BAB V. PROFIL DESA LOKASI STUDI
5.15. Desa Kayuadi
5.15.1. Gambaran Umum Desa Kayuadi
Desa Kayuadi secara administratif termasuk dalam Kecamatan Taka Bonerate dan berada di Pulau Kayuadi sendiri. Desa ini memiliki luas sekitar 6,07 Km2 dengan panjang pantai sekitar 8.600 meter. Potensi dari segi jenis ikan ekonomis penting berupa berupa Ikan Butana, Kerapu Macan, Kaloholong, Sotong dan Teripang. Karakteristik fisik lahan pesisir di
desa/pulau ini berupa berpasir putih dan memilki kawasan terumbu karang.
Desa ini memiliki pulau kecil yang tidak berpenghuni dengan luas sekitar 0,75 Ha dengan nama Pulau Kauna.
Aksesbility penduduk ke ibukota kabupaten tergolong lancar dengan adanya kapal reguler dengan rute Pulau/Desa Kayuadi - Benteng serta antar desa dalam pulau telah tersambung dengan adanya akses jalan baik berupa pavin blok maupun dalam bentuk pengerasan. Sedangkan akses antar pulau menggunakan jasa kapal tradisional jolloro yang terdapat di di dermaga dan siap berangkat sesuai dengan kebutuhan. Di desa ini pula terdapat sarana transportasi roda dua yang dimiliki oleh warga.
5.15.2. Demografi
Desa Kayuadi memiliki jumlah penduduk ini sekitar 2.160 orang dengan perincian laki-laki sebanyak 1.043 dan perempuan sekitar 1.117. Jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 703 KK dengan kepadatan penduduk sekitar 712 orang per KM2 dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Mayoritas penduduk bersuku makassar/selayar dan suku bajo. Keseluruhan masyarakat di Desa Kayuadi beragama Islam.
Berdasarkan Data Potensi Desa, struktur populasi dan mata pencaharian di Desa Kayuadi di dominasi oleh nelayan (43 %), petani (41 %), pedagang (13%) dan PNS/ABRI (4%). Sedangkan menurut tingkat pendidikan masyarakat desa Kayuadi tergolong tinggi dengan komposisi tamat SD sekitar 518 orang, tamat SMP 105 orang, tamat SMA sebanyak orang dan Diploma (D3) sebanyak 9 orang.
T abel 5.85. Kondisi Responden di Desa Kayuadi Sumber: Survey, 2006.
Berdasarkan data diatas bahwa tingkat pendidikan responden di Desa Kayuadi adalah tamat SD dengan pekerjaan utama sebagai nelayan pancing dan menggunakan kapal sampan dan jolloro. Pekerjaan sampingan adalah pembudidaya ikan, petani dan tukang kayu. Pendapatan masyarakat sekitar
Rp. 500.000 – 1.000.000 per bulan dengan pengeluaran sekitar Rp. 200.000 – 500.000 per bulan.
5.15.3. Infrasturktur
Infrastruktur di Desa Kayuadi baik sarana ekonomi, kesejateraan dan budaya tergolong baik dan tersedia untuk kepentingan masyarakat.
Tabel 5.86. Kondisi Infrastruktur di Desa Kayuadi
No Infrastruktur Jumlah Kondisi Status Ket 1. Sarana Ibadah 3 Baik Swadaya dan
Bantuan Pemerintah
Masjid
2. Sarana Pendidikan
- Sekolah Dasar 2 Baik Pemerintah 3. Sarana Kesehatan
- Posyandu 4 Baik Swadaya dan
8. Sarana Penerangan Genarator Diesel PLN 18.00–24.00 menyala 9. Sarana Perumahan Rumah
Panggung 10. Sarana Komunikasi Televisi dan
Radio
Hak Milik Mayoritas 11. Sarana Sanitasi
- Air Bersih Sumur Baik
- WC Ada Baik
- Tempat Sampah - -
12. Sarana Penginapan - - 13. Industri Pengolahan
Ikan - -
Sumber: Survey, 2006.
Sarana jalan di Desa Kayuadi yang terbuat dari pavin blok dan tanah pengerasan dalam kondisi rusak. Sarana jalan ini merupakan swadaya dari masyarakat dan bantuan dari pemerintah. Penerangan desa di suplai oleh PLN dengan lama menyala sekitar 6 jam, dari 18.00 – 24.00.
Sarana sanitasi di Desa Kayuadi tergolong baik dengan terdapatnya WC di hampir tiap rumah penduduk. Namun tempat pembuangan sampah belum dimiliki.
5.15.4. Intensitas dan Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang
Eksploitasi sumberdaya terumbu karang di Desa Kayuadi masih dalam tingkat intensitas sedang. Penggunaan destruktive fishing gear (bom dan cyanida) dan jangkar kapal di kawasan terumbu karang masih menjadi penyebab rusaknya struktur terumbu karang. Aktifitas tersebut selain dilakukan oleh beberapa warga setempat dan nelayan pendatang.
Tabel 5.87. Tingkat Intensitas Kerusakan Terumbu Karang di Desa Kayuadi
No Penyebab Utama
Tingkat Intensitas Kerusakan Tinggi Sedan
g Rendah
1 Bahan peledak/bom - -
2 Racun kimia/cyanida - -
3 Sedimentasi - -
4 Iklim global - -
5 Tsunami/gempa bumi - -
6 Jangkar perahu/kapal - -
7 Tangkap lebih/Over-fishing - -
8 Limbah Industri - -
9 Penambangan Karang batu - - 10 Bintang laut berduri/COT - - 11 Pengambilan Karang untuk
Aquarium
- -
Sumber: Survey, 2006
Pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang di wilayah ini masih tergolong tinggi dimana daerah baik pesisir maupun lautan merupakan daerah fishing ground baik oleh penduduk desa. Potensi wisata juga telah dikelola dengan baik dengan masuknya kawasan ini dalam Kawasan Nasional Takabonerate.
Hukum adat juga berlaku di Desa Kayuadi ini dengan membakar kapal atau dikeluarkan dari pulau bila ditemukan warga/nelayan melakukan aktifitas menangkap ikan secara merusak (destruktive fishing).
Tabel 5.88. Pemanfaatan Daerah Ekosistem Terumbu Karang dan Sekitarnya.
No Jenis Pemanfaatan
Luas Daerah Pemanfaatan Tinggi Sedan
g
Renda h
1 Daerah penangkapan ikan - -
2 Wisata Bahari - -
3 Daerah penampungan karang - - 4 Daerah Budidaya ikan/Rumput laut - - 5 Tidak di manfaatkan/di konservasi - -
6 Di konservasi - -
Sumber: Survey, 2006
Peran aparat pemerintah, kelompok masyarakat dan tokoh adat dan kelembagaan, di mata masyarakat memilki peluang memotivasi mereka dan mengatur peraturan tentang aktifitas pengelolaan dan eksploitasi terumbu karang. Dimata masyarakat bahwa kebijakan yang dikeluarkan dan dikerjakan oleh ketiga komponen tersebut akan berpengaruh positif dimata masyarakat desa.
Tabel 5.89. Peran kelembagaan masyarakat terhadap pengelolaan Terumbu Karang.
No Jenis Pemanfaatan
Intensitas Pengelolaan Tinggi Sedan
g Rendah
1 Lembaga adat - -
2 Lembaga agama - -
3 Lembaga Usaha/Perusahaan swasta - - 4 Lembaga koperasi Desa - -
5 Kelompok masyarakat (POKMAS) - -
6 Pemerintah Desa - -
7 Kelompok nelayan - - 8 Lembaga swadaya masyarakat - Sumber: Survey, 2006
Peran lembaga adat, pokmas, LSM serta aparat desa dapat mendorong terciptanya suasana kondusif dalam pengelolaan terumbu karang di Pulau Kayuadi ini.
5.15.5. Kondisi dan Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir
Potensi sumberdaya alam berupa kawasan wisata sangat baik dikembangkan di daerah ini.
Tabel 5.90. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Kayuadi
No Sumberdaya Kondisi
Ada Tidak Ada
1 Terumbu Karang -
2 Mangrove -
3 Tambak -
4 Sawah -
5 Diving -
6 Wisata Lainnya -
Sumber: Survey, 2006.
Desa ini memiliki potensi wisata karena memiliki keindahan alam dan budaya. Potensi wisata pantai, diving dan budaya sangat dipotensial dikembangkan karena didukung oleh kemauan masyarakat dan sifat terbuka menerima orang luar oleh masyarakat.