BAB V. PROFIL DESA LOKASI STUDI
5.14. Desa Batang
5.14.1. Gambaran Umum Desa Batang
Desa Batang secara administratif termasuk dalam Kecamatan Taka Bonerate. Desa Batang terletak di Pulau Kayuadi. Desa ini memiliki luas sekitar 3,8 Km2 dengan panjang pantai sekitar 5.300 meter. Karakteristik fisik lahan pesisir di desa/pulau ini berupa berpasir putih dan memilki kawasan terumbu karang.
Aksesbility penduduk ke ibukota kabupaten tergolong lancar dengan adanya kapal reguler dengan rute Desa Batang - Benteng dengan frekuensi 2 kali per minggu serta antar desa dalam pulau telah tersambung dengan adanya akses jalan baik berupa pavin blok maupun dalam bentuk pengerasan.
Sedangkan akses antar pulau menggunakan jasa kapal tradisional jolloro yang terdapat di di dermaga dan siap berangkat sesuai dengan kebutuhan. Di desa ini pula terdapat sarana transportasi roda dua yang dimiliki oleh warga.
Acara pesta panen juga dilakukan di desa ini. Kegiatan ini dilakukan setelah panen padi yang dilakukan secara bersama dengan warga desa.
5.14.2. Demografi
Jumlah penduduk di Desa Batang ini sekitar 1.749 orang dengan perincian laki-laki sebanyak 734 jiwa dan perempuan sebanyak 1.015 jiwa.
Jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 490 KK dengan kepadatan penduduk sekitar 453 orang per km2 dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Penduduk di desa ini tergolong padat.
Berdasarkan Data Potensi Desa tahun 2006, mayoritas penduduk bersuku makassar/selayar dan suku bajo. Keseluruhan masyarakat di Desa Batang
beragama Islam. Struktur populasi dan mata pencaharian di Desa Batang di dominasi oleh nelayan (40 %), petani (20 %), pedagang (25%), PNS/ABRI (10%) dan jasa lainnya sekitar (5 %).
Tabel 5.79. Kondisi Responden di Desa Batang
No Jenis Data Jumlah % Keterangan
1. Usia Responden
- 15 – 24 Tahun - -
- 25 – 34 Tahun 4 66
- 35 – 44 Tahun - -
- 45 – 54 Tahun 2 33
2. Pendidikan
- Tidak Tamat SD 4 66
- Tamat SD 2 33
- SMP - -
- SMA - -
- Sarjana - -
3. Pekerjaan Utama
- Nelayan 6 100
- Pengumpul - -
4. Sampingan
- Tani 6 100
- Tidak Ada - -
5. Penghasilan Perbulan
- < Rp. 200.000 4 66 - Rp. 200.000 – Rp. 500.000 - - - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 - - - > Rp. 1.000.000 2 33
6. Pengeluaran
- < Rp. 200.000 6 100 - Rp. 200.000 – Rp. 500.000 - - - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 - - - > Rp. 1.000.000 - -
Tingkat pendidikan umumnya tidak tamat SD. Sedangkan penghasilan secara rata-rata Rp. 200.000.
5.14.3. Infrasturktur
Infrastruktur di Desa Batang masih sederhana dengan tingkat kualitas dan kuantitas yang masih sedikit. Namun hal ini tidak menurungkan motivasi penduduk untuk berkarya dan berusaha.
Tabel 5.80. Kondisi Infrastruktur di Desa Batang
No Infrastruktur Jumlah Kondisi Status Ket 1. Sarana Ibadah 2 Baik Swadaya Masjid 2. Sarana Pendidikan
- Sekolah Dasar 2 Baik Pemerintah
- SMP 1 Baik Pemerintah
- SMA 1 Baik Pemerintah
3. Sarana Kesehatan
- Posyandu 4 Baik Pemerintah - Puskesmas 1 Baik Pemerintah 4. Sarana Perdagangan
- Pasar Desa 1 Baik Pemerintah
8. Sarana Penerangan Genarator Diesel Swadaya 18.00–23.00 menyala 9. Sarana Perumahan Rumah Panggung
10. Sarana Komunikasi Televisi Satelit dan
radio Hak Milik Mayoritas 11. Sarana Sanitasi
- Air Bersih Sumur Baik
Sarana publik di Desa Batang tergolong baik dan tersedia untuk kebutuhan sehari-hari untuk masyarakat. Sarana jalan desa masih berupa pengerasan, tanah dan beberapa daerah sudah terpavin blok. Desa ini memilki pelabuhan walapun mash dalam skala kecil, pelabuhan ini mampu mendorong kegiatan perekonomian di desa ini dan desa tetangga dalam kawasan Pulau Kayuadi ini. Hanya kondisi dermaga masih diperlukan renovasi.
Dengan keberadaan pasar desa disamping adanya toko dan kios-kios yang dikelola secara skala rumah tangga, proses tata niaga perekonomian desa dapat berjalan lancar. Begitu pula sarana pendidikan dasar samapi menengah atas, di desa ini tergolong lengkap dengan adaya SD, SMP dan SMA.
Sarana kesehatan berupa posyandu dan puskesmas di desa ini mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Dengan adanya dan dekatnya sarana kesehatan dan tenaga kesehatan proses sosialisasi kesehatan lingkungan dan pribadi, Di desa ini tergolong baik dengan melihat MCK dan WC yang dimiliki warga telah tersedia di rumah masing-masing begitu pula dengan pembuangan sampah yang telah dikelola secara wadaya oleh masyarakat. Ketersediaan air bersih berupa sumur tidak mengalami kendala di desa ini.
5.14.4. Intensitas dan Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang
Eksploitasi sumberdaya terumbu karang di Desa Batang masih dalam tingkat intensitas sedang. Penggunaan destruktive fishing gear dan jangkar kapal di kawasan terumbu karang masih menjadi penyebab rusaknya struktur terumbu karang. Aktifitas tersebut selain dilakukan oleh beberapa warga juga dilakukan oleh beberapa nelayan pendatang.
Tabel 5.81. Tingkat Intensitas Kerusakan Terumbu Karang di Desa Batang
No Penyebab Utama
Tingkat Intensitas Kerusakan Tinggi Sedan
g Rendah 1 Bahan peledak/bom - - 2 Racun kimia/cyanida - -
3 Sedimentasi - -
4 Iklim global - -
5 Tsunami/gempa bumi - - 6 Jangkar perahu/kapal - - 7 Tangkap lebih/Over-fishing - -
8 Limbah Industri - -
9 Penambangan Karang batu - - 10 Bintang laut berduri/COT - - 11 Pengambilan Karang untuk
Aquarium
- -
Sumber: Survey, 2006
Pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang di wilayah ini masih tergolong tinggi dimana daerah baik pesisir maupun lautan merupakan daerah fishing ground baik oleh penduduk desa. Potensi wisata juga telah dikelola dengan baik dengan masuknya kawasan ini dalam Kawasan Nasional Takabonerate. Kegiatan budidaya di desa ini juga terdapat Keramba Jaring Apung yang dikelola oleh investor dari makassar dan masyarakat lokal yang digunakan sebagai pembesaran ikan dan penampungan ikan sementara.
Tabel 5.82. Pemanfaatan Daerah Ekosistem Terumbu Karang dan Sekitarnya.
No Jenis Pemanfaatan
Luas Daerah
Peran aparat pemerintah, kelompok masyarakat dan tokoh adat dan kelembagaan, di mata masyarakat memilki peluang memotivasi mereka dan mengatur peraturan tentang aktifitas pengelolaan dan eksploitasi terumbu karang. Dimata masyarakat bahwa kebijakan yang dikeluarkan dan dikerjakan oleh ketiga komponen tersebut akan berpengaruh positif dimata masyarakat desa.
Tabel 5.83. Peran kelembagaan masyarakat terhadap pengelolaan Terumbu Karang.
No Jenis Pemanfaatan
Intensitas Pengelolaan
Peran lembaga adat, agama serta aparat desa dapat mendorong terciptanya suasana kondusif dalam pengelolaan terumbu karang di Pulau Batang ini.
5.14.5. Kondisi dan Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir
Potensi sumberdaya alam berupa kawasan wisata sangat baik dikembangkan di daerah ini. Selain wisata pantai juga di desa ini terdapat danau yang dapat diolah menjadi lahan wisata alam.
Tabel 5.84. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Batang
No Sumberdaya Kondisi
Ada Tidak Ada
1 Terumbu Karang -
2 Mangrove -
3 Tambak -
4 Sawah -
5 Diving -
6 Wisata Lainnya -
Sumber: Survey, 2006.
Desa ini memiliki potensi wisata karena memiliki keindahan alam dan budaya. Potensi wisata pantai, diving dan budaya sangat dipotensial dikembangkan karena didukung oleh kemauan masyarakat dan sifat terbuka menerima orang luar oleh masyarakat.