Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang
KOMITE PEMANTAU RISIKO
Struktur, Keanggotaan dan Keahlian Komite Pemantau Risiko
Susunan anggota Komite Pemantau Risiko per 31 Desember 2007 adalah:
Ketua: Felia Salim (Komisaris Independen) Anggota:
• H.M.S.Latif(Komisaris)
• EmmaS.Tjakradinata(Independen) • IbrahimHusein(Independen) • SetiawanBoedihardjo(Independen)
Jumlah Rapat Komite Number of Committee Meeting 36
Jumlah Kehadiran
Number of Attendance
Erry Riyana Hardjapamekas (sejak Mei 2008/since May 2008) 22
Suwarsono (sampai April 2008/up to April 2008) 13
H.M.S. Latif (sejak Mei 2008/since May 2008) 12
Effendi (sampai Februari 2008/up to February 2008) 4
Setyo Buwono (sejak Mei 2008/since May 2008)) 21
Darminto (sejak Juli 2008/since July 2008)) 13
Teuku Radja Sjahnan 30
Alexander Zulkarnain 25
Namun dengan adanya perubahan anggota Dewan Komisaris berdasarkan keputusan RUPS tanggal 6 Februari 2008, maka berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor: Kep-005/DK/2008 tanggal 15 April 2008 tentang Pemberhentian, Pengangkatan dan Penetapan Susunan Keanggotaan Komite- Komite di bawah Komisaris maka susunan anggota Komite berubah menjadi sebagai berikut:
Ketua: Suwarsono (Komisaris Independen) Anggota:
• FeroPoerbonegoro(Komisaris) • EmmaS.Tjakradinata(Independen) • IbrahimHusein(Independen) • SetiawanBoedihardjo(Independen)
Anggota Komite Pemantau Risiko tidak merangkap sebagai anggota Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi serta tidak ada yang menjabat sebagai Direksi BNI.
Anggota Komite Pemantau Risiko diangkat dan diberhentikan oleh Direksi berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.
Anggota Komite Pemantau Risiko wajib memiliki integritas, akhlak dan moral yang baik.
Rangkap Jabatan Anggota Komite
a. Tidak ada Direksi BNI maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko.
b. Ketua Komite Pemantau Risiko tidak merangkap sebagai ketua pada Komite Lain.
Persyaratan Keanggotaan Komite
Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Komisaris Nomor Kep/07/DK/2006 tentang Penyempurnaan Nomenklatur dan Penyempurnaan Piagam Komite maka persyaratan kompetensi dan independensi anggota Komite Pemantau Risiko sebagai berikut: a. Persyaratan Kompetensi
Anggota Komite Pemantau Risiko:
i. Memiliki integritas yang tinggi dan jujur, dengan
kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Anggota Komite Pemantau Risiko juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan menyediakan waktu untuk melaksanakan tugasnya.
ii. Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai prinsip dan proses manajemen risiko secara umum.
However, due to changes in the membership of the Board of Commissioners based on the decision made in the GMS on 6 February 2008, based on the decision letter of the Board of Commissioners No.: Kep-005/DK/2008 dated 15 April 2008 concerning the dismissal, appointment, and composition of members of committees under the Board of Commissioners, the composition was changed as follows:
Chairman: Suwarsono (Independent Commissioner) Members:
• FeroPoerbonegoro(Commissioner) • EmmaS.Tjakradinata(Independent) • IbrahimHusein(Independent) • SetiawanBoedihardjo(Independent)
Members of the Risk Monitoring Committee do not concurrently serve as either member of the Audit Committee or the
Remuneration and Nomination Committee nor as member of the BNI Board of Directors.
Members of the Risk Monitoring Committee member are elected and dismissed by the Board of Directors based on the decision of meeting of the Board of Commissioners.
Member of the Risk Monitoring Committee must have integrity and good moral character.
Concurrent Position by Committee Members
a. None of the BNI Board of Directors or of the Board of Directors of other banks is a member of the Risk Monitoring Committee.
b. The Chairman of the Risk Monitoring Committee does not concurrently serve as chairman of other committees.
Committee Member Requirements
As stated in the Board of Commissioners’ Decision Letter No. Kep/07/DK/2006 regarding the Improvement to the Nomenclature and Committee Charter, the competency and independency required for member of the Risk Monitoring Committee is as follow:
a. Competency Requirement
Member of the Risk Monitoring Committee:
i. High integrity, honest, adequate competence, knowledge, and experience related to his/her background education. Member of the Risk Monitoring Committee has to posses good communication skill and has to dedicate their time to perform their duties.
iii. Memiliki pengetahuan yang memadai mengenai peraturan perundangan di bidang perbankan, pasar modal, BUMN dan peraturan perundangan lainnya yang berkaitan dengan aktivitas operasional BNI.
iv. Yang merupakan pihak independen, sekurang-kurangnya seorang anggota memiliki keahlian di bidang keuangan. v. Yang merupakan pihak independen, sekurang-kurangnya
seorang anggota memiliki keahlian di bidang manajemen risiko.
b. Persyaratan Independensi Anggota Komite Pemantau Risiko:
i. Yang merupakan pihak independen, tidak mempunyai hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan BNI, Direksi, Komisaris atau Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.
ii. Tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha BNI. iii. Bukan merupakan karyawan kunci BNI dalam 1 (satu)
tahun terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris menjadi anggota Komite Pemantau Risiko.
iv. Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik maupun konsultan yang memberikan jasa audit dan/atau konsultasi non audit kepada BNI dalam 1 (satu) tahun terakhir sebelum diangkat oleh Komisaris sebagai anggota Komite Pemantau Risiko.
Tugas Komite Pemantau Risiko
Dalam Piagam Komite Pemantau Risiko ditegaskan juga mengenai tugas Komite Pemantau Risiko meliputi:
1. Melakukan evaluasi atas kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun oleh manajemen secara tahunan. 2. Melakukan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban
Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko. 3. Melakukan evaluasi atas Laporan Profil Risiko Triwulanan BNI
dan pelaksanaan proses manajemen risiko, untuk selanjutnya memberi masukan kepada Dewan Komisaris atas kondisi risiko yang dihadapi oleh Bank serta usulan langkah-langkah untuk mitigasi atas risiko-risiko tersebut sehingga Dewan Komisaris dapat memberi masukan untuk langkah perbaikan kepada Direksi, apabila diperlukan.
4. Mengevaluasi langkah-langkah yang diambil oleh Direksi dalam rangka memenuhi peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian, khususnya yang berkaitan dengan manajemen risiko.
ii. Have sufficient knowledge and comprehension of general risk management principles.
iii. Have sufficient knowledge of rules and regulations concerning bank operation, capital market, SOE, and other regulation related to BNI operational activity.
iv. The independent members should include at least one person with expertise in finance.
v. The independent members should include at least one person with expertise in risk management.
b. Independency Requirement
Member of the Risk Monitoring Committee:
i. The independent member should have no business relation nor affiliation with BNI, the Board of Directors, Board of Commissioners, nor the Dwiwarna A-Series Shareholders.
ii. No business relation either directly or indirectly related to BNI business activity.
iii. The member should not an executive of BNI during the last 1 (one) year period prior to the appointment as member of Risk Monitoring Committee by the Board of Commissioners.
iv. The member should not an employee of the Public Accountant Firm nor a consultant who provided audit service and/or non audit consultancy to BNI during the last 1 (one) year period before appointed by the Board of Commissioners as member of the Risk Monitoring Committee.
The Duties of the Risk Monitoring Committee
The Risk Monitoring Committee Charter clearly stated that the duties of Risk Monitoring Committee cover:
1. Evaluate annually the policy and risk management strategy prepared by the management.
2. Evaluate the Board of Director accountability report over the implementation of risk management policies.
3. Evaluate BNI Quarterly Risk Profile Report and the implementation of risk management process, to provide feedback for the Board of Commissioners over the risks faced by the Bank and to recommend measures to mitigate the risks, which in turn will enable the Board of Commissioners to provide advice to the Board of Directors to take corrective actions as necessary.
4. Evaluate the steps taken by the Board of Directors in fulfilling the regulations of Bank Indonesia and other applicable regulations related to the implementation of prudent banking policy and risk management in particular.
5. Mengevaluasi hasil pemantauan Direksi terhadap kegiatan usaha Bank agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
6. Mengevaluasi hasil pemantauan atas kepatuhan Bank terkait pelaksanaan manajemen risiko terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Direksi kepada Bank Indonesia. 7. Melakukan evaluasi dan memberikan masukan dari segi
manajemen risiko kepada Dewan Komisaris terhadap permohonan atau usulan Direksi yang berkaitan dengan transaksi atau kegiatan usaha yang melampaui kewenangan Direksi untuk dapat digunakan oleh Dewan Komisaris sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
8. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Pemantau Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
i. melakukan penelaahan atas pelaksanaan masing-masing komponen dari Enterprise Risk Management di dalam perusahaan.
ii. melakukan penelahaan atas informasi yang berkaitan dengan manajemen risiko dalam laporan-laporan yang akan dipublikasikan perusahaan.
iii. memberikan masukan dalam proses pelaksanaan seleksi dan mengusulkan calon konsultan manajemen risiko independen, serta mengawasi pekerjaan konsultan manajemen risiko independen termasuk mengusulkan pemberhentiannya apabila dalam pelaksanaan tugasnya dianggap tidak memenuhi standar atau ketentuan yang berlaku.
9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Komisaris berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. 10. Melakukan self-evaluation terhadap efektivitas pelaksanaan
tugas dan memuktahirkan secara periodik Pedoman Kerja Komite Risiko dan Kepatuhan
Program Kerja Komite Pemantau Risiko 1. Program Kerja Komite
a. Menyusun Program Kerja Komite 2008 beserta revisinya untuk semester II/2008
b. Melaporkan kepada Dewan Komisaris hasil pelaksanaan dari Program Kerja 2007
c. Menyusun Program Kerja Komite 2009
2. Rencana Bisnis Bank
a. Bersama Komite-Komite yang lain memberikan masukan kepada Dewan Komisaris atas realisasi RBB untuk tahun 2008 sampai dengan Semester I dan atas Konsep RBB 2009;
b. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris atas Rencana Kerja & Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun 2008.
5. Evaluate the result of monitoring by the Board of Directors over the Bank’s business activity in order to avoid any deviation from the applicable rules.
6. Evaluate the result of compliance monitoring in the implementation of risk management with regards to all agreement and commitment made by the Board of Directors with Bank Indonesia.
7. Evaluate and provide feedback from the risk management prospective to the Board of Commissioners on the request or proposal from the Board of Directors related to transaction of business activity which is beyond the authority of the Board of Directors, to form the basis for decisions by the Board of Commissioners.
8. Monitor and evaluate the implementation of the duties of the Risk Monitoring Committee and the Risk Management Work Unit, on the following aspects:
i. Review of the implementation of each component of the Enterprise Risk Management within the Company; ii. Review of information related to risk management in the
reports to be published by the Company.
iii. Provide feedback on the implementation of selection process and recommend independent risk management consultant candidate, as well as monitor the work of the independent risk management consultant including recommendation for its dismissal provided that the consultant in question fails to meet the standards or applicable rules.
9. Perform other tasks as assigned by the Board of Commissioners based on the applicable regulations. 10. Perform self evaluation over the effectiveness of task
implementation and periodic update of the Risk and Compliance Committee Guidelines.
Program of the Risk Monitoring Committee
1. The Committee Work Program
a. Prepare The Committee’s Work Programme of 2008 including the revised version for 2nd semester 2008. b. Report to the Board of Commissioners on the
implementation of Work Programme 2007 c. Prepare The Committee Work Programme 2009
2. Bank Business Plan
a. Together with other committees, provide feedback for the Board of Commissioners over the Business Plan realization for the year 2008 up to the 1st semester and over the concept for Business Plan 2009.
b. Provide feedback for the Board of Commissioners over the Work Plan & Budget of the Partnership and Community Development Program for year 2008.
3. Proses Pemberian Kredit
a. Melakukan evaluasi dan memberikan masukan kepada Dewan Komisaris atas konsultasi kredit yang diajukan Direksi sebanyak 36 debitur
b. Melakukan evaluasi dan memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam rangka pengambilan keputusan atas permintaan persetujuan yang diajukan oleh Direksi sebanyak 4 debitur, berkenaan dengan keputusan pemberian fasilitas kredit kepada pihak terkait.
4. Penyempurnaan Sistem dan Prosedur
a. Melakukan evaluasi dan memberikan masukan serta usul untuk penyempurnaan mekanisme pengajuan permintaan kepada Dewan Komisaris persetujuan atas keputusan penyediaan dana kepada pihak terkait.
b. Menyusun konsep standar perangkat konsultasi kredit dari Direksi kepada Dewan Komisaris
5. Evaluasi Kebijakan dan Pemantauan Pelaksanaan Manajemen Risiko
a. Melakukan evaluasi pelaksanaan manajemen risiko melalui pemantauan atas Laporan Profil Risiko Triwulanan Bank; b. Melakukan evaluasi dan memberikan masukan kepada
Dewan Komisaris tentang Pelepasan Penyertaan Sementara Bank dalam rangka pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan (Pasal 12 ayat (7) huruf d); c. Melakukan evaluasi kebijakan Bank, antara lain:
1. Kebijakan dan strategi TI
2. Kebijakan Umum Perkreditan Bank 3. Kebijakan Umum Manajemen Risiko
Rapat Komite
Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota sebagai berikut:
3. The Credit Disbursement Process
a. Evaluate and provide feedback to the Board of
Commissioners over the credit consultation proposed by the Board of Directors with regards to 36 debtors. b. Evaluate and provide feedback to the Board of
Commissioners in the framework of decision making over the approval requested by the Board of Directors with regards to 4 debtors in relation to credit facility to related party.
4. System and Procedure Improvement
a. Evaluate and provide feedback and recommendations to improve the mechanism for request to the Board of Commissioners over a decision to grant fund to related party.
b. Prepare the standard concept for credit consultation procedures from the Board of Directors to the Board of Commissioners.
5. Evaluation of Policy and Risk Management Implementation Monitor
a. Evaluate the implementation of risk management by monitoring the Bank Quarterly Risk Profile Report. b. Evaluate and provide recommendations to the Board of
Commissioners on the liquidation of temporary equity participation by the Bank to conform with the provisions of the Company’s Articles of Association (article no. 12 paragraph 7 letter d).
c. Evaluate various Bank’s policies, including: 1. IT policy and strategy
2. General policy on credit
3. General policy on risk management
Committee Meeting
Meetings of the Committee are held at least once a month. Following is the attendance record of committee members in those meetings:
Jumlah Rapat Komite Number of Committee Meeting 25 Jumlah Kehadiran Number of Attendance Felia Salim *) 3 Suwarsono 22 H.M.S. Latif *) 1 Fero Poerbonegoro 18
Emma Siamuljati Tjakradinata 19
Ibrahim Husein 24