BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
TELAAH TEORETIK TENTANG PONDOK PESANTREN, KURIKULUM, SISTEM PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN YANG RELEVAN
1. Definisi Kurikulum
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan, karena itu kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkatan pendidikan.
Istilah kurikulum berasal dari bahasa Latin “curriculum”. Semula berarti “a
running course, or race course, especially a chariot race course.” Dari pengertian ini,
kurikulum adalah suatu “arena pertandingan” tempat belajar “bertanding” untuk
60
menguasai suatu pelajaran guna mencapai “garis finis” berupa diploma, ijazah atau gelar kesarjanaan.61
Definisi kurikulum menurut pandangan lama, adalah sejumlah mata pelajaran tertentu yang harus dikuasai untuk mencapai suatu tingkatan tertentu. Pengertian kurikulum semacam ini kecendrungan pemakaiannya adalah pemberian mata pelajaran (subject matter) tertentu kepada peserta didik. Pengertian kurikulum seperti ini kurang menguntungkan peserta didik, karena membatasi pengalaman peserta didik dalam proses belajar mengajar di ruang kelas saja, dan kurang memperhatikan pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. Dengan demikian, pemaknaannya hanya pada aspek intelektual, padahal aspek lain masih banyak yang perlu dikembangkan bagi peserta didik.62
Dalam bahasa Arab, istilah kurikulum disebut dengan manhaj ad-dirasah yang berarti jalan yang terang atau jalan yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. Kemudian, pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.63dalam bidang pendidikan, manhaj adalah jalan terang yang dilalui oleh pendidik atau pelatih dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka.64
Sedangkan kurikulum pendidikan (manhaj ad-dirasah) dalam kamus Tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan. Kurikulum merupakan pedoman mendasar dalam proses pembelajaran. Keberhasilan dan kegagalan suatu
61
S. Robert Zais, Curriculum Principles and Foundation (New York: Happer and Raw Publisher, 1976), h. 6-7.
62
Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat (Jakarta: Prenada Kencana Media Grup, 2014), h. 88.
63
Wiji Hidayati, Pengembangan Kurikulum (Yogyakarta: PT. Pustaka Insan Madani, 2012), h. 2.
64
Syafaruddin, Inovasi Pendidikan; Suatu Analisis terhadap Kebijakan Baru Pendidikan (Medan: IKPI, 2012), h. 104.
proses pendidikan, mampu dan tidaknya anak didik menyerap materi pempelajaran, tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan bergantung pada kurikulum yang digunakan.
Kurikulum berisikan suatu cita-cita yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan guru di sekolah. Isi kurikulum adalah pengetahuan ilmiah, termasuk kegiatan dan pengalaman belajar, yang disusun sesuai dengan taraf perkembangan anak didik. Kurikulum akan mempunyai arti dan fungsi mengubah perilaku siswa, jika dilaksanakan dan ditransformasikan oleh guru kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, proses pembelajaran adalah perwujudan pelaksanaan atau operasionalisasi kurikulum. Sedangkan kurikulum merupakan bentuk operasionalisasi pendidikan sekolah untuk mencapai tujuan institusi dari masing-masing jenjang sekolah.
Kurikulum dapat disebut sebagai suatu program yang merupakan bagian dari sebuah pendidikan yang sudah disediakan dari pihak sekolah untuk para siswa atau peserta didik guna mendukung sistem pembelajaran. Dengan adanya kurikulum, maka para siswa akan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran sehingga akan berdampak pada perubahan dan juga perkembangan dari segi tingkah laku siswa tersebut. Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, kurikulum didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.65Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Menurut Nana Sudjana, kurikulum adalah sebagai program dan pengalaman belajar serta hasil-hasil belajar yang diharapkan, yang diformulasikan melalui pengetahuan dan kegiatan yang disusun secara sistematis, diberikan kepada peserta didik di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu pertumbuhan atau
65
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
perkembangan pribadi dan kompetensi sosial peserta didik.66Ada dua hal yang tersirat dari pengertian tersebut pertama, adalah program atau rencana; kedua, adalah pengalaman belajar atau kegiatan nyata. Aspek yang pertama, yakni rencana atau program dikenal dengan kurikulum potensial. Wujud nyata dari kurikulum potensial ini adalah buku kurikulum/dokumen kurikulum yang berisi garis-garis besar program pembelajaran baik yang menyangkut tujuan, isi/materi maupun rencana kegiatan pembelajaran dan penilaiannya. Aspek yang kedua, yakni pengalaman belajar peserta didik yang disebut dengan kurikulum aktual.67Untuk itu yang dimaksud dengan kurikulum adalah mencakup kurikulum potensial yang berwujud buku kurikulum/dokumen kurikulum dan pedoman pelaksanaannya dan kurikulum aktual berwujud aktualisasi atau implementasi di lapangan oleh guru.
Sementara menurut Carter V. Good, yang dimaksud dengan kurikulum adalah “ Curriculum as systematic group of courses or sequences of subject required for
graduation or certification in a major field of study, for example, social studies curriculum, phsycal education curriculum….”68
Adapun kurikulum dalam pendidikan Islam sebagaimana dikemukakan oleh Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani dengan merujuk pada kamus bahasa Arab didapati kata manhaj (kurikulum) memiliki makna jalan yang terang, atau jalan terang yang dilalui manusia pada berbagai bidang kehidupan. Kemudian kata manhaj ditarik dalam pendidikan diartikan sebagai jalan terang yang dilalui oleh pendidik atau guru latih dengan orang-orang yang dididik atau yang dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka.69
Menurut Sukmadinata dan Nana.S, Kurikulum adalah usaha maksimal dari sekolah untuk mencapai hasil yang diinginkan didalam sekolah dan diluar situasi
66
Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah, cet 3 (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1996), h. 5.
67
Dalam Kurikulum Pendidikan dasar dan Menengah tahun 1994 dikenal dengan GBPP, dan buku pedoman pelaksanaannya.
68
Carter V. Good, Dictionary of Education, Third edition (New York: Mc Graw-Hill, 1973), h. 478.
69
Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani, Filsafat Pendidikan Islam, terj. Hasan Langgulung (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), h. 478.
sekolah.70Sementara menurut Harold B, Alberty yang dikutip oleh S. Nasution, menyatakan bahwa kurikulum adalah “All of the activities that are provided for the
student by the school.”Kegiatan yang disajikan oleh sekolah bagi para pelajar. Tidak
ada pembatasan antara kegiatan didalam kelas dan diluar kelas.71
Berdasarkan pemahaman tersebut ada beberapa unsur pokok dari kurikulum: a. Kegiatan dan pengalaman pendidikan yang dirancang, diprogramkan dan
dilaksanakan di dalam maupun di luar sekolah.
b. Diselenggarakan oleh lembaga pendidikan bagi anak didiknya, baik di dalam maupun di luar sekolah.
c. Dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan dan pengalaman belajar itu sendiri dapat berbentuk: intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan hidden kurikuler.72
Berdasarkan pengertian yang diungkapkan oleh para ahli di atas, maka menurut hemat penulis kurikulum merupakan sekumpulan acauan dan perencanaan yang tersusun rapih dalam menjalankan program pembelajaran berdasarkan kebutuhan guna mencapai tujuan.