugiyono, 2014)

Berdasarkan penjelasan di atas, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan pendekatan kualitatif dalam melakukan penelitian dikarenakan dalam penelitian ini, penulis akan menganalisis objek penelitian lebih mendalam dan bersifat deskriptif yang kemudian ditulis ke dalam bentuk laporan dengan perolehan data berupa kata-kata, fakta-fakta, informasi, gambar, dsb, tanpa bisa diwakilkan dengan

angka-Metode deskriptif dipilih karena penulis hendak menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Dalam metode deskriptif dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena.

Dalam penelitian kualitatif, ada beberapa macam strategi pendekatan yang diungkapkan oleh Creswell (dalam Sugiyono, 2014: 14) yaitu:

1. Fenomenologis: salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya.

2. Grounded Theory: teori grounded adalah salah satu metode kualitatif dimana peneliti dapat menarik secara umum, teori yang abstrak tentang proses, tindakan atau interaksi berdasarkan pandangan dari partisipan yang diteliti.

3. Etnografi: salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan studi terhadap budaya kelompok dalam kondisi yang alamiah melalui observasi dan wawancara.

4. Studi Kasus: adalah salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap satu atau lebih orang. Studi kasus terikat oleh waktu dan aktivitas dan peneliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan dalam waktu yang berkesinambungan.

5. Penelitian Naratif: salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan studi terhadap satu orang individu atau lebih untuk memperoleh data tentang sejarah perjalanan dalam kehidupannya. Data tersebut selanjutnya oleh peneliti disusun menjadi laporan yang naratif dan kronologis.

Berdasarkan strategi pendekatan diatas, penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode studi kasus, karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dokumentasi, rekaman, bukti-bukti fisik, dll. Studi kasus dipilih karena pada umumnya metode ini berupaya untuk menggambarkan suatu kasus yang dapat berupa orang, peristiwa, program, insiden kritis/unik atau suatu komunitas dengan menggambarkan unit dengan mendalam, detail, dalam konteks dan secara holistik.

Untuk itu dapat dikatakan bahwa secara umum, studi kasus lebih tepat digunakan untuk menjawab penelitian yang berkenaan dengan pertanyaan how (bagaimana) dan why (mengapa).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di PT. Pabrik Es Siantar yang berlokasi di Jl.

Pematang No. 3, Kel. Simalungun, Kec. Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.

Waktu yang digunakan untuk penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal dikeluarkannya izin penelitian dalam kurun waktu kurang lebih dari 3 (tiga) bulan sejak bulan Januari 2019. Waktu tersebut terdiri dari 1 bulan pengumpulan data, dan 2 bulan pengolahan data yang meliputi penyajian dalam bentuk skripsi dan proses bimbingan berlangsung.

3.3 Jenis dan Sumber Data a. Data Primer

Menurut Sugiyono (2014: 193), sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dengan data primer, Nazir (2011: 92) mengungkapkan bahwa penelitian yang dibuat harus menjamin pengumpulan data yang efisien dengan alat dan teknik serta karakteristik dari responden.

Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat penelitian dilakukan, dan diperoleh melalui wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap pimpinan perusahaan ataupun manajer perusahaan, staf/karyawan, dan juga konsumen.

b. Data Sekunder

Menurut Sugiyono (2014: 193), sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. Dengan data sekunder, Nazir (2011: 92) mengungkapkan bahwa penulis harus mengadakan evaluasi terhadap sumber, keadaan data sekunder, dan juga menerima limitasi-limitasi dari data tersebut.

Data sekunder dalam penelitian ini berasal dari sumber kedua yang diperoleh melalui buku-buku, brosur, artikel, jurnal, internet, dan contoh penelitian sebelumnya yang berkenaan dengan penelitian ini.

3.4 Penentuan Informan Penelitian 3.4.1 Informan Penelitian

Informan penelitian menurut Nazir (2005: 55) adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang

memahami objek penelitian. Menurut Suyanto (2005: 172) informan penelitian meliputi beberapa macam, yaitu: (1) Informan Kunci (Key Informan) merupakan mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian, (2) Informan Utama, merupakan mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, (3) Informan Tambahan, merupakan mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti.

Sampel dalam penelitian kualitatif tidak disebut responden melainkan narasumber, partisipan, atau informan. Moleong (2010: 132) mendeskripsikan subjek penelitian sebagai informan, yang artinya orang pada latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Sejalan dengan pengertian tersebut, Arikunto (2016: 26) mendeskripsikan subjek penelitian memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang di permasalahkan. Subjek penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya dalam penelitian.

Berdasarkan pemaparan diatas, sampel atau informan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu:

1. Informan Kunci: Pimpinan perusahaan ataupun manajer di PT. Pabrik Es Siantar.

2. Informan Utama: Staf ataupun pegawai di PT. Pabrik Es Siantar 3. Informan Tambahan: Konsumen Cap Badak

3.4.2 Teknik Penentuan Informan Penelitian

Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini didasarkan pada asas subjek yang menguasai permasalahan, memiliki data, dan bersedia memberikan informasi lengkap dan akurat.

Menurut Cooper dan Schindler (2017: 178), penentuan informan untuk penelitian kualitatif pada umumnya terdiri dari cara purposive sampling, snowball sampling dan convenience sampling.

a. Purposive: peneliti memilih partisipan secara acak berdasarkan karakter yang unik atau pengalaman, sikap maupun persepsi mereka; ketika kategori konseptuan atau teoritis berkembang selama proses wawancara, peneliti mencari partisipan baru untuk menguji pola yang muncul.

b. Snowball: partisipan menunjukkan peneliti kepada peserta lain yang memiliki karakteristik, pengalaman, atau sikap yang hampir sama atau berbeda dengan mereka.

c. Convenience sampling: merupakan pengambilan sampel dimana peneliti memilih siapapun individu yang siap sebagai partisipan.

Berdasarkan pengertian tersebut peneliti memilih informan penelitian (subjek) dengan berdasarkan teknik purposive dan snowball. Alasan menggunakan purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Purposive sampling ini digunakan untuk memilih informan kunci yaitu pimpinan perusahaan yang mengetahui jalannya kegiatan bisnis dan juga informan tambahan yaitu orang-orang yang sedang mengkonsumsi minuman Cap Badak. Sementara alasan menggunakan snowball sampling adalah karena penulis membutuhkan petunjuk/arahan dari informan kunci untuk

menunjukkan informan-informan berikutnya yang sesuai kriteria wawancara yang berada di PT. Pabrik Es Siantar. Orang yang akan ditetapkan sebagai informan pada penelitian ini adalah orang yang telah mewakili dan disesuaikan dengan peranannya dalam menjaga eksistensi produk Cap Badak di PT. Pabrik Es Siantar dan memahami jalannya kegiatan perusahaan dari segala aspek, dan juga orang yang pernah memakai/mengkonsumsi produk yang dikeluarkan oleh PT. Pabrik Es Siantar yaitu minuman bersoda Cap Badak.

3.5 Objek Penelitian

Menurut Sugiyono (2014: 389) objek penelitian adalah permasalahan yang diteliti oleh peneliti. Objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan dari ilmu manajemen strategis terutama mengenai strategi dalam mempertahankan produk Cap Badak. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah PT. Pabrik Es Siantar, strategi mempertahankan eksistensi, lingkungan perusahaan terkait dengan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman menggunakan analisis SWOT, dan penerapan strategi alternatif/tambahan.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Nazir (2011: 174), pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode mengumpulkan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi metode pengumpulan data.

Untuk memperoleh data yang valid, maka penulis menggunakan beberapa metode sebagai berikut:

a. Wawancara

Menurut Nazir (2011: 193), wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).

Menurut Cooper dan Schindler (2011: 180), berdasarkan tingkatan struktur, wawancara terdiri dari:

1) Wawancara terstruktur (structured interview): yaitu wawancara yang menggunakan panduan wawancara terperinci yang hampir sama dengan kuesioner yang digunakan untuk memandu urutan pertanyaan dan cara spesifik dalam memberikan pertanyaan namun secara umum pertanyaannya masih bersifat terbuka.

2) Wawancara semi terstruktur (semistructured interview): yaitu wawancara yang pada umumnya dimulai dengan beberapa pertanyaan spesifik dan kemudian mengalir mengikuti persoalan individu terkait apa yang mereka pikirkan dengan penyelidikan wawancara.

3) Wawancara tidak terstruktur (unstructured interview): yaitu wawancara yang tidak ada pertanyaan atau urutan topik tertentu untuk didiskusikan, dengan setiap wawancara disesuaikan dengan partisipan; umumnya dimulai dengan narasi dari partisipan.

Menurut Cooper dan Schindler (2017: 179), berdasarkan jumlah orang yang terlibat dalam wawancara berlangsung, wawancara terdiri dari Individual-depth

Interview (IDI) dan wawancara kelompok. Berikut adalah tabel perbandingan antara individual-depth interview dengan wawancara kelompok.

Tabel 3.2

Perbandingan Individual Depth Interview dan Wawancara Kelompok Wawancara Individu Wawancara Kelompok Tujuan Penelitian

a. Mengeksplorasi kehidupan indi-vidu secara mendalam

b. Membuat histori kasus melalui pengulangan wawancara dari waktu ke waktu

c. Menguji sebuah survei

Tujuan Penelitian

a. Mengarahkan peneliti ke dalam bidang pertanyaan dan bahasa dari bidang tersebut.

b. Mengeksplorasi tingkat dari sikap, opini, dan perilaku

c. Mengobservasi proses dari kon-sensus dan pertentangan

d. Menambahkan rincian kon-tekstual untuk temuan kuantitatif Topik Perhatian

a. Pengalaman, pilihan, serta bio-grafi dari seseorang secara terpe-rinci

b. Persoalan sensitif yang mungkin menimbulkan keresahan

Topik Perhatian

a. Persoalan dari kepentingan publik atau perhatian umum

b. Persoalan di mana hanya sebagian kecil yang diketahui atau persoalan sifat hipotesis

Partisipan

a. Partisipan yang memiliki waktu terbatas atau sulit untuk dida-patkan (partisipan yang terke-muka atau yang memiliki status tinggi)

b. Partisipan dengan kemampuan bahasa yang cukup (seperti, orang yang lebih tua dari yang berumur sama yang dapat menimbulkan konflik atau ketidaknyamanan b. Partisipan yang dapat

menge-mukakan pendapatnya dari ide-ide yang mereka miliki

c. Partisipan yang menawarkan ti-ngkat posisi persoalan

Sumber: Manajemen Strategik Edisi 15 (Fred R. David & Forest R. David, 2017) Berdasarkan pemaparan dari tabel diatas, wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara semiterstruktur (semistructrured interview). Menurut Sugiyono (2014: 413), jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori individual-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur (structured interview). Tujuan dari wawancara jenis ini

diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.

b. Observasi

Menurut Kaelan (2012: 101), observasi adalah suatu pengamatan terhadap objek yang diteliti baik secara langsung maupun secara tidak langsung, untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Cooper dan Schindler (2017: 207) mengungkapkan bahwa observasi dapat dibedakan berdasarkan kelangsungannya, yaitu:

1) Observasi Langsung (direct observation): terjadi ketika secara fisik pengamat hadir dan secara personal memonitor suatu kejadian. Pendekatan ini sangat fleksibel karena memperbolehkan pengamat untuk memberikan reaksi dan melaporkan aspek yang tidak terlihat dari kejadian dan perilaku ketika hal tersebut berlangsung. Pengamat juga bebas untuk berpindah tempat, mengubah fokus observasi, atau memutuskan perhatian pada kejadian yang tidak direncanakan jika hal itu terjadi.

2) Observasi Tidak Langsung (indirect observation): terjadi ketika pencatatan dilakukan dengan metode mekanis, gambar, atau elektronik. Observasi ini kurang fleksibel bila dibandingkan dengan observasi langsung, tetapi observasi tidak langsung tidak bias dan lebih teratur dalam hal keakuratannya.

Sugiyono (2014: 403) mengklasifikasikan observasi menjadi tiga, yaitu:

1) Observasi partisipatif: peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh

sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.

2) Observasi terus terang atau tersamar: peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentanf aktivitas peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi.

3) Observasi tak berstruktur: penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak berstruktur, karena fokus penelitian belum jelas. Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan observasi berlangsung. Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu pasti apa yang akan diamati. Peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.

Berdasarkan penjelasan di atas, pengamatan (observasi) dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi jenis terus terang atau tersamar dan dilakukan dengan cara observasi langsung, dimana menurut Nazir (2011: 175), cara pengambilan data dalam observasi langsung dilakukan dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan,

dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Selain itu, pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal.

c. Dokumen

Menurut Sugiyono (2014: 422), dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, dan kebijakan. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain.

Berdasarkan penjelasan di atas, dalam penelitian ini, dokumen diperlukan karena hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan lebih kredibel/dapat dipercaya kalau disertai dengan dokumentasi. Sugiyono (2014: 422) mengungkapkan studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.

3.7 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian kualitatif, menurut Bogdan dalam Sugiyono (2014: 427), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting

dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.

3.7.1 Analisis Deskriptif Kualitatif dengan Model Miles and Huberman Data yang diperoleh pada penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Tujuannya untuk memberikan gambaran secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan konsep ilmu manajemen strategis. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui strategi perusahaan dalam mempertahankan eksistensi, mengetahui implementasi dan evaluasi strategi tersebut dan hambatan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan strategi tersebut. Menurut Miles dan Huberman dalam buku Metode Penelitian Bisnis oleh Sugiyono (2014: 430), aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari langkah-langkah berikut ini:

Gambar 3.1

Analisis Deskriptif Kualitatif Miles dan Huberman

Sumber: Metode Penelitian Bisnis (Sugiyono, 2014)

Data Collection (Pengumpulan Data)

Data Display (Penyajian Data)

Data Reduction (Reduksi Data)

Conclusion:

Drawing/Verification (Penarikan Kesimpulan

dan Verifikasi)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks, dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal-hal-hal yang penting, dicari pola dan tema dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

Selanjutnya, penyajian data memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Selanjutnya disarankan, dalam melakukan penyajian data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matriks, jejaring kerja (network), dan chart.

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih gelap sehingga sehingga diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.

3.7.2 Analisis Matriks SWOT

Analisis matriks SWOT digunakan untuk mengetahui strategi apa yang akan digunakan setelah melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki industri. Pada dasarnya, alternatif strategi yang diambil harus diarahkan pada usaha-usaha untuk menggunakan kekuatan dan memperbaiki kelemahan, memanfaatkan peluang-peluang bisnis, serta mengantisipasi ancaman. Analisis matriks SWOT dimulai dengan identifikasi aspek positif, yaitu strength (kekuatan) dan aspek negatif, yaitu weakness (kelemahan) dari internal perusahaan. Sedangkan dari eksternal perusahaan dilakukan identifikasi opportunities (peluang) dan threat (ancaman).

Sebuah matriks SWOT terdiri atas Sembilan sel, dimana terdapat empat sel faktor utama, empat sel strategi, dan satu sel yang dibiarkan kosong (sel kiri atas).

Keempat sel strategi, yang diberi nama SO, WO, ST, dan WT, dikembangkan setelah melengkapi keempat sel faktor utama, yang diberi nama S, W, O, dan T.

Keempat sel strategi, yang diberi nama SO, WO, ST, dan WT, dikembangkan setelah melengkapi keempat sel faktor utama, yang diberi nama S, W, O, dan T.