• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 79-82)

Ketika Johny melihat itu semua, dia memikirkan dua keping uang yang ada di sakunya. Uang itu jarang dia punyai, dengan uang itu juga dia bisa ke toko makanan dan

membeli makanan kesukaannya. Namun, ketika dia melihat gambar-gambar anak-anak di seluruh dunia yang tinggal di gubuk-gubuk kecil tanpa makanan, dia menjadi

tergerak. Dia tahu apa yang benar. Johny berdiri dan memberikan dua keping uangnya kepada anak-anak pendetanya. Tak seorang pun yang gembira. Tidak ada

penghargaan yang diberikan kepadanya. Anak pendeta itu berkata, "Terima kasih sekali, Johny," saat Johny kembali ke kursinya. Tidak seorang pun mengatakan apa-apa tentang pemberian Johny, kecuali Yesus. Karena Yesus berkata, "Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh

nafkahnya."

Tragisnya, hal ini sering terjadi. Siapa yang memberi persembahan paling banyak? Anak-anak perempuan atau anak-anak laki-laki? Siapa yang memberi paling banyak di kaleng misi itu? Siapa yang akan mendapatkan hadiah? Sayangnya, kita tidak pernah berhenti mengingat bahwa Tuhan tidak menghitung uang layaknya kita menghitung uang. Dua sen yang diberikan dengan hati yang tulus dan penuh syukur adalah lebih, lebih dari 10 ribu yang diberikan oleh orang yang berlebihan (mereka dapat dengan mudah menghasilkan uang). Bila Anda tertarik untuk mengajar anak-anak supaya menjadi pemberi, ada beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan

1. Jangan melupakan inti dari apa yang Anda ajarkan.

Mengajar anak supaya membawa uang ke gereja adalah tidak sama dengan mengajar mereka supaya memberi. Tujuannya bukanlah untuk membawa uang, tetapi untuk mengajar anak-anak supaya menjadi pemberi.

2. Jangan menyuap.

Dalam usaha mengajar anak supaya menjadi pemberi, banyak orang yang secara tidak sengaja mengajar anak untuk menjadi pembeli. Tanpa

keseimbangan dan pengajaran yang tepat, penghargaan atas pemberian bisa mengurangi kemurahan hati menjadi penukaran materi dan pelayanan. 3. Jangan menggunakan angka untuk mengukur keberhasilan Anda.

Hanya karena pemberian tahun ini meningkat daripada tahun lalu, itu tidak berarti anak-anak Anda menjadi pemberi. Apakah Anda masih menggunakan hadiah? Mengapa mereka memberi uang yang lebih banyak? Cobalah hal ini: Jangan berikan hadiah saat mereka memberi dan lihatlah apakah uang itu masih terus mengalir. Bila tidak, Anda perlu memikirkan kembali strategi Anda.

 

Apa yang Harus Dilakukan 1. Pimpinlah melalui contoh.

Apakah Anda seorang pemberi? Saya tidak bertanya apakah Anda seorang pemberi perpuluhan yang taat, saya bertanya apakah Anda seorang pemberi. Apakah Anda murah hati terhadap waktu dan materi yang Anda miliki? Bila Anda melihat orang yang kekurangan,apakah Anda melakukan sesuatu? Seberapa sering Anda berbagi?

2. Ajarkan untuk memberi secara rutin.

Ajarkan tentang perpuluhan dan persembahan. Diskusikan tentang memberi kepada orang lain. Ajarkan berbagai ayat Alkitab tentang memberi (Amsal 14:21; 19:17; 21:13; 22:9).

3. Bersabarlah.

Jangan frustasi bila apa yang Anda ajarkan ini tidak berjalan dengan baik. Anak-anak kita tumbuh di dunia yang egois. Membutuhkan waktu untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk.

4. Berikan kesempatan secara rutin bagi anak-anak Anda untuk memberi.

Berikut beberapa tips yang perlu diingat ketika Anda menciptakan peluang untuk anak-anak dapat memberi.

a. Ajarkan sesuai dengan dunia mereka. Anak-anak senang memberi kepada anak-anak lain karena mereka memahami kondisi mereka yang lebih baik.

b. Terapkan sikap peka kepada anak secara alami. Meskipun mereka kadang-kadang mementingkan diri mereka sendiri, anak-anak bisa menjadi peka saat muncul kebutuhan dan luka yang sebenarnya yang dapat mereka pahami. Mintalah kepada mereka untuk membayangkan secara rinci bagaimana bila mereka yang menjadi anak yang terluka itu. c. Pastikan anak-anak benar-benar memberi. Kita tidak mengajarkan apa

saja kepada mereka dengan menyuruh mereka memberi uang kepada orang lain. Memberi membutuhkan pengorbanan. Berharaplah agar anak-anak dapat menjadi orang yang mau berkorban.

d. Pastikan pemberian itu adalah pilihan anak. Pemberian bukanlah memberi bila dilakukan dengan paksaan (2 Korintus 9:7).

e. Jadilah kreatif. Anak-anak bisa memberi lebih dari uang. Mereka bisa memberi pakaian, mainan, pelayanan, dll..

5. Jadikan kepuasan melihat orang lain diberkati menjadi penghargaan.

Anak-anak akan merasa gembira saat mereka melihat kebahagiaan penerima hadiah dari mereka. Jadikan kegembiraan itu sebagai penghargaan.

6. Selalu berikan pujian setelah selesai mengerjakan tugas dengan baik.

Sama seperti Tuhan yang memuji kita, kita pun dapat memuji anak-anak saat mereka selesai melakukan sesuatu dengan baik.

 

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kelompok anak yang Anda bimbing. Meski demikian, masih banyak hal lain yang mungkin dapat dilakukan.

1. Dukunglah secara berkelompok seorang anak yang membutuhkan.

2. Secara berkelompok, dukunglah seorang misionaris yang melayani anak-anak dan yang beberapa kali dalam setahun dapat mengirimkan informasi kepada Anda tentang apa yang dia lakukan.

3. Mintalah anak-anak membersihkan halaman orang yang sudah tua atau menanam bunga bagi mereka.

4. Carilah kesempatan untuk pelayanan komunitas.

5. Buatlah kartu atau kerajinan tangan yang ukurannya besar untuk penjaga gereja. 6. Berikan tanggapan saat Anda mendengar ada keluarga beserta anak-anaknya

yang sedang mengalami krisis (kecelakaan, dll.).

7. Saat Natal, mintalah anak-anak mengambil salah satu mainan mereka yang benar-benar mereka sukai dan yang masih bagus untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan di lingkungan sekitar Anda.

8. Biarkan anak-anak berpartisipasi di proyek-proyek misi gereja. Misalnya, bila gereja Anda sedang mengadakan perjalanan misi untuk membangun gereja di suatu tempat, mintalah anak-anak untuk mengumpulkan uang guna membeli batu bata. Fotolah semua batu bata yang telah dibeli itu sehingga anak-anak bisa melihat apa yang telah selesai mereka kerjakan.

9. Jadilah kreatif. Dengarkan apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar Anda dan di dunia sehingga kelompok anak Anda dapat membantu.

Untuk mengumpulkannya, tetaplah fokus pada inti dari memberi, bukan pada pemberian itu sendiri. Kita harus mengajarkan kepada anak-anak untuk hidup dengan kasih yang sesungguhnya seperti yang Kristus tunjukkan kepada kita.

"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat

perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Nama situs: Children's Ministry Inspiration Vault Judul asli artikel: Teaching Children to Give Penulis: Leslie Bienz

Alamat URL:

 

Bahan Mengajar: Ide-Ide Pelajaran Mengenai Para

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 79-82)