• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ford Foundation

Dalam dokumen Suar Suroso – Akar dan Dalang (Halaman 55-57)

2 “Pemerintah Bayangan”

5. Ford Foundation

FORD Foundation adalah sebuah lembaga swasta yang didirikan di Michigan dengan pusatnya di New York, yang diciptakan untuk menghimpun dana bagi program-program Edsel Ford dan Henry Ford tahun 1936. Lembaga ini memberi bantuan melalui markas besarnya di New York dan dua belas kantor di bidang internasional.

* , "'

Dilaporkan bahwa pada tahun 2007 memiliki aset sebesar 13,7 miliar dolar dan telah mengeluarkan bantuan sebesar 530 juta dolar untuk proyek- proyek yang dipusatkan buat memperkuat nilai-nilai demokrasi, perkembangan masyarakat dan ekonomi, pendidikan, media, kesenian dan budaya, serta hak-hak manusia.

Mengenai Ford Foundation, James Petras menulis 15 Desember 2001, bahwa dari awal tahun 50-an sampai sekarang, CIA telah menyusup ke dalam Ford Foundation secara sangat dalam. Hasil penelitian Congress Amerika tahun 1976 menunjukkan bahwa hampir 50% dari 700 pemberian dana di bidang kegiatan internasional oleh lembaga-lembaga utama adalah didanai oleh CIA. [Frances Stonor Saunders, Who Paid the Piper? The CIA and the Cultural Cold War, Granta Books, 1999, pp.134—135].

CIA berpendapat, bahwa lembaga-lembaga seperti Ford Foundation adalah “jenis yang terbaik dan sangat masuk akal untuk selubung dana.” [Ibid, p.135].

Kerja sama lembaga-lembaga yang prestisius, menurut seorang mantan pekerja CIA, memungkinkan CIA untuk mendanai “program-program aksi rahasia yang luas tak terbatas, menyangkut golongan-golongan pemuda, serikat buruh, universitas-universitas, badan-badan penerbitan, dan badan- badan swasta lainnya.” [Ibid, p.135].

Akhir tahun 1950-an, Ford Foundation memiliki kekayaan seharga tiga miliar dolar. Pada mulanya Ford Foundation hanya merupakan perpanjangan tangan pemerintah di bidang propaganda kebudayaan internasional. Ford Foundation tercatat dalam keterlibatannya dalam aksi- aksi rahasia di Eropa, bekerja sama dengan erat dalam penyusunan Plan Marshall dan proyek-proyek khusus dari para pejabat CIA.

Richard Bissel adalah Ketua Ford Foundation tahun 1952. Selama dua tahun menjabat ketua, dia sering bertemu dengan Kepala CIA, Allen Dulles, dan pejabat-pejabat CIA lainnya dalam “sama-sama mencari” ide-ide baru.

Tahun 1954, Bissel meninggalkan Ford Foundation untuk menjadi pembantu khusus Allen Dulles. Di bawah pimpinan Bissel, Ford Foundation adalah “pelopor pemikir Perang Dingin”. Satu di antara proyek Ford Foundation adalah mendirikan badan penerbitan, Inter-cultural Publications, dan penerbitan majalah Perspectives di Eropa dalam empat bahasa. Menurut Bissel, tujuan Ford Foundation bukanlah untuk “mengalahkan intelektual kiri dalam perjuangan dialektis, tapi untuk menarik mereka supaya meninggalkan posisinya.” [Ibid, p.140].

Para dewan direksi dari balai penerbitan sepenuhnya didominasi oleh budaya pembela Perang Dingin. Karena kuatnya aliran kiri dalam

"% , .

kebudayaan di Eropa seusai Perang Dunia kedua, majalah Perspectives gagal menarik pembaca dan jadi bangkrut. Disusul dengan majalah lainnya, Der

Monat, yang didanai dengan dana rahasia dari militer Amerika Serikat di

bawah pimpinan Melvin Lasky, diambil oper oleh Ford Foundation, dengan memberinya wajah merdeka. [Ibid, p.140].

Yang jadi Ketua Ford Foundation tahun 1954 adalah John McCloy, yang sebelumnya adalah pembantu menteri peperangan, presiden Bank Dunia, High Commissioner Jerman yang diduduki ketua Rockefeller’s Chase Manhattan Bank. Sebagai High Commisssioner Jerman yang diduduki, McCloy telah memberi wajah bagi sejumlah besar agen CIA. [Ibid,p.141].

McCloy mengintegrasikan Ford Foundation dengan operasi-operasi CIA. Dia menciptakan ikatan khusus antara CIA dengan Ford Foundation. McCloy mengepalai komite konsultasi tiga orang dengan CIA untuk memudahkan penggunaan Ford Foundation untuk mendapatkan dana. Dengan ikatan struktur demikian, Ford Foundation menjadi salah satu organisasi yang dapat dimobilisasi untuk perjuangan politik melawan kaum kiri pro-komunis yang anti imperialis.

Berbagai “front” CIA menerima dana bantuan yang besar dari Ford

Foundation. Mereka dinyatakan sebagai organisasi kebudayaan

“independen” yang disponsori CIA, grup-grup human rights, seniman- seniman dan intelektual yang menerima dana CIA/Ford Foundation. Salah satu penerima donasi terbesar dari Ford Foundation adalah Kongres untuk

Kebebasan Kebudayaan yang diorganisasi CIA awal tahun 1960 yang

menerima 7 juta dolar. Berbagai operasi CIA mendapat jaminan tenaga dari Ford Foundation dengan kerja sama yang berlanjut dengan CIA. [Ibid, p.143]. Semenjak awal, sudah terdapat hubungan struktural yang erat dan saling bertukar personil dalam tingkat tinggi antar CIA dan Ford Foundation. Hubungan struktural sudah didasarkan pada kepentingan bersama yang mereka anut. Hasil dari kolaborasi ini adalah penerbitan dan penyebaran sejumlah majalah yang isinya dipakai oleh media massa yang dipergunakan oleh intelektual pro-Amerika untuk melancarkan polemik melawan kaum Marxis dan kaum anti imperialis. Ford Foundation memberi dana bagi organisasi-organisasi anti-Marxis dan kaum intelektuil untuk mendapat lindungan legal bagi kedudukannya sebagai “independen” dari dana pemerintah (CIA).

Adalah penting artinya dana Ford Foundation bagi front kebudayaan CIA untuk merekrut intelektual non-komunis yang didorong untuk menyerang kaum Marxis dan komunis kiri. Banyak kaum kiri yang non- komunis ini kemudian mengaku bahwa mereka “ditipu”, dan bahwa jika

* , ""

mereka tahu bahwa Ford Foundation adalah berfront dengan CIA, mereka tidak akan membiarkan nama dan prestise mereka dikorbankan.

Kekecewaan mereka yang anti-komunis ini jadi terbuka setelah media pers menerbitkan pengakuan kolaborasi Ford Foundation dengan CIA. Tujuan dari kongres-kongres mewah yang diselenggarakan di villa-villa luks dan hotel berbintang lima di Lake Como, Paris, dan Roma, semua pameran megah dan mahal serta majalah-majalah gemerlapan hanyalah untuk mengkritik “imperialisme Sovyet”, dan “tirani komunis” serta “kediktatoran yang dibela kaum kiri”—walaupun dalam kenyataannya Amerika melakukan intervensi penggulingan pemerintah demokratis Jacobo Arbenz di Guatemala, dan pemerintah Mossadegh di Iran, dan Amerika dengan tangguh mendukung para diktator Batista di Kuba, diktator di Republik Dominika, Nikaragua, dan lain-lainnya.

Sejarah kolaborasi Ford Foundation dengan CIA demi Amerika mencapai hegemoni dunia merupakan kenyataan yang terdokumentasi. Sesudah tahun 60-an terdapat perubahan yang tidak mendasar. Ford Foundation lebih fleksibel dalam memberikan dana bantuan dalam jumlah kecil bagi grup-grup hak asasi manusia dan bagi peneliti akademis yang kadang-kadang berbeda dengan politik Amerika. Yang lebih penting, Ford Foundation bekerja lebih terbuka dalam hal kerja sama dengan pemerintah Amerika dalam proyek-proyek kebudayaan dan pendidikan, terutama dengan Agency of International Development.

Sebagaimana di tahun-tahun 50-an dan 60-an, Ford Foundation sekarang ini secara terpilih memberi bantuan bagi grup-grup hak-hak asasi manusia yang anti-kiri yang memusatkan serangan pada pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia oleh lawan-lawan Amerika, dan mengambil jarak dengan organisasi-organisasi serta para pemimpin hak-hak manusia yang anti- imperialis. Ford Foundation sudah mengembangkan satu strategi yang canggih dalam memberi dana bagi grup-grup hak asasi manusia yang menyerukan pada Washington agar mengubah politiknya sambil memblejeti

lawan-lawan Amerika tentang pelanggaran-pelanggarannya yang

“sistematis”. Ford Foundation mendukung grup hak-hak asasi manusia yang tidak ikut dalam aksi-aksi massa anti-globalisasi dan anti neo-liberal.

Dalam periode ofensif besar militer-politik Amerika Serikat dewasa ini, Washington menampilkan masalah “terorisme atau demokrasi”, sebagaimana halnya menampilkan masalah “Komunisme atau Demokrasi” dalam masa Perang Dingin. Kini, Ford Foundation dengan baik memainkan peranannya sebagai kolaborator untuk jadi pelindung Perang Dingin Kebudayaan Baru. Ini

"# , .

adalah tetap dalam rangka realisasi the policy of containment. Khusus mengenai Indonesia, Ford Foundation mempunyai strategi 20 tahun.

Dalam dokumen Suar Suroso – Akar dan Dalang (Halaman 55-57)