memegang peran
yang penting dalam
mendorong arus
pendapatan fee-based
bagi BNI selama
layanan kepada nasabah. Keberadaan jaringan layanan serta upaya- upaya perbaikan tersebut telah memungkinkan BNI menyediakan layanan terpadu yang komprehensif kepada nasabah.
Prakarsa Untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis Perbankan Internasional
1. Implementasi Smart Remittance, suatu aplikasi pengiriman uang berbasis web yang merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya sebagai upaya untuk meningkatkan kecepatan layanan kiriman uang.
2. Menambah jumlah personil Remittance Representative di kawasan Timur Tengah melalui penempatan di Dubai, Jordania dan Qatar, melengkapi penempatan di Bahrain, Abu Dhabi dan Jeddah, sebagai upaya meningkatkan penetrasi ke pasar kiriman uang yang sangat potensial.
3. Implementasi sentralisasi operasional Incoming Transfer
untuk mendukung kecepatan penyelesaian transaksi Incoming Transfer.
4. Penempatan Trade Marketing Representative Officer sebagai tenaga pemasaran dan trade finance advisory di daerah-daerah yang memiliki pasar dan potensi trade finance yang tinggi dalam upaya meningkatkan penetrasi pasar dan kualitas layanan kepada nasabah.
5. Melakukan aktivitas promosi trade finance melalui
penyelenggaraan Customer Gathering di berbagai wilayah di Indonesia.
6. Menyelenggarakan pelatihan trade finance secara internal, serta mengirimkan personil yang terlibat dalam trade finance
untuk mengikuti seminar dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan pihak eksternal baik di dalam maupun luar
arrangement and improvement effort allows BNI to provide an integrated and comprehensive service to its customers.
Program Initiatives Supporting Growth in the International Banking Business
1. Implementing Smart Remittance; a developed remittance web based application from the existing application as an effort to increase the speed of the remittance service.
2. Adding Remittance representatives in Dubai, Jordan and Qatar of the Middle East, previously only available in Bahrain, Abu Dhabi and Jeddah. This is aimed at penetrating a lucrative remittance market.
3. Implementing centralized Incoming Transfer operations to support the speed of settlement Incoming Transfer. 4. Assigning Trade Marketing Representative Officer as a
marketer and trade advisory in the areas that retain Trade Finance Market and their high potential as an effort to increase services to the customers and to penetrate the Trade Finance Market.
5. Carrying out Trade Market promotional activities through Customer Gatherings in many areas in Indonesia. 6. Executing trainings of Trade Finance internally, assigning
employees involved in trade transaction to attend seminars, training supported externally both domestically and overseas to increase human resources capability in handling transactions and to give better services to customers.
Volume Ekspor per Tahun
Volume of Exports per Year
(Jutaan USD / USD million)
06 07 08 1,420
1,384 1,444
Volume Impor per Tahun
Volume of Imports per Year
(Jutaan USD / USD million)
06 07 08 2,182
2,254 2,264
Kiriman Uang Masuk
Incoming Remittances
(Jutaan USD / USD million)
06 07 08 16,507
12,408 11,899
Kiriman Uang Keluar
Outgoing Remittances
(Jutaan USD / USD million)
06 07 08 19,456
12,261 15,624
7. Melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi kebutuhan nasabah serta tren bisnis trade finance.
8. Memanfaatkan jaringan kantor cabang luar negeri untuk melayani nasabah prime customer domestik yang sedang bepergian ke kota dimana terdapat cabang luar negeri BNI. Hal ini telah dimulai dengan peluncuran BNI Emerald di Singapura pada bulan November 2008.
Perkembangan Trade Processing Centre
Sejak tahun 2005, BNI telah memiliki Trade Processing Centre
untuk memberikan layanan yang unggul dan bernilai tambah kepada nasabah. Untuk mempercepat pemrosesan transaksi dan meningkatkan akses, kehandalan, akuntabilitas dan otomatisasi transaksi trade, pada tahun 2008 telah dilakukan penyempurnaan
Trade Application Supporting System sebagai aplikasi pendukung di Trade Processing Centre. Melalui penyempurnaan tersebut,
Trade Processing Centre dapat memantau kualitas layanan secara lebih akurat dalam mengintegrasikan berbagai layanan transaksi yang dibutuhkan nasabah.
Kerjasama Dengan Mitra Perbankan Internasional
Sepanjang tahun 2008, BNI telah menjalin berbagai kerjasama dengan mitra perbankan internasional, antara lain mencakup: 1. Kerjasama kiriman uang dengan beberapa penyedia layanan
remitansi baru di Brunei dan Malaysia, guna meningkatkan akses BNI dalam memberikan jasa pengiriman uang kepada Tenaga kerja Indonesia (TKI) di wilayah tersebut.
2. Kerjasama dengan Telkomsel dan Excelcomindo untuk transaksi remitansi.
3. Kerjasama dengan bank koresponden untuk memenuhi kebutuhan pendanaan nasabah korporasi melalui penyediaan pinjaman bilateral, sindikasi dan fasilitas bankers’ acceptance.
Perkembangan Bisnis Remitansi
Pada tahun 2008, jumlah Incoming Transfer mencapai 1.938.905 slip transaksi dengan total nilai USD 16,507 miliar, meningkat 39% dibandingkan tahun 2007. Sedangkan Outgoing Transfer
meningkat 25% dengan 162.867 slip transaksi senilai USD 19,456 miliar. BNI akan tetap fokus pada strategi jangka panjang dalam pengembangan jangkauan dan ketersediaan layanan untuk mengantisipasi terus meningkatnya kebutuhan nasabah akan layanan-layanan tersebut.
7. Conducting market research to identify customer needs and the trend of trade business.
8. Making use of overseas branches to serve prime customers who travel to the cities where BNI branches are. This was done by initially establishing BNI Emerald in Singapore in November 2008.
The Development of Trade Processing Centre
Since 2005, BNI has had the Trade Processing Centre to give extraordinary and value-added services to its trade customers in order to speed up the transaction process. In the year of 2008, The Trade Processing Centre conducted enhancement on supporting application of trade transaction called the Trade Application Supporting System to increase accessibility, reliability, accountability and automation. With this enhancement, The Trade Processing Centre is able to monitor service quality more accurately to integrate many transaction services required by customers.
Cooperating with International Banking Partners
All throughout 2008, BNI established and enhanced cooperation with its international banking partners including the following: 1. Remittance cooperation with several new remittance service
providers in Brunei and Malaysia. This cooperation aims to increase BNI access in providing money transfer services for Indonesian Laborers (TKI) in these regions.
2. Cooperation with Telkomsel and Excelcomindo for remittance transactions.
3. Cooperation with its correspondent banks to support financial needs of corporate customers by providing bilateral loans, syndication and bankers’ acceptance.
Development of Remittance Business
In 2008, incoming transfers amounted to 1,938,905 transactions valued at USD 16.507 billion, growing 39% from 2007. Outgoing transfers grew 25% to 162,867 transactions valued at USD 19.456 billion. BNI will continue its long term strategy to increase the range and availability of these services nation-wide, as customer demand is expected only to increase.
Perkembangan Bisnis Kantor Luar Negeri
Keberadaan jaringan kantor cabang luar negeri BNI memberikan beberapa keuntungan termasuk akses ke pasar global, kerjasama lebih erat dengan bank koresponden, serta hubungan yang lebih dekat dengan nasabah internasional BNI. Selain itu, eksistensi kantor cabang luar negeri juga mendukung citra BNI sebagai insitusi keuangan yang disegani di Asia Tenggara. Krisis global yang terjadi pada tahun 2008 juga mempengaruhi kinerja kantor cabang luar negeri, yang membukukan laba sebesar USD 10,89 juta, turun dibandingkan laba tahun 2007 sebesar USD 12,0 juta. Untuk tahun 2009, BNI akan berupaya untuk meningkatkan fee based income
dengan lebih memfokuskan pada layanan transaksi trade finance
dan remittance bisnis di kantor luar negeri.
Strategi Pengembangan Perbankan Internasional
Untuk mengembangkan bisnis Perbankan Internasional, terdapat tiga langkah pendekatan yang akan dilakukan di tahun 2009: 1. Pengembangan bisnis remitansi melalui:
a. Penetrasi pasar di kawasan Asia Timur
b. Mengintensifkan pasar remitansi di Timur Tengah, Malaysia dan Brunei
c. Melakukan spin-off BNI Nakertrans dari kantor cabang Hong Kong
d. Meningkatkan transaksi Outgoing Remittance
e. Pengembangan produk dan sistem serta re-pricing transaksi remitansi.
2. Pengembangan bisnis Trade Finance melalui: a. Akuisisi dan penetrasi pasar
b. Pengembangan produk dan sistem serta re-pricing transaksi
trade finance.
3. Mengoptimalkan kontribusi laba dari kantor luar negeri melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada.
Layanan Tresuri
Komitmen BNI untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah juga diwujudkan melalui produk dan layanan tresuri.
Pada tahun 2008, Treasury Regional Area (TRA) Makassar telah mulai beroperasi sejak bulan Maret 2008, sementara pembentukan TRA Balikpapan telah selesai pada bulan Desember 2008
sehingga siap beroperasi di awal 2009. Sejumlah personil dealer
baru telah direkrut, sementara dua proyek Six Sigma juga telah diselesaikan yaitu “Optimalisasi GWM Rupiah” dan “Pengelolaan Nostro Account”. Beberapa perjanjian kerjasama bisnis telah ditandatangani dengan bank koresponden asing meliputi bidang pengelolaan likuiditas, transfer pengetahuan, dan proses bisnis.
Business Development of Overseas Office
BNI’s international offices provide valuable services including access to global markets, heightened cooperation with correspondent banks, and closer relations with international business customers. Moreover, BNI’s international presence reinforces the image of BNI as a leading banking entity in Southeast Asia. Because the global crisis also impacted the performance of overseas branches, 2008 profits of USD 10.89 million declined marginally from 2007’s USD 12.0 million. Efforts will continue in 2009 to develop fee based income by focusing on trade finance and remittance business in overseas office.
International Banking Development Strategy
To develop international banking in 2009, steps will be taken in three directions:
1. Developing remittance business by:
a. Penetrating markets in the East Asia region
b. Intensifying remittance market in the Middle East, Malaysia and Brunei
c. Conducting spin-off of BNI Nakertrans from Hong Kong branch
d. Improving outgoing remittance transactions
e. Developing products, system and re-pricing of remittance transaction.
2. Improving Trade Finance business by: a. Acquisition and market penetration
b. Product and systems development, and re-pricing of Trade Finance transactions.
3. Optimizing contribution to profits from overseas branches through utilization of latent local potential.
Treasury Services
BNI’s commitment to strengthen service to customers is also evident in its treasury products and services.
Accordingly in 2008, BNI Treasury Regional Area (TRA) Makassar started operations in March, while TRA Balikpapan was completed in December 2008 for operations in early 2009. Recruitment of new dealers continued apace and upgrades, including the completion of two Six Sigma projects, namely “Optimization of Minimum Reserve Requirement” and “Management of the Nostro Account”, were held. Several agreements with overseas banks were signed in the areas of liquidity management, knowledge transfer and business process cooperation.
Internally, new front-office and back-office systems for treasury transactions were implemented in 2008, following the successful upgrade of the front-office Dealing Room system the previous year. Implementing these systems will provide additional facilities to monitor transaction rate vs market rate, real-time monitoring of positions taken by each dealer, an interface system that allows for STP (Straight through Processing) in e-trading transaction, and enhancements to DRP (Disaster Recovery Plan) for Treasury systems. The Custodian and Trustee business has migrated from the Treasury Business Unit to another business unit in order to improve performance and risk management.
Some of business cooperation agreements with correspondent banks in 2008:
• AUSD400millionloanfromtheWachoviaBank,SCB,BCA • ASGD-USDCross-CurrencySwap(CCS)wasalsoarranged
with DBS Bank and SCB in the amount of SGD 30 million
Treasury currently offers the following products and services: • Today,Tomorrow,Spot • SBIOutrightcustomer • Forward • RepoObligation • Swap • BanknotesTrading • DepositonCall • BanknotesBanking • MoneyMarketAccount • ExportImportBanknotes Menyusul selesainya proses peningkatan sistem front office di
Dealing Room pada tahun 2007, BNI melakukan implementasi sistem-sistem front office dan back office yang baru untuk transaksi tresuri di tahun 2008. Sistem-sistem baru tersebut memberikan fasilitas tambahan untuk memantau rate transaksi terhadap rate
pasar, pemantauan real-time posisi masing-masing dealer, sistem antar-muka untuk mengakomodasi transaksi e-trading secara STP
(Straight Through Processing), serta penyempurnaan fasilitas DRP
(Disaster Recovery Plan) untuk Tresuri. Sementara itu, layanan Kustodi dan Wali Amanat telah dipindahkan dari Unit Bisnis Tresuri ke unit bisnis lainnya guna peningkatan kinerja dan pengelolaan risiko.
Kerjasama bisnis yang dilakukan dengan mitra bank koresponden pada tahun 2008 antara lain adalah:
• Pinjaman senilai USD 400 juta dari Wachovia Bank, SCB, dan BCA • FasilitasCross Currency Swap (CCS) SGD-USD senilai
SGD 30 juta dengan DBS Bank dan SCB
Saat ini, Divisi Tresuri BNI menawarkan produk dan layanan sebagai berikut: • Today,Tomorrow,Spot • SBIOutrightNasabah • Forward • RepoObligation • Swap • BanknotesTrading • DepositonCall • BanknotesBanking • MoneyMarketAccount • ExportImportBanknotes
Volume Perdagangan Valas dan Transaksi Surat Berharga
Volume of Foreign Exchange Trading and Marketable Securities Transaction
06 07 08 06 07 08 06 07 08
29,437
32,280 64,459
Volume Perdagangan Valas VolumeofForeignExchangeTrading
(eqv. USD Miliar / USD Billion)
Transaksi Surat Berharga Valas Marketable Securities Forex Transaction
(eqv. USD Juta / USD Million)
Transaksi Surat Berharga Rupiah Marketable Securities Rupiah Transaction
(Rp Juta / Rp Billion) 46.25 21,86 25,47 299 490 569
Liquidity Management
In 2008, BNI’s Treasury unit was very active in managing the Bank’s overall liquidity position. BNI was able to respond to financial shocks to the global liquidity markets rapidly and comprehensively. As a result, BNI was able to end the year with a Net Open Position (NOP) of 7.6%, significantly lower than the maximum ratio of 20% as stated by Bank Indonesia. In addition, at the end of 2008 BNI possessed Secondary Reserves of Rp 16.27 trillion and USD 714.58 million
By following a prudent course of liquidity management, BNI’s average Minimum Reserve Requirement (MMR) was 5.03% for Rupiah and 1.03% for Foreign Currency.
BNI’s participation in foreign currency transactions supports a large number of the Bank’s key international banking services. In 2008, total interbank foreign exchange transactions reached USD 46.25 billion, up from 2007’s USD 25.47 billion and was accompanied by an increase in foreign exchange income which reached Rp 613.61 billion from Rp 259.5 billion in 2007. The Bank’s trading in marketable securities was negatively affected by the global crisis, with trading volume down 50% from 2007 to a level of Rp 29.44 trillion domestically and USD 299 million internationally.
Despite the decline in revenue from trading activities in 2008, continued strong interest in Indonesia as an investment location and source of exports promises good returns upon a resurgent global economy. In the meantime, Treasury will pursue a balanced portfolio which allows optimum international exchange while minimizing risk exposure.
Looking Forward
• InsupportofexpandingTreasurybusiness,newproduct development, additional Treasury Regional Area locations and the development of interbank and corporate markets will continue to satisfy existing demand.
• Wehavealsomadepreparationsfortheutilizationofelectronic dealing technology to improve access and efficiency.
• Treasurywillalsopressaheadwithenhancementstovarious Treasury standard operation procedures and systems in order to upgrade good corporate governance compliance.
Pengelolaan Likuiditas
Pada tahun 2008, Divisi Tresuri aktif melakukan pengelolaan posisi likuiditas BNI dalam merespon secara cepat dan komprehensif berbagai guncangan likuiditas global yang terjadi. Sebagai hasilnya, BNI mampu menutup tahun 2008 dengan Posisi Devisa Netto (PDN) sebesar 7,6%, jauh di bawah rasio maksimum sebesar 20% sesuai ketentuan Bank Indonesia. Sementara itu, jumlah cadangan sekunder (secondary reserve) tercatat sebesar Rp 16,27 triliun dan USD 714,58 juta, pada akhir tahun 2008.
Melalui pengelolaan likuiditas secara cermat dan berhati-hati, BNI mampu menjaga rata-rata Giro Wajib Minimum (GWM) pada tingkat 5,03% untuk Rupiah dan 1,03% untuk valuta asing.
BNI aktif melakukan transaksi valuta asing dalam mendukung berbagai layanan perbankan internasional yang ada. Pada tahun 2008, transaksi valuta asing di pasar antar-bank tercatat sebesar USD 46,25 miliar, meningkat dibandingkan USD 25,47 miliar di tahun 2007, sementara pendapatan dari transakasi valuta asing mencapai Rp 613,61 miliar, dibandingkan Rp 259,5 miliar di tahun 2007. Di lain pihak, aktivitas surat berharga yang diperdagangkan terimbas oleh krisis global, dimana volume perdagangan menurun 50% dari tahun 2007, menjadi Rp 29,44 triliun untuk transaksi domestik dan USD 299 juta untuk transaksi internasional.
Sekalipun terjadi penurunan pendapatan dari perdagangan surat-surat berharga di tahun 2008, prospeknya paska pemulihan perekonomian global tetap cerah, mengingat Indonesia masih tetap menarik sebagai lokasi berinvestasi dan penyedia komoditas ekspor. Dalam pada itu, Divisi Tresuri akan mengupayakan portofolio yang berimbang yang memberikan imbal hasil valuta asing lebih besar dan sekaligus paparan risiko minimal.
Melangkah ke Depan
• Mengembangkan potensi bisnis tresuri dalam memenuhi kebutuhan nasabah melalui pengembangan produk baru, penambahan lokasi Treasury Regional Area, dan pengembangan pasar inter-bank serta korporasi.
• Mempersiapkanpenggunaanteknologielectronic dealing untuk meningkatkan akses dan efisiensi layanan.
• MelaksanakanTataKelolaPerusahaanyangbaikmelalui penyempurnaan berbagai SOP Tresuri serta perbaikan pada sistem-sistem tresuri.