ANALISIS DATA 4.1 Analisis Iklan Axe
4.3.3 Media Habit, terpaan iklan, dan gaya hidup
T lebih banyak membaca buku dan jarang melihat iklan. Dalam sebulan T menargetkan untuk membaca 2 buku, 1 buku yang bersifat umum dan 1 buku agama. Selain buku, informan juga suka membaca surat kabar. Kontak informan dengan televisi sangat terbatas. Hal ini dikarenakan T menganggap acara televisi sampah dan tidak bermutu.
Mengenai gaya hidup sehari-hari, informan tidak mengikuti apa yang ditawarkan oleh media terutama iklan. Informan mengaku cara berpakaian, dan produk yang dia pakai berasal dari kakak dan temannya
“abang kli ya yang jadi role model atw kawan. tapi klo selera berpakaiannya aneh juga, ya ngapain gw ikutin. gw si biasa aja, palingan celana panjang, polo shirt, atau kaos…”
M membaca koran dan media elektronik setiap hari untuk mendukung perkuliahannya. Selain itu, M juga rajin menonton film-film hollywood dan indonesia melalui DVD. Dalam relasinya dengan lawan jenis, M mengungkapkan
bahwa dia banyak terinspirasi dari komik jepang dimana perempuannya selalu mendapatkan lelaki yang dikejarnya.
“terinspirasi dari komik… kaya di komik kan ceweknya duluan yang ngejar tapi ada satu momen dimana ceweknya mundur dan akhirnya cowoknya yang ngejar menurut gw itu waw hebat banget, kaya sinetron jepang deh ceweknya duluan yang ngejar tapi ada momen dimana ceweknya berhenti terus cowoknya yang ngejar
“dulu kan waktu SMP belum kenal internet, jadinya gw sering banget tuh baca komik serial cantik dan sejenisnya itu la. Pokonya itu starting point gw la mengenai bagaimana hubungan gw dengan cowok selanjutnya”
Selain komik, dalam kesehariannya M sangat mudah terpengaruh oleh iklan terutama oleh iklan produk kecantikan. Selain itu, meskipun menonton televisi pada malam hari saja, M mengikuti trend terkini dan membeli produk berdasarkan kesukaannya pada iklan.
“Gw tuh sering kemakan iklan, apalagi iklan kecantikan”
“Kan pernah make biore terus ke pond’s karena lebih meaning, apalagi yang waktu itu iklan bersambung, gw suka banget Ge suka make ponds karena enak, pokonya iklannya tuh manis banget… terus kaya sunsilk gw jadi pake kondisioner”
HI setiap hari paling sering menggunakan media internet. HI menggunakan internet sejak smp dimana internet masih belum banyak seperti saat ini dan mulai mencari berbagai macam hal.
“karena murah dan dari awal sejak SMP dimana orang belum banyak yang tau internet gw udah kena tagihan sampe berjuta-juta karena dulu gw suka baca dan download, bahkan pengetahuan gw tentang musik yang orang banyak gak tau ya dari internet.”
Dari internet informan menyerap berbagai macam informasi di website ensiklopedia dan berbagai macam hal yang jarang dibicarakan dalam masyarakat umumnya
“banyak, e-mail terus gw korespondensi sama temen-temen gw, wikipedia sih yang sekarang paling sering, terus dari search engine gw juga suka nyari keyword yang gw suka, kaya gw suka nyari yang aneh-aneh kaya misalnya alien terus rujukannya teori konspirasi, jadi apa gitu, kaya gitu lah…”
Selain itu juga, HI mendapat berbagai macam pengetahuan mengenai filsafat seperti pemikiran Karl Marx dan Mikhail Bakunin yang menurutnya sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Menurutnya, dua pemikir ini yang menjadi awal dari sikapnya yang kritis terhadap berbagai macam hal.
Penggunaan media lainnya adalah koran dimana HI hampir setiap hari membaca koran, namun untuk media televisi informan mengaku melihatnya hanya sambil lalu seperti ketika sedang membaca koran atau makan.
Selain itu, mengenai terpaan iklan, informan mengaku hanya melihat iklan televisi pada saat pagi hari. HI berpendapat bahwa apa yang dia lihat di iklan hanyalah jualan dan dia mendapat referensi untuk gaya hidupnya sehari-hari tidak dari televisi melainkan dari internet.
Dalam kesehariannya, LN mengaku paling sering menggunakan media televisi. Selain televisi LN juga menggunakan media internet dimana dia biasa mengakses situs jejaring sosial seperti facebook untuk berinteraksi dengan teman- temannya. Ketika menonton televisi LN bisa melepaskan ketegangan pikirannya.
“karena tv adalah, ketika gw nonton tv, itu bisa menarik pikiran gw yang stres, gambarnya, warnanya yang menarik, gw bisa melepaskan ketegangan gw, ketika seharian rutinitas pelik, gw nonton tv adalah mediator yang membantu, kalo internet karena gw membutuhkan sesuatu, gw mencari informasi, tapi kalo radio itu kan dengerin lagu, walaupun bukan sumber informasi yang tepat dan gw prioritas tv”
Ketika menonton televisi, LN menonton siaran televisi kabel seperti fashion tv dan E entertainment dan lebih banyak mengenai selebriti luar negeri. Selain internet dan televisi, LN juga suka membaca majalah bazar dan a+ untuk mendapat referensi gaya hidup. LN juga berlangganan majalah cosmopolitan. Menurutnya dari majalah tersebut LN mendapat pengetahuan mengenai bagaimana berhubungan dengan lawan jenis.
“ya itu ngasih guide buat pacaran banget kaya mesti gimana”
“lumayan sih, gw kalo kaya misalnya cowo posesif gimana ngadepinnya… tapi gak semuanya gw telen sih, tergantung sikonnya”
Walaupun begitu, untuk keseharian LN lebih banyak dipengaruhi oleh teman sepergaulan mengenai gaya hidupnya.
Setiap harinya MF membaca koran untuk memperbaharui informasi yang didapatnya. Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh ibunya yang selalu membaca koran dan berdiskusi dengan MF mengenai permasalahan di koran dari kacamata MF sebagai mahasiswa. Media lain yang sering dikonsumsi MF adalah televisi dimana MF biasa menonton televisi pada malam hari. Mengenai pemilihan acara televisi, MF lebih banyak menonton acara hiburan dan acara musik di channel V.
menjadi penonton yang kritis karena menganggap bahwa media luar cenderung mempertahankan ideologi dan dia berusaha untuk kritis.
“Sekarang tawasutra,hahaha, empat mata, sama paling metro tv, nah kakak gw yg kedua yg kerja di trans tv, kan masang indovision soalnya besok kan mau brangkat ke Amrik buat Obama gtu tp herannya gw gw gak tertarik sama skali buat nonton indovision, paling kalo gak ada orang dirumah, baru gw nyalain, ada apa sih, soalnya pas gw liat indovisioan ada 90an channel dan 70an dr luar, tapi gw sama skali gak tertarik nontonnya karena gw kan sering baca2 kajian di fisip dan gw tau bagaimana media mempertahankan ideologinya, tapi ada juga benernya yg menarik misalnya national geographic, tapi tetep aja gw tau dy ngliat afrika dari sudut pandang kacamata barat, dan gw udah menolak hal2 kayak gtu, jd gw nonton kalo ada film HBO aja atau kalo ada siaran bola”
Mengenai terpaan iklan, MF mengaku banyak melihat iklan dari televisi dan majalah luar negeri. Iklan yang cukup berpengaruh bagi gaya hidup MF adalah iklan media cetak luar dimana terkadang menjadi referensi MF dalam berpakaian. Namun untuk media televisi informan mengaku tidak terlalu berpengaruh karena sedari awal MF bersikap kritis terhadap televisi terutama iklan.