• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Desa Pulo Madu

Dalam dokumen PEMANTAUAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (Halaman 159-165)

BAB V. PROFIL DESA LOKASI STUDI

5.16. Desa Pulo Madu

5.16.1. Gambaran Umum Desa Pulo Madu

Desa Pulo Madu secara administratif termasuk dalam Kecamatan Pasilambena dan berada di Pulau Madu sendiri. Desa ini memiliki luas sekitar 7 Km2 dengan panjang pantai sekitar 20.750 meter. Potensi dari segi jenis ikan ekonomis penting berupa Ikan Tuna Ekor Kuning (Madidihang), Ikan Katamba, Ikan Layang, Kerapu, dan Teripang. Selain hal tersebut potensi Keramba Jaring Apung berpotensial untuk dikembangkan di perairan daerah ini. Karakteristik fisik lahan pesisir di desa/pulau ini berupa pantai small cliff, koral, batu, mangrove dan memiliki kawasan terumbu karang.

Aksesbility penduduk ke ibukota kabupaten tergolong lancar dengan adanya kapal reguler dengan rute Desa/Pulau Madu – Benteng. Sedangkan akses antar pulau menggunakan jasa kapal tradisional jolloro yang terdapat di di dermaga dan siap berangkat sesuai dengan kebutuhan.

5.16.2. Demografi

Desa Pulo Madu memiliki jumlah penduduk ini sekitar 1.241 orang.

Jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 312 KK dengan kepadatan penduduk sekitar 162 orang per km2 dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Mayoritas penduduk bersuku buton dan makassar/selayar.

Keseluruhan masyarakat di Desa Pulo Madu beragama Islam.

Struktur populasi dan mata pencaharian di Desa Pulo Madu di dominasi oleh petani (40 %), nelayan (30 %), pedagang (20%), PNS/ABRI (5%) dan jasa lainnya (5%). Umumnya aktifitas nelayan menggunakan sarana tanpa kapal motor. Aktifitas masyarakat pada musim barat (Desember – Mei) dilakukan aktifitas bertani dan pada musim timur (Juni – November) melakukan aktifitas

melaut. Alat yang digunakan umumnya alat sederhana berupa bubu, pancing dan lanra. Kepercayaan sebelum melaut dilakukan oleh masyarakat melakukan doa selamatan untuk lokasi penangkapan yang memerlukan waktu lama dan lokasi yang jauh. Penjulan hasil penangkapan umumnya salurkan ke daerah Makassar, Buton dan Maumere.

Tabel 5.91. Kondisi Responden di Desa Pulomadu

No Jenis Data Jumlah % Keterangan

Sumber: Survey, 2006.

Berdasarkan data diatas bahwa tingkat pendidikan responden di Desa Pulau madu adalah tamat SD dengan pekerjaan utama sebagai nelayan pancing dan menggunakan kapal sampan dan jolloro. Pekerjaan sampingan adalah pembudidaya ikan, petani dan tukang kayu. Pendapatan masyarakat sekitar Rp. 500.000 – 1.000.000 per bulan dengan pengeluaran sekitar Rp.

200.000 – 500.000 per bulan.

5.16.3. Infrasturktur

Infrastruktur di Desa Pulo Madu tergolong sederhana namun secara apresiasi oleh masyarakat, sarana tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tabel 5.92. Kondisi Infrastruktur di Desa Pulo Madu

No Infrastruktur Jumlah Kondisi Status Ket 1. Sarana Ibadah 3 Baik Swadaya dan

Bantuan Pemerintah

Masjid

2. Sarana Pendidikan

- Sekolah Dasar 1 Baik Pemerintah 3. Sarana Kesehatan

-Puskesmas Pembantu

1 Baik Pemerintah

4. Sarana Perdagangan 1 Baik Swadaya Pasar 8. Sarana Penerangan Genarator Diesel Swasta 18.00–24.00

menyala 9. Sarana Perumahan Rumah

Panggung 10. Sarana Komunikasi Televisi dan

Radio

Hak Milik Mayoritas 11. Sarana Sanitasi

- Air Bersih Sumur Baik

- WC Ada Baik

- Tempat Sampah - -

12. Sarana Penginapan - - 13. Industri Pengolahan

Ikan

- - Sumber: Survey, 2006.

Sarana jalan di Desa Pulo Madu yang terbuat dari pavin blok dan tanah pengerasan. Sarana jalan ini merupakan swadaya dari masyarakat dan bantuan dari pemerintah. Penerangan desa di suplai oleh PLN dengan lama menyala sekitar 6 jam, dari 18.00 – 24.00.

Sarana penerangan di desa ini dilakukan oleh pihak swasta (skala kecil) dengan membebankanbiaya produksi sebesar Rp. 7.000 per mata lampu per bulan.

Sarana sanitasi di Desa Pulo Madu tergolong baik dengan terdapatnya WC di hampir tiap rumah penduduk. Namun tempat pembuangan sampah belum dimiliki.

Gambar 23. Situasi Pulau Mado

5.16.4. Intensitas dan Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang

Eksploitasi sumberdaya terumbu karang di Desa Pulo Madu masih dalam tingkat intensitas sedang. Penggunaan destruktive fishing gear (bom dan cyanida) dan jangkar kapal di kawasan terumbu karang masih menjadi penyebab rusaknya struktur terumbu karang. Aktifitas tersebut selain dilakukan oleh beberapa warga setempat dan nelayan pendatang.

Tabel 5.93. Tingkat Intensitas Kerusakan Terumbu Karang di Desa Pulo Madu

No Penyebab Utama 11 Pengambilan Karang untuk

Aquarium

- -

Sumber: Survey, 2006

Pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang di wilayah ini masih tergolong tinggi dimana daerah baik pesisir maupun lautan merupakan daerah fishing ground baik oleh penduduk desa. Potensi wisata juga telah dikelola dengan baik dengan masuknya kawasan ini dalam Kawasan Nasional Takabonerate.

Tabel 5.94. Pemanfaatan Daerah Ekosistem Terumbu Karang dan Sekitarnya.

No Jenis Pemanfaatan

Luas Daerah

6 Di konservasi - - Sumber: Survey, 2006

Hukum adat juga berlaku di Desa Pulo Madu ini dengan membakar kapal atau dikeluarkan dari pulau bila ditemukan warga/nelayan melakukan aktifitas menangkap ikan secara merusak (destruktive fishing).

Peran aparat pemerintah, kelompok masyarakat dan tokoh adat dan kelembagaan, di mata masyarakat memilki peluang memotivasi mereka dan mengatur peraturan tentang aktifitas pengelolaan dan eksploitasi terumbu karang. Di mata masyarakat bahwa kebijakan yang dikeluarkan dan dikerjakan oleh ketiga komponen tersebut akan berpengaruh positif di mata masyarakat desa.

Tabel 5.95. Peran kelembagaan masyarakat terhadap pengelolaan Terumbu Karang.

No Jenis Pemanfaatan

Intensitas Pengelolaan Tinggi Sedan

g Rendah

1 Lembaga adat - -

2 Lembaga agama - -

3 Lembaga Usaha/Perusahaan swasta - - 4 Lembaga koperasi Desa - -

5 Kelompok masyarakat (POKMAS) - -

6 Pemerintah Desa - -

7 Kelompok nelayan - -

8 Lembaga swadaya masyarakat - - Sumber: Survey, 2006

Peran lembaga adat, agama, pokmas, LSM serta aparat desa dapat mendorong terciptanya suasana kondusif dalam pengelolaan terumbu karang di Pulau Pulo Madu ini.

5.16.5. Kondisi dan Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir

Potensi sumberdaya alam berupa kawasan wisata sangat baik dikembangkan di daerah ini.

Tabel 5.96. Kondisi Potensi Sumbedaya Alam, Buatan dan Jasa Lingkungan Pesisir di Desa Pulo Madu

No Sumberdaya Kondisi

Ada Tidak Ada

1 Terumbu Karang -

2 Mangrove -

3 Tambak -

4 Sawah -

5 Diving -

6 Wisata Lainnya -

Sumber: Survey, 2006.

Desa ini memiliki potensi wisata karena memiliki keindahan alam dan budaya. Potensi wisata pantai, diving dan budaya sangat dipotensial dikembangkan karena didukung oleh kemauan masyarakat dan sifat terbuka menerima orang luar oleh masyarakat.

Dalam dokumen PEMANTAUAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (Halaman 159-165)