terus meraih
pangsa pasar baru
pada tahun 2008,
sementara BNI
terus berupaya
menyelaraskan
produk-produknya
dengan kebutuhan
nasabah segmen
konsumer.
Jumlah rekening nasabah deposan individu meningkat dari sekitar 10.175.500 rekening pada tahun 2007 menjadi sekitar 11.081.600 rekening di tahun 2008, sementara jumlah Kartu BNI yang beredar tumbuh dari 7.715.710 kartu menjadi 8.299.434 kartu. Nasabah juga semakin memperoleh kemudahan dari layanan berbasis teknologi, dimana transaksi SMS Banking tercatat meningkat sebesar 72%, sementara transaksi Internet Banking tumbuh pesat sebesar 260%. Jumlah ATM bertambah dari 2.476 unit di 2007 menjadi 2.918 unit di tahun 2008, dengan peningkatan rata-rata pemakaian harian dari 618.000 transaksi menjadi 697.000 transaksi.
Simpanan Nasabah
Total simpanan nasabah juga meningkat 11,6% dari Rp 146,2 triliun di tahun 2007 menjadi Rp 163,2 triliun pada tahun 2008, dengan komposisi yang relatif sama, dimana dana pada deposito berjangka masih tetap sedikit lebih besar dibandingkan tabungan.
In 2008, individual deposit customer accounts increased from 10,175,500 accounts in 2007 to 11,081,600 accounts in 2008 and this was mirrored with an increase in total BNI Cards issued from 7,715,710 cards in 2007 to 8,299,434 cards in 2008. These customers were also increasingly satisfied with BNI technological services as SMS banking transactions increased 72% and internet transactions increased a tremendous 260%. The numbers of ATM units were increased from 2,476 ATMs in 2007 to 2,918 ATMs in 2008 while daily usage increased from 618,000 transactions to 697,000 transactions.
Deposits
Total deposits also increased by 11.6% from Rp 146.2 trillion in 2007 to Rp 163.2 trillion in 2008. The composition of deposit accounts has remained relatively the same with time deposits remaining slightly more popular than savings accounts.
Giro Current Account 3,797 62 2,841 3,346 62 63 Deposito Time Deposits 26,184 23,630 23,095 274 309 287 Tabungan Savings Account 51,139 38,000 47,093 10.742 8.368 9.820
Perkembangan Dana Nasabah Perorangan Growth of Individual Funding
Komposisi Kredit Konsumer
Consumer Loans Composition
(%) 4.35% 1.98% 50.69% 7.25% 2.88% 32.85%
2007
BNI Griya Mortgage Loans BNI Multiguna Multi purpose Loans BNI Oto Auto Loans BNI Fleksi Unsecured Loans BNI Instan Cash Collateral Loans Channelling Channelling 2.40% 0.88% 55.59% 3.58% 2.04% 35.52%2008
Produk tabungan BNI Taplus dan BNI Taplus Utama merupakan rekening transaksional yang populer. Produk tabungan lain yang cukup populer adalah BNI Tapenas serta BNI Haji, yaitu produk tabungan berencana untuk pendidikan dan untuk keperluan ibadah Haji. Nasabah juga dapat menikmati rekening dalam mata uang Dollar AS dan rekening BNI Giro yang memberikan bunga lebih tinggi.
Kredit Konsumer
Di tahun 2008 kredit konsumer BNI telah membukukan kredit baru sebesar Rp 9 triliun. Dengan pembukuan tersebut, kredit konsumer meningkat sebesar Rp 3,3 triliun atau 35,4% menjadi Rp 12,6 triliun dari Rp 9,3 triliun di tahun 2007. Dengan portofolio sebesar Rp 7 triliun, BNI Griya merupakan produk utama, dengan kontribusi sebesar 56% dari total kredit konsumer, diikuti oleh BNI Oto sebesar Rp 4,5 triliun atau sebesar 36%. Tingkat pertumbuhan BNI Griya merupakan salah satu yang tertinggi secara nasional yaitu sebesar Rp 2,3 triliun atau 48% di tahun 2008, jauh di atas pertumbuhan KPR nasional sebesar 30%. Peningkatan ini menyumbangkan kenaikan pangsa pasar BNI Griya pada tahun 2008 menjadi 5,72% dari 5,03% di tahun 2007. Prestasi ini dicapai dalam waktu tiga tahun dimana pada tahun 2006 pangsa pasar BNI Griya sebesar 3,54% dan terus meningkat menjadi 5,72% di tahun 2008.
Kesuksesan kredit konsumer disebabkan BNI secara konsisten melakukan perbaikan di tingkat fitur produk, meningkatkan sales culture serta tidak kalah pentingnya memanfaatkan teknologi melalui Electronic Loan Origination (eLO), sistem yang digunakan dalam proses maupun pengelolaan kredit konsumen, sehingga memudahkan BNI untuk melakukan tracking dan mempercepat proses. Di samping itu kredit konsumer juga memperkuat unit penagihan dengan menerapkan manajemen penagihan. Efektivitas
Savings options include BNI Taplus and BNI Taplus Utama, which are both popular transactional accounts. Other popular savings product are special savings plans for education, BNI Tapenas, and for the Haj, BNI Haji. Dollar accounts and the higher interest BNI Giro provide a range which meets current customer needs.
Consumer Loans
In 2008, BNI disbursed Rp 9 trillion of new consumer loan facilities. Accordingly, total Consumer Loans increased by Rp 3.3 trillion, or 35.4%, to Rp 12.6 trillion, up from Rp 9.3 trillion in 2007. The consumer loan portfolio was dominated by BNI Griya, home mortgage products with Rp 7 trillion, or 56% of the total portfolio, while BNI Oto, car loans contributed Rp 4.5 trillion or 36% of the total. During 2008, BNI Griya grew by Rp 2.3 trillion, representing a rate of growth of 48%, which was far above the average loan growth in the national home mortgage sector at 30%. The strong growth contributed to an increase in market share of BNI Griya from 5.03% in 2007 to 5.72% in 2008. This is a significant achievement within a three-year period, for while in 2006 the market share of BNI Griya was still 3.54%, it has since risen steadily to reach 5.72% in 2008.
The success of consumer lending is the result of consistent efforts by BNI to improve product features and to instill a sales culture among employees, as well as technology utilization through the application of Electronic Loan Origination (eLO) system in consumer loan processing and management, enabling faster loan processes as well as easier tracking of loans. In addition, Consumer Loan has also strengthened its loan collection unit through the implementation of collection management. The effectiveness of collection management was shown in improved consumer loan NPLs, which declined from 5% in 2007 to 2.8% in 2008. BNI Griya BNI Griya 06 07 08 7,028 2,617 4,739 74 40 53 JumlahRekening(ribu)
Number of Accounts (thousands) Saldo (Miliar Rupiah)
Balance (BillionRupiah)
Pertumbuhan Kartu Kredit
Growth of Credit Card
06 07 08 7,081 4,853 5,881 1,378 1,077 1,204
Perbankan Konsumer ConsumerBanking
JumlahRekening(ribu)
Number of Accounts (thousands) Saldo (Miliar Rupiah)
manajemen penagihan terbukti dengan menurunnya NPL kredit konsumer menjadi 2,8% di tahun 2008 dari 5% di tahun 2007.
Saat ini BNI Griya merupakan satu-satunya produk bank yang di dalam fiturnya sudah termasuk program pengabdian masyarakat
Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu BNI Griya peduli terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Program-progam yang telah dilaksanakan dan masih berlangsung antara lain adalah bekerja sama dengan Green Design Community dan Sentul City mengadakan ajang kompetisi Green Design untuk menciptakan cetak biru kawasan perumahan ramah lingkungan, pemberian bibit pohon kepada nasabah serta mensosialisasikan hidup ramah lingkungan kepada masyarakat melalui pemberian buku Panduan Hidup Hijau kepada nasabah (BNI Griya Inspiring Green Living).
Kartu Kredit
BNI menawarkan serangkaian produk kartu kredit sesuai kebutuhan nasabah. Selain kartu kredit Visa dan Mastercard, BNI juga menawarkan berbagai jenis Kartu Afinitas dan Kartu Kredit Korporat. Jumlah kartu yang beredar tumbuh 14% menjadi 1.378.467 kartu pada tahun 2008. Dibandingkan tahun 2007, penerbitan kartu baru tercatat tumbuh 37%, sementara pertumbuhan secara keseluruhan adalah 22% lebih tinggi. Dengan tingkat penggunaan kartu aktif sebesar 56,9%, saldo tagihan kartu kredit meningkat 24,6% menjadi Rp 2.6 triliun, atau 15,1% dari total kredit konsumer. Bank Indonesia menempatkan BNI di peringkat ke-4 berdasarkan jumlah kartu maupun frekuensi transaksi, yang masih menyisakan banyak ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut.
BNI meluncurkan dua produk kartu kredit baru yang ditujukan untuk segmen pasar spesifik. Kartu Lifestyle Titanium menawarkan berbagai fitur dan kemudahan tambahan bagi nasabah
berpenghasilan tinggi yang kerap menggunakan kartu kredit, sementara produk co-branding Gasoline Card dirancang untuk memberikan manfaat bagi konsumen yang melakukan pembelian bahan bakar dan peluang promosi bersama bagi merchant.
Kartu-kartu kredit baru tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi nasabah dan menambah dinamika pada pasar yang terus bertumbuh ini. Untuk menghadapi persaingan dan mengantisipasi kebutuhan pasar, BNI juga melakukan penambahan fitur-fitur baru pada produk kartu yang telah ada.
Currently, BNI Griya is the only banking product of its kind that embodies an aspect of Corporate Social Responsibility (CSR) in its features by also promoting awareness of climate change and global warming issues. Among recent and ongoing programs were the cooperation with the Green Design Community and Sentul City in hosting the Green Design competition to create a blueprint for an environmentally-friendly housing estate, and the distribution of tree seedlings and a book titled ‘Panduan Hidup Hijau’ to BNI Griya customers to help promote green living in the society (BNI Griya Inspiring Green Living).
Credit Cards
BNI offers a wide array of credit cards to meet customer requirements. In addition to partnership cards with Visa and Mastercard, we also offer Affinity Cards and Corporate Credit Cards. The number of issued cards was up 14% from 2007 to stand at 1,378,467 cards. In addition to this, growth in issued cards in 2008 was 22% higher than the growth in 2007, an absolute growth of 37% in new cards issued. An active credit card usage rate of 56.9% pushed credit card lending up 24.6% to Rp 2.6 trillion, representing 15.1% of total consumer loans. BNI views Bank Indonesia’s ranking of 4th in number of cards and frequency of transaction both as positive and as giving room for further growth.
Two new credit cards were introduced in 2008 to expand
coverage into selected areas. The Lifestyle Titanium Card caters to consumers with high disposable income and high usage, offering a wide range of extra features. The Gasoline Card co-branding is designed to offer benefits and co-promotional possibilities to consumers whenever they buy gas.
Pertumbuhan Bisnis Merchant Growth of Merchant Business
20,108 4,144 10,971 31 24 5 17
13 Volume Penjualan (Miliar Rupiah) Sales Volume (BillionRupiah)
These new card choices increase consumer choice and maintain excitement in this growing market. In addition, to respond to competitive pressures and anticipate market demand many new features were added to existing cards.
New features that were added to increase customer satisfaction included host to host and BNI call options to SmartReload, SmartBill registration via website: bnicardcenter.co.id, and insurance products such as Academy Cash, Safety Life and Medicare Plus, among many others.
Merchant Services
In addition to managing the network of merchants for credit cards, the Credit Card Division also supports the Consumer Funding Division by managing the network of debit card merchants. From 2007 to 2008, BNI increased the number of merchants by nearly 51% to 19,704 merchants and increased the total number of Electronic Data Capture (EDC) machines 46.5% to 25,064 EDCs. Fee income derived from merchant business in 2008 was Rp 58.3 billion, while market penetration remains low, allowing room for growth.
BNI’s outstanding growth in 2008 to Rp 58.3 billion in merchant services revenue demonstrates success in providing one of the largest ranges of Consumer Services. As the Bank pursues its mission of service excellence, we will concentrate on providing customers with new products and services. By offering such a comprehensive range we wish to inspire customers with new financial possibilities.
Wealth Management
For those who maintain Rp 1 billion or more in deposit accounts, we provide BNI Emerald, a precious service for priority customers. Offering investment, bank assurance, structured and standard banking products, professional and knowledgeable staff to assist clients in choosing appropriate short or long term options for managing their money and investments. With slightly over Rp 9 trillion worth of Assets Under Management, BNI views this as a growth area and expanded to 18 the number of BNI Emerald outlets where this service is available.
In 2008, BNI enhanced its BNI Emerald Card from just an Identity Card to a Premium Debit Card through cooperation with Master Fitur-fitur ini dirancang untuk meningkatkan kepuasan nasabah,
antara lain melalui fitur SmartReload untuk pengisian-ulang pulsa telepon seluler dengan menghubungi BNI Call, registrasi layanan SmartBill melalui situs web www.bnicardcenter.co.id, perlindungan asuransi seperti Academy Cash, Safety Life dan Medicare Plus, serta masih banyak lagi.
Bisnis Merchant
Selain mengelola jaringan merchant kartu kredit, Divisi Kartu Kredit BNI juga mendukung penghimpunan dana konsumer melalui jaringan merchant untuk kartu debit. Pada tahun 2008, jumlah merchant meningkat sebesar hampir 51% menjadi 19.704
merchant, sementara jumlah perangkat EDC (Electronic Data Capture) meningkat 46,5% menjadi 25.064 unit. Pendapatan imbal jasa dari bisnis merchant tercatat sebesar Rp 58,3 miliar di tahun 2008, sementara tingkat penetrasi pasar masih relatif rendah sehingga membuka ruang untuk pertumbuhan.
Pertumbuhan pendapatan dari bisnis merchant menjadi Rp 58,3 miliar pada tahun 2008 membuktikan keberhasilan BNI dalam mengembangkan ragam layanan segmen konsumer. Sejalan dengan misi untuk memberikan service excellence, BNI akan terus berkonsentrasi menghadirkan produk dan layanan baru guna memberikan lebih banyak pilihan jasa keuangan konsumer bagi nasabah.
Wealth Management
Layanan BNI Emerald ditujukan bagi nasabah prioritas yang menyimpan dana di BNI minimum Rp 1 miliar, menawarkan produk investasi, produk bancassurance, produk perbankan terstruktur dan standar, dengan staf yang profesional dan ahli untuk membantu nasabah mengelola dana dan investasi mereka untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Melihat prospek pertumbuhan yang baik pada layanan BNI Emerald yang mencatat total Dana Kelolaan sebesar lebih dari Rp 9 triliun, BNI telah menambah jumlah outlet BNI Emerald menjadi total 18 lokasi pada tahun 2008.
Pada tahun 2008, BNI meningkatkan fungsi BNI Emerald Card dari sekedar kartu identitas nasabah menjadi kartu Debit Premium melalui kerja sama dengan MasterCard. Sebagai kartu premium, pemegang kartu memperoleh beragam fasilitas istimewa dibandingkan kartu debit biasa, seperti limit yang lebih tinggi untuk transaksi pembayaran, penarikan tunai dan transfer dana melalui
Card. As a premium card, the holder has many privileges such as higher limit for transactions, cash withdrawals and transfers from ATMs, compared to the normal debit cards. BNI Emerald Card holders also receive a 24-hour personal assistance, international & domestic medical assistance service, concierge service, free use of meeting rooms in BNI Emerald outlets and in our overseas branches, free entry airport lounge, and many more.
BNI has been appointed by Department of Finance as one of the agents to offer the Indonesian Government Retail Bond (ORI). In 2008, Department of Finance awarded BNI as one of the best selling agents for ORI.
In 2009, we will continue to focus on increasing staff certifications including, the Investment Manager Certificate from Bapepam, Certified Wealth Manager Association (CWMA) certificate, Life Insurance Association of Indonesia Certificate and BSMR Certification. Attention will also be paid to increasing options, expanding delivery locations and enhancing our integrated information system towards the goal of complete customer satisfaction.
Inspiring the Future
BNI foresees 2009 as a year of possibility in consumer banking. In terms of lending, continued focus must be made on maintaining loan quality and keeping liquidity at healthy levels. However, cross- selling will encourage current BNI customers to seek consumer financing at BNI.
As more and more people seek a stable bank in times of crisis, BNI can offer secure savings accounts capturing market share and increasing its funding base. Additional efforts will be made to increase fee based income by more actively informing new and old customers about the benefits of BNI’s many services.
With further expansion to its technological channels at ATMs, the internet, merchant services and Mobile Banking, BNI is placing customer convenience front and center.
ATM. Pemegang kartu BNI Emerald Card juga dapat menikmati layanan bantuan 24-jam, bantuan layanan kesehatan domestik dan internasional, layanan concierge, pemakaian ruang rapat di outlet
BNI Emerald dan kantor cabang luar negeri tanpa biaya tambahan, fasilitas bandara lounge gratis, dan lain-lain.
BNI telah ditunjuk oleh Departemen Keuangan RI sebagai salah satu agen penjual Obligasi Ritel Indonesia (ORI), dan pada tahun 2008 memperoleh penghargaan sebagai salah satu Agen Penjual ORI Terbaik.
Untuk tahun 2009, BNI akan meningkatkan kualitas layanan BNI Emerald antara lain melalui sertifikasi profesional bagi para personilnya, seperti Sertifikat Manajer Investasi dari Bapepam, sertifikasi dari Certified Wealth Manager Association (CWMA), dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, serta sertifikasi BSMR. BNI juga akan memperluas ragam layanan dan jaringan lokasi pelayanan serta meningkatkan kapabilitas sistem informasi terpadu guna memberikan kepuasan lebih kepada nasabah.
Memandang ke Depan
Tahun 2009 akan memberikan berbagai peluang bagi segmen perbankan konsumer BNI. Di sisi kredit, BNI akan terus mencermati kualitas pinjaman maupun tingkat likuiditas yang sehat. Berbagai peluang penjualan-silang diharapkan akan mendorong nasabah BNI untuk memanfaatkan fasilitas kredit konsumer yang kini tersedia.
Citra BNI sebagai bank yang kokoh di tengah kondisi krisis diharapkan dapat menarik semakin banyak nasabah deposan individu, sehingga BNI dapat meningkatkan pangsa pasar maupun pendanaan pihak ketiga. Upaya untuk meningkatkan pendapatan imbal jasa akan dilakukan dengan lebih aktif menginformasikan berbagai jenis layanan BNI yang tersedia, baik kepada nasabah lama maupun baru.
Melalui perluasan jalur distribusi elektronik termasuk ATM, Internet Banking, bisnis merchant dan Mobile Banking, BNI terus memberi prioritas kepada kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah.
Perbankan Internasional & Tresuri InternationalBanking&Treasury
Layanan Perbankan Internasional
Pada tahun 2008, Divisi Perbankan Internasional memfokuskan diri pada peningkatan kualitas layanan dan produk- produk perbankan internasional untuk melayani kebutuhan nasabah, perusahaan di Indonesia dan mitranya di luar negeri, serta bank-bank koresponden. Untuk itu, BNI memanfaatkan jaringan kantor cabangnya di kota-kota besar dunia seperti London, Singapura, Tokyo, Hong Kong dan New York, serta 838 bank koresponden yang tersebar di seluruh dunia.
Kantor-kantor cabang BNI di luar negeri serta bank-bank koresponden tersebut merupakan perpanjangan dari layanan dalam negeri yang diberikan kepada nasabah. Selain itu, seiring komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, BNI melakukan penambahan jaringan serta perbaikan sistem TI maupun
International Banking Services In 2008, BNI International Banking
continually dedicated itself to strengthening the quality of services and upgrading international banking products to more accurately match customer needs and those of Indonesian businesses or other relevant enterprises abroad and correspondent banks. This took the form of utilizing branch offices in urban centres including London, Singapore, Tokyo, Hong Kong, and New York, and 838 correspondent banks around the world.
BNI overseas branches and those correspondent banks provide a reliable extension of the domestic services accessible to our customers. Besides that, in line with the commitment to provide better services to its customers, BNI has added network capacity, improved IT and broadened service to customers. The