• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap dan batasan kewajaran terhadap ketertarikan seksual

Dalam dokumen Pemaknaan khalayak terhadap relasi gende (Halaman 69-73)

ANALISIS DATA 4.1 Analisis Iklan Axe

4.4 Hubungan dengan lawan jenis

4.4.1 Sikap dan batasan kewajaran terhadap ketertarikan seksual

Dalam berpacaran, T menuturkan bahwa batas pacaran yang terjauh yang pernah dilakukannya hanya berpegangan tangan dan mencium dahi. Menurut informan, berciuman tidak diperbolehkan. Dalam menjalin hubungan dengan

perempuan baru, informan bersikap tertutup dan sangat jarang mengungkapkan perasaannya. Selain itu, informan juga tipe yang tidak bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Proses yang dibutuhkan informan untuk suka kepada seseorang membutuhkan waktu lama dan perlahan-lahan.

Ketika T tertarik dengan seseorang, hubungan yang terjadi tidak berlangsung dengan cepat. Semasa SMP informan biasa berhubungan dengan surat dan akhirnya sekarang menggunakan fasilitas sms. Hal ini dikarenakan T termasuk pemalu dan sulit untuk mengungkapkan perasaannya.

“gw jarang mengungkapkan perasaan gw ke lawan jenis si..”

“…yaa butuh waktu aja. Ya paling by sms bisa gak harus, bukan tipe apa ya. Bukan gerak gerik tapi lebih ke sms dan interaksi. Ee apa ya? Interaksi terselubung” “Kalo pdkt pake sms…”

M berpandangan bahwa ketika dia pacaran maka orientasi yang dilakukan adalah untuk menikah. Hal ini tak terlepas dari keinginannya untuk menikah muda. Selain itu, dalam pacaran M tidak menyukai pola hubungan yang seperti pergi ke mall setiap minggu dan bergandengan tangan dengan mesra seperti layaknya anak SMA. M pertama kali pacaran saat memasuki perkuliahan sebelumnya M pernah menjalin hubungan dengan lelaki namun karena berbeda agama M tidak melanjutkannya karena dia menginginkan pasangan yang seiman.

Ketika tertarik dengan seorang pria, M cenderung tidak menunjukkannya secara langsung. M akan menyimpan perasaan ketertarikannya dan kalaupun menunjukkan maka ia akan berusaha mendekati dengan cara mencari kesempatan untuk bersama.

“iya, misalnya suka sama orang pasti sok sok nyari kesempatan kenal biar deket gitu si, biar lebih tau pribadinya kaya apa, kalo begitu deket gw tau pribadinya buruk, sesuka apapun gw langsung gugur niat itu…”

“kalo cowoknya sama sekali gak gw kenal, misalnya kaya ketemu di kampus gitu ya ato kaya di gereja gw pasti akan pertama –tama ngeliat, dia lucu ya… terus akan cari tau dia anak mana, kaya gosip gosip tentang dia, gimana kelakuan dia di luaran, kalo misalnya di luaran oke terus deketnya paling nyari-nyari kesempatan biar bisa kenal sama dia apakah kepanitiaan yang sama, terus kenal ya ngobrol ngobrol biasa si, lu gak akan tau gw suka sama siapa de, intinya gitu… karena gw bisa nutupinnya gitu dan akhirnya kalo dia udah oke banget jadi gebetan, baru ya centil dalam tanda kutip kaya… eh jalan yuk temenin gw beli peralatan buat kepanitiaan, ya kaya gitu…”

Selain itu, M juga merasa cukup lihai dalam menutupi rasa ketertarikannya dan menurutnya dia akan selalu menggunakan prinsip tarik ulur yakni untuk tahap

selanjutnya ia tidak akan berusaha terus mengejar karena menurutnya lelakilah yang harus lebih agresif dalam menjalin hubungan dengan perempuan.

“kalo dari gw cewe untuk first move sebenarnya gak masalah ya, tapi langkah selanjutnya… lakinya gak nelpon ya lagi sial aja, tapi kalo akhirnya lakinya nelpon ya gak pa pa asal ceweknya jangan terlalu berlebihan dan tetep cowonya yang lebih banyak gerakannya…”

Ketika HI tertarik dengan perempuan, pendekatan yang biasa dilakukan adalah melalui sms atau chatting di internet. Selain itu, HI juga mengaku rendah diri dikarenakan pengaruh ayahnya yang membuatnya kurang percaya diri dalam berhubungan dengan orang lain. oleh sebab itu, pendekatan melalui sms dan chatting dipilihnya karena membuatnya lebih percaya diri.

Ketertarikan yang HI tunjukkan adalah dalam bentuk perhatian lebih. Namun HI terkadang melakukan prinsip tarik ulur yaitu tidak membiarkan perempuan yang dia dekati terkesan agresif. Menurutnya perempuan mempunyai semacam nilai jual ketika berhubungan dengan lelaki.

“kaya ngasih perhatian lebih, salah tingkah gitu, mungkin terdengar lucu ya, tapi gw gak mao menghilangkan itu, karena kalo lu menghilangkan itu lu bukan jatuh cinta…”

“ya jadi gini, cewek kan punya semacam nilai jual dan dia pasti gak mao terlihat ngejar gw berusaha ngejaga itu…”

Selain itu pula, HI juga bisa mendekati perempuan yang dia tertarik padanya seharian melalui fasilitas chatting

“ya gw sering chatting sama dia dari seharian dan jadi setiap satu ato dua menit bales-balesan… bahkan sampe dia tidur, gw deketinnya kaya gitu…”

Walaupun terkesan pemalu, HI mengaku pernah melakukan hubungan seks dengan perempuan yang baru dikenalnya dari temannya. Dalam pertemuannya itu, mereka awalnya mengobrol bersama dan clubbing hingga mabuk yang berakhir dengan berhubungan intim. Tapi hal itu sangat jarang dilakukan karena menurutnya akses untuk masuk ke komunitas tersebut sangat susah.

“gw pernah dikenalin sama temen gw ke cewek, terus kita ngobrol asik, clubbing, agak sedikit mabok, terus have sex… yang gak gw lupain adalah ketika abis have sex gw ma tuh cewek ngomongin filsafat… dan sampe sekarang ketika gw ketemu lagi kita jadi ketawa-tawa ngobrol ma dia nginget itu…”

Ketika tertarik dengan seorang lelaki, LN menetapkan batas kewajarannya adalah sebatas melihat kepada lelaki tersebut dan mengibaskan rambutnya.

Menurutnya perempuan tidak perlu hingga menonjolkan tubuhnya untuk membuat lelaki tertarik. Selain itu ketika tertarik dengan seorang lelaki, LN akan melihat- lihat dan berusaha untuk mencari perhatian.

“tergantung orangnya ya, gw pasti akan mengibas-ngibaskan rambut, mata gw ya pasti ngelliat-liatin”

“ya paling gw ngeliatin, ada di deket dia, caper cari perhatian dia gitu…”

Walaupun berada di lingkungan yang permisif dan terlibat di dalamnya. LN ketika tertarik kepada lelaki tidak pernah untuk menunjukkannya secara langsung hal ini dikarenakan pengaruh dari ajaran orang tuanya yang menetapkan bahwa perempuan tidak boleh agresif. Selain itu dalam lingkungan pertemanan LN semuanya pernah melakukan hubungan seks kilat yaitu hubungan seks yang terjadi setelah baru mengenal. Menurut LN dia tidak akan dan tidak bisa melakukannya. Namun dia menganggap teman yang telah melakukannya sebagai pilihan individu yang tidak bisa dinilai dengan sebelah mata.

Ketika tertarik dengan seseorang, MF terlebih dahulu akan melihat peluang untuk mendekati dan mendapatkannya. Bila memang peluang untuk mendekatinya besar, MF akan berusaha untuk menjalin kontak terlebih dahulu dan jika ternyata tidak prospektif ia hanya akan menjadikannya sebatas teman biasa. MF menuturkan dia sudah tidak lagi melakukan pendekatan kepada perempuan secara sadar namun lebih kepada rasa nyaman berada dekat dengannya.

“gw terakhir deketin cewe secara sadar gitu bagi gw udah kuno, soalnya gw akhirnya lebih ngeliat dari kenyamanan apa ngga, jadi kalo lo pdkt tu lo brubah jadi orang yang bukan elo, kayak anak SMA”

Seorang perempuan pernah mendekati MF dan diapun merasakan bahwa perempuan tersebut ingin mendekati dengannya. Pada dasarnya MF tidak bermasalah dengan perempuan yang memulai terlebih dahulu dalam suatu hubungan, namun akhirnya ia menghindar dari perempuan tersebut karena merasa kurang nyaman. Lain halnya ketika MF merasa nyaman dengan seorang perempuan, maka pendekatan yang dia lakukan adalah bila perempuan tersebut mengirim sms maka ia akan membalasnya dengan cepat, begitu pula sebaliknya

“Ya kalo gw tertarik, gw tanggepin dia juga, nah jahatnya orang kan kaya gtu, gw nanggepin juga, kalo di komunikasi ada feedbacknya, kalo gw ngrasa tertarik ya paling gampang dia sms gw bales sms dia, beberapa jam kmudian kalo gw gak tertarik, dan menurut gw Tuhan itu adil karena gw pernah ngegituin gw orang dan

gw pernah digituin orang, kalo gw tertarik ama orang ada juga yg gak ngerespon jadi ya udahlah”

Batasan yang ditetapkan oleh MF ketika tertarik dengan orang baru adalah tidak menceritakan masalah yang sifatnya pribadi dan keluarga kepada orang tersebut. Selain itu menurutnya fisik penting dalam mengawali suatu hubungan namun hanya pada saat awal. MF lebih melihat pemikiran orang tersebut yang memiliki minat yang sama. MF juga mengaku bukan tipe lelaki yang agresif bila mendekati perempuan. Bila tertarik kepada seseorang dia akan mendekatinya dengan cara biasa dan hanya berusaha untuk mengenal lebih jauh.

Dalam dokumen Pemaknaan khalayak terhadap relasi gende (Halaman 69-73)