ANALISIS DATA 4.1 Analisis Iklan Axe
4.2 Deskripsi singkat tentang informan
Informan 1 (T, laki-laki, pengguna Axe, 22 tahun)
T adalah mahasiswa semester lima di fakultas hukum universitas di jakarta. Sebelum berkuliah di fakultas hukum, T sempat berkuliah di jurusan sastra arab universitas indonesia dan lulus dalam waktu 3,5 tahun sebelum akhirnya berkuliah lagi di fakultas hukum. Semasa kuliah di sastra arab, T sempat aktif di berbagai organisasi kampus dan sekarang sudah tidak aktif lagi. Kesibukan informan sekarang adalah berkuliah dan membantu pekerjaan kantor ayahnya. Waktu luang informan dipergunakan dengan banyak membaca.
Di keluarganya, T adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertama T adalah perempuan dan sudah bekerja dan begitu juga kakak keduanya yang laki- laki. Sejak kecil, T tidak dekat dengan kedua orangtuanya dikarenakan kesibukan orang tuanya dengan pekerjaan. Dengan kesibukan seperti itu, T paling dekat dengan kakak lelakinya dan itupun karena tidur satu kamar.
Dalam hidup T, teman semasa kecil adalah yang paling berpengaruh. Temannya semuanya terdiri dari lelaki dan T sangat jarang sekali mempunyai teman perempuan. Sampai sekarang pun T masih dekat dengan teman masa kecilnya. Namun karena T masih kost di sekitar kampus, maka frekuensi mereka bertemu sudah sedikit.
Pergaulan T dengan teman masa kecilnya bisa dikategorikan sangat permisif. Di antara temannya, hanya T yang belum pernah berhubungan seksual. Walaupun begitu, T pernah berpacaran selama dua kali dan tetap menjaga batas- batas antara pria dan wanita. Hal ini dikarenakan T masih memegang kuat prinsip agamanya untuk tidak melakukan seks pranikah.
T menggunakan Axe sejak dua tahun yang lalu. Pada awalnya T menggunakan Axe karena kakaknya menggunakan. Kemudian T mencoba dan cocok di kulitnya dan menggunakannya sampai sekarang. Namun T tidak menjadikan Axe sebagai parfum utamanya. T menggunakan Axe bila tidak mandi dan ingin bertemu dengan lawan jenis.
Informan 2 (M, perempuan, merekomendasikan Axe ke orang lain, 19 tahun) M adalah mahasiswa semester lima pada sebuah universitas di jakarta. Selama kuliah, M tidak tinggal bersama orang tuanya dan menyewa sebuah kamar kost. Informan pulang ke kost setiap seminggu sekali dan bahkan bila sibuk bisa sampai dua minggu sekali. Kesibukan sehari-harinya adalah aktif di berbagai organisasi kampus salah satunya organisasi tingkat fakultas dengan menjadi humas.
Keluarga M terdiri dari ayah, ibu, dan seorang kakak perempuan yang telah menikah dan mempunyai anak. Ayah informan berasal dari suku sunda dan ibu berasal dari suku jawa. Di keluarganya, M paling dekat dengan kakaknya dimana bila terdapat permasalahan dia akan menceritakannya kepada kakaknya.
Walaupun begitu, M jarang menceritakan masalah kehidupan pribadinya kepada keluarga. Dalam hubungannya dengan lawan jenis, keluarga tidak pernah menyinggung dan mempertanyakan hal ini dikarenakan di keluarga M diberi kebebasan mengenai hubungan dengan lawan jenis.
Namun, walaupun begitu keluarga M mengajarkan untuk tidak membuat malu nama keluarga, hal tersebut terlihat dari keluarganya yang suka memberikan contoh bila terdapat tetangga atau orang lain yang memberikan contoh negatif. Dan hal ini diterima oleh M secara bertanggungjawab dengan menjaga nama baik keluarga
Di dalam pertemanan, M termasuk orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain. Hal ini dikarenakan M pernah dikhianati oleh temannya semasa SMP. Hal inilah yang membuat M sangat selektif dalam menceritakan masalah pribadi dan memilih untuk tidak menceritakan masalahnya hanya kepada satu orang.
Lingkungan pergaulan M termasuk pada pergaulan yang masih menjaga norma ketimuran mengenai lawan jenis. Hal ini terlihat dari adanya prinsip bahwa perempuan tidak boleh terlalu agresif terhadap lelaki karena hal itu akan membuatnya terlihat murahan. Selain itu pula dalam lingkungan M masih sangat menjaga nilai kesucian seorang perempuan yaitu untuk tidak berhubungan seks sebelum menikah.
Dalam hubungannya dengan penggunaan perawatan tubuh, M menyukai pria yang wangi dan harum. Selain itu pula, M juga merekomendasikan ayahnya untuk menggunakan Axe. Hal ini dikarenakan Axe mempunyai wangi yang maskulin dan segar
Informan 3 (HI, laki-laki, pengguna merk lain, 20 tahun)
HI adalah mahasiswa semester tujuh jurusan jurnalisme sebuah universitas di jakarta. Selain berkuliah, HI beraktivitas sebagai pemusik beraliran hip-hop. HI telah membuat rekaman musik hip-hop dan menjualnya di antara komunitas hip- hop. Selain itu, keseharian informan diisi dengan banyak membaca buku mengenai filsafat, menulis blog, dan berkorespondensi dengan temannya di dunia maya.
Informan mempunyai karakter yang terbuka dalam menceritakan berbagai masalah pribadinya ke orang lain. walaupun begitu, informan terkadang merasa rendah diri dalam pergaulannya karena semenjak kecil mendapat perlakuan kasar dari ayahnya. Keluarga HI terdiri dari ayah, ibu, dan satu orang adik laki-laki. Di keluarganya, HI paling dekat dengan ibunya sedangkan adiknya lebih dekat dengan ayahnya.
Di dalam hubungannya dengan lawan jenis, HI menunjukkan ketertarikan tidak secara langsung. HI biasa mendekati perempuan dengan cara sms atau chatting melalui internet.
HI pernah menggunakan Axe ketika masih SMP dan tidak pernah menggunakannya lagi karena baunya yang terkesan murahan dan pernah diledek temannya. Sekarang HI menggunakan parfum burberry yang dibelikan oleh ibunya. HI menggunakan parfum dan berdandan hanya bila akan keluar rumah. Bila tidak keluar rumah, HI tidak menggunakan perawatan tubuh sama sekali.
Informan 4 (LN, perempuan, merekomendasikan merk lain, 20 tahun)
LN adalah mahasiswa semester terakhir jurusan hubungan masyarakat di universitas di jakarta. Kesibukan LN sekarang adalah menyelesaikan skripsi dan mengurus butiknya di bilangan kemang. LN sangat menyukai berada di keramaian dan merasa tidak bisa berada di tempat yang sepi karena takut akan kesepian. Kepribadian LN adalah sangat terstruktur dan mengerjakan sesuatu berdasar urutan perencanaan yang dibuat setiap hari. Informan juga mempunyai kebiasaan bangun telat karena mempunyai penyakit insomnia.
Keluarga LN terdiri dari ayah dan ibu yang bekerja dan seorang adik laki- laki yang berkuliah di bandung. LN di keluarga paling dekat dengan ibunya dan menceritakan berbagai macam masalah pribadi kepada ibunya. Namun tidak demikian dengan ayahnya, LN merasa dekat hanya dalam urusan keuangan dan karir. Keluarga LN sangat membebaskan dalam menentukan pilihan hidup dan walaupun begitu ibunya sangat suka mengingatkan dalam hal agama yaitu untuk solat lima waktu.
Semenjak kecil LN telah diajari oleh ibunya untuk tampil rapih dan cantik. Ibunya mengajarkannya untuk selalu menggunakan lotion sejak kecil sampai
sekarang. Karena seringnya sang ibu mengajarkan untuk merawat diri maka hal ini berpengaruh pada pribadi LN yang suka memperingatkan orang lain untuk tampil wangi dan rapih termasuk ayah, adik, dan pacarnya.
Semasa SMP LN pernah merekomendasikan Axe kepada temannya, namun sekarang tidak lagi karena menganggap Axe sebagai bodyspray cepat hilang baunya dan sudah ketinggalan zaman. Sekarang LN selalu merekomendasikan parfum kepada teman-temannya
Informan 5 (MF, laki-laki, tidak menggunakan merk apapun, 22 tahun) MF adalah mahasiswa jurusan sosiologi yang sedang menyelesaikan skripsi. Selain itu, MF juga bekerja sambilan di LSM lokal yang mengkampanyekan perdagangan yang adil. Semasa kecil, informan pernah tinggal di Belanda saat berumur tiga tahun dan sekolah dasar selama empat tahun di Bonn, Jerman. Informan menggambarkan dirinya sebagai orang yang melankolis, moody, dan selalu ingin mencoba hal-hal baru seperti magang di berbagai tempat dan memasuki lingkungan baru.
Di keluarga, MF tinggal bersama ibu, dua kakak perempuannya, dan seorang pembantu rumah tangga. Ayah MF telah tiada sejak tahun 2001. MF paling dekat dengan kakak pertamanya yang berusia 30 tahun karena bisa membicarakan banyak gak bersama. Namun MF tidak dekat dengan kakak kedua dan cenderung kurang harmonis karena merasa sangat berbeda dan tidak cocok. Dengan ibunya, informan biasa membicarakan masalah sosial karena ibunya hobi membaca koran dan banyak bertanya kepada MF yang mahasiswa sosiologi.
Dalam keluarga MF, pembicaraan mengenai lawan jenis dan pacaran sangat jarang dibicarakan. Ibu informan malah terkesan tidak terlalu mempedulikan urusan percintaan anak-anaknya.
Dalam kesehariannya, MF tidak pernah menggunakan perawatan tubuh. MF hanya menggunakan sabun biasa, sampo, dan sabun muka. MF tidak pernah menggunakan deodorant maupun parfum. Hal ini dikarenakan MF merasa badannya tidak bau dan merasa percaya diri. Dahulu informan pernah menggunakan Axe namun tidak lagi karena merasa tidak butuh untuk memakainya.