• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI KAJIAN PA (Halaman 164-181)

Anonim. 2012. Panduan Monitoring dan Evaluasi DMO. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ardika, I. G. 2005. “Kebijakan Nasional Pengurangan Kemiskinan Melalui Pariwisata” (dalam Damanik, J., Kusworo, H. A., Raharjana, D. T.,

Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pariwisata, penyunting,Yogyakarta: Kepel Press).

Ardika, I. W. 2003. Pariwisata Budaya Berelanjutan Refleksi dan Harapan di Tengah Peradaban Global. Denpasar: Program Studi Magister (S2) Kajian Pariwisata Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Atabala, V. 2011. Buku Tamu. Mausambi: Dokumen Pribadi.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2011. Laporan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Ende Tahun 2011 2031. Ende: Bappeda. Badan Pusat Statistik. 2012. Maurole dalam Angka 2012. Ende: Katalog BPS:

1409.5311060 Kabupaten Ende

---. 2012. Statistik Kecamatan Maurole 2012. Ende: Katalog BPS: 1101002.5311060 Kabupaten Ende.

Buana Raya. 2012. Atlas Dunia. Solo: Buana Raya.

Budhiana, N. 2012. Wisata Layar Cocok untuk Kepulauan (dalam http://bali.antaranews.com/berita/29342/wisata-layar-cocok-untuk kepulauan., diakses 30 Januari 2013).

Buhalis, D. 2000. “Marketing the Competitive Destination of Future”, (dalam

Tourism Management 21 97-116, http://www.elsevier.com/locate/tourman., diakses 14 Februari 2013).

Bungin, B.M. 2010. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Butler, R. W. 1980. The Concept of Tourism Area Life Cycle of Evolution:

Implication for the Management of Resources. The Canadian Geographer. Caribbean Tourism Organization. 2008. “Sailing” (dalam Developing a Niche

Tourism Market Database for the Caribbean, http://www.

onecaribbean.org/ content/ files/ Sailing/ pdf., diakses 28 September 2012). Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., and Wanhill, S. 1996. Tourism Principles and

Creswell, J.W. 2009. Research Design Quantitative, Qualitative and Mixed Methods Approachs. 3rdEdition. London: Sage Publication, Inc.

Dahuri, R. 2009. Pariwisata Bahari Raksasa Ekonomi Indonesia yang Masih Tidur dalam http://rokhmindahuri.wordpress.com/, diakses 8 Oktober 2012. Dalem, A. A .G. Raka. 2007. “Filosofi Tri Hita Karana dan Implementasinya

dalam Industri Pariwisata” (dalam Kea rifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Dalem, A. A. G. Raka, Wardi, I N., Suarna I W., dan Adnyana, I W. Sandi, ed.,Denpasar: UPT Penerbit Universitas Udayana dan PPLH Unud).

Damanik, J dan Weber H. F. 2006. Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM dan Penerbit Andi.

Derksen, B. D. M. 2007. “Nautical Tourism Potential in the Dalmatia Dubrovnik Region” (dissertation). Breda: NHTV University of Professional Education. Desa Mausambi. 2012. Profil Desa Mausambi.

Desa Otogedu. 2012. Profil Desa Otogedu.

Desa Watukamba. 2012. Profil Desa Watukamba.

Disbudpar. 2007. Laporan Pelaksanaan Sail Indonesia. Ende: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

---. 2008. Laporan Pelaksanaan Sail Indonesia. Ende: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

---. 2009. Laporan Pelaksanaan Sail Indonesia. Ende: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

---. 2010. Laporan Pelaksanaan Sail Indonesia. Ende: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Edgell, D. L. 2006. Managing Sustainable Tourism: A Legacy for the Future. Oxford: The Haworth Hospitality Press.

Fandeli, C. 2002. Perencanaan Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Penerbit Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Fennel, A. D dan Dowling K. R. 2003. “The Context of Ecotourism Policy and Planning” (dalam Ecotourism Policy and Planning, Fennel, A. D dan Dowling, K. R, ed., UK: CAB International).

Gautama, I G. A .G .O. 2011. “Evaluasi Perkembangan Wisata Bahari Sanur” (tesis). Denpasar: Universitas Udayana.

Heaven, S. 2008. The Cruising Adventures of Seventh Heaven with Charlieand Betty(http://www.charlieandbetty.com/seventhheaven/default.asp?listtype=r ange&datestart=20080726&dateend=20081027., diakses 12 Juli 2013. Hermantoro, H. 2011. Creative-Based Tourism, dari Wisata Rekreatif Menuju

Wisata Kreatif. Jawa Barat: Penerbit Aditri.

Inskeep, E. 1991. Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

Jennings, G. 2001. Tourism Research. Australia: Wiley.

Jennings, G. 2007. Water-Based Tourism, Sport, Leisure, and Recreation

Experiences, ed., UK: Elsevier’s Science & Technology Rights Department. Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat Paradigma bagi

Pengembangan Penelitian Interdisipliner Bidang Filsafat, Budaya, Sosial, Semiotika, Sastra, Hukum dan Seni. Yogyakarta: Paradigma.

Kecamatan Maurole. 2009. Rencana Strategis (Restra).

Lamont, MJ. 2008, “Wheels of Change: A Model of Whole Tourism Systems for Independent Bicycle Tourism”, (dalam Re-creating tourism: New Zealand Tourism and Hospitality Research Conference, Proceedings of Hanmer Springs, New Zealand, 3-5 December, Lincoln University, Christchurch, NZ).

Leiper, N. 1990. Tourism System. Occasional Paper 2. Auckland: Department of Management System. Massey University.

Leiper, N. 2004. Studying Tourism: A Whole Systems Approach (dalam Tourism Management. 3rd ed. Sydney: Pearson Australia).

Lesmana, R. T. 2012. “Peluang Wisata Bahari Indonesia – Apa, Siapa, Mengapa, Bilamana, Bagaimana?” Makalah pada Presentasi Survei Sail Tomini 2014 di Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah.

Lukita, B. M. 2012. Potensi Laut Indonesia 1,2 Triliun Dolar AS (dalam

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/24/13283219/Potensi.Laut. Indonesia.1.2.Triliun.Dollar.AS, diakses 31 Januari 2013).

Madiun, I.N. 2009. “Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata Nusa Dua - Perspektif Kajian Budaya” (disertasi). Denpasar: Universitas Udayana.

Mbete, A. M., Dhae, F.X., Banda, M. M dan Wake, P. 2006. Khazanah Budaya Lio-Ende. Jogya: Pustaka Larasan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.

Mina Bahari. 2013. “Membangun Secara Lestari dan Berkelanjutan” (dalam Mina Bahari Edisi I Januari).

Munt, I dan Monforth, M., 2003. Tourism and Sustainability New Tourism in The Third World. London: Taylor and Francis e-Library.

Murdana, I.M. 2010. “Pengembangan Pariwisata Pulau Gili Trawangan Berbasis Ekowisata Bahari” (tesis). Denpasar: Universitas Udayana

Noor, J. 2011. Metodologi Penelitian Skrispi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana.

Orams, M. 2002. Marine Tourism Development, Impacts and Management. New York: Routledge – edition published in the Taylor and Francis e-Library.

Paturusi, S. A. 2008. Perencanaan Ka wa san Pariwisata. Denpasar: Universitas Udayana.

Pendit, N. S. 1996. Ilmu Pariwisata Sebuah Penga ntar Perdana. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.

96/HK.501/MKP/2010 Tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Wisata Tirta. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2011 Tentang

Kunjungan Kapal Wisata (Yacht) Asing Ke Indonesia.

Pitana, I. G dan Diarta, S. K I. 2009. Pegantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Pitana, I. G dan Gayatri, P. G. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Pujaastawa, I.B.G., Wirawan, I G.P., dan Adhika, I M. 2005. Pariwisata Terpadu

Alternatif Model Pengembangan Pariwisata Bali Tengah. Denpasar: Universitas Udayana.

Rasdiani, E. 2008. “Sail Indonesia – Menjadikan Kebaharian Indonesia Mampu Berdiri Sejajar dengan Negara lain”. Makalah dalam Workshop Percepatan Pembangunan Perikanan, Pariwisata Bahari, dan Jasa Kelautan. Jakarta, 22 Oktober.

Ratna, N. K. 2010. Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sail Indonesia. 2012. Sail Indonesia Confirmed Entries

---. 2013. Sail Indonesia 2013 Program Of Events (http://sailindonesia.net., diakses 28 Maret 2013.

SailToIndonesia. 2012. Destinations (http://sailtoindonesia.com, diakses 27 Mei) Smith, V. L. dan Eadington, W.R. 1992. Tourism Alternatives: Potentials and

Problems in the Development of Tourism: Philadelphia: Univeristy of Pennsylvania Press.

Stronza, A. 2008. “Partnerships for Tourism Development” (dalam Moscardo, G. Editor. Building Community Capacity for Tourism Development. UK: CABI)

Tallo, P. E. 2011. “Strategi Pengembangan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur Sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan” (tesis). Denpasar: Universitas Udayana.

Timothy, D. J dan Tosun, C. 2003. “Arguments for Community Participation in the Tourism Development Process” (dalamThe Journal of Tourism Studies

Vol. 14, No. 2, Dec).

Tosun, C. 2006. Expected Nature of Community Participation in Tourism

Development. Turkey: School of Tourism and Hotel Management, Mustafa Kemal University, Tourism Management.

Tourism Insights. 2008. Identifying and Developing Local Distinctiveness, (http://www.insights.org.uk/destinationmanagementguideitem.aspx?title=2 G%3a+Identifying+and+Developing+Local+Distinctiveness., diakses 29 Juni 2013).

Tourism in Singapore. 2003. Ancillary Services (http://infocommclub. vs.moe.edu.sg/tourism/ancillary.html., diakses 6 Juni 2013).

Wirawan, G. P S. 2009. “Pengembangan Daya Tarik Wisata Berkelanjutan di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung” (tesis). Denpasar: Universitas Udayana.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4966.

148 Lampiran 1:

PEDOMAN WAWANCARA (Untuk: mencapai tujuan tujuan khusus satu)

Informan: aparat desa, masyarakat desa, operator, dan tim teknis.

 Mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk diwawancarai dan memberikan jawaban sesuai dengan kenyataan riil yang ada/dialami.

 Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara ini disusun guna mengumpulkan data tertulis dalam rangka menunjang penyusunan tesis/karya tulis ilmiah.

 Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara ini disusun untuk mendapatkan bahan analisis guna mengkaji karakteristik destinasi singgah

Sail Indonesia.

 Wawancara ini dilakukan hanya untuk tujuan penelitian ilmiah.

 Atas kesediaan Bapak/Ibu menjadi informan dalam penelitian ini, saya mengucapkan terima kasih.

Hari/Tanggal : A.Identitas Informan Nama: Umur: Pekerjaan/ Jabatan: Alamat: No. Telepon/ HP:

B.Potensi destinasi singgah Atraksi wisata Alam:

1. Apakah ada atraksi alam yang terkait dengan flora dan fauna? Sebutkan! 2. Apakah kecamatan/desa sudah melakukan pendataan terhadap atraksi

wisata alam itu?

3. Apakah atraksi wisata alam itu sudah pernah dikunjungi atau dinikmati oleh wisatawan? Sejak kapan?

Atraksi wisata budaya dan buatan:

1. Apa saja atraksi seni budaya lokal (tari, musik, drama, permainan rakyat, dll) yang terdapat di wilayah ini? Sebutkan!

2. Apakah ada festival seni budaya? Bagaimana penyelenggaraannya?

3. Apakah ada upaya peningkatan dan pelestarian peninggalan sejarah dan purbakala? Bagaimana upaya itu dilakukan?

4. Apa saja seni kerajinan dan ukir-ukiran yang tersedia?

5. Apa saja kuliner lokal yang tersedia? Bagaimana keberadaan dan upaya pengembangannya?

Aksesibilitas:

1. Bagaimana cara mencapai atraksi wisata di kecamatan/desa ini? 2. Apa saja moda transportasi yang digunakan?

3. Bagaimana kondisi jalan menuju ke lokasi atraksi wisata itu?

4. Apakah ada program peningkatan aksesibilitas ke berbagai atraksi wisata selama kegiatan Sail Indonesia?

Amenitas:

1. Apa saja jenis akomodasi wisata yang terdapat di kecamatan/desa ini, dan berapa jumlahnya?

2. Berapa jumlah rumah makan atau restoran di kecamatan/desa ini?

3. Bagaimana kondisi fasilitas akomodasi penginapan dan restoran/rumah makan yang ada?

4. Apakah tersedia fasilitas belanja misalnya artshop yang menjual barang kerajinan lokal dan produk souvenir lainnya?

5. Apakah ada agen penjualan bahan bakar minyak? 6. Apakah tersedia pasar-pasar tradisional?

7. Bagaimana akses ke layanan kesehatan dan unit gawat darurat 8. Bagaimana ketersediaan air bersih dan energi listrik?

9. Bagaimana ketersediaan fasilitas telekomunikasi (telepon, internet, jasa pos)?

10.Bagaimana ketersediaan jasa perbankan dan jasa penukaran uang (money changer)?

11.Bagaimana ketersediaan fasilitas humaniter seperti toilet?

Ancillary services:

1. Apakah terdapat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di kedamatan/desa ini? Berapa jumlahnya?

2. Apakah lembaga DMO (Destination Management Organization) dan TMO (Tourist Management Organization) ikut berperan dalam pengembangan pariwisata di kecamatan/desa ini?

3. Bagaimana peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten dalam mengembangkan kepariwisataan di kecamatan/desa ini?

4. Bagaimana peran pemerintah kecamatan dan desa dalam mengembangkan kepariwisataan di kecamatan/desa ini?

5. Apakah kawasan ini masuk dalam tata ruang pengembangan wilayah kepariwisataan daerah?

6. Apakah ada kebijakan pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten yang terkait pengembangan wisata layar?

7. Apakah tersedia Tourist Information Centre (TIC) di kecamatan/desa ini? 8. Bagaimana dengan penyerapan SDM dalam aktivitas pariwisata yang

bersifat temporer misalnya dalam aktivitas Sail Indonesia.

9. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat di dalam pengelolaan berbagai atraksi wisata dalam kegiatan Sail Indonesia dan bagaimana perannya masing-masing?

10.Apa manfaat yang diperoleh pemangku kepentingan dalam pengelolaan atraksi wisata itu?

11.Apa saja masalah yang timbul dalam pengelolaan atraksi wisata itu dan bagaimana solusinya?

12.Apakah terbukanya akses wisatawan melalui laut dalam aktivitas Sail

Indonesia memberikan manfaaat bagi kecamatan/desa?

13.Apakah tersedia informasi yang cukup bagi wisatawan mengenai cara mencapai lokasi atraksi wisata itu dan siapa yang menyiapkan informasi itu?

14.Apakah tersedianya berbagai fasilitas yang terkait aspek amenitas itu memberikan manfaat bagi kecamatan/desa?

15.Apa masalah yang ada terkait berbagai fasilitas itu? Bagaimana solusi mengatasi masalah tersebut?

Letak dan posisi Maurole dalam rute pelayaran kapal wisata di kegiatan Sail

Indonesia:

1. Apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah tempat untuk menjadi destinasi singgah Sail Indonesia?

2. Bagaimana karakteristik umum para peserta reli wisata layar dan apa motivasi kunjungan mereka?

3. Apa saja kebutuhan dasar para pelayar dunia di suatu destinasi singgah? 4. Berapa lama peserta reli tinggal atau berlabuh di sebuah destinasi singgah? 5. Mengapa Maurole ditetapkan sebagai salah satu destinasi singgah Sail

Indonesia, dan bagaimana gambaran posisi Maurole dalam rangkaian rute pelayaran kapal wisata di Indonesia?

6. Dalam kaitan dengan aktivitas wisata di daratan, apa saja yang perlu disiapkan oleh sebuah destinasi singgah? Dan siapa yang idealnya menyiapkan kebutuhan itu?

7. Siapa saja yang perlu terlibat pengelolaan titik labuh dalam kaitannya dengan upaya pemenuhan kebutuhan para pelayar dunia dan manfaat ekonomi bagi masyarakat?

8. Siapa saja dan bagaimana peran masing-masing pemangku kepentingan di destinasi singgah?

9. Apa saja dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terjadi di sebuah destinasi singgah?

10.Bagaimana prospek dan peluang pengembangan destinasi singgah?

11.Siapa saja target pasar wisata layar dan bagaimana prospeknya bagi Indonesia secara umum dan destinasi singgah secara khusus?

12.Apa saja masalah atau kendala yang timbul dalam pengelolaan destinasi singgah dan apa solusi untuk mengatasi masalah itu?

152 Lampiran 2:

PEDOMAN WAWANCARA (Untuk: mencapai tujuan tujuan khusus dua)

Informan: masyarakat

A.Bentuk dan Tingkat Partisipasi

1. Apakah Bapak/Ibu terlibat dalam kegiatan Sail Indonesia? Bagaimana bentuk keterlibatannya?

2. Apakah yang mendorong Bapak/Ibu terlibat dalam kegiatan Sail Indonesia ini?

3. Apakah ada pertemuan/musyawarah warga dalam membicarakan kegiatan

Sail Indonesia? Jika ada, berapa kali diadakan?

4. Selain pertemuan, seringkah Bapak/Ibu mengikuti kegiatan yang menunjang kegiatan Sail Indonesia (seperti kerja bakti, dll)?

5. Menurut Bapak/Ibu, apa bentuk partisipasi yang tepat dari masyarakat dalam kegiatan Sail Indonesia?

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat

1. Bagaimana peran pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakat dalam kegiatan Sail Indonesia?

2. Bagaimana peran pengurus desa/dusun dalam melibatkan masyarakat dalam kegiatan Sail Indonesia?

3. Bagaimana peran tenaga teknis dari pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan teknis terkait dengan kegiatan Sail Indonesia?

4. Bagaimana peran tokoh masyarakat/adat untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan Sail Indonesia?

C.Manfaat, masalah, dan solusi:

1. Apa saja manfaat yang diperoleh dari keterlibatan Bapak/Ibu dalam kegiatan dan pengelolaan Sail Indonesia?

2. Apa saja masalah yang timbul terkait keterlibatan dalam kegiatan Sail

Indonesia?

153 Lampiran 3:

PEDOMAN WAWANCARA (Untuk: mencapai tujuan khusus dua)

Informan: pemerintah daerah, desa, dan tim teknis.

A.Pemerintah Daerah – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende 1. Apa dasar hukum dan kebijakan terkait pelaksanaan Sail Indonesia di

destinasi singgah Maurole?

2. Apakah sudah ada peraturan yang terkait penetapan zonasi pengembangan destinasi wisata layar?

3. Bagaimana Pemda melakukan pendekatan kepada masyarakat di Kecamatan Maurole dan desa-desa terkait dalam kegiatan Sail Indonesia? 4. Bagaimana hubungan kerjasama antara Pemda dengan LSM/NGO, tokoh

masyarakat dan pemerintah kecamatan dan desa?

5. Kontribusi apa saja yang diberikan Pemda dalam kegiatan Sail Indonesia? B.Pertanyaan untuk Kepala Desa, dan tokoh masyarakat (pemuka adat)

1. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Sail Indonesia?

2. Faktor apa yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam kegiatan Sail

Indonesia?

C.Pertanyaan untuk tim teknis dari pemda

1. Bagaimana Tim teknis melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Sail Indonesia?

2. Bagaimana hubungan kerjasama antara tim teknis, tokoh masyarakat dan pemerintah kecamatan dan desa?

3. Bagaimana bentuk pendampingan tim teknis dalam kegiatan Sail

Indonesia?

4. Apakah faktor yang turut mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam kegiatan Sail Indonesia?

D.Umum : Manfaat, masalah, dan solusi

1. Apa manfaat dari keterlibatan pemerintah daerah, aparat kecamatan/desa, dan tim teknis dalam kegiatan Sail Indonesia?

2. Apa saja masalah dan kendala yang timbul dalam keikutsertaan pemangku kepentingan itu dalam aktivitas Sail Indonesia? Terhadap masalah yang timbul itu, apa solusi yang dapat diberikan?

155 Lampiran 4:

PEDOMAN WAWANCARA (Untuk : mencapai tujuan khusus tiga)

Informan: pemangku kepentingan (pemerintah, industri, dan masyarakat).

A.Penguatan gerakan kesadaran kolektif pemangku kepentingan (Anonim, Panduan Monev DMO: 2012). Panduan ini disesuaikan dengan upaya pencapaian tujuan penelitian.

1. Siapa saja kelompok pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan

Sail Indonesia di Maurole?

2. Bagaimana koordinasi lintas kelompok komunitas lokal dalam persiapan

Sail Indonesia?

3. Apakah sudah ditetapkannya peran pemangku kepentingan dalam konteks lintas sektoral pada kegiatan Sail Indonesia?

4. Apakah sudah ditetapkannya perencanaan tata kelola destinasi singgah Maurole?

5. Apakah sudah ada SK (Surat Keputusan) Bupati atau MoU antara pemerintah kabupaten dengan stakeholder tertentu dalam kegiatan Sail

Indonesia?

B.Pengembangan Manajemen Destinasi Singgah (Anonim, Panduan Monev DMO: 2012):

 Terkait telah teridentifikasinya kondisi awal destinasi melalui kajian awal/

baseline assessment.

1. Apakah sudah teridentifikasi profil dan peta wilayah destinasi singgah Maurole?

2. Apakah telah teridentifikasinya lingkungan internal dan eksternal destinasi singgah Maurole?

3. Apakah telah tersedianya informasi tentang: atraksi, transportasi intra dan antar destnasi, infrastruktur, fasilitas dan layanan, event/festival, dan aktivitas wisata?

 Terkait Tourism Management Plan secara kuantitatif dan kualitatif untuk jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai perinsip keterpaduan, kolaboratif, berkelanjutan dan partisipatif.

1. Apakah sudah tersedia berbagai peraturan dan ketetapan tentang arah kebijakan pengembangan destinasi untuk jangka pendek, menengah dan panjang sesuai prinsip keterpaduan, kolaboratif, berkelanjutan dan partisipatif?

2. Apakah sudah ditetapkannya peraturan tata ruang destinasi?

3. Apakah sudah tersedia Tourism Management Plan untuk desitnasi Maurole?

 Terkait pola perjalanan wisata (travel pattern)

Apakah ada pola perjalanan wisata di dalam destinasi yang terintegrasi mencakup seluruh atau sebagian wilayah destinasi?

C.Pengembangan Bisnis (Anonim, Panduan Monev DMO: 2012)  Terkait inovasi dan diversifikasi produk:

1. Apakah sudah ada diversifikasi dan inovasi produk dan sudah diimplementasikan selama kegiatan Sail Indonesia berlangsung sejauh ini? 2. Apakah sudah tercipta kegiatan inovasi produk dalam kegiatan Sail

Indonesia?

 Terkait kegiatan pemasaran destinasi

1. Apakah sudah ada informasi dan ide pemasaran destinasi terkait Sail

Indonesia?

2. Apakah sudah dilakukan analisis lingkungn internal dan eksternal terkait pemasaran destinasi singgah Maurole?

3. Apakah tersedia rencana pemasaran dan promosi destinasi Maurole? 4. Apakah ada kerjasama pemasaran dengan pihak lainnya (intra dan antar

destinasi)?

 Terkait aktivitas kewirausahaan/industri yang juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan memperluas bisnis networking komunitas lokal:

1. Apakah ada peluang usaha yang tercipta bagi masyarakat lokal di destinasi singgah?

2. Apakah ada pelatihan kegiatan ekonomi kreatif di destinai singgah?

3. Apakah masyarakat lokal terlibat dalam berbagai aktivitas kepariwisataan dalam proses perencanaan, sosialisasi, implementasi dan pengawasan program?

4. Apakah ada bentuk dukungan yang nyata untuk memperluas business networking bagi pengusaha lokal didukung oleh seluruh pemangku kepentingan?

158 Lampiran 5:

PEDOMAN WAWANCARA (Untuk: mencapai tujuan penelitian tiga)

Informan: ahli dan tokoh masyarakat

1. Apakah visi, misi, tujuan, dan strategi penyelenggaraan Sail Indonesia yang Bapak/Ibu ketahui?

2. Bagaimanakah tahap-tahap pelaksanaan reli perahu layar internasional Sail

Indonesia mulai dari kapal wisata itu berada di luar perairan Indonesia hingga memasuki perairan Indonesia?

3. Bagaimana gambaran rute kapal wisata dalam Sail Indonesia, dan apakah rute-rute itu masih mungkin dikembangkan?

4. Apa sesungguhnya kekuatan dari kegiatan Sail Indonesia bagi pengembangan dan promosi wisata daerah khususnya destinasi singgah?

5. Apakah Sail Indonesia mampu meningkatkan kunjungan wisata ke daerah? 6. Apa karakteristik yang perlu dimiliki oleh sebuah lokasi untuk dapat menjadi

destinasi singgah Sail Indonesia?

7. Apa saja sarana dan prasarana yang perlu disiapkan oleh sebuah destinasi singgah?

8. Apakah Pulau Flores berpotensi menjadi destinasi wisata layar? Bagaimana dengan potensi yang dimiliki Maurole?

9. Siapa saja stakeholder yang perlu dilibatkan dalam pengembangan wisata layar?

10. Apa sesungguhnya peran yang bisa dimainkan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan wisata layar?

11. Bagaimana memaksimalkan partisipasi masyarakat lokal dan pelaku usaha dalam kegiatan Sail Indonesia?

12. Apa saja aspek atau faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan destinasi wisata layar?

13. Apakah Sail Indonesia memiliki prospek pengembangan yang strategis di masa depan?

14. Strategi perencanaan seperti apa yang perlu dibuat dalam rangka mengembangkan destinasi wisata layar?

15. Apa saja kendala dan masalah yang timbul dalam upaya pengembangan distinasi wisata layar secara umum? Dan bagaimana dengan destinasi singgah Maurole?

16. Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah dan kendala yang timbul dalam pengembangan destinasi wisata layar?

160 Lampiran 6:

Dalam dokumen PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI KAJIAN PA (Halaman 164-181)