• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN KOMISARIS

Dalam dokumen Bank Central Asia Tbk 2013 (Halaman 191-200)

Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang memiliki tugas pokok untuk melakukan pengawasan atas kebijakan Direksi dalam menjalankan perusahaan, dan memberikan nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris juga bertugas untuk memastikan terselenggaranya pelaksanaan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha BCA pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi BCA. Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen.

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris, antara lain:

1. Melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan BCA, jalannya pengurusan pada umumnya, dan memberi nasihat kepada

8. Menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

9. Menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris secara berkala, paling kurang 4 (empat) kali dalam setahun. Rapat Dewan Komisaris wajib dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris secara fisik paling kurang 2 (dua) kali dalam setahun.

10. Membuat risalah rapat Dewan Komisaris, dan ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris yang hadir dalam rapat Dewan Komisaris.

11. Mendistribusikan salinan risalah rapat Dewan Komisaris kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dan pihak yang terkait.

12. Menyampaikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku sebelumnya kepada RUPS Tahunan.

Kewenangan Dewan Komisaris, antara lain:

1. Memasuki bangunan atau tempat lain yang digunakan atau dikuasai oleh BCA.

2. Memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya.

3. Meminta penjelasan kepada Direksi tentang segala hal mengenai BCA.

4. Memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi jika anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar BCA, merugikan BCA, melalaikan kewajiban dan/ atau melanggar peraturan perundang- undangan yang berlaku.

5. Mengevaluasi dan memutuskan permohonan Direksi yang berkaitan dengan transaksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris sesuai ketentuan Anggaran Dasar BCA, antara lain:

a. Meminjamkan uang atau memberikan fasilitas kredit atau fasilitas perbankan lain yang menyerupai atau mengakibatkan timbulnya pinjaman uang:

i. Kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum; ii. Yang melebihi jumlah tertentu yang

dari waktu ke waktu akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris;

b. Memberikan jaminan atau penanggungan hutang (borgtocht):

i. Guna menjamin kewajiban pembayaran pihak terkait kepada pihak lain sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum;

ii. Guna menjamin kewajiban pihak lain untuk jumlah yang melebihi jumlah tertentu yang dari waktu ke waktu akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris; c. Membeli, atau dengan cara lain

memperoleh barang tidak bergerak, kecuali dalam rangka melaksanakan apa yang ditetapkan dalam butir (q) ayat 2 Pasal 3 Anggaran Dasar BCA, yaitu melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk antara lain tindakan dalam rangka restrukturisasi atau penyelamatan kredit antara lain membeli agunan, baik semua maupun sebagian, melalui lelang atau dengan cara lain, dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli wajib dicairkan kembali;

d. Mendirikan perseroan baru, melakukan atau melepaskan atau mengurangi penyertaan modal atau menambah penyertaan modal, kecuali:

i. Penambahan penyertaan modal yang berasal dari dividen saham BCA, atau;

ii. Penyertaan modal dalam rangka penyelamatan kredit;

dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku; e. Meminjam uang yang tidak termasuk

dalam butir (a) ayat 2 Pasal 3 Anggaran Dasar BCA, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu; f. Mengalihkan atau melepaskan hak tagih

BCA yang telah dihapusbukukan, baik untuk sebagian ataupun seluruhnya, yang jumlahnya akan ditetapkan dari waktu ke waktu oleh Dewan Komisaris;

g. Menjual atau mengalihkan atau melepaskan hak atau mengagunkan/ menjaminkan, kekayaan BCA yang bernilai kurang dari atau sama dengan ½ (satu per dua) bagian dari jumlah kekayaan bersih BCA yang tercantum dalam neraca BCA, baik dalam 1 (satu) transaksi maupun dalam beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain dalam 1 (satu) tahun buku;

h. Melakukan tindakan hukum atau transaksi yang bersifat strategis dan dapat berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha BCA, yang jenis tindakan hukum atau transaksi tersebut dari waktu ke waktu akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris;

Dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya, Dewan Komisaris wajib memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar BCA, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, serta peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Jumlah, Komposisi dan Kriteria Anggota Dewan Komisaris

Per 31 Desember 2013, jumlah anggota Dewan Komisaris BCA adalah 5 (lima) orang, terdiri dari 1 (satu) Presiden Komisaris, 1 (satu) Komisaris, dan 3 (tiga) Komisaris Independen. Jumlah anggota Dewan Komisaris BCA tidak melebihi jumlah anggota Direksi BCA. Jumlah Komisaris Independen BCA adalah 60% dari jumlah anggota Dewan Komisaris BCA.

Seluruh anggota Dewan Komisaris BCA telah lulus Fit and Proper Test dan telah memperoleh surat persetujuan dari Bank Indonesia. Seluruh anggota Dewan Komisaris BCA berdomisili di Indonesia.

Masa jabatan anggota Dewan Komisaris adalah 5 (lima) tahun. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris untuk periode saat ini akan berakhir pada saat ditutupnya RUPS Tahunan BCA tahun 2016, dengan tidak mengurangi kewenangan RUPS untuk memberhentikan seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris pada setiap waktu sebelum jabatannya berakhir.

Kriteria umum dalam pemilihan anggota Dewan Komisaris antara lain adalah:

1. Memiliki keahlian dan pengalaman di bidang yang akan menjadi tanggung jawabnya; 2. Memiliki leadership yang baik;

3. Reputasi yang baik selama yang bersangkutan mengemban tugas-tugas sebelumnya; 4. Memiliki akhlak dan moral yang baik; 5. Mampu melaksanakan perbuatan hukum; 6. Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi

anggota Dewan Komisaris/Direksi yang dinyatakan bersalah yang menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pemilihan; 7. Tidak pernah dihukum karena melakukan

tindak pidana di bidang keuangan dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pemilihan.

Susunan Anggota Dewan Komisaris BCA per 31 Desember 2013

(berdasarkan akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BCA No. 143 tanggal 12 Mei 2011 dan akta Berita Acara RUPS Luar Biasa BCA No. 206 tanggal 16 Mei 2012)

Jabatan Nama

Presiden Komisaris Djohan Emir Setijoso

Komisaris Tonny Kusnadi

Komisaris Independen Cyrillus Harinowo

Komisaris Independen Raden Pardede

Komisaris Independen Sigit Pramono

Profil anggota Dewan Komisaris BCA disajikan di bagian Data Perusahaan, halaman 482 Laporan Tahunan BCA ini.

Nominasi Anggota Dewan Komisaris

Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) merekomendasikan calon anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris. Selanjutnya dengan memperhatikan rekomendasi dari KRN tersebut, Dewan Komisaris mengusulkan pengangkatan calon anggota Dewan Komisaris untuk diajukan dalam RUPS. RUPS mengangkat calon anggota Dewan Komisaris menjadi anggota Dewan Komisaris, dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Komisaris.

Independensi Dewan Komisaris

Seluruh anggota Dewan Komisaris BCA tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dan hubungan keuangan dengan sesama anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan pemegang saham pengendali. Seluruh Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan BCA, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Nama Jabatan

Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan

Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Pengendali Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

Djohan Emir Setijoso Presiden Komisaris - √ - √ - √ - √ - √ - √

Tonny Kusnadi Komisaris - √ - √ - √ - √ - √ - √

Cyrillus Harinowo Komisaris Independen - √ - √ - √ - √ - √ - √

Raden Pardede Komisaris Independen - √ - √ - √ - √ - √ - √

Rangkap Jabatan Dewan Komisaris

Anggota Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan kecuali terhadap hal-hal yang telah ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum, yaitu hanya merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif:

a) pada 1 (satu) lembaga/perusahaan bukan lembaga keuangan; atau

b) yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan bank yang dikendalikan bank;

Nama Jabatan di BCA Jabatan di Bank lain Jabatan di Perusahaan/Lembaga Bidang Usaha

Djohan Emir Setijoso Presiden Komisaris – – –

Tonny Kusnadi Komisaris – Presiden Komisaris PT Sarana Menara Nusantara Operator Menara Telkom Cyrillus Harinowo Komisaris Independen – Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Consumer Goods

Raden Pardede Komisaris Independen – Komisaris Independen PT Adaro Indonesia Pertambangan Batubara

Sigit Pramono Komisaris Independen – – –

Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris yang jumlahnya 5 % atau lebih dari Modal Disetor

Nama

Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris yang jumlahnya mencapai 5 % atau lebih dari modal disetor pada:

BCA Bank Lain Lembaga Keuangan

Bukan Bank Perusahaan Lain

Djohan Emir Setijoso - - - √

Tonny Kusnadi - - - √

Cyrillus Harinowo - - - -

Raden Pardede - - - √

Sigit Pramono - - - -

Keterangan :

√ = memiliki saham dengan jumlah mencapai 5% (lima per seratus) atau lebih dari modal disetor

Prosedur Penetapan Remunerasi bagi Dewan Komisaris

Berdasarkan keputusan RUPS Tahunan 2013, RUPS telah memberikan kuasa dan wewenang kepada pemegang saham mayoritas untuk:

(i) menetapkan pembagian tantiem diantara anggota Dewan Komisaris dan Direksi BCA;

(ii) menentukan besarnya honorarium dan tunjangan lainnya kepada anggota Dewan Komisaris; Dalam melaksanakan kuasa dan wewenang tersebut, pemegang saham mayoritas akan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Komisaris, yang mana Dewan Komisaris akan memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi.

Struktur Remunerasi yang menunjukkan komponen remunerasi dan jumlah nominal per komponen untuk seluruh anggota Dewan Komisaris selama tahun 2013

Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain

Jumlah Diterima dalam 1 tahun DEWAN KOMISARIS

Orang dalam Jutaan Rupiah 1. Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan

fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura)

5 59.995,15

2. Fasilitas lain dalam bentuk natura:

a. Tunjangan Perjalanan Dinas 4 43,59

b. Tunjangan Kesehatan 5 1.202,32

Total 61.241,06

Jumlah remunerasi untuk setiap anggota Dewan Komisaris dalam 1 (satu) tahun adalah di atas Rp 2 miliar yang diterima secara tunai selama tahun 2013.

Rapat Dewan Komisaris

Jadwal rapat Dewan Komisaris telah ditetapkan di awal tahun. Selama tahun 2013, Dewan Komisaris telah menyelenggarakan 49 (empat puluh sembilan) kali rapat. BCA telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai minimal rapat Dewan Komisaris yang wajib diselenggarakan 4 (empat) kali dalam setahun, dan dihadiri secara fisik sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun.

Pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

Segala keputusan yang diambil dalam rapat Dewan Komisaris bersifat mengikat. Perbedaan pendapat (dissenting opinion) yang terjadi dalam rapat Dewan Komisaris wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan pendapat.

Frekuensi Rapat Dewan Komisaris dan tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris selama tahun 2013

Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase

Djohan Emir Setijoso 49 46 94 %

Tonny Kusnadi 49 44 90 %

Cyrillus Harinowo 49 45 92 %

Raden Pardede 49 42 86 %

Sigit Pramono 49 41 84 %

Frekuensi Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi dan tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris pada Rapat Gabungan selama tahun 2013

Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase

Djohan Emir Setijoso 20 18 90 %

Tonny Kusnadi 20 18 90 %

Cyrillus Harinowo 20 16 80 %

Raden Pardede 20 14 70 %

Program Orientasi bagi Anggota Dewan Komisaris Baru

Program orientasi diadakan bagi anggota Dewan Komisaris baru, agar yang bersangkutan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris dengan sebaik- baiknya.

Program orientasi meliputi:

1. Pengetahuan mengenai BCA, antara lain visi, misi, strategi dan rencana jangka menengah dan jangka panjang, kinerja, serta keuangan BCA.

2. Pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris, limit wewenang, waktu kerja, hubungan dengan Direksi, aturan-aturan/ketentuan- ketentuan, dan lain-lain.

3. Anggota Dewan Komisaris yang sedang mengikuti orientasi dapat:

a. Meminta dilakukan presentasi untuk memperoleh penjelasan mengenai berbagai aspek yang dipandang perlu, dengan melibatkan manajemen di bawahnya.

b. Mengadakan pertemuan-pertemuan dengan Direksi untuk mendiskusikan berbagai permasalahan yang ada di BCA atau informasi lain yang dibutuhkan. c. Melakukan kunjungan pada berbagai

lokasi kegiatan usaha BCA/cabang- cabang bersama dengan anggota Direksi/ Manajemen.

Program Pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi anggota Dewan Komisaris

Program pelatihan yang diikuti oleh anggota Dewan Komisaris dalam tahun 2013 adalah sebagai berikut:

Nama Program Pelatihan Penyelenggara Lokasi Tanggal

Djohan Emir Setijoso Long Term Perspective/ Challenges for Banking in Indonesia

McKinsey Jakarta 11 Maret 2013

Seminar Nasional Apindo APINDO Jakarta 9 - 10 April 2013 Asian Banker Summit Asian Banker Jakarta 24 April 2013 Sistem Perpajakan &

Kepastian Berusaha

APINDO Jakarta 27 Agustus 2013

Building Leadership Trust Institut Cerdas Investasi Indonesia

Jakarta 26 - 27

September 2013

Indonesia Knowledge Forum BCA Learning Center

Jakarta 3 - 4 Desember 2013

Tonny Kusnadi Long Term Perspective/ Challenges for Banking in Indonesia

McKinsey Jakarta 11 Maret 2013

Indonesia Knowledge Forum BCA Learning Center

Jakarta 3 - 4 Desember 2013

Nama Program Pelatihan Penyelenggara Lokasi Tanggal Cyrillus Harinowo Long Term Perspective/

Challenges for Banking in Indonesia

McKinsey Jakarta 11 Maret 2013

Asset & Liabilities & Risk Management

Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan

Jakarta 28 Maret 2013

IIF Annual Membership Meeting Institute of International Finance (IIF) Washington DC - USA 11 - 12 Oktober 2013

Indonesia Knowledge Forum BCA Learning Center

Jakarta 3 - 4 Desember 2013

Raden Pardede Long Term Perspective/ Challenges for Banking in Indonesia

McKinsey Jakarta 11 Maret 2013

Re-thinking Macro Policy II: First Steps & Early Lessons

International Monetary Fund

Washington DC - USA

16 - 17 April 2013

Indonesia Knowledge Forum BCA Learning Center

Jakarta 3 - 4 Desember 2013

Sigit Pramono Enhancing Corporate

Governance Disclosure Policy & Practice Base on ASEAN CG Scorecard Indonesian Institute for Corporate Directorship Jakarta 20 Februari 2013

Indonesia Knowledge Forum BCA Learning Center

Jakarta 3 - 4 Desember 2013

Rekomendasi Dewan Komisaris

Salah satu tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris adalah memberikan nasihat kepada Direksi untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan.

Dalam tahun 2013, nasihat dan rekomendasi yang diberikan oleh Dewan Komisaris kepada Direksi antara lain adalah:

1. Berkaitan dengan pengelolaan bisnis pada umumnya:

•฀ Mengingat฀ perkembangan฀ pesat฀ bisnis฀ BCA serta bertambahnya jumlah anak perusahaan BCA, perlu dikembangkan pengendalian risiko terpadu yang terkonsolidasi.

•฀ Program/sasaran฀ bisnis฀ yang฀ disandang฀ dalam Rencana Bisnis Bank dan Rencana Kerja Anggaran Tahunan perlu disosialisasikan ke cabang- cabang dan dalam pelaksanaannya harus memperhatikan aspek kehati- hatian (prudential) dan aspek kepatuhan

2. Berkaitan dengan risiko kredit:

Dalam penyaluran kredit, risiko konsentrasi yang terlalu besar terhadap satu grup/ industri tertentu perlu dihindari.

3. Berkaitan dengan risiko likuiditas:

Mengingat kondisi likuiditas yang semakin ketat, persaingan dalam memperebutkan DPK, serta masih tingginya permintaan kredit, maka ketersediaan likuiditas BCA yang memadai harus menjadi prioritas.

4. Berkaitan dengan risiko operasional:

Dari segi risiko operasional, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah aspek pengamanan teknologi informasi agar keunggulan BCA dalam transactional banking

dapat terjaga.

5. Berkaitan dengan risiko reputasi:

Dalam pelaksanaan pengembangan bisnis

wealth management, aspek risiko reputasi

6. Berkaitan dengan risiko stratejik:

Di masa mendatang ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan kompeten akan semakin krusial, sehingga perlu dikembangkan konsep lean organization

dan perencanaan ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan BCA.

7. Berkaitan dengan risiko kepatuhan:

Dewan Komisaris berpendapat bahwa

regulatory compliance perlu mendapat

perhatian khusus dari semua jajaran, terutama dari segi pengendalian internal dan Audit Internal agar regulatory risk dapat dimitigasi.

Penilaian Kinerja Dewan Komisaris

Penilaian kinerja Dewan Komisaris dilaksanakan sekali setiap tahun, dengan menggunakan indikator (performance appraisal indicator) yang secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Kontribusi dan dukungan Dewan Komisaris dalam mengimplementasikan visi dan misi BCA dalam program kerja di tahun berjalan, dengan tetap berpegang kepada nilai-nilai BCA.

2. Memonitoring untuk terciptanya Good

Corporate Governance.

Penilaian kinerja tahunan anggota Dewan Komisaris dilaksanakan oleh Pemegang Saham Pengendali.

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris (Board of Commissioners Charter)

Dewan Komisaris telah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris (Board of

Commissioners Charter) yang mengatur antara

lain mengenai:

- Komposisi, kriteria, independensi, dan masa jabatan;

- Rangkap jabatan;

- Kewajiban, tugas, tanggung jawab dan wewenang;

- Aspek transparansi;

- Larangan bagi Dewan Komisaris; - Etika dan waktu kerja;

- Rapat Dewan Komisaris;

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dimuat dalam Manual GCG BCA.

DIREKSI

Direksi merupakan organ perusahaan yang memiliki tugas pokok melakukan pengurusan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi, antara lain:

1. Memimpin dan mengurus BCA sesuai dengan maksud dan tujuan BCA.

2. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan BCA untuk kepentingan BCA. 3. Menciptakan struktur pengendalian internal,

menjamin terselenggaranya fungsi audit internal dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan audit internal sesuai dengan kebijakan atau arahan yang diberikan Dewan Komisaris.

4. Menyampaikan Rencana Kerja Tahunan yang memuat juga Anggaran Tahunan kepada Dewan Komisaris untuk mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

5. Melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha BCA pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi BCA. 6. Mengadakan dan menyimpan Daftar

Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah Rapat Umum Pemegang Saham, dan Risalah Rapat Direksi.

7. Membuat Laporan Tahunan dan dokumen- dokumen perusahaan lainnya sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang- undangan yang berlaku.

8. Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Auditor Eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain termasuk namun tidak terbatas pada Bursa Efek Indonesia.

9. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

Kewenangan Direksi, antara lain:

1. Mewakili BCA di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat BCA dengan pihak lain dan pihak lain dengan BCA, serta menjalankan segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, dengan pembatasan- pembatasan sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar BCA.

2. Untuk perbuatan tertentu Direksi berhak mengangkat seorang atau lebih sebagai kuasa dengan wewenang dan syarat-syarat yang ditentukan oleh Direksi dalam suatu surat kuasa khusus.

3. Menetapkan kebijakan dalam memimpin dan mengurus BCA.

4. Mengatur ketentuan tentang kepegawaian BCA, termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi pegawai BCA, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (jika ada).

5. Mengangkat dan memberhentikan pegawai BCA berdasarkan peraturan kepegawaian BCA.

6. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili BCA di dalam dan di luar Pengadilan kepada seorang atau beberapa orang anggota Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau kepada seorang atau beberapa orang pegawai BCA, baik sendiri maupun bersama-sama orang atau badan lain.

7. Menjalankan tindakan lainnya, baik mengenai pengurusan maupun mengenai kepemilikan, sesuai dengan ketentuan yang diatur lebih lanjut oleh Dewan Komisaris dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya, Direksi wajib memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar BCA, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam dokumen Bank Central Asia Tbk 2013 (Halaman 191-200)