KOSA KATA PELAJARAN
Pengintai:
Orang yang mencari tahu tentang suatu hal secara diam-diam.
Tinggal Di Kota Berkubu
Yeriho diyakini sebagai kota bertembok tertua yang pernah berdiri di dunia. Kota itu terletak di atas bukit yang dikelilingi tembok ganda sejauh lima belas kaki. Tebal bagian luar tembok adalah enam kaki, bagian dalam dua belas kaki, keduanya setinggi tiga puluh kaki. Pada masa Yosua, adalah hal yang biasa bagi seseorang yang mendirikan rumahnya di atas tembok kota. Rumah itu dibangun dari kayu yang merentang di atas kedua tembok. Rahab tinggal di rumah semacam itu dengan jendela yang menghadap ke arah luar tembok.
PEMAHAMAN MURID-MURID
Mungkin murid-murid Anda belum sepenuhnya mengerti bagaimana Yesus menyelamatkan diri mereka. Melalui cerita ini, murid-murid beroleh kesempatan yang baik untuk menggali beberapa hal yang mendasar. Seperti Rahab yang hidup dosa dengan sesamanya; kita semua pun pernah berbuat dosa di hadapan Allah. Anda dapat bertanya kepada mereka mengenai hal ini, bila mereka belum pernah melakukan hal yang salah. Tentu saja, kita semua telah berdosa di hadapan Allah. Suatu hari, dosa kita akan dihakimi dan kita akan dihukum. Allah berfirman bahwa penghakiman bagi dosa kita adalah terputusnya hubungan kita dengan Allah untuk selamanya.
Tetapi sekalipun kita berdosa, Allah masih mengasihi kita. Dia menyediakan jalan keluar dari dosa kita, sehingga kita dapat menuju ke surga. Surga adalah tempat yang sempurna, dan tidak ada orang berdosa yang dapat ke sana. Allah ingin kita pergi ke tempat yang indah itu bersama dengan-Nya untuk selamanya, sehingga Ia menyediakan jalan untuk menghapuskan segala dosa kita. Dia mengirim Yesus Kristus, putra-Nya, yang tanpa dosa, untuk menumpahkan darah-Nya di kayu salib dan mati bagi kita. Sekarang, kita beroleh penghapusan dosa melalui darah Yesus ketika kita dibaptis. (Tanyakan kepada mereka, apakah ada di antara mereka yang telah dibaptis?) Bila kita telah dibaptis, maka semua dosa asal dan dosa pribadi yang kita perbuat pada masa lalu itu telah dihapuskan, dan sekarang kita merupakan bagian dari umat Allah, gereja-Nya. Hanya Yesus yang dapat menghapus dosa kita dengan mencuci bersih dengan darah-Nya.
Rahab mengerti bahwa satu-satunya jalan agar ia dapat diselamatkan ialah bila ia bergabung dengan umat Allah. Karena imannya yang sungguh terhadap Allah, maka Rahab dan seluruh keluarganya beroleh selamat. Mereka mulai hidup baru dengan bangsa Israel dan Rahab menikahi seseorang yang bernama Salmon, yang merupakan nenek moyang dari raja Daud, dan juga nenek moyang dari Mesias.
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari tentang bagaimana bangsa Israel pindah ke tanah Moab. Ketika bangsa Moab melihat kelompok besar Israel, apakah yang mereka rasakan? (Mereka begitu ketakutan.) Apakah yang dilakukan Balak, raja Moab? (Balak menyuruh Bileam datang untuk mengutuki mereka.) Semula, apakah Bileam datang? (Bileam tidak datang, karena Allah telah melarangnya.) Ketika Balak bertanya lagi, apakah yang Bileam lakukan? (Bileam memutuskan untuk datang ke hadapan Balak.) Hal aneh apakah yang terjadi ketika mereka dalam perjalanan? (Keledai Bileam berbicara.) Mengapa keledainya berbicara? (Bileam memukulnya sampai tiga kali dan bertanya mengapa ia melakukan ini?) Mengapakah Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk menghentikan Bileam? (Tuhan menjadi murka, karena Bileam sungguh tamak.) Ketika Tuhan membuka mata Bileam, barulah ia melihat ada malaikat Tuhan yang berdiri dengan pedang di tangannya. Bileampun menyadari bahwa keledainya telah menyelamatkan nyawanya. Apakah yang terjadi ketika Bileam pergi ke tempat yang seharusnya untuk mengutuk bangsa Israel? (Allah menaruh kata-kata berkat di mulutnya dan Bileam memberkati bangsa Israel.) Apakah yang kita dapat pelajari dari kisah Bileam ini? (Kita harus menaati Allah dengan hati dan perbuatan kita.
Kematian Musa
Sekarang generasi pertama bangsa Israel yang keluar dari Mesir telah mati semuanya, dan anak-anak mereka telah bertambah dewasa. Musa, hamba Allah, telah memimpin mereka empat puluh tahun lamanya dan iapun kini telah lanjut usia. Musa mendaki puncak gunung yang tinggi di Moab dan Allah memperlihatkan negeri yang akan ditempati bangsa Israel kepada Musa. Lalu Musa, hamba Allah, mati di sana, di Moab dan Allah menguburkannya. Bangsa itu berkabung dan meratap karena Musa tiga puluh hari lamanya.
Yosua, Pemimpin Yang Baru
Ketika Musa telah mati, Tuhan berfirman kepada Yosua, hamba Musa, ”Musa, hamba-Ku telah mati. Seperti Aku menyertainya, Aku pun akan menyertaimu. Aku tidak akan meninggalkanmu. Sekarang, janganlah takut dan gentar, karena engkau akan memimpin bangsa ini ke negeri yang Aku janjikan kepada mereka. Janganlah takut dan gentar. Patuhilah semua hukum yang telah Musa berikan kepadamu, dan engkau akan berhasil ke manapun engkau pergi. Ingatlah semua perintah yang Aku telah berikan kepadamu, dan lakukanlah dengan hati-hati. Jangan takut dan gentar, karena Tuhan, Allahmu, akan menyertaimu ke manapun engkau pergi.”
Yosua Menyiapkan Pasukan Untuk Bertempur
Lalu Yosua meminta para tua-tua bangsa Israel pergi ke kemah dan berkata kepada mereka, ”Siapkanlah segala sesuatu yang akan kamu perlukan! Kita akan menyeberangi sungai Yordan dalam tiga hari untuk mengambil negeri yang dijanjikan Tuhan kepadamu.”
Yosua berkata kepada suku Ruben dan suku Gad dan setengah dari suku Manasye: "Jangan lupa janji yang dibuat oleh Musa, hamba Tuhan. Dia berjanji bahwa Tuhan, Allahmu, akan memberikan kamu tanah di sebelah timur sungai ini.
harus berperang bagi saudara-saudaramu sampai Tuhan, Allahmu, memberikan negeri dan keamanan bagi saudara-saudaramu. Setelah kamu menolong mereka, bolehlah kamu kembali dan menetap di negeri ini, yang telah Musa berikan kepadamu di sebelah timur sungai Yordan.”
Yosua Mengirim Dua Orang Pengintai
Yosua mengutus dua orang pengintai dari perkemahan mereka di tepi sungai Yordan ke negeri Kanaan. Yosua menyuruh mereka, ”Carilah tahu apa yang dapat kamu temukan, terutama tentang kota Yerikho.” Lalu mereka pergi ke kota Yerikho di mana mereka tinggal di rumah seorang perempuan yang bernama Rahab. Ketika seseorang mengatakan kepada raja Yerikho bahwa ada dua orang pengintai dari bangsa Israel, maka ia mengirim pesan kepada Rahab,”Kami akan menangkap dua orang yang tinggal di rumahmu. Mereka telah datang ke mari untuk mengintai kami!”
Rahab Menyembunyikan Para Pengintai
Rahab telah menyembunyikan mereka di sotoh rumah. Dia mengatakan kepada para utusan raja, ”Mereka memang ada di sini, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka berasal. Dan waktu matahari terbenam, saat pintu gerbang kota hendak ditutup, mereka pergi. Aku tidak tahu ke mana mereka pergi, tetapi segeralah kejar mereka, mungkin kamu dapat mengejar dan menangkap mereka. Para utusan raja itu segera mengejar para pengintai Israel itu ke tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Tidak lama setelah mereka pergi, pintu gerbang kota ditutup.
Rahab Memohon Keselamatan Keluarganya
Para pengintai itu masih terjaga ketika Rahab naik ke sotoh rumahnya dan berkata, ”Aku tahu bahwa Tuhan telah memberikanmu negeri ini, dan setiap orang ketakutan karena kamu. Kami telah mendengar bagaimana Tuhan mengeringkan laut Teberau, sehingga kamu dapat meninggalkan Mesir. Kami juga tahu bagaimana Dia menghancurkan Sihon dan Og, dua orang raja negeri Amori di timur sungai Yordan. Ketika kami mendengar semuanya ini, maka ciutlah hati kami dan hilanglah keberanian kami, karena Tuhan, Allahmu, Yang memerintah langit dan bumi. Berjanjilah kepadaku dalam nama Tuhan bahwa kamu akan berlaku baik terhadap keluargaku seperti yang telah aku lakukan kepadamu. Tunjukkanlah bahwa kamu akan menyelamatkan orangtua dan keluarga saudara-saudariku.”
Para pengintai itu berkata, ”Apabila kamu menyelamatkan kami, kami akan menyelamatkanmu! Jangan katakan apapun yang kami lakukan, dan kami berjanji akan bersikap baik kepadamu, ketika Tuhan memberikan kami negeri ini.”
Janji Tali Kirmizi
Rahab mengatakan kepada para pengintai itu, “Bersembunyilah di pegunungan! Orang-orang yang mencarimu tidak akan menemukanmu di sana. Mereka akan kembali setelah tiga hari. Lalu kamu dapat pergi.” Setelah itu, Rahab menurunkan mereka dengan tali kirmizi melalui jendela rumahnya, yang berada di tembok kota.
meninggalkan rumah, maka mereka akan dibunuh dan kamu yang akan menanggungnya, dan bukanlah kami. Tetapi kami yang akan menanggung bila ada orang di rumahmu yang dilukai. Apabila kamu mengatakan kami ada di sini, maka kami bebas dari janji kami.”
“Aku akan melakukan tepat seperti yang kamu katakan,” janji Rahab dan ia berpisah dengan mereka. Para pengintai itu pergi, dan ia menggantung tali kirmizi di jendela rumahnya.
Para Pengintai Berhasil Meloloskan Diri
Selama tiga hari, para pengintai bersembunyi di pegunungan, sementara para pengejar terus mencari di sepanjang jalan. Setelah mereka menyerah dan kembali, para pengintai itupun turun dari pegunungan dan menyeberangi sungai Yordan. Ketika mereka kembali kepada Yosua, mereka menceritakan segalanya yang terjadi. Mereka berkata,” Kami yakin bahwa Tuhan telah memberikan kita seluruh negeri itu, karena penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita.”
MENGULANG DAN PERTANYAAN
Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:
1. Setelah Musa meninggal, __________ menjadi pemimpin baru. (Yosua) 2. Yosua mengutus beberapa orang __________ke negeri Kanaan. (pengintai) 3. Kedua orang pengintai tinggal di rumah __________. (Rahab)
4. Rahab mengatakan kepada raja perihal kedua orang pengintai itu. (Salah) 5. Para pengintai berjanji bahwa keluarga Rahab akan selamat. (Benar) 6. Rahab menggantung tali kirmizi di jendela rumahnya sebagai tanda. (Benar)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Mengapa Rahab mengatakan semua penduduk Yerikho takut kepada bangsa Israel?
2. Rahab tahu bahwa satu-satunya jalan agar ia selamat adalah bergabung dengan umat Allah. Sekarang, kita pun dapat selamat, bila bergabung dengan umat Allah. Apakah kamu merupakan bagian dari umat Allah dan gereja-Nya? Bagaimana seseorang dapat menjadi bagian dari umat Allah?
3. Apakah kamu kenal orang yang bukan bagian dari umat Allah? Apakah kamu akan mengatakan tentang Allah sehingga mereka juga dapat diselamatkan? Apa yang akan kamu katakan?
AKTIVITAS 1
Misteri Pembatas Buku Berisi Pesan
Sasaran:
Membuat pembatas buku untuk diberikan pada teman-teman yang belum percaya atau sebagai bahan memulai percakapan tentang Yesus.
Bahan:
Pembatas buku kosong (dapat dibuat dari kertas putih polos yang dipotong dan dilubangi bagian atasnya)
Spidol Pita
Daftar ayat-ayat hafalan singkat
Petunjuk:
1. Tulislah di papan tulis daftar ayat hafalan singkat. Jangan lupa memasukkan pasal dan ayatnya.
2. Berikan pembatas buku kepada setiap orang murid.
3. Murid-murid mengambil satu ayat dan menuliskan huruf pertama setiap pembatas buku. Contoh “Bersukacitalah Selalu Dalam Tuhan.” Tulis: BSDT. Ingatkan mereka untuk menuliskan pasal dan ayatnya.
4. Gunakan spidol untuk menghias pembatas buku. 5. Berikan pita/benang wol pada setiap orang murid.
Catatan:
Murid-murid dapat memberikan pembatas buku kepada orang yang belum percaya atau sebagai bahan memulai percakapan tentang Yesus!
AKTIVITAS 2
Pengenalan Pelajaran
Sasaran:
Mengulang pelajaran sampai bagian ini.
Petunjuk:
1. Tulislah daftar benda yang ditemukan dalam cerita-cerita yang telah dibahas pada kwartal ini (contoh: Sandal, kodok, tongkat, laut, burung puyuh, emas, anggur, pedang, tali kirmizi, dan lain sebagainya.)
Kitab Bacaan: Yos. 5:13-6:27 Kebenaran Alkitab:
Allah adalah Tuhan yang maha kuasa dan dengan kuasa-Nya, Ia menggenapi apapun rancangan-Nya.
Tujuan Pelajaran:
Bersandarlah Allah pada setiap waktu sekalipun tampak mustahil.
Ayat Hafalan:
“Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Mrk.10:27b) Doa:
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan, bahwa karena kasih dan perlindungan-Mu, kami dapat melewati minggu ini. Engkau adalah Allah yang maha kuasa dan dengan kuasa-Mu, Engkau melakukan semuanya. Kadang kami memiliki masalah yang tidak dapat kami selesaikan, ataupun pekerjaan yang tampaknya mustahil untuk dilakukan. Tolonglah kami untuk dapat bersandar kepada-Mu ketika kami memiliki permasalahan seperti ini. Kiranya Roh-Mu memimpin pelajaran hari ini, ketika kami mempelajari tentang bagaimana Engkau telah membantu bangsa Israel melakukan hal yang mustahil. Haleluya, Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Runtuhnya Tembok Kota
Penaklukan kota Yerikho lebih digambarkan sebagai parade militer daripada operasi militer. Dengan dipimpin oleh tabut Tuhan, bangsa Israel berbaris mengelilingi kota ini tujuh hari lamanya. Pada hari ketujuh, pada jam yang telah ditentukan, sangkakala ditiup dan tembok kotapun runtuh.
Bukti arkeologi menunjukkan bahwa tembok kota itu benar-benar rata dengan tanah. Tembok ganda yang jaraknya dua belas sampai lima belas kaki dan dibangun dengan kokoh. Kedua tembok dihubungkan dengan rumah-rumah diatasnya (contohnya: Rumah Rahab). Bukti arkeologi menunjukkan bahwa bagian luar tembok kota hancur terlebih dahulu dan runtuh menimpa bagian dalam tembok dan rumah-rumah lainnya.