• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan

4.3.2 Efektivitas Pelatihan dan Pengembangan

Covid-19

Kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Kualitas sumber daya manusia dapat dikatakan menjadi kunci sukses sebuah perusahaan. Skill dan kemampuan sumber daya manusia ini tentunya tidak terlepas dari beberapa faktor seperti pelatihan dan pengembangan.

Bank Sumut KCP Deli Tua terus berusaha mempertahankan dan meningkatkan kualitas kerja karyawan pada masa pandemi Covid-19 melalui implementasi pelatihan dan pengembangan karyawan.

Pelaksanaan program pelatihan yang baik akan memberikan manfaat yang baik juga bagi karyawan dan perusahaan. Pelaksanaan pelatihan ini memberikan banyak manfaat yang diperoleh setiap karyawan. Menurut Werther dan David (Priansa 2019: 26), manfaat pelatihan adalah mampu meningkatkan jenjang karir pegawai dan membantu pegawai berkembang dalam rangka menyelesaikan berbagai tanggung jawab pada masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa manfaat yang diperoleh Bank Sumut KCP Deli Tua setelah mengikuti pelatihan adalah untuk menambah wawasan dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Dede Rahmanda Sitanggang juga mengaku bahwa setelah mengikuti pelatihan dan pengembangan, berhasil menjual lebih banyak produk dan melayani nasabah lebih cepat sehingga kuantitas pelayanan nasabah meningkat setiap hari. Fitri Rahayu (Teller) melalui wawancara mengatakan bahwa setelah melakukan pelatihan berhasil melakukan transaksi lebih banyak lagi setiap harinya sehingga memudahkan untuk mencapai target kerja dan bekerja sesuai dengan standar layanan.

Evaluasi pelatihan dan pengembangan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua dilakukan dengan memberikan ujian tes atau simulasi dan penilaian pencapaian target kerja karyawan. Pelatihan dan pengembangan karyawan tersebut dinilai berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Pengaruh positif tersebut tercermin dari penilaian target Key Performance Indicators (KPI) karyawan seperti pada tabel berikut:

Tabel 4.5

Penilaian KPI Karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua Tahun 2020 No Nama Karyawan Nilai KPI Pencapaian Target

1 Andi Suhendra 3 100%

2 Andra Syaputra 3 100%

3 Rita 3 100%

4 Naslina Klarita Sitanggang 3 100%

5 Yanne Safrida Roseline 3 100%

6 Fitri Rahayu 3 100%

7 Elpa Lestari 3 100%

8 Sutan Sarpin 3 100%

9 Rusdan Nasution 3 100%

Sumber: Bank Sumut KCP Deli Tua (2021)

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa karyawan bekerja secara konsisten dan berhasil mencapai target. Penilaian KPI karyawan menunjukkan bahwa karyawan memperoleh nilai yang baik pada masa pandemi Covid-19.

Stewart dan McGoldrick (Masram dan Mu’ah, 2015: 107) mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia meliputi berbagai kegiatan dan proses yang diarahkan pada terjadinya dampak pembelajaran, baik bagi organisasi maupun bagi individu. Penerapan pengembangan karyawan di Bank Sumut KCP Deli Tua memberikan dampak pembelajaran yang sangat positif bagi karyawan.

Manfaat yang diperoleh karyawan setelah mengikuti pengembangan adalah lebih terarah dan lebih bersemangat lagi dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, manfaat yang diperoleh adalah skill atau kemampuan tersendiri dalam melakukan tugas atau lebih memahami apa saja yang dibutuhkan dalam pekerjaan.

Berdasarkan hasil penelitian di Bank Sumut KCP Deli Tua, karyawan yang telah mengikuti pelatihan dan pengembangan kinerja karyawan menjadi

lebih baik, lebih rajin dalam bekerja, para karyawan mampu bekerja melayani dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan, contoh pada jabatan Customer Service dan Teller ketika ada nasabah karyawan memberikan perilaku yang sopan, memberikan penjelasan kepada nasabah, menjawab pertanyaan nasabah dengan sabar dan serta proses kebutuhan nasabah dengan cepat sesuai dengan standar layanan yang berlaku.

Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di Bank Sumut KCP Deli Tua telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Setiap karyawan yang mengikuti program pelatihan dan pengembangan menguasai materi yang disampaikan oleh trainer sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Karyawan yang mengikuti pelatihan dan pengembangan memiliki motivasi dan pengetahuan yang diaplikasikan ke dalam pekerjaan sehari hari sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan tugas atau pekerjaan. Melalui program pelatihan dan pengembangan ini, Bank Sumut KCP Deli Tua berhasil meningkatkan kinerja karyawan, meningkatkan kedisiplinan karyawan, menambah wawasan karyawan dan mendorong semangat kerja karyawan pada masa pandemi Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.

Penelitian ini didukung oleh beberapa penelitian terdahulu seperti penelitian Mustopa et al. (2020) yang berjudul, “Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Masa Pandemi Covid-19”, penelitian Rabbani (2020) yang berjudul, “Implementasi Pelatihan dan Pengembangan Karir dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan di Perusahaan daerah Air Minum di Kota Malang Tahun 2019”, Anggraini (2021) yang berjudul, “Implementasi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Bank Muamalat Cabang Bengkulu dalam

Meningkatkan Produktivitas Kinerja Karyawan”, Dewi dan Rahmawati (2020), yang berjudul, “Pelatihan dan Pengembangan Karir Karyawan Munduk Moding Plantation Nature Resort and SPA”, serta penelitian Sihombing dan Verawati (2020), yang berjudul, “Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Studi Kasus pada BPR Bank Bapas 69 Magelang)”. Beberapa penelitian terdahulu tersebut menyatakan bahwa pelatihan dan pengembangan sangat efektif dan berpengaruh positif dalam meningkatkan kinerja karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pelatihan dan pengembangan karyawan sudah efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan laba yang diperoleh Bank Sumut KCP Deli Tua seperti pada tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.6

Peningkatan Laba Bank Sumut KCP Deli Tua

Tahun Jumlah laba

2019 7.83 Miliar

2020 7.92 Miliar

Sumber: Bank Sumut KCP Deli Tua (2021)

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa Bank Sumut KCP Deli Tua memperoleh peningkatan laba pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, Bank Sumut KCP Deli Tua juga mengalami peningkatan aset pada tahun 2020.

Peningkatan aset tersebut menunjukkan bahwa. Secara umum, Bank Sumut memperoleh prestasi sebagai Indonesian Top BUMD Awards 2020 dan Indonesian Top BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan oleh Infobank.

73 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai implementasi pelatihan dan pengembangan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua dalam meningkatkan kinerja karyawan pada masa pandemi Covid-19 dapat disimpulkan bahwa:

1. Bank Sumut KCP Deli Tua melakukan pelatihan karyawan pada masa pandemi Covid-19 dengan metode praktik kerja langsung (on the job training), metode simulasi dan off the job training training. Metode pelatihan on the job training digunakan pada pada pelatihan dengan jenis pelatihan akuntansi, training penyelesaian rekening suspense account dan sosialisasi aplikasi Sumut mobile. Sedangkan metode pelatihan off the job training digunakan pada jenis pelatihan webinar mengelola reputasi perusahaan di tengah pandemi perspektif kehumasan, pelatihan tata kelola perusahaan yang baik, optimisme pemerintah bersama perbankan menghadapi resesi, sosialisasi standar layanan dan operasional di tengah pandemi, sosialisasi budaya kepatuhan dan budaya anti fraud dan pelatihan workshop manajemen kinerja.

Bank sumut KCP Deli Tua juga menerapkan program pengembangan dengan prinsip motivasi dan kemajuan. Jenis pengembangan karyawan yang dilaksanakan oleh Bank Sumut KCP Deli Tua adalah job rotation.

2. Evaluasi pelaksanaan pelatihan dan pengembangan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua dilakukan dengan ujian post test, ujian simulasi dan penilaian berdasarkan pencapaian target Key Performance Indicators dan dinilai sudah efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan dan berpengaruh positif

terhadap kinerja karyawan. Pengaruh positif tersebut tercermin dari peningkatan perolehan laba Bank Sumut KCP Deli Tua sebesar Rp 7.92 Miliar serta pencapaian target karyawan 100%. Dampak pelaksanaan pelatihan dan pengembangan karyawan ini yakni semangat kerja karyawan bertambah, penyelesaian pekerjaan dengan cepat, pencapaian target kerja karyawan, skill, dan pengetahuan karyawan bertambah, karyawan lebih banyak menjual produk dan peningkatan jumlah transaksi di Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa pandemi Covid-19.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan adalah:

1. Sebaiknya Bank Sumut KCP Deli Tua tetap melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan secara rutin pada masa pandemi Covid-19. Bank Sumut KCP Deli Tua harus lebih aktif dalam menanggapi kendala yang dihadapi oleh setiap karyawan dalam melakukan aktivitas dan menangani kendala tersebut melalui pelatihan dan pengembangan.

2. Sebaiknya Bank Sumut KCP Deli Tua lebih banyak menerapkan metode pelatihan dan pengembangan secara tatap muka karena karyawan lebih mudah memahami materi yang disampaikan secara tatap muka. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pelatihan ulang dan terhindar dari sanksi bagi karyawan yang tidak memenuhi perencanaan SDM.

75

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Budiarto. 2017. KPI; Key Performance Indicators. Depok: Huta Publisher

Kasmir. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Masram, Mu’ah. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sidoarjo: Zifatama Publisher.

Priansa. D. J. 201. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Bandung: Alfabeta.

Siagian. S. P. 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,

dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suhariadi, Fendy. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pendekatan Teoritis-Praktis. Surabaya: Airlangga University Press.

Sumardjo. Mahendro & Priansa, D. J. 2018. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.

Taniredja. Tukiran & Mustafidah. Hidayati. 2014. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta.

Sumber Skripsi

Anggraini, Riri. 2021. Implementasi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Bank MuamalatCabang Bengkulu dalam Meningkatkan Produktivitas Kinerja Karyawan. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. IAIN: Bengkulu.

Dyastuti, I. A. 2018. Pengaruh Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi. Tidak Diterbitkan.

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. UIN Raden Intan: Lampung.

Gustantya, A. R. 2018. Pengaruh Pelatihan, Pengembangan dan Kepuasan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Di Bank Pasar Kulonprogo.

Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta.

Ningsih, S. S. 2019. Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Bri Syariah Kc Madiun. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo: Ponorogo.

Rabbani, I. N. 2020. Implementasi Pelatihan dan Pengembangan Karir dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan di Perusahaan daerah Air Minum di Kota Malang Tahun 2019. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik: Malang.

Sumber Jurnal

Elisia, S, D., & Indah, R. 2020. Pelatihan Dan Pengembangan Karir Karyawan Munduk Moding Plantation Nature Resort and SPA. Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol. 2 No. 2.

Karen, A., Tewal, B., & Walangitan, M. D. B. 2021. Pengaruh Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Karir Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Hotel Sintesa Peninsula Manado. Jurnal EMBA Vol.9 No.1

Manoppo, I. D., Koleangan, R. A. M., & Uhing, Y. 2021. Pengaruh Pelatihan, dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Unilever Indonesia. Tbk Di Manado. Jurnal EMBA, Vol.9 No.1

Nurhayati, A., & Atmaja, H. E. 2021. Efektifitas Program Pelatihan dan Pengembangan Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ekonomi Bisnis.

Universitas Tidar: Magelang.

Pardongan, S. & Dian, M, V. 2020. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Studi Kasus pada BPR Bank Bapas 69 Magelang). Jurnal MANEKSI, Vol. 9 No. 2.

Rita, M., Dkk (2021). Pelatihan Dan Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal MSDM, Vol 1 No. 3.

Sumber Internet

Cristine, E. M. (2021, Maret 12). Bank Sumut Catat Kenaikan Aset Jadi Rp 33,5 Triliun. Diakses pada April 18, 2021, from

https://finansial.bisnis.com/read/20210316/90/1368050/bank-sumut-catat-kenaikan-aset-jadi-rp335-triliun

Kemenkes. (2020, Maret 02). Kesiapsiagaan Menghadapi Inveksi Covid-19.

Diakses pada April 17, 2021, from

https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-faq.html

LAMPIRAN

Daftar Wawancara

Judul penelitian: “Implementasi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Masa

Pandemi Covid-19”.

1. Apa tujuan pelatihan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa pandemi Covid-19?

2. Berapa kali pelatihan dilakukan selama masa Pandemi Covid-19?

3. Apakah setiap karyawan Bank Sumut wajib mengikuti program pelatihan dan pengembangan pada masa pandemi Covid-19?

4. Setelah mengikuti pelatihan, bagaimana peningkatan kinerja pada karyawan Bank Sumut?

5. Apakah setiap karyawan yang mengikuti program pelatihan berhak menerima promosi jabatan?

6. Apa saja manfaat yang telah diperoleh setelah melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa Pandemi Covid-19?

7. Bagaimana standar kinerja yang ditetapkan oleh Bank Sumut?

8. Bagaimana sikap Bank Sumut terhadap karyawan yang belum memenuhi persyaratan perencanaan SDM setelah mengikuti pelatihan?

9. Apa saja metode pelatihan yang diterapkan oleh Bank Sumut pada masa Pandemi Covid-19?

10. Apakah metode pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh Bank Sumut sudah sesuai dengan SOP?

11. Mengapa Pelatih dalam metode simulasi bukanlah berasal dari pimpinan pegawai langsung, melainkan pelatih khusus (trainer specialist)?

12. Apakah penerapan metode pelatihan yang dilakukan oleh Bank Sumut memberikan manfaat yang positif terhadap kinerja karyawan Bank Sumut?

13. Setelah melakukan pelatihan, apakah hasil yang dicapai sesuai dengan kriteria penilaian pelatihan?

14. Bagaimana sistem penilaian pelatihan yang dilakukan oleh Bank Sumut?

15. Apa saja tujuan dilakukannya pengembangan karyawan pada masa Pandemi Covid-19?

16. Apa saja manfaat pengembangan ini bagi Bank Sumut dan karyawan Bank Sumut?

17. Metode pengembangan apa saja yang diterapkan oleh Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa Pandemi Covid-19?

18. Apa saja Prinsip pengembangan yang diterapkan oleh Bank Sumut?

19. Bagaimanakah perbandingan kinerja karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua sebelum dan sesudah mengikuti pengembangan?

20. Apa saja yang dinilai dari program pengembangan karyawan Bank Sumut dan bagaimana cara Bank Sumut dalam menilai hasil Pengembangan itu?

21. Apa saja tolak ukur dalam keberhasilan pengembangan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa Pandemi Covid-19?

22. Bagaimana implementasi pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua?

23. Bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa Pandemi Covid-19?

24. Apa saja tujuan penilaian kinerja karyawan ini bagi Bank Sumut KCP Deli Tua?

25. Bagaimanakah sifat dan perilaku karyawan Bank Sumut setelah mengikuti program pelatihan dan pengembangan?

26. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan?

27. Bagaimana cara Bank Sumut KCP Deli Tua menilai produktivitas karyawan?

28. Bagaimana pengaruh penilaian kinerja karyawan Bank Sumut Deli Tua terhadap kualitas dan kuantitas karyawan?

29. Bagaimana hubungan antar pegawai dapat mempengaruhi penilaian kinerja di Bank Sumut KCP Deli Tua?

JAWABAN HASIL WAWANCARA

LAMPIRAN

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA

No Pertanyaan Informan Jawaban

1 Apa tujuan pelatihan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa pandemi Covid-19?

Andi Suhendra Tujuan dilakukannya pengembangan ini tentu saja untuk meningkatkan kinerja karyawan terutama dalam melayani setiap nasabah, menjaga kestabilan kinerja, untuk meningkatkan pemahaman karyawan terkait situasi dan kondisi perusahaan, mempersiapkan setiap karyawan untuk menghadapi tantangan dan mengembangkan bakat karyawan. Misalnya, sekarang ini di bank Sumut ada produk Sumut Mobile dan Sumut link.

Tentu semua karyawan harus dipersiapkan untuk mengoperasikan program itu.

Andi Suhendra Tujuan pelatihan selama pandemi itu yang jelas untuk meningkatkan inovasi karyawan, karena setiap Bank itu harus berinovasi terus atau harus ada perkembangan untuk membawa kemajuan bagi Bank itu sendiri karena jika tidak ada kemajuan tentu

Bank itu akan ditinggalkan oleh nasabah, pelatihan itu juga bertujuan untuk menambah wawasan setiap

karyawan, serta

menumbuhkan semangat kerja dan meningkatkan kinerja karyawan. pelayanan saya terhadap nasabah pada masa pandemi ini. Misalnya pada saat ada produk baru itu kan harus dilakukan pelatihan dulu agar karyawan lebih memahami.

Fitri Rahayu Kalau saya pribadi sebagai Teller, tujuan dari pelatihan ini bagi saya adalah untuk menambah wawasan saya, menambah semangat dalam bekerja, meningkatkan transaksi dan meningkatkan kinerja sesuai standar pelayanan.

2 Berapa kali pelatihan dilakukan selama masa Pandemi

Andi Suhendra Untuk saat ini pelatihan dan pengembangan itu sangat terbatas, maklumlah situasi

Covid-19? pandemi saat ini pelatihan dan pengembangan itu sendiri baru dilakukan sebanyak lima kali.

Andra Syaputra Jumlah pelatihan selama pandemi ini memang jumlahnya lebih sedikit daripada sebelum pandemi, selama ini mungkin bisa dihitung bahwa pelatihan itu baru dilakukan sebanyak empat atau lima kali. Sebelum adanya pandemi ini, pelatihan itu dilakukan lebih sering.

Andi Suhendra Tentu saja semua karyawan di bank Sumut KCP Deli Tua ini wajib mengikuti program pelatihan dan pengembangan itu dengan maksud agar semua karyawan dapat memahami situasi dan rencana perusahaan selanjutnya.

Andra Syaputra Iya wajib, karna semua kan tau bahwa pada masa pandemi ini, ada berbagai hal atau informasi yang harus diketahui, seperti penerapan protokol kesehatan selama bekerja.

4 Setelah mengikuti pelatihan, bagaimana peningkatan kinerja pada karyawan Bank Sumut?

Andi Suhendra Berdasarkan pengamatan saya, kinerja karyawan itu meningkat setelah mengikuti pelatihan. Target yang ditentukan terhadap setiap karyawan juga sudah tercapai dan setiap karyawan sudah lebih siap lagi dalam menghadapi tantangan dan semangat karyawan kembali stabil.

Andra Syaputra Setiap karyawan memiliki ilmu baru atau informasi baru yang disampaikan kepada nasabah, tentu saja wawasan atau pengetahuan setiap karyawan itu juga akan sehingga nasabah bisa lebih banyak mendapatkan pelayanan setiap hari. Pada masa pandemi kita haru cari cara untuk melayani nasabah, jadinya pelatihan itu sangat bermanfaat untuk menambah wawasan.

Fitri Rahayu Saya bisa jadi lebih banyak menyelesaikan transaksi dengan nasabah dan

mengerjakan pekerjaan

Andi Suhendra Setiap adanya pelatihan dan pengembangan itu tidak diwajibkan yang namanya promosi jabatan, promosi jabatan ini sudah ditentukan pada waktu dan periode tertentu sesuai dengan kemampuan dan prestasi kerja yang telah diperoleh.

Andra Syaputra Kalau masalah promosi gak semua yang mengikuti pelatihan itu mendapatkan promosi jabatan, karena promosi jabatan itu ada waktu tertentu.

6 Apa saja manfaat yang telah diperoleh setelah melakukan pelatihan karyawan Bank Sumut KCP Deli Tua pada masa Pandemi Covid-19?

Andi Suhendra Manfaatnya seperti yang tadi saya sampaikan, seperti meningkatkan kinerja,

menambah wawasan

karyawan, mempersiapkan karyawan untuk menghadapi tantangan apalagi pada masa pandemi seperti ini.

Andra Syaputra Manfaat yang diperoleh tentunya meningkatkan kinerja karyawan dan setiap karyawan itu memahami program atau produk baru

yang dikeluarkan selama masa pandemi ini, seperti Sumut Mobile atau Sumut Link.

Dede Rahmanda Sitanggang

Seperti yang saya bilang tadi, pelatihan dan pengembangan itu sangat bermanfaat untuk

menambah wawasan

karyawan, setiap karyawan termotivasi lagi untuk meningkatkan kinerjanya sendiri.

Fitri Rahayu Manfaatnya untuk

meningkatkan pelayanan kepada setiap nasabah, mengurangi waktu operasional dalam melakukan transaksi atau untuk lebih memahami standar layanan saya sebagai Teller.

7 Bagaimana standar kinerja yang ditetapkan oleh Bank Sumut?

Andi Suhendra Standar kinerja setiap divisi itu berbeda beda ya, tetapi pada umumnya bekerja sesuai SOP. Setiap karyawan juga ada target kerja yang harus dicapai dan akan di nilai 2 kali dalam satu tahun. layanan ini berdasarkan SOP.

SOP itu terdiri dari Senyum, Salam, Mempersilahkan

duduk, Menawarkan Bantuan,

Galih Kebutuhan,

Menjelaskan ketentuan secara menyeluruh, Konfirmasi kebutuhan lain dan yang terakhir berterimakasih. Itu standar layanan CS, kalau untuk divisi lain kurang lebih seperti itu juga.

Fitri Rahayu Standar kinerja setiap divisi itu berbeda, kalau kami sebagai Teller, standar kinerjanya atau standar layanannya adalah Berdiri, Sapa atau Salam, Menanyakan Kebutuhan, Proses Transaksi dengan Cepat, Menanyakan kembali kebutuhan dan berterimakasih.

Andi Suhendra Nah untuk menanggapi karyawan yang belum lulus penilaian pelatihan setelah tahap evaluasi, biasanya itu ada ujian ulang, bagaimana kantor cabang tersebut, misalnya di Bank Sumut Deli Tua, tetap akan diberi

kesempatan untuk memperbaiki kinerjanya, mungkin juga akan diberi surat peringatan sampai 3 kali, namun jika belum ada perubahan juga mungkin kita akan laporkan ke kantor pusat dan kantor pusat akan pelatihan, ada dilakukan yang namanya ujian post test untuk merefresh lagi materi yang sudah disampaikan oleh Trainer, biasanya nilainya langsung keluar, ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.

Karyawan yang tidak lulus itu akan dilakukan pelatihan ulang atau ujian ulang sampai dia lulus.

Fitri Rahayu Biasanya akan dilakukan evaluasi dan akan dilakukan pelatihan kembali sampai benar benar memenuhi persyaratan.

9 Apa saja metode pelatihan yang diterapkan oleh Bank Sumut pada masa

Andi Suhendra Sebelum dilakuan pelatihan itu biasanya dari pihak kantor pusat sudah menentukan mekanisme pelatihan,

Pandemi Covid-19? misalnya tujuan pelatihan, metode pelatihan yang digunakan dan penilaian program pelatihan itu sendiri.

Selama masa pandemi ini, pelatihan itu dilakukan secara daring, ada yang via zoom atau e-learning tapi ada juga yang dipanggil untuk melakukan pelatihan di kantor pusat untuk mendapatkan simulasi tentang rencana perusahaan ataupun tentang produk baru Bank Sumut.

Andra Syaputra Metodenya lebih banyak secara daring selama masa pandemi ini, tapi pelatihan secara tatap muka itu tetap ada tetapi jumlahnya dibatasi dalam suatu ruangan. Ada juga pelatihan yang dilakukan dengan praktik kerja langsung ataupun simulasi yang dilakukan di kantor pusat ataupun melalui daring.

Dede Rahmanda Sitanggang

Metode pelatihan yang dilakukan itu ada via zoom, ada yang langsung pada praktiknya, ada juga yang tatap muka atau simulasi langsung di kantor pusat.

Fitri Rahayu Saat ini yang paling banyak

dilakukan itu secara daring,

Andi Suhendra Mekanisme Pelatihan dan pengembangan itu sudah ditetapkan dari kantor pusat, mulai dari tujuan pelatihan dan pengembangan, peserta pelatihan dan pengembangan,

Andi Suhendra Mekanisme Pelatihan dan pengembangan itu sudah ditetapkan dari kantor pusat, mulai dari tujuan pelatihan dan pengembangan, peserta pelatihan dan pengembangan,