HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.2.1 Ciri-ciri Alat Peraga Papan Pembagian
Alat peraga papan pembagian dikembangkan mengacu pada ciri-ciri alat peraga metode Montessori. Ciri-ciri tersebut adalah menarik, bergradasi, auto-correction, auto-education, dan kontekstual. Alat peraga papan pembagian berupa papan berukuran 32cm x 31cm terbuat dari kayu Pinus. Papan pembagian juga dilengkapi dengan satu set kartu soal serta satu set kotak penyimpanan. Kotak penyimpanan berisi (1) manik-manik berwarna hijau, biru, dan merah, (2) pion pembagi berwarna kuning serta (3) tiga buah mangkok masing-masing berwarna hijau, biru, dan merah. Berdasarkan kelima ciri alat peraga metode Montessori, peneliti melakukan kajian terhadap papan pembagian yang telah dikembangkan. Kajian tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
1. Menarik
Alat peraga papan pembagian terbuat dari kayu Pinus dan memiliki ukuran 27cm x 27cm. Papan pembagian juga dilengkapi dengan satu set kartu soal dan satu set kotak penyimpanan. Warna papan pembagian menggunakan warna alami dari kayu Pinus, hanya saja ada area yang diberi warna kuning. Area tersebut digunakan untuk membedakan antara area untuk pion pembagi dengan area untuk manik-manik pembagian. Area berwarna kuning merupakan area untuk meletakkan pion pembagi sedangkan area dengan lubang-lubang yang lebih kecil merupakan area untuk meletakkan manik-manik pembagian. Alat peraga papan pembagian dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 4.9 Alat Peraga Papan Pembagian
Papan pembagian juga dilengkapi dengan kotak penyimpanan. Kotak tersebut berisi 3 jenis manik-manik, 3 mangkok dengan warna yang berbeda, serta pion-pion pembagi. Kotak penyimpanan dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 4.10 Kotak Penyimpanan
Manik-manik pada kotak penyimpanan terdiri dari warna hijau, biru, dan merah. Manik-manik tersebut digunakan sebagai bilangan yang dibagi. Manik-manik hijau merupakan manik-manik satuan. Manik-manik biru merupakan manik-manik puluhan. Satu manik puluhan dapat ditukar dengan 10 manik satuan. Dan manik yang terakhir adalah manik-manik berwarna merah yang bernilai ratusan. Satu manik-manik merah dapat ditukar dengan 10 manik-manik biru. Hal ini merupakan konsep nilai tempat suatu bilangan.
Kotak penyimpanan juga dilengkapi dengan 3 mangkok yang digunakan untuk mengambil manik-manik pembaagian. Mangkok-mangkok tersebut memiliki warna yang berbeda-beda yaitu hijau, biru dan merah. Warna mangkok yang dipakai menyesuaikan dengan warna manik-mani yang akan diambil. Jika manik-manik-manik-manik yang dipakai adalah manik-manik satuan, maka mangkok yang digunakan adalah mangkok berwarna hijau, begitu seterusnya. Adapula pion-pion pembagi berwarna kuning dengan
jumlah 21 buah. Pion tersebut digunakan sebagai penanda bilangan pembagi.
Selain kotak penyimpanan, papan pembaian juga dilengkapi dengan satu set kartu soal. Kartu soal tersebut dicetak dengan menggunakan kertas ivory260. Kartu soal tersebut dibagi kedalam 3 tahap latihan yaitu pembagian sebagai pengurangan berulang, pembagian bilangan sampai dengan 100 dengan bilangan pembagi 1-10, pembagian bilangan sampai dengan 500 dengan bilangan pembagi 1-20. Kartu soal tersebut memiliki penanda yang jelas pada setiap bagiannya. Kartu soal dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 4.11 Kartu Soal
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa alat peraga papan pembagian memiliki komponen yang lengkap serta warna-warna yang cerah dan menarik. Hal ini sesuai dengan analisis kebutuhan yang
telah dilaksanakan pada SD penelitian. Guru-guru dan siswa mengharapkan alat peraga yang memiliki warna yang cerah sehingga lebih menarik.
2. Bergradasi
Tahap latihan pada papan pembagian dibagi menjadi 3 bagian yaitu pembagian sebagai pengurangan berulang, pembagian bilangan sampai dengan 100 dengan bilangan pembagi 1-10, pembagian bilangan sampai dengan 500 dengan bilangan pembagi 1-20. Tahap pertama dan tahap kedua merupakan konsep pembagian yang dikenalkan di kelas bawah. Sedangkan tahap ketiga merupakan latihan lebih lanjut untuk mempersiapkan diri di kelas berikutnya.
Papan pembagian juga dilengkapi dengan manik-manik ratusan, puluhan, dan satuan yang jumlahnya tidak dibatasi sehingga dapat digunakan pada jenjang yang lebih tinggi. Alat peraga papan pembagian dapat digunakan oleh siswa kelas atas yang masih mengalami kesulitan pada materi pembagian. Kesimpulan yang dapat ditarik melalui uraian tersebut adalah papan pembagian memiliki ciri bergradasi.
3. Auto-Correction
Papan pembagian merupakan papan dengan 400 lubang untuk meletakkan manik-manik pembagian. Lubang tersebut hanya dapat diisi dengan satu manik saja. Hal tersebut dapat mengurangi resiko kesalahan pada saat memasukkan manik-manik kedalam lubang. Kartu soal yang disediakan juga telah memiliki jawaban disebalik kartu soal. Dua hal
tersebut merupakan pengendali kesalahan yang ada pada alat peraga papan pembagian. Hal tersebut bertujuan agar siswa dapat mengetahui kesalahannya sendiri saat menyelesaikan soal dengan bantuan alat peraga papan pembagian.
4. Auto-Education
Papan pembagian memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dan termasuk dalam kategori ringan. Sehingga siswa dapat memindahkan papan pembagian tanpa bantuan guru atau orang lain. Alat peraga papan pembagian juga dilengkapi dengan album pembelajaran yang berisi langkah-langkah pengguanaan alat peraga. Sebelum menggunakan alat peraga papan pembagian diharapkan untuk mempelajari album pembelajaran terlebih dahulu. Hal tersebut menjadikan alat peraga papan pembagian dapat digunakan oleh siswa secara mandiri.
5. Kontekstual
Papan pembagian dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemui di lingkungan sekitar kita. Bahan dasar pembuatan papan pembagian serta komponen pelengkapnya adalah kayu Pinus yang bersifat ringan. Kayu Pinus termasuk kayu yang mudah untuk dijumpai. Pembuatan papan pembagian dibantu oleh tukang kayu karena keteerbatasan peralatan dan keterampilan yang dimiliki oleh peneliti. Manik-manik yang digunakan dapat dibeli pada took-toko aksesoris yang menyediakan bahan dasar aksesoris. Peneliti membeli manik-manik tersebut di salah satu took aksesoris di Kota Yogyakarta.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa alat peraga papan pembagian yang dikembangkan memiliki ciri-ciri menarik, bergradasi, auto-correction, auto-education, dan kontekstual sesuai dengan kelima ciri alat peraga metode Montessori.