• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dua Belas Orang PengintaiPELAJARAN

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mintalah murid-murid untuk membayangkan berdiri seorang diri, mungkin bersama dengan seorang teman lainnya, mencoba meyakinkan seluruh teman yang ada untuk melakukan suatu hal. Ini adalah situasi yang Kaleb dan Yosua hadapi ketika mereka kembali dari penyelidikan tanah Kanaan. Sekalipun mereka menghadapi ratusan ribu orang Israel yang marah dan ketakutan, tetapi mereka tetap berani dan beriman untuk melakukan apa yang benar.

Mungkin murid-murid Anda merasa ragu atau takut, karena mereka berbeda atau memilih melakukan suatu hal yang berbeda. Sebagai contoh: Mereka takut berdoa sebelum makan siang karena takut diejek atau mungkin dikucilkan karena mereka ke gereja dan tidak dapat bermain setiap hari Sabtu. Tolonglah mereka untuk mengerti bahwa tidak ada salahnya menjadi seorang yang berbeda; kenyataannya, Allah memanggil agar kita untuk memiliki hidup yang berbeda dari orang-orang di sekitar kita. Dia berfirman, "Kuduskanlah dirimu dari bangsa-bangsa di sekitarmu…" (Ezr. 10:11)

Keberanian Kaleb dan Yosua terletak pada sikap sandar mereka terhadap janji dan firman Allah. Kita pun dapat mengingatkan diri tentang janji Allah ketika kita memilih untuk menaati dan mengasihi-Nya. Yakobus berkata, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihiNya.” (Yak.1:12) Yosua dan Kaleb mengerti bahwa Allah akan memberi mereka kemenangan, bila mereka tetap melakukan apa yang benar. Sepanjang kita tetap melakukan apa yang benar, maka sesungguhnya kita telah menunjukkan sikap percaya bahwa Allah akan melakukan yang terbaik bagi kita. Dia tahu bagaimana menghadapi mereka yang bersikap keras terhadap kita karena mengasihi Allah sesuai dengan kehendak-Nya, waktu-Nya dan cara-Nya. Oleh karena itu, kita dapat tetap menaati perintah Allah dengan berani dan beriman.

KOSA KATA PELAJARAN

Mengintai:

Orang yang mencari tahu tentang suatu hal secara diam-diam.

Menyelidiki:

Menemukan hal baru tentang sesuatu hal yang dilakukan secara diam-diam.

Melaporkan:

KISAH PELAJARAN

Ulasan:

Pada minggu yang lalu, kita telah telah mempelajari tentang bagaimana orang Israel berkemah di gunung Sinai dan Musa naik ke atas gunung itu untuk berbicara kepada Allah. Sementara Musa berada di atas gunung, orang Israel melakukan sesuatu yang membuat Allah murka. Apakah kamu masih ingat hal apakah itu? Benar, mereka membuat anak lembu emas untuk disembah! Allah begitu murka, sehingga ingin memusnahkan mereka. Mengapa Allah begitu murka? (Karena Tuhan adalah satu-satunya Allah. Dia hanya menginginkan kita menyembah-Nya.) kKrena Tuhan adalah satu-satunya Allah, apakah yang tidak boleh kita lakukan? (Kita tidak pernah boleh menyembah allah lain atau menganggap yang lain lebih penting daripada Allah di hati kita.)

Allah begitu murka kepada bangsa Israel, karena mereka telah membuat anak lembu emas sehingga Ia ingin menghancurkan mereka. Tetapi apa yang Musa lakukan? (Musa memohon agar Allah tidak memusnahkan bangsa Israel.) Allah memberikan Musa beberapa hukum penting dan menuliskannya pada dua loh batu. Disebut apakah hukum-hukum itu? (Sepuluh Perintah.) Apakah kita masih menaati perintah ini sampai sekarang?

Musa Mengirim Dua Belas Orang Pengintai

Setelah orang Israel berkemah di gunung Sinai beberapa waktu lamanya, maka Allah memimpin mereka ke padang gurun Paran. Mereka cukup dekat dengan tanah perjanjian, sehingga mereka dapat menyelidikinya. Tanah Perjanjian, tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, disebut tanah “Kanaan”.

Tuhan berkata kepada Musa, “Kirimkan beberapa orang dari bangsamu untuk menyelidiki tanah Kanaan, yang akan Aku berikan kepada mereka. Kirimkan satu orang dari setiap suku.” Lalu Musa melakukan apa yang Tuhan firmankan, dan ia mengirim dua belas orang, para pemimpin dari setiap suku. Di antara mereka adalah Yosua dan Kaleb.

Musa berkata kepada mereka, ”Carilah tahu seperti apakah tanah itu: Apakah orang-orang yang tinggal di sana kuat atau lemah, apakah jumlah mereka banyak atau sedikit? Apakah tanah itu subur atau gersang? Kota-kota seperti apa yang mereka diami, berkubu atau tidak? Dan apakah di sana ada banyak pohon atau tidak? Bawalah sedikit dari hasil negeri itu.”

Para Pengintai Menyelidiki Tanah Perjanjian

Lalu para pengintai pergi dan mengintai tanah Kanaan itu. Ketika mereka sampai ke tempat yang disebut Lembah Eskol, maka para pengintai memotong cabang pohon yang ada buah anggurnya. Mereka juga membawa buah delima dan buah dara. Lembah itu dinamai Eskol karena orang Israel membawa tandan anggur yang mereka telah potong (Eskol artinya tandan).

Mereka mengintai negeri itu empat puluh hari lamanya, lalu kembalilah mereka ke perkemahan.

Laporan Yang Buruk

Ketika telah tiba di perkemahan, mereka melaporkan kepada semua orang tentang apa yang mereka telah lihat dan menunjukkan hasil negeri itu. Mereka memerikan laporan seperti ini kepada Musa: “Negeri di mana engkau utus kami selidiki adalah suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya! Inilah hasil

dan sangat besar. Bahkan kami melihat raksasa di sana, dari keluarga orang Enak, orang Amalek, orang Het, orang Yebus, orang Amori dan orang Kanaan tinggal di sana.”

Lalu Kaleb menenangkan hati semua orang Israel, tetapi usaha Kaleb pun tidak berhasil. Lalu, Musa berkata, “Kita harus pergi dan mengambil negeri itu, karena kita pasti sanggup melakukannya.”

Tetapi pengintai lainnya berkata, “Kita tidak dapat menyerang mereka; mereka lebih kuat daripada kita!” Para pengintai itu mulai bercerita, “Negeri yang kami selidiki itu adalah suatu negeri yang memakan penduduknya. Semua orang yang kami lihat di sana begitu tinggi; bahkan kami melihat raksasa di sana, keturunan orang Enak! Kami tampak begitu pendek dibandingkan dengan mereka, dan mereka pasti juga berpikir demikian terhadap kami.”

Orang Israel Menangis Kepada Musa

Lalu, segenap orang Israel menangis keras-keras pada malam itu dan mulailah mereka bersungut-sungut kepada Musa dan Harun, “Ah, sekiranya kami mati di Mesir atau di padang gurun ini! Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini supaya kami tewas oleh pedang dan istri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir? Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.”

Yosua Dan Kaleb Beriman Kepada Allah

Lalu Yosua dan Kaleb, dua orang yang telah mengintai negeri itu, berkata kepada bangsa itu: “Negeri yang kami lalui itu luar biasa baiknya. Apabila Tuhan berkenan kita, maka Ia memimpin kita untuk memasuki negeri itu. Hanya janganlah memberontak kepada Tuhan dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu.”

Tetapi semua orang Israel itu mengancam hendak melempari kedua orang itu dengan batu.

Musa Memohon Untuk Bangsa Israel

Tetapi tampaklah kemuliaan Tuhan di kemah pertemuan kepada semua orang Israel. Tuhan berfirman kepada Musa, ”Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka. Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka. Tetapi engkau Musa, Aku akan membuatmu menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada mereka.”

Musa berkata kepada Tuhan, ”Bangsa Mesir akan mendengarnya! Engkau membawa mereka keluar dari negerinya dengan kuasa-Mu. Apabila Engkau menghancurkan bangsa ini, maka mereka akan mendengarnya, karena mereka mengetahui bahwa Engkau menyertai dan memimpin bangsa Israel siang dan malam di sana. Apabila Engkau membinasakan mereka, maka bukan orang Mesir saja yang mendengar tetapi bangsa lain turut mendengarnya pula dan berkata, ”Tuhan tidak sanggup membawa bangsa ini ke tanah yang Dia janjikan, sehingga

Bangsa Israel Mengembara

Empat Puluh Tahun Lamanya Di Padang Gurun

Allah menjawab, “Aku mengampuni mereka seperti yang engkau minta. Tetapi demi Aku yang hidup, tidak seorangpun dari mereka yang meninggalkan Mesir dan yang telah melihat tanda-tanda ajaib yang Aku tunjukkan akan masuk ke tanah perjanjian. Mereka telah mencobai Aku sepuluh kali dan menista Aku. Tetapi Kaleb berbeda dari yang lainnya, ia mengikuti Aku dengan segenap hatinya. Aku akan membawanya masuk ke tanah perjanjian dan keturunannya akan hidup di sana. Berpalinglah ke padang gurun pada esok hari, ke arah laut Teberau.”

Lalu Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun, ”Berapa lama lagi bangsa ini bersungut-sungut terhadap Aku? Aku telah mendengar keluhan mereka, jadi katakanlah kepada mereka bahwa Aku akan melakukan apa yang telah kamu katakan: Aku tidak membinasakan sekarang juga, tetapi setiap orang dari antara kamu yang berumur dua puluh tahun atau lebih dan bersungut-sungut terhadap Aku, maka ia tidak akan masuk ke tanah perjanjian. Hanya Yosua dan Kaleb yang akan memasuki tanah tersebut. Aku akan membawa keturunanmu yang kamu katakan akan menjadi tawanan, merekalah yang akan memasuki tanah itu. Tetapi setiap hari kamu harus mengembara empat puluh tahun lamanya – kamu akan menderita di padang gurun ini dan akan mati.”

Kematian Kesepuluh Orang Pengintai Yang Tidak Beriman

Para pengintai yang telah memberikan laporan buruk ditimpa tulah dan mati di hadapan Tuhan. Hanya Yosua dan Kaleb yang tidak ditimpa tulah dan tetap hidup.

MENGULANG DAN PERTANYAAN

Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Musa mengirim dua belas orang __________ untuk mengintai negeri itu. (pengintai)

2. Sepuluh orang pengintai yakin bahwa mereka akan sanggup memukul musuh. (Salah)

3. Yosua dan Kaleb tidak takut karena __________ beserta dengan mereka. (Tuhan)

4. Bangsa Israel akan mengembara _______________ tahun lamanya di padang gurun. (empat puluh)

5. Tuhan murka karena bangsa Israel tidak percaya-Nya yang akan menolong mereka. (Benar)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Semua orang Israel tidak ingin pergi ke tanah perjanjian, tetapi Yosua dan Kaleb percaya bahwa Allah akan memberikannya kepada mereka. Yosua dan Kaleb percaya pada Allah. Disebut apakah jenis kepercayaan ini? (Iman)

2. Yosua dan Kaleb berbeda dari orang Israel lainnya. Menurut kamu, apakah sulit bagi Yosua dan Kaleb untuk tidak mengikuti pikiran mereka?

AKTIVITAS 1

Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:

“Dua Pandangan Berbeda.”

Yosua dan Kaleb tidak setuju dengan pendapat kesepuluh orang pengintai tentang Tanah Kanaan.

Petunjuk:

1. Carilah alasan Yosua dan Kaleb yang tidak setuju itu dalam Bil. 13:26-33 dan 14:6-9.

2. Apabila kalimat itu menjelaskan bagaimana perasaan Yosua dan Kaleb, tandai kotak sebelah kanan. Apabila kalimat itu menjelaskan bagaimana perasaan sepuluh orang pengintai, tandai kotak sebelah kiri.

3. Sekarang, kita sebagai orang Kristen berbeda daripada orang di sekitar kita. Apakah bedanya?

4. Kadang kita harus menghadapi hal yang berbeda dengan yang lainnya, karena kita telah memilih untuk mengikuti Allah dengan sepenuhnya. Kadang, kita akan menjadi satu-satunya yang melakukan suatu hal dari sekian banyaknya orang. Bagaimana memohon agar Allah menolong kita, sehingga kita tetap melakukan apa yang benar?

AKTIVITAS 2

Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:

“Apa Yang Akan Kamu Katakan?”

… Apabila kamu dan teman-temanmu berada di toko hobi melihat pesawat model dan tanpa sengaja kamu menjatuhkannya, apa yang akan kamu katakan? “Ini penjaganya datang, katakan saja orang lain yang menjatuhkannya.”

Apakah yang akan kamu katakan apabila temanmu bertanya mengapa kamu berbohong?

Pengintai Yang Lain Yosua Dan Kaleb

Orang Kanaan begitu kuat dan tinggal di kota-kota yang berkubu dan besar.

Bangsa Israel akan sanggup mengalahkan orang Kanaan.

Bangsa Israel akan dipukul oleh raksasa Kanaan.

Allah memberikan orang Kanaan bagi bangsa Israel.

Karena Tuhan beserta dengan bangsa Israel, maka mereka tidak perlu takut kepada orang Kanaan.

“Dua Pandangan Berbeda.”

Yosua dan Kaleb tidak setuju dengan pendapat kesepuluh orang pengintai tentang Tanah Kanaan.

Petunjuk:

1. Carilah alasan Yosua dan Kaleb yang tidak setuju itu dalam Bil. 13:26-33 dan 14:6-9.

2. Apabila kalimat itu menjelaskan bagaimana perasaan Yosua dan Kaleb, tandai kotak sebelah kanan. Apabila kalimat itu menjelaskan bagaimana perasaan sepuluh orang pengintai, tandai kotak sebelah kiri.

Kitab Bacaan:

Bil. 22:1-24:25

Kebenaran Alkitab:

Allah ingin kita menghormati dan menyembah-Nya.

Tujuan Pelajaran:

Tunduk kepada Allah dan taat pada perintah-Nya dalam hati dan dalam tindakan kita.

Ayat Hafalan:

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yoh. 4:24)

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami memuji dan bersyukur kepada Bapa di Surga karena selalu menuntun kami dengan kasih-Mu. Kami tahu bahwa Engkau adalah Allah yang mengetahui segalanya - sekalipun pikiran dan hati kami yang terdalam. Tolonglah kami untuk dapat menaati-Mu, bukan hanya dalam tindakan kami, tetapi juga dari hati kami yang paling dalam, karena kami tahu bahwa Engkau mengasihi kami. Kiranya Roh-Mu menuntun pelajaran hari ini seperti Engkau mengajari kami bagaimana untuk taat dari hati kami. Haleluya, Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Kutuk

Pada zaman dahulu, kutukan dipandang sebagai hal yang magis. Kutukan tidak hanya dinyatakan untuk menyakiti, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan merusak. Ketika raja Moab menyewa Bileam untuk mengutuki bangsa Israel, maka raja ini mengingikan Bileam memakai mantra sihir untuk melemahkan umat Allah.

Tetapi dalam Alkitab, kutukan lebih bersifat moral daripada sihir dan tidak dianggap sebagai cara kafir. Kutukan Allah atas bumi membuat tanah kering dan menghasilkan semak duri. Pohon ara yang Yesus kutuk segera layu dan mengering. Tetapi kutukan Allah tidak dimaksudkan untuk menyakiti manusia. Allah tidak dapat ditipu oleh sihir atau mantra.

Bileam

Dalam Yos.13:22, Bileam dikenal sebagai seorang yang mempraktekkan tenung. Dia bukanlah nabi dalam pengertian Alkitab, tetapi mencampurkan penyembahan Allah dengan okultisme (yang dikutuk Allah dalam kitab Ulangan 18:10-13). Kutukan Bileam dipakai untuk mengacaukan menurut konsep kafir, karena mantranya dianggap dapat mengikat musuh atau melemahkan kekuatan dari seseorang maupun suatu bangsa.

Bileam Dan