• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru

Dalam dokumen Konsep-konsep keguruan dalam pendidikan islam (Halaman 137-140)

Kinerja dan Peningkatan Kinerja Guru

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru

































Artinya: dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta

orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Ayat di atas menjelaskan, Bekerjalah kamu, demi karena Allah semata dengan aneka amal yang saleh dan bermanfaat, baik untuk diri kamu maupun untuk masyarakat umum, maka Allah melihat, yakni menilai dan memberi ganjaran amal kamu itu, maka Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat dan menilai juga, kemudian menyesuaikan perlakuan mereka dengan amal-amal kamu itu dan selanjutnya kamu akan dikembalikan melalui kematian kepada Allah Swt. Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu

diberitakan-Nya kepada kamu sanksi dan ganjaran atas apa yang telah kamu kerjakan, baik yang nampak ke permukaan maupun yang kamu sembunyikan

dalam hati. (Shihab, 2008, Vol. 5: 711).

Dari beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa bila kinerja dikaitkan dengan guru maka pengertian kinerja guru pada dasarnya terkait dengan kajian tentang perilaku guru. Pengertian perilaku guru adalah berbagai aktivitas guru yang berhubungan dengan hal-hal yang harus dikerjakan, terutama sekali aktivitas-aktivitas yang terkait hubungannya dengan bimbingan dan arahan dalam pembelajaran.

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru

Kinerja guru yang baik bukan muncul dengan sendirinya akan didapati banyak faktor yang melatarbelakanginya. Arikunto (1990: 40) mengatakan secara global faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari: sikap, minat, intelegensi, motivasi dan kepribadian. Sedangkan yang termasuk faktor eksternal terdiri dari: sarana dan prasarana, insentif atau gaji, suasana kerja dan lingkungan kerja. Arikunto (1990: 41) juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan tergantung pada kualitas guru. Usaha untuk meningkatkan kualitas guru dapat dilakukan dengan memperhatikan: pola rekrutmen, pelatihan, status sosial, dan kondisi kerja, pengetahuan dan keterampilan, karakteristik personal, pengembangan profesional guru dan motivasi guru sendiri.

125 Menurut Meyer dan Peter Pipe (1970: 330) bekerja adalah kulminasi tiga elemen yang saling berkaitan yaitu keterampilan, upaya dan sifat-sifat keadaan eksternal. Misalnya bila seorang guru bekerja dengan baik penyebabnya mungkin masalah keterampilan, masalah upaya, dan atau masalah-masalah kondisi ekternal tempat bekerja.Tingkat keterampilan adalah bahan mentah yang dibawa guru ke tempat kerja. Tingkat upaya adalah motivasi yang diperlihatkan guru untuk menyelesaikan pekerjaan. Scott (1997: 335) mengatakan keterampilan berkaitan dengan apa yang dilakukan. Sedangkan tingkat upaya berkaitan dengan apa yang akan dilakukan. Perbedaan keduanya penting guna memahami diagnosis kerja.

Menurut Thomas S. Bateman dkk dalam Dale Timple (1997: 33) menyebutkan kemampuan kinerja yang baik dipengaruhi oleh keadaan internal dan eksternal. Keadaan internal meliputi kemampuan yang tinggi dan kerja keras. Sementara keadaan eksternal meliputi pekerjaan yang mudah, nasib baik, bantuan-bantuan, rekan-rekan dan pemimpin yang baik. Disisi lain Robin yang dikutip oleh Husaini Usman (2008: 466). menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang meningkatkan kinerja, antara lain: 1) pekerjaan yang secara mental menantang; 2) imbalan yang setimpal; 3) kondisi kerja yang mendukung; dan 4) mitra kerja yang mendukung.

Dilain pihak, Armstrong (1998: 16-17) menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu:

1. Faktor individu (personal factors). Faktor individu berkaitan dengan keahlian, motivasi, komitmen, dan lain-lain.

2. Faktor kepemimpinan (leadership factors). Faktor kepemimpinan berkaitan dengan kualitas dukungan dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan, manajer, atau ketua kelompok kerja.

3. Faktor kelompok/rekan kerja (team factors). Faktor kelompok/rekan kerja berkaitan dengan kualitas dukungan yang diberikan oleh rekan kerja.

4. Faktor sistem (system factors). Faktor sistem berkaitan dengan sistem/metode kerja yang ada dan fasilitas yang disediakan oleh organisasi.

5. Faktor situasi (contextual/situational factors). Faktor situasi berkaitan dengan tekanan dan perubahan lingkungan, baik lingkungan internal maupun eksternal.

Dengan demikian, guru efektif adalah guru yang berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan menampilkan kualitas prima dalam manifestasi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan kompetensi

126

p

sosial. Persoalan kualitas kinerja ini berkaitan dengan kualitas-kualitas pribadi yang baik. Pentingnya kualitas ini menjadi garansi bagi kesuksesan dan keberhasilan yang akan dicapai. Bahkan dalam Alquran dijelaskan mengenai pentingnya kualitas, dengan menegaskan bahwa kelompok yang kecil dalam memenangkan kompetisi dari yang banyak, disebabkan yang kecil memiliki kualitas. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah/2: 249 sebagai berikut:



























Artinya:‖ Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan

golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

Kata "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit mengalahkan

golongan yang banyak dengan izin Allah", menjelaskan bahwa dugaan keras –

walau belum sampai pada tingkat keyakinan – telah dapat menghasilkan keteguhan hati menghadapi musuh. Ini karena optimesme mereka disertai oleh keyakinan, bahwa kemengan bukan ditentukan oleh kuantitas tetapi kualitas, dan bahkan kemenangan bersumber dari Allah Swt. dan atas izin-Nya. Dugaan keras itu juga lahir dari kesadaran mereka tentang perlunya ketabahan dan kesabaran, karena Allah beserta orang-orang yang sabar. Bukti kebenaran ucapan-ucapan orang-orang beriman itu ditemukan antara lain pada sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. dalam peperangan Badr. Ketika itu kaum muslimin hanya berjumlah 313 orang dengan persenjataan dan perlengkapan yang amat kurang, namun demikian Allah menganugerahkan kemenangan kepada kaum muslimin. (Shihab, 2008, Vol. 1: 536).

Suatu hal fundamental dalam menentukan kualitas pribadi seseorang, termasuk para guru adalah kekuatan ilmu yang dimilikinya. Karena itu, Allah menjamin kemuliaan kedudukan orang yang berilmu pengetahuan. Selain kekuatan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh para guru sebagai faktor penentu keberhasilan di lembaga pendidikan, tentu saja juga faktor kepribadian, yaitu sikap konsisten pada kebenaran, kebaikan dan keadilan, sekaligus menunjukkan sikap kesabaran, dan menolong dengan menasihati sesamanya. Firman Allah dalam surat Al-‘Ashr ayat 1 s/d 3 sebagai berikut:



































127 Artinya: ―(1) Demi masa; (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam

kerugian; (3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ayat ini menjelaskan bahwa: Allah bersumpah demi waktu dan dengan menggunakan kata 'ashr – bukan selainnya – untuk menyatakan bahwa: Demi waktu (masa) di mana manusia mencapai hasil setelah ia memeras tenaganya, sesungguhnya ia merugi – apapun hasilnya yang dicapainya itu, kecuali jika ia beriman dan beramal saleh. Kerugian tersebut mungkin tidak akan dirasakan pada waktu dini, pasti akan disadarinya pada waktu Ashar kehidupannya menjelang matahari hayatnya terbenam. Itulah agaknya rahasia mengapa Tuhan memilih kata 'ashr untuk menunjukkan kepada waktu secara umum. (Shihab, 2008, Vol. 15: 497). Ayat yang lalu menegaskan bahwa semua manusia diliputi oleh kerugian yang besar dan beraneka ragam. Ayat di atas mengecualikan mereka yang melakukan empat kegiatan pokok yaitu: Kecuali orang-orang yang

beriman, dan beramal amalan-amalan yang saleh yakni yang bermanfaat serta saling berwasiat tentang kebenaran dan saling berwasiat tentang kesabaran dan

ketabahan. (Shihab, 2008, Vol. 15: 499).

Dengan demikian, keimanan merupakan nilai pribadi yang memiliki kekuatan dalam mendorong seseorang bekerja atau berkarya. Namun selain itu, pribadi beriman juga harus menghargai waktu sehingga jika ini diabaikan dalam bekerja maka akan gagal atau merugi. Itu artinya, kinerja yang tinggi hanya dapat dicapai dengan kepribadian yang baik, yaitu konsisten, beriman, dan sabar. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja seseorang sangat ditentukan oleh aspek-aspek motivasi, minat, pengetahuan, keterampilan, upah, suasana kerja, dan sikap pemimpin.

Dalam dokumen Konsep-konsep keguruan dalam pendidikan islam (Halaman 137-140)