• Tidak ada hasil yang ditemukan

KISAH PELAJARANKOSA KATA PELAJARAN

Berhala:

Allah buatan manusia.

Anak Lembu:

Lembu muda.

Menghancurkan:

Membuat jadi kepingan; tidak berguna; runtuh; terbuang.

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari tentang bagaimana Tuhan menampakkan diri di gunung Sinai. Ketika bangsa Israel berkemah di kaki gunung itu, maka Musa naik ke atas gunung dan berbicara kepada Tuhan. Allah memberikan

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mungkin murid-murid Anda masih terkesan dengan berhala yang sepertinya nyata. Melalui pelajaran ini, Anda dapat membantu mereka mengerti bahwa semuanya itu tidak nyata dan akan dapat menggantikan tempat Allah di hati kita. Ketika kita menghargai yang lain lebih tinggi daripada Allah, maka sesungguhnya kita sedang menyembah berhala. Sebagai contoh: Salah seorang murid Anda baru saja mendapat mainan kesukaannya. Karena ini hari Sabat, mereka tidak boleh memainkan mainan itu sampai mereka hari Sabat telah berakhir. Barangkali murid-murid Anda akan bersikeras membawa mainannya ke gereja, atau marah, atau bahkan tinggal di rumah. Sekalipun tidak ada seorangpun (kecuali Allah) yang dapat mengetahui apa yang terpenting dalam hatinya, tetapi perbuatan kita seringkali menyatakannya. Yesus berkata, ”Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Mat. 6:21) Harta kita terdiri dari waktu, uang, dan usaha kita. Apa yang kita lakukan dengan harta kita menyatakan keadaan hati kita yang sebenarnya atau apa yang paling kita anggap berharga.

Melalui pelajaran ini, Anda dapat menolong murid-murid untuk mengerti bahwa berhala dapat berupa berbagai hal. Berhala merupakah hal pertama mengambil tempat di hati kita selain Allah. Mintalah murid-murid untuk melihat diri mereka sendiri, apakah ada hal lain yang menggantikan tempat Allah dalam hati mereka? Apabila ada, mereka harus segera berdoa kepada Allah dan mohon pengampunan. Sekalipun Allah adalah Tuhan yang cemburu, tetapi Dia pun adalah Tuhan yang pengasih. Mereka dapat memohon agar Allah membantu mereka menjadikan-Nya yang pertama di dalam hati mereka, karena hanya Dialah yang dapat melakukannya. Ketika kita makin mengerti dan makin setia kepada Allah dan memberi-Nya tempat yang tepat dalam hidup kita, maka Dia akan memberkati kita dan memenuhi kebutuhan kita, sehingga Allah akan dimuliakan.

Musa Di Gunung Sinai

Orang Israel berada di gunung Sinai, dan Tuhan berkata kepada Musa, “Naiklah ke atas gunung dan tinggallah sementara. Aku akan memberikan kepadamu dua loh batu yang di atasnya Aku telah tuliskan hukum dan perintah yang orang Israel harus taati.” Musa dan Yosua bersiap, dan Musa naik ke atas gunung di mana Allah ada.

Musa berkata kepada para tua-tua, “Tunggulah di sini sampai kami kembali. Harun dan Hur akan bersama-sama dengan kamu, mereka yang beperkara dapat datang kepada mereka ketika kami pergi.”

Ketika Musa naik ke atas gunung Sinai, awan menutupi gunung itu, dan kemuliaan Tuhan diam di atas gunung itu. Awan menutupi gunung itu enam hari lamanya, dan pada hari yang ketujuh, Tuhan berkata kepada Musa dari dalam awan. Musa pergi ke dalam awan itu dengan mendaki gunung itu dan tinggal di sana empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya. Kepada orang Israel, kemuliaan Tuhan tampak seperti api yang membara pada puncak gunung.

Lembu Emas

Setelah orang Israel melihat bahwa Musa berada di atas gunung cukup lama, maka mereka pergi kepada Harun dan berkata, “Buatkanlah kami allah yang akan memimpin dan melindungi kami! Musa membawa kami keluar dari Mesir, tetapi tidak seorangpun mengetahui apa yang telah terjadi padanya.”

Harun berkata kepada mereka, “Bawakan padaku anting-anting emas istrimu, anakmu laki-laki dan anakmu perempuan.” Setiap orang melepaskan anting-antingnya dan membawanya kepada Harun, yang melebur anting-anting emas itu dan membuatnya patung yang menyerupai anak lembu.

Semua orang berkata seorang terhadap yang lainnya, “Inilah allah yang membawa kita keluar dari Mesir!”

Ketika Harun melihat apa yang terjadi, ia mendirikan mezbah di depan patung itu dan berkata, “Besok kami akan adakan perjamuan besar untuk menghormati Tuhan.” Keesokan harinya, orang Israel bangun lebih awal dan menyembelih beberapa ekor binatang untuk digunakan sebagai korban bakaran dan lainnya untuk dimakan. Lalu setiap orang makan dan minum dan mereka mulai bertindak liar.

Musa Memohon Untuk Bangsa Israel

Tuhan berkata kepada Musa, “Cepatlah turun! Bangsa yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak kelakuannya! Mereka tidak lagi menaati Aku dan telah membuat sebuah patung seperti anak lembu. Mereka telah menyembahnya, mempersembahkan korban dan berkata bahwa anak lembu itu adalah allah yang membawa mereka keluar dari Mesir. Musa, Aku telah melihat bagaimana keras kepalanya orang-orang ini, dan Aku memiliki alasan untuk menghancurkan mereka. Jangan coba hentikan Aku! Tetapi Aku akan membuat keturunanmu menjadi bangsa yang besar.”

Musa mencoba mengubah pikiran Allah. Dia berkata, ”Tuhan, Engkau menggunakan kuasa-Mu yang besar dan agung untuk membawa bangsa ini keluar dari Mesir. Sekarang, janganlah marah, sehingga Engkau mau membinasakan mereka. Apabila hal itu Engkau lakukan, maka bangsa Israel akan berkata: Engkau membawa umat-Mu ke tempat ini hanyalah untuk memusnahkannya. Janganlah kiranya Engkau murka terhadap umat-Mu. Janganlah binasakan mereka!

“Ingatlah akan janji yang Engkau buat terhadap Abraham, Ishak, dan Yakub. Engkau berfirman bahwa jumlah keturunan mereka akan sebanyak bintang di langit pada suatu hari kelak. Dan Engkau telah berjanji untuk memberikan tanah ini kepada mereka.” Lalu Allah mengubah pikiran-Nya. Dia tetap membiarkan mereka hidup.

Loh Batu Dihancurkan

Musa turun dari gunung dengan membawa dua loh batu yang berisi kesepuluh perintah yang ditulis oleh jari Allah sendiri. Ketika Yosua mendengar kegaduhan dari orang Israel, iapun berkata kepada Musa, ”Pastilah telah terjadi peperangan di perkemahan.”

Tetapi Musa menjawab, ”Itu bukan suara kemenangan atau kekalahan dalam peperangan. Itu suara orang yang sedang bernyanyi!”

Setelah Musa mendekati perkemahan, ia melihat adanya patung berhala, dan banyak orang yang menari mengelilinginya. Keadaan ini membuat Musa begitu marah, sehingga ia melemparkan dua loh batu itu sampai hancur berkeping-keping. Musa melebur patung berhala itu sampai halus, dan menaburkannya ke air serta menyuruh mereka meminumnya.

Hari berikutnya, Musa berkata kepada bangsa itu, ”Apa yang engkau telah lakukan ini sungguh buruk! Tetapi, aku akan kembali menghadap Tuhan untuk melihat apa yang dapat aku lakukan untuk menghindarkan dosa ini dari pada engkau.'

Musa Kembali Memohon Untuk Bangsa Israel

Musa kembali kepada Tuhan dan berkata, ”Ah, mereka telah berbuat dosa. Mereka membuat patung emas untuk menjadi dewa mereka. Tetapi, ampunilah mereka. Apabila tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari kitab kehidupan!” (orang Israel percaya bahwa Allah mencatat semua nama umat-Nya dan siapapun yang namanya dihapuskan dari kitab Allah itu, maka ia tidak lagi menjadi milik Tuhan).

Tuhan menjawab, ”Aku akan menghapus dari kitab kehidupan nama mereka yang berbuat dosa terhadap Aku! Sekarang bawalah umat-Ku ke tempat yang Aku katakan dan malaikat-Ku akan memimpinmu. Tetapi ketika waktunya tiba, Aku akan menghukum mereka karena dosa ini.”

Loh Batu Yang Baru Untuk Kesepuluh Perintah Allah

Lalu Tuhan berfirman kepada Musa, ”Ambillah dua loh batu seperti yang pertama, dan Aku akan menuliskan apa yang Aku telah tuliskan pada loh batu sebelumnya. Naiklah ke gunung Sinai pada pagi hari, dan jangan bawa siapapun beserta denganmu.”

Jadi Musa mengambil dua loh batu yang baru seperti yang pertama. Dan Tuhan menulis kembali kesepuluh perintah pada loh batu itu.

MENGULANG DAN PERTANYAAN

Isi Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Musa berada di atas gunung Sinai __________ hari dan malam lamanya. (40) 2. Harun membuat patung emas yang menyerupai seekor __________.

(anak lembu)

3. Tuhan begitu murka sehingga ingin membinasakan bangsa Israel. (Benar) 4. Musa setuju bahwa Tuhan harus membinasakan mereka. (Salah)

5. Musa melebur ____________________ dan menggilingnya menjadi halus. (lembu emas)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Perintah manakah yang dilanggar bangsa Israel dengan membuat anak lembu emas? (Perintah yang pertama dan kedua.)

2. Dua perintah pertama juga berarti kita tidak boleh menempatkan yang lebih penting daripada Allah di hati kita. Hal apakah yang bagi kita lebih penting daripada Allah?

3. Bagaimanakah kita dapat menunjukkan bahwa Allah paling penting bagi kita?

AKTIVITAS 1

Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:

“Hal Yang Disukai”

Tidaklah salah memiliki hal atau benda yang disukai, tetapi ketika hal atau benda tersebut menjadi lebih penting daripada Allah, maka kita harus memikirkan ulang prioritas kita…

Petunjuk:

1. Mintalah murid-murid untuk menyebutkan hal atau benda yang mereka sukai, seperti: teman, mainan, tempat bepergian, dan lain sebagainya. Buatlah daftarnya di papan tulis.

2. Diskusikanlah tentang bagaimana semua ini dapat mengambil tempat Allah di hati kita.

3. Diskusikanlah tentang cara yang benar untuk menikmati semua ini tanpa membiarkan mereka menjadi “berhala" dalam kerohanian kita.

AKTIVITAS 2

Siapakah Yang Mengasihi Allah?

Petunjuk:

Lingkarilah anak-anak yang mengasihi Allah lebih daripada yang lainnya. Gambarlah kotak di sekitar mereka yang tidak mengasihi Allah.

Kitab Bacaan:

Bil.13:1-14:38

Kebenaran Alkitab:

Tuhan adalah Allah yang maha kuasa dan firman-Nya adalah benar.

Tujuan Pelajaran:

Agar tetap teguh dalam firman Allah, sekalipun dunia di sekitar kita menentang.

Ayat Hafalan:

“Berdirilah dengan teguh dalam iman." (1 Kor. 16:13b)

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Tuhan, kami bersyukur karena Engkau telah membawa kami ke mari untuk menyembah nama-Mu yang kudus. Kadang, sulit untuk selalu mengikuti perintah-Mu, terutama ketika semua orang di sekitar kita menentang kita. Tetapi kita tahu bahwa firman-Mu adalah baik, dan akan memberi kita hidup kekal. Berikanlah kami kekuatan untuk selalu mengikuti firman-Mu, ya Tuhan. Haleluya, Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Pengembaraan Di Padang Gurun

Musa berencana untuk berangkat langsung dari gunung Sinai ke tanah Kanaan. Di perbatasan tanah perjanjian itu, Musa mengirim para pengintai untuk menyelidiki tanah tersebut. Namun, karena kurangnya iman kepada Allah dan laporan dari sepuluh orang pengintai yang mengecilkan hati, maka orang Israel menolak untuk maju. Dengan pemandangan tanah perjanjian di depan mata, mereka memilih untuk kembali. Bagi mereka, kesempatan tidak pernah datang untuk yang kedua kalinya. Menurut firman Allah, mereka dihukum untuk mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun lamanya sampai semua generasi Israel yang meninggalkan Mesir mati. Yosua dan Kaleb, dua orang pengintai yang beriman, adalah yang selamat dari generasi tersebut untuk melihat tanah perjanjian.

Dua Belas Orang Pengintai