• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAEDAH DAN HIKMAH Kedermawanan Ali Zainal Abidin

Dalam dokumen FA_HKT_MEI_2015.indb 1 13/05/ :27:31 (Halaman 120-126)

Ali bin al-Husain Zainal Abidin dikenal sebagai pribadi atau sosok yang amat dermawan.

Diriwayatkan bahwasanya beliau telah memerdekakan seribu orang budak, dan tidak pernah memakai tenaga seorang budak lebih dari satu tahun. Kebanyakan dari mereka dimerdekakan pada malam Idul Fitri, malam yang penuh berkah. Dimintanya mereka menghadap ke kiblat dan berdoa: “Ya Allah, ampunilah Ali bin al-Husain,” dan sebelum pergi, beliau memberi mereka bekal dua kali lipat untuk berlebaran sehingga dapat merasakan kebahagiaan yang berlipat ganda. Karena kemurahan hati itulah beliau dicintai dan dihormati segenap penduduk Madinah.

Beliau langsung mempraktikkan dan mengamalkan sunnah tersebut setelah mendengar hadits Nabi Muhammad : “Barangsiiapa membebaskan budak yang muslim niscaya Allah

akan membebaskan setiap anggota badannya dengan sebab anggota badan budak tersebut, sehingga kemaluan dengan kemaluannya.” (HR. Al-Bukhari)

Dr. Muhammad Musa asy-Syarif pun mengemukakan bahwa begitu semestinya kita belajar suatu ayat atau hadits, hendaklah langsung mengamalkannya. Imam Ibnul Qayyim sebelum akan menulis suatu masalah biasa mempraktikkannya dahulu. Semoga Allah menjaga kita semua dan memberi taufik sehingga kita tidak malas mengamalkan ilmu yang telah disampaikan dan dipahami oleh kita. Amin.

Di antara bukti kedermawanan Imam Ali; Suatu hari beliau menjenguk Muhammad bin Usamah bin Zaid yang sedang sakit. Muhammad menangis. Saat ditanya apa yang menyebabkannya menangis, Muhammad memberitahukan bahwa dia punya utang sebesar 15 ribu dinar. Spontan Ali, Zainal Abidin, mengatakan: “Biar saya yang melunasinya,” tanpa bertanya alasan utangnya. Tak terdengar ucapan: “Mengapa bisa sebesar itu?” Beliau sangat mencintai Muhammad karena kedudukan ayah dan kakeknya, yang keduanya merupakan kekasih Rasulullah .

Wasiat Ali Zainal Abidin kepada Anaknya

Dr. Muhammad Musa asy-Syarif menceritakan bahwasanya Ali bin Husain Zainal Abidin pernah berpesan kepada anaknya: “Hai putraku, janganlah engkau bersahabat dengan orang fasik, karena sungguh dia rela menjualmu demi sesuap makanan atau demi sesuatu yang lebih sedikit atau rendah lagi daripadanya, yakni untuk memenuhi hasratnya. Janganlah engkau bersahabat dengan orang bakhil, karena sungguh dia tega menelantarkan dirimu pada saat engkau sangat membutuhkannya. Janganlah engkau bersahabat dengan seorang pembohong, karena sungguh dia seperti fatamorgana, dia membuat sesuatu yang jauh tampak dekat di hadapanmu dan membuat sesuatu yang dekat tampak jauh dari dirimu. Janganlah pula engkau bersahabat dengan orang yang bodoh, karena sungguh tatkala dia ingin berbuat kebaikan kepadamu tetapi hasilnya malah akan menyengsarakan dirimu. Janganlah engkau bersahabat dengan seorang yang memutus tali silaturahim, karena dialah orang yang mendapatkan laknat Allah sebagaimana hal ini dengan tegas dinyatakan dalam Kitabullah (al-Quran al-Karim).

Allah berfirman:

X W V U T S R Q P O N [

Z ` _ ^ ] \ [ Z Y

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa akan membuat keru-sakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah, maka Allah jadikan mereka tuli Dia butakan penglihatan mereka.”

(QS. Muhammad [47]: 22-23)

Keutamaan Amal Tersembunyi

Zainal Abidin suka bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Amal kebaikan yang tersembunyi, tanpa diketahui orang lain, ini memiliki keutamaan menurut syariat Islam.

Allah berfirman:

´ ³ ² ± ° ¯ ® ¬ [

Z ¿ ¾ ½ ¼ » º ¹ ¸ ¶ µ

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka men-dapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 274)

Kita bisa mendapati ayat-ayat serupa lainnya di surah Ar-Ra’d ayat 22, surah Fathir ayat 29, surah Ibrahim ayat 31, maupun surah An-Nahl ayat 75.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 271, Allah berfirman:

; : 9 8 76 5 4 3 2 [

F E DC B A @ ?> = <

Z I H G

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”

Imam Ibnu Katsir berkata: “Dalam ayat ini terkandung dalil bahwasanya menyembunyikan sedekah lebih baik daripada menampakkannya karena hal itu bisa lebih menghindarkan diri dari riya. Kecuali apabila menampakkan sedekah mendatangkan kemaslahatan, seperti bisa memotivasi sesama muslim. Dengan alasan tersebut, ia lebih baik daripada menyembunyikannya.”

Tidak Ada yang Tersembunyi bagi Allah

Imam Ibnul Jauzi mengatakan: “… Di antara keajaiban kekuasaan Allah ialah betapa pun seseorang menyembunyikan dosanya, suatu ketika dapat ditampakkan-Nya meskipun setelah berlalu sekian lama. Hingga menjadi buah bibir manusia padahal sebelumnya orang lain tidak tahu. Ini jawaban untuk orang yang ketika sendirian melanggar apa-apa yang diharamkan-Nya, agar umat manusia tahu tidak ada yang tersembunyi bagi Dia, tidak terdapat amal yang sia-sia di sisi-Nya, dan bahwa Allah membalas setiap amalan hamba-Nya.

Keajaiban kekuasaan Allah tersebut, terkait seseorang yang menyembunyikan amal baiknya lantas Dia tampakkan sehingga menjadi perbincangan di masyarakat sampai-sampai seolah-olah tidak didapati keburukan dan tidak terlihat aibnya. Orang-orang membicarakan kebaikan-kebaikannya saja supaya manusia tahu bahwa Rabb yang tidak menyia-nyiakan amal kebaikan manusia sedikit pun benar-benar ada.

Sejauh mana hubungan hamba dengan Rabbnya, pengaruhnya terlihat pada penilaian orang-orang yang shalih; apakah mereka mencintainya, atau membencinya. Maka perbaikilah hubungan Anda dengan Allah, pasti Dia akan mencukupi Anda dari segala kesusahan dan menjauhi Anda dari segala keburukan ….”16

Imam Ali bin al-Husain, Zainal Abidin, wafat pada tahun 94 H di Madinah dalam usia 58 tahun, dan beliau pun dimakamkan di Pekuburan Baqi. Riwayat lain menyebutkan bahwa beliau wafat pada tahun 93 H dalam usia 57 tahun.

• • •

Dalam dokumen FA_HKT_MEI_2015.indb 1 13/05/ :27:31 (Halaman 120-126)