BAB V. PROFIL DESA LOKASI STUDI
5.12. Desa Lambego
5.12.1. Gambaran Umum Desa Lambego
Tabel 5.66. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Komba-Komba
No Sumberdaya Kondisi
Ada Tidak Ada
1 Terumbu Karang -
2 Mangrove -
3 Tambak -
4 Sawah -
5 Diving -
6 Wisata Lainnya -
Sumber: Survey, 2006.
Desa ini memiliki potensi wisata karena memiliki keindahan alam dan budaya. Potensi wisata pantai, diving dan budaya sangat dipotensial dikembangkan karena didukung oleh kemauan masyarakat dan sifat terbuka menerima orang oleh masyarakat. Di desa ini juga terdapat wisata goa yang merupakan tempat istirahat masyarakat pertama di pulau Bonerate ini.
5.12. Desa Lambego
5.12.1. Gambaran Umum Desa Lambego
Desa Lambego secara administratif termasuk dalam Kecamatan Pasimarannu. Desa Lambego merupakan satu pulau dengan luas 20,18 Km2 dengan panjang pantai sekitar 38.200 meter. Potensi daerah pesisir dan lautan dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya rumput laut dan budidaya KJA.
Dari segi jenis ikan, potensi desa ini berupa ikan Sunu, Kerapu, Baronang dan ikan pelagis lainnya. Karakteristik fisik lahan pesisir di desa/pulau ini berupa pantai cliff, berpasir putih dan berbatu koral.
Aksesbility penduduk ke ibukota kabupaten tergolong lancar dengan adanya kapal reguler dengan rute Pulau Lambego -Benteng serta desa/pulau ini merupakan salah satu tempat transit rute Bulukumba – Flores. Sedangkan akses antar pulau menggunakan jasa kapal tradisional jolloro yang terdapat di di dermaga dan siap berangkat sesuai dengan kebutuhan. Sarana jalan desa berupa pavin blok dan berpasir. Di desa ini pula terdapat sarana transportasi roda dua yang dimiliki oleh warga.
Gambar 20. Pulau Lambego 5.12.2. Demografi
Berdasarkan data potensi desa diperoleh data jumlah penduduk di Desa Lambego ini sekitar 764 orang dengan perincian laki-laki sebanyak 391 orang dan perempuan sekitar 373 orang. Jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 198 KK dengan kepadatan penduduk sekitar 12 orang per KM2 dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Mayoritas penduduk bersuku makassar/selayar dan bugis. Keseluruhan masyarakat di Desa Lambego beragama Islam. Struktur populasi dan mata pencaharian di Desa Lambego di dominasi oleh petani dengan jenis tanaman wijen, jambu mente, kelapa (kopra) dan kacang hijau. Sedangkan aktifitas nelayan, pedagang dan PNS/ABRI.
Tingkat kesejahteraan masyarakat deas ini tergolong maju dan sejahtera.
Hal ini terlihat dari kondisi perumahan dan interior serta perabotan rumah tangga umumnya tersedia lengkap.
Tabel 5.67. Kondisi Responden di Desa Lambego
No Jenis Data Jumlah % Keterangan
1. Usia Responden
- 15 – 24 Tahun - - 25 – 34 Tahun 4 - 35 – 44 Tahun - - 45 – 54 Tahun 2
2. Pendidikan
- Tidak Tamat SD 6
- Tamat SD -
- SMP -
- SMA -
- Sarjana -
3. Pekerjaan Utama
- Nelayan 3
- Petani 3
4. Sampingan
- Tani 3
- Tukang Kayu 1
- Budidaya 1
- Ternak 1
5. Penghasilan Perbulan - < Rp. 200.000 2
- Rp. 200.000 – Rp. 500.000 4 - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 - - > Rp. 1.000.000 -
6. Pengeluaran
- < Rp. 200.000 6 - Rp. 200.000 – Rp. 500.000 - - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 - - > Rp. 1.000.000 - Sumber: Survey, 2006
Desa Lambego juga merupakan desa pertanian dan perikanan dimana penduduknya merupakan petani maupun nelayan. Tingkat pendidikan di desa ini masih tergolong rendah dimana seata umum masyarakatnya tidak pernah bersekolah dan tidak tamat Sekolah Dasar. Hal ini berdampak pada tingkat pengetahuan dan pendapatan yang rendah pula, dimana pendapatan secara umum hanya bersiosar Rp. 200.000 per bulan. Hal ini pula berdampak pada proses aktifitas penangkapan yang merupakan menggunakan alat sederhana seperti pancing dan sampan.
5.12.3. Infrasturktur
Infrastruktur di Desa Lambego masih sederhana dengan tingkat kualitas dan kuantitas yang masih sedikit. Namun hal ini tidak menurungkan motivasi penduduk untuk berkarya dan berusaha.
Sarana publik di Desa Lambego seperti jalan dan dermaga tergolong baik dengan konstruksi pavin blok dan kayu. Fasilitas ini merupakan swadaya dari masyarakat desa/pulau. Sarana masjid di desa ini juga merupakan hasil swadaya dari masyarakat desa. Sarana penerangan di desa ini merupakan hasil swadaya secara berkelompok. Sedangkan sarana komunikasi di desa ini berupa televisi satelit terdapat di beberapa rumah penduduk.
Sarana sanitasi di Desa Lambego tergolong baik dengan terdapatnya MCK umum sebanyak 2 buah. Namun tempat pembuangan sampah belum dimiliki.
Sarana pabrik es di desa ini ada sebanyak 1 unit sehingga proses aktifitas pasca penangkapan tidak mengalami kendala dengan adanya suplai pendingin sehingga hasil tangkapan tetap terjaga kesegarannya.
Tabel 5.68. Kondisi Infrastruktur di Desa Lambego
No Infrastruktur Jumlah Kondisi Status Ket 1. Sarana Ibadah 1 Baik Swadaya Masjid
2. Sarana Pendidikan
- Sekolah Dasar 1 Baik Pemerintah 3. Sarana Kesehatan
-Puskesmas Pembantu
1 Baik Pemerintah
- Posyandu 2 Baik Swadaya
4. Sarana Perdagangan 2 Baik Swadaya Kios 5. Sarana Permodalan /
Koperasi
- - - -
6. Dermaga 1 Baik Swadaya Kayu
7. Sarana Jalan Baik Swadaya Pavin Blok 8. Sarana Penerangan Genarator Diesel Swadaya 18.00–22.00
menyala 9. Sarana Perumahan Rumah
Panggung
10. Sarana Komunikasi Televisi Hak Milik Mayoritas 11. Sarana Sanitasi
- Air Bersih Sumur Baik
- WC Ada Baik
- Tempat Sampah - -
12. Sarana Penginapan - - 13. Industri Pengolahan
Ikan
- - Sumber: Survey, 2006.
5.12.4. Intensitas dan Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang
Eksploitasi sumberdaya terumbu karang di Desa Lambego masih dalam tingkat intensitas rendah. Penggunaan jangkar kapal di kawasan terumbu karang masih menjadi penyebab rusaknya struktur terumbu karang. Hal ini lain juga faktor aktivitas penangkapan serta organisme predator karang yang menyebabkan tingkat kerusakan terumbu karang di desa ini.
Tabel 5.69. Tingkat Intensitas Kerusakan Terumbu Karang di Desa Lambego
No Penyebab Utama
Tingkat Intensitas 11 Pengambilan Karang untuk
Aquarium
- -
Sumber: Survey, 2006
Pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang di wilayah ini masih tergolong sedang dimana daerah baik pesisir maupun lautan merupakan daerah fishing ground baik oleh penduduk desa dan merupakan lahan budidaya laut. Tingkat intensitas tinggi dilakukan dari aspek budidaya, terutama budidaya rumput laut.
Tabel 5.70. Pemanfaatan Daerah Ekosistem Terumbu Karang dan Sekitarnya.
No Jenis Pemanfaatan
Luas Daerah
5 Tidak di manfaatkan/di konservasi - -
6 Di konservasi - -
Sumber: Survey, 2006
Peran kelembagaan baik informal maupun formal di desa ini belum berperan secara signifikan dalam mengubah persepsif masyarakat dalam hal pengelolaan terumbu karang.
Tabel 5.71. Peran kelembagaan masyarakat terhadap pengelolaan Terumbu Karang.
No Jenis Pemanfaatan
Intensitas Pengelolaan Tinggi Sedan
g Rendah
1 Lembaga adat - -
2 Lembaga agama - -
3 Lembaga Usaha/Perusahaan swasta - - 4 Lembaga koperasi Desa - - 5 Kelompok masyarakat (POKMAS) - -
6 Pemerintah Desa - -
7 Kelompok nelayan - - 8 Lembaga swadaya masyarakat - - Sumber: Survey, 2006
Peran lembaga adat, agama serta aparat desa dapat mendorong terciptanya suasana kondusif dalam pengelolaan terumbu karang di Pulau Lambego ini.
5.12.5. Kondisi dan Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir
Potensi sumberdaya alam berupa kawasan wisata sangat baik dikembangkan di daerah ini. Selain wisata pantai juga di desa ini terdapat danau yang dapat diolah menjadi lahan wisata alam.
Gambar 21. Situasi Desa Lambego
Tabel 5.72. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Lambego
No Sumberdaya Kondisi
Ada Tidak Ada
1 Terumbu Karang -
2 Mangrove -
3 Tambak -
4 Sawah -
5 Diving -
6 Wisata Lainnya -
Sumber: Survey, 2006.
Desa ini memiliki potensi wisata karena memiliki keindahan alam dan budaya. Potensi wisata pantai, diving dan budaya sangat dipotensial dikembangkan karena didukung oleh kemauan masyarakat dan sifat terbuka menerima orang luar oleh masyarakat.