• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Desa Bontolebang

Dalam dokumen PEMANTAUAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (Halaman 75-83)

BAB V. PROFIL DESA LOKASI STUDI

5.4. Desa Bontolebang

5.4.1. Gambaran Umum Desa Bontolebang

Desa Bontolebang memilki luas sekitar 1,21 Km2 dengan panjang garis pantai 9.500 meter dengan karakteristik berpsir putih yang didominasi oleh karang jenis acropora. Secara administratif, Desa Bontolebang termasuk dalam Kecamatan Bontoharu. Desa ini tedapat di Pulau Pasi (gusung) Potensi daerah pesisir dari desa ini berupa perikanan tangkap sedangkan ikan karang

dan pelagis merupakan jenis biota perikanan yang hampir ditemukan di sepanjang pesisir desa. Karakteristik fisik lahan pesisir di desa ini berupa pantai berpasir putih.

Aksesbility penduduk ke ibukota kabupaten tergolong lancar dengan tersedianya akses transportasi laut menuju ibukota kabupaten dengan jarak sekitar 3 Km dan tergolong mudah diperoleh disepanjang pesisir Pulau Pasi ini.

Gambar 13. Kondisi Desa Bontolebang 5.4.2. Demografi

Berdasarkan data potensi desa tahun 2006, di peroleh data jumlah penduduk sebanyak 790 orang dengan perincian laki-laki sebanyak 419 orang dan 371 orang perempuan. Sedangkan jumlah rumah tangga sebanyak 180 KK.

Etnis yang ada di Desa Bontolebang ini keseluruhannya bersuku Makassar. Sedangkan kepercayaan masyarakat sekitar 788 orang beragama Islam dan hanya 2 orang yang memilki aliran kepercayaan.

Berdasarkan data potensi desa Tahun 2006, menunjukkan bahwa masyarakat yang tidak bersekolah sebanyak 91 orang (11,5%), tidak tamat Sekolah Dasar sebanyak 232 orang (29%), tamat SD 250 orang(31,5%), tamat SMP sebanyak 27 orang (3%) dan SMA sebanyak 20 orang (2%). Hal ini menunjukkan bahawa tingkat pendidikan di desa ini masih tergolong sangat rendah. Hal ini berimbas pada penyediaan sumberdaya manusia yang tergolong lambat sehingga untuk tingkat kemajuan desa juga tergolong lambat. Data tersebut juga terlihat pada responden yang ditemui, juga

menunjukkan tingkat pendidikan yang masih rendah. Hal tersebut terlihat pada hasil survey yang telah dilakukan (Tabel 5.19).

Tingkat umur responden di Desa Bontolebang merupakan usia produktif dimana 60 % berusia 35 – 44 tahun. Pekerjaan pokok responden adalah nelayan (70%) yang merupakan pekerjaan yang dilakukan secara turun temurun.

Tingkat kesejahteraan penduduk di desa ini tergolong sederhana, hal ini terlihat pada kondisi rumah panggung yang sederhana dengan perabot rumah yang seadanya. Tingkat penghasilan nelayan di desa ini sekitar Rp. 200.000 – Rp. 500.000 per bulan. Penghasilan ini mereka anggap cukup disebabkan pengeluaran secara umum perbulan sekitar dibawah Rp 200.000.

Tabel 5.19. Kondisi Responden di Desa Bontolebang

No Jenis Data Jumlah % Keterangan

1. Usia Responden

- 15 – 24 Tahun - -

- 25 – 34 Tahun 4 40

- 35 – 44 Tahun 6 60

- 45 – 54 Tahun - -

2. Pendidikan

- Tidak Sekolah/Tidak Tamat SD 1 10

- Tamat SD 3 30

- SMP 4 40

- SMA 2 20

- Sarjana - -

3. Pekerjaan Utama

- Nelayan 7 70

- Pengumpul 1 10

- Petani 1 10

- PNS 1 10

4. Sampingan

- Tani 6 60

- Tukang Kayu 3 30

- Tidak Ada 1 10

5. Penghasilan Perbulan

- < Rp. 200.000 1 10 - Rp. 200.000 – Rp. 500.000 5 50 - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 3 30 - > Rp. 1.000.000 1 10

6. Pengeluaran

- < Rp. 200.000 5 50 - Rp. 200.000 – Rp. 500.000 4 40 - Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 1 10 - > Rp. 1.000.000 - - Sumber: Survey, 2006.

5.4.3. Infrasturktur

Infrastruktur di Desa Bontolebang umumhya telah dinikmati oleh warga masyarakat. Tersedianya seperti sarana kesehatan, peribadatan, perhubungan, dan penerangan. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 5.20. Kondisi Infrastruktur di Desa Bontolebang

No Infrastruktur Jumlah Kondisi Status Ket 1. Sarana Ibadah 3 Baik Swadaya

dan Bantuan Pemerintah

Masjid

2. Sarana Pendidikan 1 Baik Pemerintah Sekolah Dasar 3. Sarana Kesehatan 1 Baik Pemerintah Pustu 4. Sarana Perdagangan - - - - 8. Jembatan 1 Baik Pemerintah Kayu/Beton 8. Sarana Penerangan Baik Bantuan

Pemerintah

6 – 11 Jam Menyala

9. Sarana Perumahan Rumah Panggung 10. Sarana Komunikasi Telepon, Televisi,

Radio dan Wartel

Hak Milik 11. Sarana Sanitasi

- Air Bersih Sumur Baik Swadaya

- WC Ada Baik Swadaya

- Tempat Sampah Pantai - Sumber: Survey, 2006.

Masjid di desa ini terdapat 3 buah yang merupakan swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah daerah setempat. Letak sarana ibadah berupa masjid terletak di tengah perkampungan sehingga akses masyarakat untuk mengjakaunya cukup mudah. Sarana ibadah di desa ini juga berfungsi sebagai

sarana sosial bagi masyarakat untuk diadakan acara tingkat desa dan pertemuan untuk membahas persoalan desa.

Untuk sarana pendidikan, di Desa Bontolebang hanya memiliki 1 buah Sekolah Dasar. Sedangkan untuk ketingkat lebih tinggi seperti SMP dan SMA, dilakukan di ibukota kabupaten, Benteng. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala karena aksesbility tergolong lanjar, murah dan mudah dijangkau.

Sarana kesehatan di desa ini hanya terdapat puskesmas pembantu.

Sarana sanitasi pembuangan sampah belum terdapat di desa ini, sehingga sampah umumnya dibakar atau dibuang kepantai. Penyediaan sarana air bersih di desa ini tidak mengalami kendala karena banyak terdapat sumur yang dimiliki oleh warga.

Sarana komunikasi dan perhubungan juga tidak mengalami kendala karena baik akses darat mudah terjangkau, begitu pula akses komunikasi juga telah merata di desa ini. Penggunaan telepon baik selular maupun PSTN serta Wartel juga terdapat di desa ini. Televisi dengan jaringan satelit juga telah menjakau di desa ini. Begitu siaran radio baik gelombang pendek (FM) maupun gelombang panjang (AM) telah dinikmati oleh masyarakat desa.

5.4.4. Intensitas dan Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang

Intensitas kerusakan terumbu karang di desa ini akibat destruktive fishing masih tergolong rendah. Hal ini tingkat pengawasan dan pengelolaan terumbu karang di desa ini telah dilakukan baik secara kelompok masyarakat maupuin oleh aparat penegak hukum. Kerusakan terumbu karang umumnya disebabkan oleh jangkar kapal karena saerah ini merupakan jalur trasportasi laut menuju benteng sebagai ibukota kabupaten. Eksploitasi terumbu karang untuk kepentingan bisnis seperti Marine Aquarium Trade telah dilakukan baik oleh masyarakat lokal maupun pendatang.

Tabel 5.21. Tingkat Intensitas Kerusakan Terumbu Karang di Desa Bontolebang

No Penyebab Utama

Tingkat Intensitas 11 Pengambilan Karang untuk

Aquarium - -

Sumber: Survey, 2006

Pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang di wilayah ini tergolong besar untuk dijadikan sebagai fishing ground dimana didaerah ini terdapat jenis ikan karang yang memilki nilai ekonomis yang cukup tinggi seperti Ikan Sunu dan Ikan Kerapu. Sedangkan untuk wisata bahari yang masih kurang dikelola dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 5.22.

Peran kelembagaan baik informal maupun formal sangat mendukung keberhasilan pengelolaan terumbu karang. Hal ini dapat dilihat pada tabel Tabel 5.23.

Tabel 5.22. Pemanfaatan Daerah Ekosistem Terumbu Karang dan Sekitarnya.

No Jenis Pemanfaatan

Luas Daerah

Tabel 5.23. Peran kelembagaan masyarakat terhadap pengelolaan Terumbu Karang.

No Jenis Pemanfaatan

Intensitas Pengelolaan Tinggi Sedan

g Rendah

1 Lembaga adat - -

2 Lembaga agama - -

3 Lembaga Usaha/Perusahaan swasta - - 4 Lembaga koperasi Desa - -

5 Kelompok masyarakat (POKMAS) - -

6 Pemerintah Desa - -

7 Kelompok nelayan - -

8 Lembaga swadaya masyarakat - - Sumber: Survey, 2006

Lembaga adat, LSM, Pokmas dan Perusahaan memilki peran untuk dilibatkan dalam pengelolaan terumbu karang. Seperti perusahaan, dengan menerapkan standar mutu lingkungan diharapkan eksploitasi terumbu karang dapat berwawasan lingkungan. Begitu pula dengan lembaga adat, Pokmas dan LSM diharapkan proses pendampingan terus digalakkan.

5.4.5. Kondisi dan Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir

Terumbu karang dan Mangrove sangat potensial untuk dikembangkan karena dengan keberadaan sumberdaya alam pesisir di desa, dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat sebagai pendapatan alternatif. Di desa ini, sumberdaya terumbu karang dan mangrove terdapat di sepanjang pesisir pantai, namun untuk pemanfaatan masih belum dilakukan baik untuk kegiatan budidaya, wisata maupun untuk daerah konservasi belum dikembangkan.

Tabel 5.24. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Bontolebang

No Sumberdaya Kondisi

Ada Tidak Ada

1 Terumbu Karang -

2 Mangrove -

3 Tambak -

4 Sawah -

5 Diving -

6 Wisata Lainnya -

Sumber: Survey, 2006

Dalam dokumen PEMANTAUAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (Halaman 75-83)