IV METODE PENELITIAN
2) Biaya Usahatani Caisin
Biaya total dalam usahatani caisin terdiri dari biaya tunai dan biaya yang diperhitungkan. Biaya tunai adalah biaya yang dibayar dengan uang, seperti biaya sarana-sarana produksi yang digunakan untuk usahatani caisin, sedangkan biaya yang diperhitungkan adalah untuk menghitung berapa besarnya pendapatan kerja petani dan modal. Komponen biaya tunai seperti, benih, pupuk kandang, kapur, pupuk urea, pestisida cair, pestisida padat, pupuk daun, dan tenaga kerja luar keluarga, sedangkan komponen biaya diperhitungkan seperti, sewa lahan milik sendiri (ha), sewa lahan bagi hasil dan penggarap, dan penyusutan peralatan. Komponen-komponen perhitungan biaya secara rinci dapat dilihat pada Tabel 6. 3) Pendapatan Usahatani Caisin
Analisis pendapatan merupakan hasil pengurangan antara total penerimaan dan total biaya usahatani yang dikeluarkan. Total penerimaan diperoleh dari perkalian antara hasil produksi (output) dengan harga jual per satuan, sedangkan total biaya usahatani merupakan penjumlahan antara biaya tunai dengan biaya diperhitungkan. Pendapatan usahatani terdiri dari pendapatan atas biaya tunai dan
pendapatan atas biaya total. Pendapatan atas biaya tunai adalah selisih antara penerimaan tunai dengan biaya tunai. Sementara itu, pendapatan atas biaya total adalah selisih antara penerimaan total dengan biaya total.
Analisis pendapatan usahatani caisin perlu dilakukan oleh petani responden untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang diperoleh dari usahatani caisin dan mengetahui keuntungan dari kegiatan usahatani yang diusahakan. Secara rinci, komponen pendapatan usahatani caisin dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Komponen Pendapatan Usahatani Caisin
No Keterangan Componen
A Penerimaan tunai Harga x Hasil panen yang dijual (Kg) B Penerimaan yang
diperhitungkan
Harga x Hasil panen yang dikonsumsi (Kg)
C Total Penerimaan A + B
D Biaya tunai a. Biaya sarana produksi : benih, pupuk kandang, kapur, pupuk urea, pestisida cair, pestisida padat, pupuk daun. b. Biaya tenaga kerja luar keluarga
(TKLK) c. Pajak
E Biaya yang diperhitungkan a. Biaya tenaga kerja dalam keluarga (TKDK)
b. Penyusutan peralatan c. Lahan milik sendiri (sewa)
F Total Biaya D + E
G Pendapatan atas biaya tunai A – D H Pendapatan atas biaya total C – F
Dalam analisis pendapatan usahatani perlu diperhitungkan biaya penyusutan dari peralatan pertanian yang digunakan dalam kegiatan usahatani tersebut. Biaya penyusutan peralatan pertanian diperhitungkan dengan menggunakan metode garis lurus, yaitu membagi selisih antara nilai pembelian dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis barang tersebut. Terdapat asumsi nilai sisa bernilai nol (tidak ada) karena barang habis dipakai hingga umur ekonomisnya berakhir. Biaya penyusutan dapat dirumuskan sebagai berikut (Soekartawi et.al. 1986) :
Nb – Ns Biaya Penyusutan = n dimana : Nb = Nilai pembelian (Rp) Ns = Nilai sisa (Rp)
n = Umur ekonomis (tahun) 4.5.4 Hipotesis
1. Hipotesis fungsi produksi rata-rata
Hipotesis yang digunakan sebagai dasar pertimbangan adalah bahwa semua faktor produksi berpengaruh positif terhadap rata-rata hasil produksi caisin. Adapun penjelasan hipotesis tersebut adalah :
a. Benih (X1)
β1 > 0 artinya semakin banyak benih yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
b. Pupuk kandang (X2)
β2 > 0 artinya semakin banyak pupuk kandang yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat..
c. Kapur (X3)
β3 > 0 artinya semakin banyak kapur yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
d. Pupuk urea (X4)
β4 > 0 artinya semakin banyak pupuk urea yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
e. Pestisida cair (X5)
β5 > 0 artinya semakin banyak pestisida cair yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
f. Pestisida padat (X6)
β6 > 0 artinya semakin banyak pestisida padat yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
g. Pupuk daun (X7)
β7 > 0 artinya semakin banyak pupuk daun yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
h. Tenaga kerja (X8)
β8 > 0 artinya semakin banyak tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi maka produktivitas caisin semakin meningkat.
2. Hipotesis fungsi produksi variance
Hipotesis yang digunakan sebagai dasar pertimbangan adalah bahwa tidak semua faktor produksi berpengaruh positif terhadap variasi hasil produksi caisin. Sesuai tanda dan besaran parameter yang diharapkan didasarkan pada teori Just dan Pope (Robison dan Barry 1987). Adapun penjelasan hipotesis tersebut adalah :
a. Benih (X1)
θ3 > 0 artinya semakin banyak benih yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin meningkat, sehingga benih sebagai faktor yang menimbulkan risiko (risk inducing factors).
b. Pupuk kandang (X2)
θ4 > 0 artinya semakin banyak pupuk kandang yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin meningkat, sehingga pupuk kandang sebagai faktor yang menimbulkan risiko (risk inducing factors).
c. Kapur (X3)
θ5 > 0 artinya semakin banyak kapur yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin meningkat, sehingga kapur sebagai faktor yang menimbulkan risiko (risk inducing factors).
d. Pupuk urea (X4)
θ6 > 0 artinya semakin banyak pupuk urea yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin meningkat, sehingga pupuk urea sebagai faktor yang menimbulkan risiko (risk inducing factors). e. Pestisida cair (X5)
θ7 < 0 artinya semakin banyak pestisida cair yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin menurun, sehingga pestisida cair sebagai faktor pengurang risiko (risk reducing factors).
f. Pestisida padat (X6)
θ8 < 0 artinya semakin banyak pestisida padat yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin menurun, sehingga pestisida padat sebagai faktor pengurang risiko (risk reducing factors).
g. Pupuk daun (X7)
θ9 > 0 artinya semakin banyak pupuk daun yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin meningkat, sehingga pupuk daun sebagai faktor yang menimbulkan risiko (risk inducing factors). h. Tenaga kerja (X8)
θ10 > 0 artinya semakin banyak tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi maka variasi produktivitas caisin semakin meningkat, sehingga tenaga kerja sebagai faktor yang menimbulkan risiko (risk inducing factors). 4.6 Definisi Operasional
1. Produktivitas (Y) adalah jumlah total panen caisin segar yang diukur dalam satuan kilogram per periode tanam per hektar.
2. Benih (X1) adalah jumlah benih caisin yang digunakan untuk memproduksi caisin yang diukur dalam satuan kilogram per periode tanam.
3. Pupuk kandang (X2) adalah jumlah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang digunakan dalam persiapan lahan yang berguna untuk untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah. Pupuk kandang digunakan dalam satuan kilogram per periode tanam.
4. Kapur (X3) adalah jumlah kapur yang digunakan dalam persiapan lahan yang berguna untuk menaikkan pH tanah agar lebih subur dan gembur. Kapur digunakan dalam satuan kilogram per periode tanam.
5. Pupuk urea (X4) adalah jumlah pupuk kimia yang digunakan dalam persiapan lahan dan pemeliharaan yang dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman untuk mengembalikan unsur hara Nitrogen. Pupuk kimia ini digunakan dalam satuan kilogram per periode tanam.
6. Pestisida cair (X5) adalah jumlah obat yang berjenis insektisida yang berbentuk cair untuk memberantas hama dan penyakit tanaman caisin yang digunakan dalam satuan liter per periode tanam
7. Pestisida padat (X6) adalah jumlah obat yang berjenis fungisida dan insektisida yang berbentuk padat (bubuk) untuk mencegah hama dan penyakit tanaman caisin yang digunakan dalam satuan kilogram per periode tanam. 8. Pupuk daun (X7) adalah jumlah pupuk yang berbentuk padat (bubuk) yang
digunakan untuk menambah dan menyegarkan warna hijau daun caisin serta berfungsi sebagai vitamin yang baik bagi pertumbuahn caisin yang di ukur dalam satuan kilogram per periode tanam.
9. Tenaga kerja (X8) adalah jumlah orang yang digunakan dalam proses budidaya caisin, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan, yang diukur dalam satuan hari orang kerja (HOK) per periode tanam.
10. Biaya total adalah jumlah biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, yang meliputi biaya tunai dan biaya yang duperhitungkan dan diukur dalam satuan rupiah (Rp).
11. Biaya tunai adalah besaran nilai uang tunai yang dikeluarkan petani dan diukur dalam satuan rupiah (Rp).
12. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya faktor produksi milik sendiri yang digunakan dalam usahatani. Biaya ini tidak dibayarkan secara tunai hanya tetap diperhitungkan dalam analisis pendapatan usahatani untuk melihat pendapatan petani bila faktor produksi milik sendiri tersebut dibayar dan biaya ini dinyatakan dalam satuan rupiah (Rp).
13. Biaya penyusutan adalah biaya yang dikeluarkan karena adanya penyusutan alat-alat pertanian yang dihitung dengan metode garis lurus dan diperoleh dari nilai pembelian dibagi umur ekonomis peralatan dan dihitung dalam satuan rupiah (Rp).
14. Harga produk adalah harga jual rata-rata caisin yang diterima petani dan diukur dalam satuan rupiah per kilogram (Rp/kg).
15. Harga input adalah harga rata-rata dari setiap faktor produksi yang digunakan petani. Input-input tersebut antara lain, benih, pupuk kandang, kapur, pupuk urea, pupuk daun, pestisida padat (Rp/kg) dan pestisida cair (Rp/liter).
16. Penerimaan tunai adalah nilai produksi caisin yang dijual petani responden dikalikan dengan harga jual caisin dan dihitung dalam satuan rupiah (Rp).
17. Penerimaan yang diperhitungkan adalah nilai produksi caisin yang digunakan petani responden tetapi tidak dijual dikalikan dengan harga jual caisin dan dihitung dalam satuan rupiah (Rp).
18. Pendapatan atas biaya tunai adalah selisih antara penerimaan tunai dan biaya tunai usahatani caisin dalam satuan rupiah (Rp).
19. Pendapatan atas biaya total adalah selisih antara penerimaan total dan biaya total usahatani caisin dalam satuan rupiah (Rp).