ANALISIS DATA 4.1 Analisis Iklan Axe
4.5 Pemaknaan informan terhadap iklan Axe 1 Pemaknaan terhadap produk Axe
4.5.3 Pemaknaan terhadap ketertarikan perempuan dalam iklan
Dalam iklan Axe, T menganggap perempuan yang menjadi model terlihat aneh, mempunyai nilai yang negatif dan agresif. Selain itu pula, T menilai apa yang dilakukan oleh perempuan dalam iklan sangatlah tidak sopan
“Dari skala 1-10, 9,5 lah”
Dalam relasi dengan lelaki, menurutnya perempuan seharusnya menunggu dari pria dan tidak memulai terlebih dahulu. Selain itu informan juga tidak suka dengan perempuan yang agresif dan hanya akan menjadikan perempuan tersebut sebatas teman biasa. Hal ini dikarenakan nilai yang berbeda bahwa perempuan seyogyanya pasif.
“Aneh. Gesturenya tuh terlalu berebihan berlebihan kalo menurut gua yaa. Sebisa mungkin sewajarnya lah. Tanpa harus melakukan hal sevulgar itu cowo juga udah ngerti kok. Cowo juga ga goblok-goblok banget kali.”
Namun informan tidak terlalu mempermasalahkan perempuan yang memberikan nomor handphone terlebih dahulu jika hal tersebut dilakukan dengan wajar.
“Kalo misalnya gesture dia kaya gitu atau biasa aja, ngeluarin hp duluan ga masalah sih buat gua. Ya itu artinya buat kaya buat keep in touch aja.”
Menurut T, perempuan yang ideal dalam memulai suatu hubungan adalah seperti salah seorang perempuan yang dikenalnya.
“Gua suka.. lo tau mba xxx. Maksudnya cara dia mature, sopan, baik. Sopan senyum salam. Ga harus kerudung juga. Selama dia bisa jaga kehormatannya, dia bisa mengkerudungkan hatinya.”
Menurut M, perilaku perempuan dalam iklan Axe adalah hal yang wajar namun dengan catatan hanya menunjukkan ketertarikan tidak sampai agresif dalam mendekati lelaki dalam proses selanjutnya.
“kalo misalnya centil-centilan dalam tanda kutip kaya yang di perpus itu, itu masih wajar si menurut gw, kaya dia ngasih nomer teleponnya tapi kaya terselebung gitu… gak langsung blak-blakan kaya si asmirandah itu yang langsung ngasih nomer menurut gw agak jarang terjadi di dunia. Tapi kalo yang di perpus itu masih masuk akal.”
“hal yang biasa si, mungkin karena gw melihat film barat lebih parah dari itu jadi gw pikiran ke bergerak ke arah modern, jadi gw merasa itu wajar, masih dalam batas kenormalan”
“masih wajar, nunjukin tertarik. Cuma kan nanti proses berikutnya yang nentuin dia wajar apa nggak kaya ngejar ato jadi penguntit gitu ya udah gak wajar, tapi kalo nunjukin tertarik si masih wajar ya…”
Wujud dari pemaknaan informan yang terlihat dari dunia nyata adalah ketika M tertarik dengan seorang lelaki maka ia akan berusaha untuk mendekatinya dengan cara terselubung dan relatif tidak terlihat. Selain itu pula, seperti kutipan di atas, M menganggap apa yang dilakukan perempuan di iklan adalah hal yang wajar karena dia membandingkannya dengan film hollywood yang menurutnya lebih melewati batas kenormalan.
Menurut HI, model perempuan dalam iklan Axe sensual dan menarik. Ketika pertama kali melihat iklan Axe yang terbayang di pikiran Axe adalah iklan Axe merendahkan perempuan dan tidak mempercayai akan ada perempuan yang bisa berperilaku seperti Axe. Menurut dia, Axe tidak mengandung unsur feromon yaitu zat yang dapat menarik lawan jenis sehingga hal tersebut dianggapnya rekaan saja. Informan beranggapan bahwa perempuan yang di iklan Axe bertujuan
untuk mengajak berhubungan seksual selain itu perempuan tersebut telah banyak berhubungan seksual dengan pria.
“gw lebih condong kalo itu degrading cewek, tapi so far gw gak bermasalah si”
Informan beranggapan bahwa perempuan di iklan mengajak untuk berhubungan seksual karena iklan tersebut mencitrakan bahwa perempuan akan mudah tertarik hanya karena wanginya tanpa mengenal terlebih dahulu
“karena itu bikin citra klo cewe itu gampang kalo nyium bau doang langsung tertarik
hmmmmm gw melihatnya bahwa klo ada cewe yang ngasi nomer telepon segampang itu tanpa kenal lebih dulu seperti yang dicitrakan iklannya ya itu…”
Selain menganggap iklan Axe merendahkan perempuan HI berpendapat dalam suatu hubungan seharusnya melewati proses terlebih dahulu. Proses di sini seperti menemukan kemenarikan seperti kepribadian, wawasan, dan pencapaian.
Berdasarkan pengamatannya terhadap iklan Axe, LN menilai bahwa perempuan dalam iklan tertarik dengan lelaki dikarenakan wanginya. LN sebenarnya tidak setuju dan menganggap perempuan dalam iklan Axe terlalu menonjolkan seksualitas dan terlihat murahan. Selain itu LN juga berpendapat bahwa di dunia nyata kenyataannya tidak demikian.
“Gak sampe yang menggoyang tubuhnya jadi murah aja… gak perlu la kaya gitu, reaksi dari cowoknya gw bilang kampung karena iklannya kaya gitu, jadinya kampungan, norak”
“murah, ya nggak segitunya emang iya ya di dunia realitas sebenernya kaya gitu? Nggak lah”
Menurut LN sendiri, ketika dia melihat seorang lelaki yang ganteng dan harum dia hanya akan sekadar melihat-lihat dan tidak sampai menonjolkan badannya. LN berpendapat bahwa tertarik secara seksual kepada laki-laki adalah manusiawi namun menurutnya caranya tidak seperti perempuan di iklan Axe.
MF menilai perempuan di dalam iklan Axe ditampilkan sebagai objek yang murahan terutama dalam versi kasir. Selain itu MF menilai bahwa iklan Axe merendahkan perempuan dimana perempuan terpikat pada lelaki hanya karena aromanya dan memberikan nomor teleponnya. Walaupun secara fisik menarik namun menurut MF perempuan yang pintar tidak akan memberi bahasa tubuh dan menggoda lelaki seperti dalam iklan Axe.
“merendahkan perempuan banget digambarin perempuan yg terpikat bau laki2 ampe mau ngasi nomor telponnya ke cowo itu”
“Yang beli lollipop dimata gw cheap banget, yang paling mendingan iklan agni di perpus, yg asmiranda jual hotdog itu lucu, cewenya juga bukan yg biasa2 aja tapi yg menarik buat laki-laki”
Selain itu, menurut MF dalam iklan Axe perempuannya terangsang setelah mencium aroma lelaki dan menurutnya hal tersebut tidak biasa. Hal ini berdasarkan pengalaman MF dimana menurutnya perempuan yang tertarik kepada lelaki tidak perlu menunjukkan ketertarikan seperti begitu karena tanpa ditunjukkan pun akan terlihat dalam ketika berbicara, bahasa tubuh, dan kontak matanya.