Allah Allah Elia Elia Izebel Izebel Ahab Ahab Elisa Elisa Janda Janda
"Segala perkara dapat kutanggungdi dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
(Flp. 4:13) Semua Buli-Buli Terisi Penuh Oleh Minyak
PERSIAPAN
MENGAJAR
Kitab Bacaan: 2 Raj. 4:8-37
Kebenaran Alkitab:
Allah mengasihi mereka yang memberi dengan tulus ikhlas. Tujuan Pelajaran:
Allah ingin setiap orang dapat menolong sesamanya untuk menyatakan kasih kita. Ayat Hafalan:
“Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan membari bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” (Ibr. 13:16)
Doa:
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus karena Engkau telah memelihara kami. Kami pun tahu bahwa Engkau mengasihi kami dan ingin agar kami dapat menolong mereka yang membutuhkan. Biarlah kami boleh belajar berbagi dengan orang lain dan menyatakan kasih kami bagi mereka dengan cara yang dapat kami lakukan. Kami ingin menyenangkan-Mu dan mengikuti perintah-Mu untuk saling mengasihi. Kiranya Roh-Mu memimpin kami. Haleluya!Amin.
Perempuan Sunem
Sunem adalah daerah di bagian tengah. Setiap kali Elisa berjalan ke selatan ke kota Samaria atau Gilgal, ia akan melewati Sunem. Demikian juga, ketika menuju utara ke gunung Karmel, maka ia akan melewati Sunem kembali. Perempuan Sunem tahu bahwa Elisa adalah seorang yang saleh dan baik, sehingga iapun mempersiapkan kamar bagi nabi tersebut di tingkat atas rumahnya. Terkadang kerabat memakai kamar ini untuk beristirahat pada musim panas. Perempuan Sunem ini tidak melakukan untuk motif yang egois. Akhirnya, kebaikannya dibalas oleh Allah.
Bangkit Dari Kematian
Allah maha kuasa. Tidak ada yang di luar kendali Allah, termasuk kematian. Dalam pelajaran sebelumnya, Elia membangkitkan seorang anak dari kematian, menyatakan kuasa Allah. Dalam kisah ini, Allah melalui Elisa juga membangkitkan seorang anak. Dalam Perjanjian Baru, ada juga banyak tertulis tentang kebangkitan. Yesus membangkitkan tiga orang dari kematian: Seorang anak laki-laki (Luk. 7:14), seorang anak perempuan (Luk. 8:52-56) dan Lazarus (Yoh. 11:38-44). Dari ketiga
Anak Perempuan Sunem
PELAJARAN
KOSA-KATA
PELAJARAN
Makmur:
Sungguh kaya; memiliki banyak uang dan harta materi. Penuai:
Orang yang bekerja di ladang dan mengumpulkan hasil panen. Tongkat:
Batang untuk menggembalakan kawanan domba. Berduka:
Perasaan sedih.
PEMAHAMAN
MURID-MURID
Kasih adalah kata yang sulit dilukiskan. Kasih tidak mudah didefinisikan. Kasih bukanlah sesuatu yang dapat kita raba. Bagi murid-murid Anda, dapat menjadi hal yang sulit bagi mereka untuk mengerti apakah kasih itu. Mungkin mereka mengaitkan kasih dengan pelukan dan keinginan untuk bersama dengan seseorang. Tetapi adalah penting untuk membagikan kepada mereka bagaimana mereka dapat menyatakan kasih, karena hal itu adalah salah satu perintah Allah. Dalam 1 Yoh. 3:18 tertulis: ”Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Terkadang, sulit memikirkan cara untuk menolong orang lain. Terkadang, hidup menjadi begitu sibuk sehingga menolong orang lainpun tidaklah menjadi prioritas lagi. Ingatkan kepada murid-murid bahwa Yesus ingin agar mereka menjadi penolong-Nya bagi sesama. Mereka dapat menyatakan kasih mereka dengan saling berbagi, sama seperti perempuan Sunem ini. Dia berbagi rumah dan makanannya. Murid-murid pun dapat membagikan kasih mereka dengan cara yang lain. Mereka dapat menolong dalam hal yang sederhana di sekitar rumah untuk menunjukkan bahwa mereka mengasihi keluarga mereka. Mereka juga dapat berdoa kepada Allah dan memohonn-Nya untuk memimpin semua anak-anak-Nya.
peristiwa ini, Yesus berseru kepada Tuhan dan memerintahkan mereka untuk bangkit. Allah melalui Petrus pun membangkitkan seorang perempuan (Kis. 9:40) dan Paulus pun berkat kuasa Allah membangkitkan Eutikhus dari kematian. (Kis. 20: 9-12) Tidak peduli dengan apa, asalkan berdoa dan percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus, maka suatu mujizat dapat dinyatakan.
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai Elisa yang menolong seorang janda yang memiliki sejumlah hutang. Seorang datang ke rumahnya untuk menagih uang yang dipinjamkan kepadanya, tetapi ia tidak dapat memberi apapun. Lalu orang itu berkata bahwa ia akan mengambil anak-anak dari pada janda tersebut menjadi budak. Janda tersebut menjadi sungguh bersedih hati, tetapi kemudian ia bertemu dengan Elisa dan menceritakan segalanya, apakah yang Elisa himbau untuk janda ini lakukan? (Elisa menyuruh janda tersebut untuk pergi ke rumah tetangga dan meminjam sebanyak mungkin buli-buli.) Setelah semuanya terkumpul, Elisa menyuruh janda tersebut untuk masuk ke kamarnya bersama dengan kedua orang anaknya dan menuangkan minyak dari buli-buli kecilnya ke dalam buli-buli yang dipinjamnya itu. Apakah yang terjadi ketika janda ini menuangkan minyak itu? (Minyak itu tidak habis-habis sampai semua buli-buli terisi penuh.) Kemudian Elisa menyuruh janda tersebut untuk menjual buli-buli itu dan memakai uang hasil penjualannya untuk membayar hutangnya. Mujizat terjadi karena janda ini percaya kepada Allah dan imannya telah menyelamatkan dirinya. Kita dapat belajar bahwa kita pun harus bersandar kepada Allah setiap saat dan menolong orang lain seperti Elisa menolong janda itu.
Kamar Bagi Elisa
Elisa terkenal karena suka menolong banyak orang, ketika ia dalam perjalanan dan mengajarkan firman Allah kepada mereka. Karena sering mengunjungi berbagai kota, ia selalu melewati Sunem. Suatu ketika, ia masuk ke Sunem, dan tiba-tiba seorang perempuan kaya yang tinggal di sana mengundang Elisa untuk tinggal dan makan bersama dengan keluarganya. Perempuan ini sungguh ramah dan perhatian. Sejak saat itu, setiap kali Elisa melewati Sunem, maka ia selalu singgah dan makan bersama dengan perempuan ini dan keluarganya.
Suatu hari, perempuan ini berkata kepada suaminya, ”Aku tahu bahwa orang yang sering melewati kota ini adalah seorang yang saleh. Bagaimana bila kita siapkan kamar di atas baginya. Kita dapat letakkan tempat tidur, kursi, dan lampu di sana untuknya, dan iapun dapat tinggal bersama dengan kita kapanpun juga bila ia datang.”
Suaminyapun mempertimbangkan tentang ide istrinya yang bagus itu, lalu mereka membuat kamar untuk Elisa di rumah mereka. Suatu ketika Elisa mengunjungi mereka, merekapun segera menunjukkan sebuah kamar beserta perabotannya kepada Elisa. Elisapun sungguh bersyukur, karena sekarang ia telah memiliki suatu tempat untuk tinggal kapanpun ia melewati Sunem. Elisa sungguh terharu dengan kebaikan perempuan ini, karena ia telah bersedia berbagi rumahnya dengan dirinya.
Anak Laki-Laki Untuk Perempuan Sunem Itu
Ketika Elisa sedang beristirahat di kamar yang baru saja dibangun untuknya itu, maka ia berusaha memikirkan cara untuk membalas kebaikan perempuan itu, lalu bertanyalah ia kepada hambanya, Gehazi, apa yang dapat ia lakukan untuk membalas kebaikan perempuan itu. Gehazi tahu bahwa perempuan itu dan suaminya belum memiliki seorang anakpun dan iapun tahu bahwa perempuan itu sungguh menginginkan untuk memiliki anak. Ketika Elisa mendengar hal ini, maka iapun meminta Gehazi untuk memanggil perempuan itu ke kamarnya. Perempuan ini segera datang dan berdiri di pintu kamar Elisa, dan mengira mungkin Elisa membutuhkan sesuatu. Namun, sebaliknya Elisa memberikan suatu berita yang tidak disangka-sangka oleh perempuan ini.
Elisa memandang perempuan ini dan berkata kepadanya, ”Kira-kira pada waktu seperti ini, tahun depan, engkau akan menggendong seorang anak laki-laki.”
Semula perempuan itu sungguh terkejut, dan mengira Elisa sedang bergurau. Tetapi ia tahu bahwa seorang nabi Allah tidak akan membohonginya, maka iapun percaya dan menantikannya dengan sabar. Beberapa waktu kemudian, iapun hamil dan pada waktu yang sama di tahun berikutnya, iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Tepatlah seperti yang Elisa telah janjikan. Perempuan itu sungguh bersukacita dan begitu mengasihi anaknya.
Kematian Yang Tiba-Tiba
Perempuan ini dan suaminya tetap menjaga anak mereka hingga anak inipun makin dewasa. Pada suatu pagi, anak ini pergi ke ladang bersama dengan ayahnya untuk melihat para penuai. Tiba-tiba, anak ini merasa tidak nyaman, sehingga ia berteriak dengan suara keras, ”Aduh kepalaku! Kepalaku sakit sekali!”
Ayahnya menjadi sungguh kuatir, karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga ia berkata kepada salah seorang hambanya, ”Bawa anak ini kepada ibunya.”
Ketika sang ibu melihat anaknya demikian, maka iapun menjadi sungguh kuatir. Anak itu tampak pucat dan sakit. Sang ibu memangku sambil memeluk anaknya itu. Sang ibu berusaha keras untuk meredakan sakit anaknya itu. Tetapi sekitar siang hari, tiba-tiba anak itu meninggal. Sang ibu tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Anak ini adalah anak tunggalnya dan iapun tidak dapat mengerti mengapa anaknya ini tiba-tiba meninggal. Lalu ia putuskan untuk mencari Elisa. Tetapi sebelum pergi, iapun membawa anaknya itu ke kamar Elisa, membaringkannya di kamar tidur dan menutup pintunya. Belum ada yang tahu bahwa anaknya itu telah meninggal sampai ia berbicara kepada Elisa.
Perempuan ini menemui suaminya di ladang dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan mengunjungi sang nabi. Dia memerlukan keledai dan seorang hamba untuk membawanya ke gunung Karmel, tempat di mana Elisa tinggal pada waktu itu. Suaminya belum tahu bahwa anaknya itu telah meninggal, sehingga iapun bertanya kepada istrinya mengapa begitu bergegas untuk pergi.
“Sekarang bukan hari Sabat atau hari khusus. Mengapa kamu segera ingin menemui Elisa?” tanya sang suami kepada istrinya.
Perempuan ini tidak ingin suaminya tahu, lalu iapun dengan cepat menjelaskan, ”Aku perlu menanyakan sesuatu kepadanya. Tidak apa-apa. Aku akan segera kembali.”
Lalu perempuan ini mengambil keledainya dan bersama dengan hambanya bergegas untuk menemui Elisa.
Tongkat Elisa
Perempuan itu tidak berlambat-lambat selama perjalanan. Dia ingin segera menemui Elisa. Dia lega ketika telah menemukan Elisa di gunung Karmel. Ketika sang nabi melihatnya, ia tahu pasti ada sesuatu karena perempuan itu tampak sedih.
“Ada apa?” tanya Elisa.
Perempuan itu tidak dapat menahannya lagi dan menangis dengan begitu sedihnya. Dia ceritakan semua yang terjadi. Elisa terkejut mendengar kabar itu. Tetapi ia tahu bahwa Allah akan menolong mereka. Dengan memberikan tongkatnya kepada Gehazi, hambanya, Elisa menyuruhnya segera pergi dan menaruh tongkat itu di atas anak itu. Dia dan perempuan itu segera akan menyusulnya.
Elisa Membangkitkan Anak Itu
Lalu Gehazi bergegas menuju rumah perempuan itu. Ketika tiba di Sunem, maka iapun pergi ke kamar Elisa dan menaruh tongkat Elisa di atas anak itu. Tetapi tidak ada yang terjadi. Anak itu tidak bergerak sama sekali. Gehazi tidak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga iapun berlari menemui Elisa. Ketika Elisa tahu bahwa anak itu tidak bangun, maka iapun mulai kuatir, bahkan ia berjalan semakin cepat ke rumah perempuan itu. Ketika mereka bertiga telah sampai di rumah itu, maka iapun pergi ke atas rumah dan masuk ke kamar. Elisa menutup pintu dan Gehazi serta ibu anak itu menantikannya di luar.
Kemudian Elisa berdoa kepada Allah, dan memohon kepada-Nya untuk membangkitkan anak itu. Selesai berdoa, ia berdiri dan membaringkan dirinya di atas anak itu, mulut dengan mulut, mata dengan mata, dan tangan dengan tangan. Elisa merasakan tubuh anak itu mulai hangat. Setelah beberapa waktu lamanya, maka ia bangkit dan berkeliling kamar. Lalu, untuk kedua kalinya, ia membaringkan tubuhnya di atas anak itu. Tiba-tiba, anak itu bersin sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.
Anak Itu Dikembalikan Kepada Ibunya
Setelah anak itu terbangun, maka Elisa membuka pintu dan memanggil ibu anak itu untuk masuk. Sang ibu begitu sukacitanya, karena anaknya telah hidup kembali. Sang ibu memeluk dan mencium anaknya itu, karena ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya itu. Sang ibu jatuh tersungkur di hadapan Elisa dan berterima kasih kepadanya, karena telah menyelamatkan anaknya. Dia tahu bahwa Allah telah membangkitkan anaknya dari kematian.
76
MENGULANG
DAN PERTANYAAN
AKTIVITAS
Perempuan Sunem itu sungguh bersukacita, ketika ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Tetapi begitu bersedih hatinya, ketika anaknya meninggal tiba-tiba. Namun perempuan itu tahu bahwa Elisa akan sanggup menolongnya, dan iapun segera menemui Elisa di gunung Karmel.
Petunjuk:
Setiap orang murid akan memainkan suatu peran yang sama. Mereka akan menjadi perempuan Sunem, dan berlomba mencari Elisa di gunung Karmel. Lihat siapa yang lebih dahulu sampai di akhir permainan pertama ini. Mereka harus bergiliran meninggal dan bergerak sesuai dengan jumlah yang ada. Mereka harus mengikuti
Berlomba
Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:
1. Perempuan Sunem ingin menyediakan kamar bagi Elisa, karena ia tahu bahwa Elisa adalah seorang abdi __________ (Allah) yang kudus.
2. Sebagai tanda terima kasih atas kebaikan perempuan itu, Elisapun katakan kepada perempuan itu bahwa ia akan melahirkan ____________________ (anak laki-laki) pada tahun depan.
3. Hamba Elisa, Gehazi, menolong anak itu hidup kembali. (Salah)
4. Elisa berdoa kepada Allah dan anak itu bersin sampai lima kali sebelum ia terbangun. (Salah)
5. Perempuan itu beriman kepada Allah dan Elisa bahwa anaknya akan hidup kembali. (Benar)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Mengapakah perempuan itu dikaruniakan anak oleh Allah?
2. Perempuan itu telah menanti lama sebelum akhirnya memiliki seorang anak laki-laki. Bagaimana menurut kamu perasaannya ketika anak laki-lakinya meninggal dengan tiba-tiba?
3. Perempuan itu segera pergi mencari Elisa. Mengapa ia tidak menunggu sebentar untuk melihat apa yang akan terjadi?
4. Perempuan itu diberkati Allah, karena ia telah berbuat baik kepada orang lain. Bagaimana dengan kamu, apakah telah berbuat kebaikan kepada yang lain?
petunjuk permainan, ketika mereka mencapai tempat yang telah diberi tanda. Perempuan Sunem yang pertama tiba di gunung Karmellah yang menang. Apabila ada cukup banyak murid, maka mintalah dua sampai tiga orang di satu tempat.
"Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan membari bantuan,
sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.”
(Ibr. 13:16)
79
PERSIAPAN
MENGAJAR
Kitab Bacaan: 2 Raj. 5:1-16 Kebenaran Alkitab:Allah menolong mereka yang datang kepada-Nya dengan rendah hati. Tujuan Pelajaran:
Teguhkan pentingnya menolong sesama yang membutuhkan dengan rendah hati.
Ayat Hafalan:
Doa:
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Tuhan Yesus, kami tahu bahwa Engkau maha kuasa. Di dunia ini tidak ada yang tidak dapat Engkau lakukan. Kami dapat melakukan segala hal bila bersandar kepada kuasa-Mu. Tolonglah kami untuk mengerti pengajaran-Mu pada hari ini, sehingga kami dapat belajar dari Naaman dan seorang anak kecil Israel. Kiranya segala kemuliaan hanya bagi nama-Mu.Haleluya, Amin.
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”
(Yak. 4:10)
Penyakit Kusta
Penyakit kusta seperti penyakit AIDS pada zaman sekarang, adalah salah satu penyakit yang ditakuti pada masa Alkitab. Kemungkinan ada lebih dari satu macam penyakit ini. Orang yang menderita kusta sering dipenuhi borok. Sebagian di antaranya menular dan banyak yang tidak dapat disembuhkan. Lebih buruknya lagi adalah dapat mengakibatkan kematian. Penderita kusta sering dipaksa tinggal di tempat penampungan di luar kota dan tinggal sebagai seorang gelandangan. Apabila mereka beruntung, maka penyakit ini dapat sembuh. Ketika imam menyatakan mereka telah sembuh, maka barulah mereka dapat masuk kota dan tinggal di tengah masyarakat kembali. Naaman dipastikan belum pernah menderita penyakit yang fatal ini sejak ia menjadi seorang panglima dan tinggal bersama dengan keluarganya. Kemungkinan ia terkena tahap awal dari penyakit kusta. Mungkin ia pun takut bahwa penyakitnya akan bertambah buruk dan akhirnya memperpendek hidupnya. Yesus juga menyembuhkan banyak penderita penyakit kusta dalam Perjanjian Baru.