Doa:
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami memuji dan bersyukur kepada Bapa di Surga karena selalu menuntun kami dengan kasih-Mu. Kami tahu bahwa Engkau adalah Allah yang mengetahui segalanya - sekalipun pikiran dan hati kami yang terdalam. Tolonglah kami untuk dapat menaati-Mu, bukan hanya dalam tindakan kami, tetapi juga dari hati kami yang paling dalam, karena kami tahu bahwa Engkau mengasihi kami. Kiranya Roh-Mu menuntun pelajaran hari ini seperti Engkau mengajari kami bagaimana untuk taat dari hati kami. Haleluya, Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Kutuk
Pada zaman dahulu, kutukan dipandang sebagai hal yang magis. Kutukan tidak hanya dinyatakan untuk menyakiti, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan merusak. Ketika raja Moab menyewa Bileam untuk mengutuki bangsa Israel, maka raja ini mengingikan Bileam memakai mantra sihir untuk melemahkan umat Allah.
Tetapi dalam Alkitab, kutukan lebih bersifat moral daripada sihir dan tidak dianggap sebagai cara kafir. Kutukan Allah atas bumi membuat tanah kering dan menghasilkan semak duri. Pohon ara yang Yesus kutuk segera layu dan mengering. Tetapi kutukan Allah tidak dimaksudkan untuk menyakiti manusia. Allah tidak dapat ditipu oleh sihir atau mantra.
Bileam
Dalam Yos.13:22, Bileam dikenal sebagai seorang yang mempraktekkan tenung. Dia bukanlah nabi dalam pengertian Alkitab, tetapi mencampurkan penyembahan Allah dengan okultisme (yang dikutuk Allah dalam kitab Ulangan 18:10-13). Kutukan Bileam dipakai untuk mengacaukan menurut konsep kafir, karena mantranya dianggap dapat mengikat musuh atau melemahkan kekuatan dari seseorang maupun suatu bangsa.
Bileam Dan
Seekor Keledai Yang Berbicara
PELAJARAN
PEMAHAMAN MURID-MURID
KOSA KATA PELAJARAN
Ketika para utusan Balak tiba, maka Allahpun langsung campur tangan, dengan menyuruh Bileam tidak pergi, lalu memperingatkannya, dan akhirnya membuat Bileam memberkati Israel. Salah satu perkataan terpenting Bileam yang berlaku untuk semua orang kepunyaan Allah, yaitu: “Sebab tidak ada mantra yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.” (Bil. 23:23) Tidak ada kekuatan sihir yang dapat menghancurkan milik Allah.
Ketika mendengarkan cerita Bileam, mungkin murid-murid Anda bertanya: Mengapa Allah murka kepada Bileam ketika Allah mengizinkannya pergi ke Balak? Kita dapat memakai kesempatan ini untuk menjelaskan bahwa Allah ingin kita menaati-Nya dari hati kita. Biarpun tampaknya, Bileam menaati Allah, tetapi sebenarnya Bileam menunjukkan keserakahannya akan uang dengan meminta pada Allah kedua kalinya, biarpun Allah telah melarangnya pergi.
Kadang kita sebagai orang Kristen menaati Allah dari luar, tetapi dalam hati kita, kita masih ingin hidup menurut cara kita sendiri. Apakah kita menaati Allah dengan sukacita, atau dengan menggerutu atau terpaksa? Jelaskan kepada mereka pentingnya ketaatan, tetapi harus berasal dari hati mereka sendiri. Mintalah mereka memberikan beberapa contoh seperti melakukan pekerjaan rumah dengan senang, atau mendengarkan perkataan orangtua dengan penuh perhatian. Ketika mereka menaati dari hati mereka sendiri, maka mereka akan menjadi termotivasi untuk menaati dengan sendirinya, sekalipun pekerjaan itu tidak ada yang melihatnya. Tuhan mengharapkan ketaatan kita datang dari hati, karena “manusia melihat yang di luar, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Sam. 16:7)
Utusan:
Seseorang yang membawa pesan.
Kutuk:
Lawan kata dari berkat; mengutuk seseorang berarti Anda berharap sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Berkat:
Anda berharap agar Allah memberikan sesuatu yang terbaik kepada seseorang.
Keledai:
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari tentang bagaimana bangsa Israel sampai ke perbatasan tanah perjanjian. Apakah yang Allah perintahkan kepada Musa? (Allah memerintahkan Musa umtuk mengirim dua belas orang pengintai.) Para pengintai itu pergi menyelidiki negeri Kanaan itu empat puluh hari lamanya dan ketika mereka kembali, apakah yang dikatakan oleh sepuluh orang dari antara dua belas orang pengintai itu? (Mereka mengatakan bahwa negeri Kanaan itu memanglah tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tetapi bangsa yang diam di sana terlalu kuat bagi mereka.) Ketika orang Israel mendengar laporan itu, apakah yang mereka lakukan? (Mereka bersungut-sungut kepada Musa dan ingin kembali ke Mesir.) Dua orang pengintai di antara mereka, Kaleb dan Yosua, berpikiran lain dari sepuluh orang pengintai lainnya. Apakah yang mereka katakan tentang negeri itu? (Mereka katakan bahwa negeri Kanaan itu amatlah baik, dan Allah akan menolong mereka mengalahkan bangsa yang diam di sana.) Apakah yang kita dapat pelajari dari Kaleb dan Yosua? (Kita dapat selalu percaya terhadap kuasa Allah dan janji-Nya, menegakkan kebenaran, sekalipun yang lainnya melakukan hal yang berbeda.)
Karena bangsa Israel tidak beriman kepada Allah, maka Dia tidak mengizinkan mereka masuk ke negeri Kanaan itu. Dia berfirman bahwa mereka akan mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan hanya Yosua dan Kaleblah dari generasi itu yang akan masuk ke negeri itu.
Bangsa Israel Di Tanah Moab
Orang Israel yang pertama kali keluar dari Mesir telah mati dan anak-anak mereka telah semakin dewasa. Sekarang, mereka berada di perbatasan tanah perjanjian dan berkemah di dataran Moab, seberang sungai Yordan. Sekarang Balak, anak laki-laki Zipor, raja Moab saat itu, melihat bagaimana Tuhan menyertai bangsa Israel. Seluruh negeri Moab gentar dengan begitu banyaknya bangsa Israel di sana. Orang-orang Moab menjadi takut kepada bangsa Israel.
Orang Moab berkata kepada para pemimpin Midian, “Bangsa ini akan memakan habis segala sesuatu yang ada di sekeliling kita, seperti lembu memakan habis rumput-rumputan di ladang.”
Balak Mengirimkan Utusan Kepada Bileam
Maka, Balak, raja Moab, mengirim beberapa orang utusan kepada Bileam, anak Beor, yang tinggal di tepi sungai Efrat. Pesannya adalah: “Ada sekelompok besar bangsa yang datang dari Mesir sedang menuju ke arahku. Datang dan kutuklah bangsa itu, karena mereka lebih kuat daripadaku. Dengan demikian, aku akan dapat menguasai mereka dan membuat mereka keluar dari negeri ini. Aku tahu bahwa siapa saja yang kau berkati akan beroleh berkat, dan siapa saja yang kau kutuk, dia akan kena kutuk.”
Para utusan itu membawa sejumlah uang untuk diberikan kepada Bileam. Ketika tiba di sana, mereka mengatakan apa yang Balak telah pesankan.
Tuhan Tidak Mengizinkan Balak Pergi
Bileam menjawab mereka, “Bermalamlah di sini, dan aku akan mengatakan apa yang Tuhan akan firmankan kepadaku.” Lalu para utusan itupun bermalam di
rumahmu?”
Bileam menjawab, “Orang-orang ini adalah utusan Balak, raja Moab. Mereka membawa adalah: Datang dan kutuklah bangsa Israel yang telah keluar dari Mesir. Dengan demikian, raja Moab akan dapat melawan dan mengusir mereka.”
Tetapi Allah berkata kepada Bileam, “Jangan pergi bersama dengan mereka. Engkau tidak boleh mengutuk bangsa Israel, karena mereka telah diberkati.”
Pagi harinya, Bileam bangun dan berkata kepada utusan Balak, “Pulanglah ke negerimu, karena Tuhan tidak mengizinkan aku pergi bersama denganmu.”
Balak Mengirim Utusan Lebih Banyak Lagi
Ketika Balak, raja Moab, mendengar bahwa Bileam tidak dapat pergi bersama dengan para utusannya, maka ia mengirim utusan lebih banyak lagi dan berkata, “Aku akan memberikanmu banyak uang dan melakukan apa yang kau katakan, bila engkau mengutuk bangsa ini untukku.”
Bileam bertanya kembali kepada Tuhan: Bolehkah ia pergi bersama dengan para utusan Balak yang telah datang malam itu? Dan pada malam itu, Allah berkata kepada Bileam, “Bila orang-orang ini telah datang memanggilmu, maka pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya lakukanlah apa yang Aku katakan kepadamu.”
Malaikat Tuhan Di Jalan
Pada pagi harinya, Bileam menunggangi keledainya dan pergi bersama dengan para utusan Balak. Tetapi Allah menjadi murka kepada Bileam ketika ia berangkat. Allah mengirim malaikat-Nya berdiri di jalan untuk menghentikannya. Bileam sedang menunggangi keledainya, dan dua orang hambanya bersama dengannya. Ketika keledainya melihat malaikat Tuhan berdiri di jalan dengan pedang di tangannya, maka keledai itu menyimpang dari jalan dan masuk ke ladang. Bileam memukul keledainya, agar keledai itu berbalik kembali ke jalan.
Kemudian malaikat Tuhan berdiri pada jalan yang sempit di antara dua tembok. Ketika keledai itu melihat malaikat Tuhan, maka keledai itu menekan dirinya pada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit. Bileampun memukul lagi keledainya.
Lalu malaikat Tuhan pergi ke depan mereka dan berdiri di tempat di mana tidak ada jalan untuk keledai itu menyimpang. Ketika keledai itu melihat malaikat Tuhan, maka ia meniarap dan tidak bergerak. Bileampun menjadi marah dan memukul keledai itu dengan tongkatnya.
Keledai Yang Berbicara
Kemudian, Tuhan membuka mulut keledai itu, dan berkata kepada Bileam, “Apakah yang telah aku lakukan, sehingga membuat engkau memukulku tiga kali?”
Bileam menjawab keledainya, “Kamu telah mempermainkan aku! Bila aku memiliki pedang, tentu aku akan membunuhmu sekarang!”
Lalu keledai itu berkata kepada Bileam, “Bukankah, aku ini keledaimu yang selalu kautunggangi? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?”
“Tidak, “ jawabnya.
64
Malaikat itu bertanya kepada Bileam, “Mengapa kaupukul keledaimu sampai tiga kali? Aku datang ke mari untuk menghentikanmu, karena apa yang akan engkau lakukan itu jahat. Ketika keledaimu melihat aku, ia telah berusaha untuk menghindar. Bila ia tidak menghindar, tentu aku akan membunuhmu pada waktu itu, dan aku akan menyelamatkan keledaimu itu.”
Bileam berkata kepada malaikat itu, “Aku telah berbuat salah terhadap Tuhan. Aku tidak mengetahui bahwa engkau berdiri di jalan untuk menghentikanku. Bila engkau tidak menginginkan aku pergi, biarlah aku kembali.”
Malaikat itu berkata kepada Bileam, “Pergilah bersama dengan orang-orang ini, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamulah yang harus kaukatakan.” Akhirnya, Bileampun pergi bersama dengan para utusan Balak itu.
Bileam Memberkati Bangsa Israel
Ketika Bileam sampai di tempat di mana ia akan mengutuki bangsa Israel, maka Allah menaruh perkataan berkat pada mulut Bileam. Sehingga bukannya mengutuki bangsa Israel, tetapi Allah justru membuat Bileam memberkati bangsa Israel.
MENGULANG DAN PERTANYAAN
Isi Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:
1. Orang Moab ketakutan terhadap bangsa Israel. (Benar)
2. Raja __________ meminta agar Bileam mengutuki bangsa Israel. (Moab) 3. Seorang __________ berdiri di jalan untuk menghentikan langkah Bileam.
(malaikat)
4. Keledai itu mulai __________ setelah Bileam memukulnya tiga kali. (berbicara) 5. Allah membuat Bileam memberkati bangsa Israel. (Benar)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Balak, raja Moab, menawarkan banyak uang kepada Bileam, bila ia mengutuki bangsa Israel. Sekalipun Balak menghendaki Bileam datang, tetapi bila Allah melarangnya, tetap saja Bileam tidak dapat datang ke hadapan Balak. Menurut kamu, apakah Bileam memang berniat datang ke hadapan Balak?
2. Mengapa Tuhan menjadi murka kepada Bileam, ketika Bileam pergi ke hadapan Balak?
3. Kadang kita melakukan sesuatu karena kita perlu atau karena seseorang menyuruh kita untuk melakukannya. Tetapi Allah ingin kita melakukan sesuatu dari hati kita, khususnya ketika kita datang menyembah-Nya. Bacalah Ayat Hafalan minggu ini untuk melihat bagaimana Allah ingin kita untuk menyembah-Nya.
AKTIVITAS PILIHAN
Lihatlah Lembar Kerja pada Buku aktivitas Murid yang berjudul:
“Belajar Untuk Katakan 'Aku Minta Maaf'“
Ketika kita membutuhkan pengampunan, maka kita akan katakan “Aku minta maaf.” Belajarlah untuk mengatakan “Aku minta maaf” dengan cara yang berbeda.
AKTIVITAS 1
AKTIVITAS 2
Lihatlah Lembar Kerja pada Buku aktivitas Murid yang berjudul:
“Tuhan, Ampunilah Aku!”
Ketika kita berdosa terhadap Allah, maka kita perlu memohon pengampunan.
Petunjuk:
Berilah warna pada seluruh tempat yang memuat surat dari kata "AMPUNI". Gambar apa yang tersembunyi?
Lihatlah Lembar Kerja pada Buku aktivitas Murid yang berjudul:
“Siapa Yang Butuh Pengampunan?”
Petunjuk :
“Belajar Untuk Katakan 'Aku Minta Maaf'“
Ketika kita membutuhkan pengampunan, maka kita akan katakan “Aku minta maaf.” Belajarlah untuk mengatakan “Aku minta maaf”
Kitab Bacaan:
Ul. 34:1-8; Yos. 1:1-2:24
Kebenaran Alkitab:
Hanya Tuhan Yesuslah yang dapat menyelamatkan dan memberi kita keselamatan.
Tujuan Pelajaran:
Percaya kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita.
Ayat Hafalan:
”Oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan."
(Kis. 15:11b)
Doa:
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan, karena telah membawa kami ke sini untuk mempelajari firman-Mu. Kami memuji-Mu, Tuhan, karena Engkau begitu mengasihi kami, sehingga Engkau rela turun ke dunia dan mati di kayu salib bagi kami. Karena kematian-Mulah, kami dapat diselamatkan dan memiliki pengharapan hidup di surga suatu hari nanti. Tolonglah kami mengerti bahwa kami dapat bersandar kepada-Mu dan hanya Engkaulah yang dapat membawa kami ke surga. Tuntunlah kami dalam mempelajari tentang bagaimana Rahab diselamatkan. Haleluya, Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Rahab
Ketika bangsa Israel mendekati kota Yerikho, semua penduduk di kota itu begitu ketakutan mendengar kuasa Allah Israel, tetapi hanyalah Rahab yang memutuskan untuk menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Rahab yang dijelaskan dalam Alkitab adalah seorang pelacur yang bekerja di penginapan di rumahnya. Jadi sungguh cerdik kedua orang pengintai yang pergi dan tinggal bersama dengannya. Dengan demikian, mereka tidak dapat dikenali di antara laki-laki yang datang ke sana.
Setelah kehancuran kota Yerikho, Rahab berbaur dengan orang Israel dan menikahi seorang yang bernama Salmon, yang kelak menjadi nenek moyang dari raja Daud, dan melalui Daudlah, diturunkannya Yesus Kristus. (Rut 4:20-21; Mat. 1:5) Dia termasuk dalam para pahlawan iman (Ibr. 11: 31)