• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Desa Tanamalala

Dalam dokumen PEMANTAUAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (Halaman 96-103)

BAB V. PROFIL DESA LOKASI STUDI

5.7. Desa Tanamalala

5.7.1. Gambaran Umum Desa Tanamalala

Secara administratif, Desa Tanamalala termasuk dalam Kecamatan Pasimasunggu Barat. Desa Tanamalala memiliki luas sekitar 12,05 Km2 dengan panjang pantai sekitar 41.650 meter. Secara umum desa ini terdapat di Pulau Bembe. Desa Tanamalala memiliki 9 pulau yaitu Pulau Tanamalala, berpenduduk dengan luas 980,5 Ha, Pulau Karang Sane-Sane Besar 1 dan Pulau Karang Sane-Sane Besar 2 merupakan pulau yang tidak berpenghuni, Pulau Jaelamu yang tidak berpenghuni dengan luas 23 Ha, Pulau Bembe

dengan luas 187 Ha serta berpenghuni, Pulau Senopang (berpenghuni), Pulau Guru (berpenghuni), Pulau Sambiu (tidak berpenghuni), Pulau Sarimpa (tidak berpenghuni), Pulau Saranga (tidak berpenghuni) dengan luas 3,4 Ha dan Pulau Katela (tidak berpenghuni) dengan luas pulau sekitar 19 Ha. Potensi daerah pesisir dan pulau-pulau kecil dari desa ini berupa perikanan tangkap, budidaya tambak dan laut, sedangkan ikan karang, cumi-cumi, cakalang dan ikan pelagis merupakan jenis biota perikanan pesisir dan laut desa.

Karakteristik fisik lahan pesisir di desa ini berupa pantai berpasir putih dan pasir gelap, berbatu mangrove dan terdapat beberapa teluk..

Aksesbility penduduk ke ibukota kabupaten dan antar pulau di sekitar desa dan Pulau Jampea tergolong lancar dengan tersedianya kapal reguler berupa kapal motor. Aksesblity ini di dukung pula dengan keberadaan dermaga yang terdapat di desa ini yang masih tergolong baik dengan konstruksi kayu.

Kelembagaan Formal dan Informal di desa ini terdiri atas pemerintahan desa, LKMD, Remaja Masjid, dan kelompok swadaya masyarakat.

Kelembangaandari COREMAP mulai terbentuk mulai dari keberadaan reef watcher, fasilitator, motivator dan Seto mulai berjalan.

5.7.2. Demografi

Struktur populasi dan mata pencaharian di Desa Tanamalala di dominasi oleh petani (70%) dan nelayan (20 %). Hal ini didukung oleh kondisi geografis desa ini tergolong subur untuk bercocok tanam. Etnis di pulau ini merupakan suku bugis (70 %), suku makassar/selayar (20 %) dan buton (10 %).

Keseluruhan masyarakat di Desa Tanamalala beragama Islam. Jumlah penduduk di desa ini sekitar 521 orang (laki-laki 352 orang dan perempuan 353 orang) dengan perincian: Dusun Tanjung Lasore sebanyak 205 orang (laki-laki 147 orang, perempuan 130 orang), Dusun Tanjung Bone sebanyak 142 orang (laki-laki 88 orang, perempuan 106 0rang), Dusun Jaelamu sebanyak 132 orang (laki-laki 76 orang, perempuan 84 orang) dan Dusun Tanjung Koran sebanyak 58 orang (laki-laki 41 orang, perempuan 39 orang). Jumlah kepala kelurga (KK)

di desa ini sekitar 160 KK dengan kepadatan penduduk sekitar 71 orang per km2 dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang.

Tabel 5.37. Kondisi Responden di Desa Tanamalala

No Jenis Data Jumlah % Keterangan

1. Usia Responden

- 15 – 24 Tahun

-- 25 – 34 Tahun 3 37,5

- 35 – 44 Tahun 3 37,5

- 45 – 54 Tahun 2 25

2. Pendidikan

- Tidak Tamat SD

-- Tamat SD 7 88

- SMA

-- Sarjana 1 12

3. Pekerjaan Utama

- Nelayan 7 88

- Pengumpul 1 12

4. Sampingan

- Tani 5 63

- Tukang Kayu 1 12

- Tidak Ada 2 25

5. Penghasilan Perbulan

- < Rp. 200.000 1 12

- Rp. 200.000 – Rp. 500.000 7 88 - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000

-- > Rp. 1.000.000

-6. Pengeluaran

- < Rp. 200.000 7 88

- Rp. 200.000 – Rp. 500.000 1 12 - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000

-Sumber: Survey, 2006

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa umunya mereka hanya berpendidikan hingga tamat SD (88%). Pekerjaan pokok sebagai nelayan (88%). Selain itu pekerjaan sampingan, umumnya mereka bertani seperti menanam jagung dan ubi kayu. Selain untuk dijual, juga untuk kebutuhan sendiri. Penghasilan responden umumnya berkisar antara Rp. 200.000 – Rp.

500.000 perbulan, dengan biaya hidup dibawah Rp. 200.000 per bulan.

Gambar 16. Kondisi Desa Tanamalala 5.7.3. Infrasturktur

Infrastruktur yang terdapat di Desa Tanamalala umumnya telah dirasakan manfaatnya walaupun secara kuantitas dan kualitas masih tergolong sederhana, namun apresiasi masyarakat dengan keberadaan infrastruktur tersebut tergolong besar. Penerangan yang terdapat di desa ini telah 3 bulan mengalami pemadaman karena terdapat kerusakan di pembangkit listrik tenaga diesel (PLN) yang sementara dalam proses perbaikan. Sehingga sementara ini penyediaan tenaga listrik dilakukan oleh masyarakat baik secara sendiri maupun secara berkelompok membeli/menyewa generator listrik dengan membayar sebanyak Rp. 20.000 per mata lampu. Sarana jalan desa tergolong baik dengan, kondisi jalan desa terbuat dari pavin blok yang merupakan bantuan pemerintah. Sedangkan sarana komunikasi di desa ini terdapat televisi satelit dengan menggunakan jaringan parabola.

Infrastruktur di Desa Tanamalala yang tersedia seperti sarana kesehatan, peribadatan, perhubungan, penerangan. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 5.38. Kondisi Infrastruktur di Desa Tanamalala

No Infrastruktur Jumlah Kondisi Status Ket 1. Sarana Ibadah 1 Baik Swadaya Masjid 2. Sarana Pendidikan

- Taman Kanak-Kanak

1 Baik Pemerintah

- Sekolah Dasar 1 Baik Pemerintah

8. Sarana Penerangan Genarator Diesel Milik/Swadaya 18.00 – 22.00

menyala 9. Sarana Perumahan Rumah

Panggung

10. Sarana Komunikasi Televisi Hak Milik 1 buah 11. Sarana Sanitasi

- Air Bersih Sumur Baik

- WC Ada Baik

- Tempat Sampah Pantai - Sumber: Survey, 2006.

Sarana sanitasi di Desa Tanamalala masih perlu mendapatkan perhatian terutama dalam hal pembuangan sampah, dimana di desa ini belum memiliki tempat pembuangan sampah.

5.7.4. Intensitas dan Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang

Eksploitasi sumberdaya terumbu karang di Desa Tanamalala masih dalam tingkat intensitas sedang. Penggunaan destructive fishing gear tergolong masih kurang karena adanya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang perlu dijaga agar ketersediaan sumberdaya ikan di wilayah perairan desa ini dapat terjaga.

Tabel 5.39. Tingkat Intensitas Kerusakan Terumbu Karang di Desa Tanamalala

No Penyebab Utama

Tingkat Intensitas 11 Pengambilan Karang untuk

Aquarium

- -

Sumber: Survey, 2006

Pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang di wilayah ini masih tergolong tinggi dimana daerah baik pesisir maupun lautan merupakan daerah fishing ground baik oleh penduduk desa, pulau jampea maupun dari luar pulau.

Tabel 5.40. Pemanfaatan Daerah Ekosistem Terumbu Karang dan Sekitarnya.

No Jenis Pemanfaatan

Luas Daerah

Peran kelembagaan baik informal maupun formal sangat mendukung keberhasilan pengelolaan terumbu karang. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.41. Peran kelembagaan masyarakat terhadap pengelolaan Terumbu Karang.

No Jenis Pemanfaatan

Intensitas Pengelolaan Tinggi Sedan

g Rendah

1 Lembaga adat - -

2 Lembaga agama - -

3 Lembaga Usaha/Perusahaan swasta - - 4 Lembaga koperasi Desa - -

5 Kelompok masyarakat (POKMAS) - -

6 Pemerintah Desa - -

7 Kelompok nelayan - -

8 Lembaga swadaya masyarakat - - Sumber: Survey, 2006.

Berdasarkan tabel tersebut diatas menunjukkan peran kelembagaan baik kelompok masyarakat dan LSM memiliki pemgaruh dalam pengelolan terumbu karang. Hal ini merupakan apresiasi masyarakat yang menggangap mereka masih memilki kepedulian dan rasa simpati dalam memperjuangkan keleatrian sumberdaya alam.

5.7.5. Kondisi dan Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir

Melihat potensi yang dimiliki di Desa Tanamalala ini, diperlukan pendampingan ke masyarakat untuk mengoptimalkan potensi desa yang dimilikinya. Terumbu karang dapat digunakan sebagai media wisata bahari (ecotourism) yang dapat dijadikan Mata Pencaharian Alternatif (MPA) bagi masyarakat.

Tabel 5.42. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Tanamalala

No Sumberdaya Kondisi

Ada Tidak Ada

1 Terumbu Karang -

2 Mangrove -

3 Tambak -

4 Sawah -

5 Diving -

6 Wisata Lainnya -

Sumber: Survey, 2006

Dalam dokumen PEMANTAUAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (Halaman 96-103)