• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Pelajaran:

Memahami pentingnya memegang hari Sabat.

Ayat Hafalan:

“Dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat, Ia masuk ke rumah ibadat.”

(Luk. 4:16) Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Tuhan Yesus, kami bersyukur atas segala kasih-Mu. Engkau telah memberikan hari peristirahan bagi kami pada hari Sabat, sehingga kami dapat meninggalkan pekerjaan kami dan berkonsentrasi beribadah kepada-Mu. Sekarang, kami berkumpul di sini untuk mendengarkan firman dan pengajaran-Mu. Berilah kami hikmat,kekuatan, dan pengertian, sehingga kami dapat melakukan kehendak-Mu. Haleluya, Amin.

Hari Sabat

Kata “Sabat” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “berhenti”. Dalam Kej. 2:3, selama penciptaan, kata "Sabat" tidak dipakai. Namun, kata “beristirahat” jelas adalah akar dari kata "Sabat". Adalah suatu hal yang nyata bahwa Allah memakai kata "Sabat" menggantikan “hari ketujuh” dalam Kel. 20:11 untuk menyamakan kedua kata tersebut. Catatan pertama tentang memegang Sabat seperti yang dituntut oleh Allah adalah ketika bangsa Israel berjalan dari Mesir ke Sinai. (Kel. 16) Mereka tidak diperbolehkan mengumpulkan manna pada hari ketujuh. Pentingnya perintah ini dapat dilihat dalam hukuman yang keras pada pelanggar hari Sabat. Seperti yang tercatat dalam Bil. 15:32-36, orang yang mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat akan mendapat penghakiman dengan hukuman mati. Bukan berarti Allah kejam, tetapi karena manusia memiliki kecenderungan untuk melanggar

Hari Sabat

PELAJARAN

KOSA-KATA

PELAJARAN

Hari Sabat:

Hari ketujuh, hari peristirahatan yang dikuduskan oleh Allah

Sinagoge:

Tempat ibadah Yahudi

Farisi:

Golongan orang Yahudi yang memegang teguh hukum Taurat dan adat istiadat

PEMAHAMAN

MURID-MURID

Bila Anda bertanya kepada murid-murid mengenai mengapa penting untuk datang ke gereja pada hari Sabtu, maka mereka dengan tidak ragu akan mengatakan karena hari itu adalah hari Sabat. Sekalipun mereka menyadari bahwa hari Sabat ditetapkan oleh Allah sebagai hari peristirahatan, namun apa makna sesungguhnya bagi mereka? Apakah mereka datang ke gereja karena kebiasaan atau karena ingin bermain dengan teman-teman mereka?

Adalah penting pada usia ini murid-murid Anda membangun hati yang beribadah pada hari Sabat. Memegang hari Sabat itu bukanlah berarti selalu berada di gereja, sekalipun hal ini tidak dianjurkan kepada murid-murid. Tetapi yang terpenting dalam memegang hari Sabat adalah bagaimana kita dengan sepenuhnya mengingat akan Allah dan kasih-Nya kepada setiap orang. Mereka harus didorong agar dengan segenap hati dapat beribadah kepada Allah sepanjang waktu. Allah melihat hati mereka dan mengetahui apa yang mereka pikirkan. Hari Sabat adalah hari ketika mereka dapat mendekati Yesus. Doronglah setiap orang murid untuk berhenti dan merenungkan satu hal yang harus mereka patut syukuri atau mengingat Allah setiap Sabat ketika mereka bangun atau sebelum tidur. mereka seperti: Tidaklah salah bila menyantap makanan pada hari Sabat, bahkan yang harus dipetik dahulu sekalipun. Melakukan hal yang baik adalah tidak berdosa, karena Tuhan yang pemurah dan penuh pengertian adalah Allah atas hari Sabat.

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai perintah ketiga. Apakah perintah ketiga itu? (Jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan.) Seringkali orang menyebut kata "Allah", "Yesus", atau "Tuhan" untuk menyatakan rasa terkejut, marah ataupun putus asa. Semua perkataan tersebut adalah keliru, karena telah menyalahgunakan nama Allah. Sebaiknya nama Allah diucapkan pada saat menaikkan pujian, berdoa ataupun beribadah. Kita pun perlu berhati-hati dalam berkata-kata kepada sesama. Kadang, kata yang diucapkan menyakiti perasaan orang lain. Itulah mengapa penting untuk memikirkan apa yang kita akan ucapkan sebelum kita mengatakannya. Yesus menginginkan kita mengikuti teladan-Nya dan belajar berhati-hati dalam berkata-kata.

Perintah Keempat

Sepuluh perintah Allah ditulis di atas dua loh batu dengan tangan Allah sendiri. Dia menginginkan agar Musa membawa dua loh batu itu kepada bangsa Israel dan membacakannya di hadapan mereka, sehingga mereka akan tahu bagaimana mematuhi Allah itu. Inilah tujuan Allah membuat hukum yang begitu penting di atas dua loh batu ini. Perintah keempat penting bagi kehidupan seorang Kristen dan Allah mengingini manusia untuk melakukannya.

Tuhan berfirman, ”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Enam hari lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari ketujuh adalah Sabat bagi Tuhan Allahmu.” Inilah mengapa orang datang ke gereja pada hari Sabat. Mereka berhenti dari pekerjaan mereka dan ingin mengingat kasih Allah pada hari istimewa tersebut. Allah membuat contoh bagi manusia ketika Dia beristirahat pada hari ketujuh setelah enam hari penciptaan.

Peraturan Yang Ketat

Pada masa Perjanjian Lama, hari Sabat dipegang dengan sungguh. Ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, mereka menjalani hidup mereka dengan makan manna setiap harinya. Mereka harus mengumpulkan manna setiap hari dekat perkemahan mereka. Tetapi karena Allah menguduskan hari Sabat sebagai hari perhentian khusus, maka Dia tidak pernah memberi manna pada hari ketujuh itu. Dia tidak menginginkan mereka bekerja pada hari yang kudus itu. Sebagai gantinya, Dia menurunkan lebih banyak makanan sehari sebelumnya, sehingga bangsa itu memiliki cukup makanan. Setelah bangsa Israel menetap di tanah mereka, tidak seorangpun yang diperbolehkan bekerja, bahkan para hamba ataupun hewan milik tuan rumah sekalipun. Mereka tidak boleh memasak, membersihkan atau mengumpulkan kayu untuk menyalakan api. Allah menginginkan bangsa Israel mematuhinya. Apabila mereka tidak mengikuti perintah Allah, maka mereka akan mendapat hukuman yang berat.

MENGULANG

DAN PERTANYAAN

Mereka begitu berusaha untuk mengikuti peraturan yang baru ini, sehingga merekapun kehabisan waktu untuk beribadah kepada Allah.

Yesus Memelihara Hari Sabat

Ketika Yesus datang ke dunia, Dia pun tetap menguduskan hari sabat. Dia berusaha memimpin banyak orang untuk kembali kepada pemahaman sesungguhnya memegang hari Sabat. Jadi setiap hari ketujuh, Dia pergi ke sinagoge (tempat ibadah) dan mengajar umat tentang kasih dan kuasa Allah. Dia pun ingin menunjukkan betapa anehnya sebagian hukum Taurat mereka.

Pada suatu hari Sabat, ada seorang yang lumpuh tangannya di dalam sinagoge tempat Yesus sedang berbicara. Ketika Yesus melihat orang itu, Dia berbelas kasihan kepadanya dan ingin menolongnya. Sebagian orang Farisi pun hadir di tempat ibadah itu. Mereka sungguh ketat dalam memegang peraturan yang telah mereka tambahkan mengenai hari Sabat.

Mereka berkata dalam hatinya, ”Yesus tidak akan menyembuhkan siapapun hari ini. Ini adalah hari Sabat. Dia harus beristirahat atau Dia akan melanggar perintah Allah yang keempat.”

Yesus pun mengetahui apa yang mereka sedang pikirkan. Dia melihat ke sekeliling dan berkata, ”Apakah melakukan hal baik pada hari Sabat itu melanggar hukum Taurat? Bila seekor dombamu jatuh pada hari Sabat ke dalam sumur, tidakkah engkau akan menariknya keluar?” Yesus mengatakan hal ini untuk menunjukkan kepada orang Farisi bahwa mereka belum mengerti benar apa makna sesungguhnya memegang hari Sabat itu. Memang benar hari Sabat adalah hari peristirahatan, tetapi tidaklah pernah dikatakan salah bila menolong orang yang sedang memerlukannya. Orang Farisi begitu fanatik tersebut sampai mereka tidak memperbolehkan orang untuk disembuhkan. Allah mengasihi setiap orang dan menginginkan mereka untuk mengingat dan menyembah-Nya, di antaranya adalah dengan cara menolong orang lain. Sepanjang tujuannya adalah untuk mengingat kasih dan kuasa Allah, maka hal itu diperbolehkan.

Setelah mengatakan hal ini, Yesus berpaling kepada orang yang lumpuh tangannya itu dan berkata, “Ulurkanlah tanganmu.” Seketika, tangannya benar-benar sembuh. Yesus memberi teladan yang baik untuk diikuti.

Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Tuhan berfirman, ”Ingatlah dan kuduskanlah hari __________ (Sabat).

2. Setelah penciptaan dunia ini, Allah beristirahat pada hari __________ (ketujuh). 3. Orang Farisi berlaku benar dalam memegang hari Sabat dengan tidak

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Mengapa kamu perlu beristirahat pada hari Sabat?

2. Hal apakah yang seharusnya kamu lakukan pada hari Sabat? 3. Hal apakah yang tidak boleh kamu lakukan pada hari Sabat?

AKTIVITAS 1

Sasaran:

Mengingatkan murid-murid tujuan beribadah di gereja pada hari Sabat

Bagian A Petunjuk:

Tuliskan tiga alasan kamu datang ke gereja pada hari Sabtu. Rencanakan pula satu hal khusus yang kamu akan lakukan setiap kali datang ke gereja pada hari Sabtu. Tuliskanlah di kalender (kalender kelas yang ditempelkan) untuk mengingatkan dirimu. 1. ________________________________________ 2. ________________________________________ 3. ________________________________________ Bagian B Petunjuk:

Bacalah Mzm. 100 untuk menemukan cara membuat hari Sabat menjadi waktu yang khusus bagi dirimu dan Allah. Tambahkan beberapa ide untuk menyelesaikan kalimat pemazmur.

Aku dapat membuat suara sukacita kepada Tuhan dengan ___________________. Aku dapat melayani Tuhan dengan sukacita dengan ________________________. Aku dapat bersyukur kepada Allah untuk hal ______________________________. Aku dapat memuji Allah karena Dia adalah _______________________________ .

Sasaran:

Agar murid-murid mengerti bahwa kita dapat memegang hari Sabat di tempat lain selain di gereja pada saat-saat tertentu - di luar kendali kita, seperti saat dalam perjalanan ke gereja, kita mengalami hambatan di jalan sampai waktu ibadahnya telah usai, atau kita harus berbaring di tempat tidur karena sakit, dan lain sebagainya. Yang terpenting adalah apakah kita memiliki hati sepenuhnya menyembah Allah pada situasi tersebut.

Petunjuk:

Bacalah cerita ini di depan kelas. Lalu adakan diskusi bersama dengan murid-murid. Pada suatu hari yang cerah dan hembusan angin yang dingin, keluarga Lee mengadakan kunjungan ke kerabat mereka dan harus menempuh perjalanan yang cukup lama. Elizabeth dan Darryl akan menjenguk bibi, paman dan sepupu yang telah dua tahun lamanya mereka tidak kunjungi. Mereka pun akan pergi ke gereja bersama pada hari Sabat. Ada alasan tertentu mengapa mereka melakukan perjalanan tiga jam lamanya ini. Bibi mereka baru saja melahirkan bayi perempuan dan mereka ingin melihat bayi tersebut. Itulah yang membuat hati Elizabeth dan Darryl semakin bersemangat. Mereka mempersiapkan segalanya, termasuk Alkitab.

Sebelum keberangkatan pada pagi itu, merekapun berdoa di hadapan Allah, mohon kiranya Allah menuntun dan melindungi mereka dalam perjalanan yang panjang itu. Saat itu pertengahan musim dingin dan cuaca pada pagi itu tampak cerah. Namun tidak lama kemudian, langitpun mulai tampak mendung dan makin mendung. Akhirnya, hujanpun mulai turun. Ayah Daryll menyalakan lampu depan mobilnya dan mengendarai lebih lambat saat hujan makin deras. Cuacapun makin memburuk.

Ketika hujan turun, Elizabeth sedang tertidur, dengan kepala di atas bantal menghadap ke jendela sambil memimpikan hadiah ulang tahunnya. Namun tiba-tiba seseorang menggoyangkan tangannya. Diapun mulai membukakan matanya dan mendengar kakaknya berteriak kepadanya.

“Lihat,” kata Darryl, ”Itu salju pertama pada tahun ini!”

Lalu Elizabeth mendekati jendela mobilnya dan melihat salju yang turun bersama dengan hujan yang lebat. Beberapa lama kemudian, salju turun makin deras dan angin pun berhembus makin kencang. Lagi pula, sang ayah sedang mengemudi di jalan yang berliku-liku, sehingga makin sulit untuk melihat jalan dengan jelas. Saljupun turun lebih lebih daripada hujan dan angin pun berhembus makin kencang. Dalam beberapa saat saja, semuanya itu berubah menjadi sebuah

AKTIVITAS 2

Dokumen terkait