• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dimulai Dari Nol Oleh: Bintoro Aryo Bimo

Dalam dokumen M O F I N (Halaman 134-138)

Pesawat Super Aero-45 merupakan pesawat bermesin ganda yang diproduksi Cekoslovakia setelah perang dunia kedua.

Babat alas merupakan istilah dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti menebang hutan untuk membuka lahan baru. Dalam KBBI istilah babat alas dikenal teroka yang artinya membuka daerah atau tanah baru; merintis; dan menjelajahi.

G

umpalan awan mulai pekat padahal sudah pukul sebelas siang. Aroma tanah

basah semakin menyeruak pertanda hujan segera datang. Raut kecewa begitu tersirat pada wajah Afifah dan Dviya, dua pegawai Seksi Penginderaan sesuai rapat bersama pejabat.

“Sudah! Kita bekerja saja, biarkan orang lain yang menilai. Ingat budi baik kita akan kembali ke kita sendiri. Tuhan tidak tidur”, pungkas Budhiawan Sujatmiko alias Pak Miko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Penginderaan memotivasi mereka.

Perkataan beliau memutar ingatan sejarah kami akan sosok Nurtanio

Pringgoadisuryo. Salah satu sosok dibalik perintis industri kedirgantaraan yang harus meregang nyawa tiga menit setelah mengudara saat menerbangkan pesawat Super Aero-45 bersama Supadio dimana kedua mendiang diabadikan menjadi nama salah satu universitas di Bandung dan lapangan udara di daerah Kalimantan.

Melakukan babat alas ² dalam suatu pekerjaan seperti yang dilakukan Nurtanio

sangat tidak menyenangkan. Dalam kondisi serba terbatas, Nurtanio, Wiweko Supono, dan rekan-rekannya berinisiatif memodifikasi pesawat peninggalan Jepang untuk mengimbangi tentara NICA yang saat itu masih bernafsu menguasai Indonesia. Ibarat bumi dengan langit, Indonesia yang saat itu baru lahir dengan peralatan tempur yang saat itu serba terbatas harus menghadapi Nederlands Indie Civil Administration (NICA) yang mayoritas tentaranya merupakan alumni perang dunia kedua. Ironis bukan.

Bukan orang Indonesia namanya jika tidak kreatif. Bahan makanan saja diakali, apalagi sebuah peralatan elektronik. Kondisi seperti tadi yang kami alami di Seksi

Penginderaan. Satu-satunya unit eselon IV di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan hanya ada di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun.

² 1

Begitu spesifik hingga akhirnya unit eselon IV yang sempat lowong ³ hampir satu

dasawarsa mulai kembali menggeliat. Mirip ucapan petugas SPBU tatkala kita hendak mengisi bahan bakar, “ Dimulai dari nol ya pak?”.

Menempati ruangan yang tidak terlalu besar dengan jumlah pegawai saat itu hanya empat (termasuk kepala seksi) plus lima pegawai berseragam putih hitam, kami bahu-membahu babat alas dari urusan administrasi hingga urusan teknis misal pemeliharaan radar pada kapal patroli.

Sulit? Iya. Tetapi namanya awal atau permulaan pasti banyak menemui hambatan. Seperti yang dilakukan Nurtanio waktu mengawali industri dirgantara Indonesia saat republik masih seumur jagung. Toh, bersama kesulitan pasti ada kemudahan seperti yang Tuhan firmankan dalam salah satu surat-Nya.

Puncaknya ketika pertengahan tahun 2015 masuknya tiga tenaga baru yang usianya setara saat Neymar bergabung ke Barcelona, menumbuhkan harapan di Seksi Penginderaan akan pentingnya inovasi dan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi.

Tantangan itu datang saat nakhoda Seksi Penginderaan periode awal yakni Eri Kurniawan yang akrab dengan panggilan Pak Eri mengatakan pentingnya bekerja dengan hati plus berdikari.

“Bisa atau tidak misal perbaikan atau pemeliharaan alat penginderaan kita lakukan sendiri? Coba bandingkan kalau menggunakan pihak ketiga dengan kita perbaikan sendiri berapa selisih harganya”, tanya Eri Kurniawan saat itu.

“Sepertinya bisa pak. Nanti kita cari manual book setiap alat yang ada di kapal patroli”, pungkas Harpan dan Hery berbarengan.

Satu per satu kami mulai mendata alat penginderaan yang ada di kapal patroli. Data alat penginderaan telah di tangan, kami masih harus berselancar di dunia maya mencari

manual book yang dibutuhkan. Selesai sudah? Belum. Dari manual book yang ada kami

Dalam KBBI memiliki arti terluang berkaitan dengan suatu jabatan atau pekerjaan yang telah terisi atau belum.

Heading sensor merupakan salah satu alat pada kapal patroli yang digunakan untuk memberikan

informasi mengenari arah haluan kapal yang bekerja berdasarkan keakurasian sensor dengan arah medan magnet bumi.

masih harus membaca dan menelaah bagaimana mengoperasikannya secara benar, kapan dilakukan pemeliharaan secara rutin hingga jenis komponen yang diperlukan jika terjadi kerusakan.

Lebih enak menggunakan pihak ketiga ya? Pasti, tetapi untuk kami itu merupakan pilihan terakhir. Toh pada akhirnya apa yang dilakukan pasti tidak pernah sia-sia. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Kalau tidak seperti itu mungkin kami tidak akan tahu bagaimana cara membuat

heading sensor 4 untuk dipasang pada kapal patroli, menghidupmatikan radar yang ada di Batam dari Tanjung Balai Karimun atau membongkar pasang ball bearing gyro compass 5 yang ongkosnya saja kurang lebih setara dengan harga enam gram emas.

Itu baru satu alat, jika rata-rata terdapat lima alat penginderaan pada kapal patroli bea dan cukai dimana ongkos jasa pemeliharaannya setara dengan harga tiga gram emas sudah berapakah total biaya yang dapat dihemat? Maaf bukan berarti kami menafikan pihak ketiga tetapi terkadang juga melibatkan pihak ketiga untuk dicuri ilmunya. Hitung-hitung sedekahlah pihak ketiga kepada kami. Bukankah ilmu yang bermanfaat bukankah akan terus mengalir pahalanya?

Seyogianya yang kami lakukan mengingatkan kembali pesan Bu Sri Mulyani Indrawati bahwa jangan pernah lelah mencintai negeri ini. Bisa jadi kami hanya satu dari seribu cara dalam menafsirkan pesan ibu menteri. “Bekerja tidak hanya melulu soal uang tetapi bekerja sama dan membangun energi positif untuk mencapai suatu tujuan”, ucap Pak Saf alias Pak Safrudin.

Gyro compass adalah merupakan alat pada kapal patroli dan merupakan jenis kompas

non-magnetik yang prinsip kerjanya mirip dengan rotasi Bumi untuk menentukan arah geografis secara otomatis. Alat ini bekerja dengan berputar pada porosnya dengan kecepatan 6000 rotasi per menit atau lebih dan dapat bergerak bebas dengan tiga poros arah yang saling tegak lurus 4

WFH Makin Produktif

Dalam dokumen M O F I N (Halaman 134-138)