Ayat Hafalan:
“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi.” (Ef. 4:28a)
Doa:
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Tuhan Yesus, Engkau adalah Allah yang maha kuasa. Engkau melihat dan mengetahui segala sesuatu, sekalipun kami melakukan hal-hal yang tersembunyi dan mengira tidak ada yang tahu. Itu adalah kelemahan kami. Kami perlu mengingat bahwa Engkau selalu beserta kami. Ketika kami lemah, kami harus berdoa kepada-Mu dan memohon pertolongan dan pimpinan-Mu. Ajarlah kami memegang perintah-Mu. Kami memuji nama-Mu yang kudus. Haleluya, Amin.
Mencuri
Ada aturan ketat yang tercatat dalam Perjanjian Lama perihal mencuri. Tindakan ini merupakan kejahatan dan bila tertangkap harus mengembalikan
Im. 22:1-4) Hal ini mengakibatkan beberapa hal. Yang pertama sebagai pencegah tindakan pencurian yang akan terjadi kelak. Lalu juga membantu menghilangkan kerugian yang disebabkan dan membantu orang untuk lebih mengampuni. Adalah penting untuk dicatat, hukuman mencuri akan lebih berat bila mencuri hak Allah seperti yang terjadi pada kasus Akhan.
Pada umumnya, beberapa orang sarjana teologi beranggapan bahwa pengertian mencuri dalam hukum Taurat itu juga termasuk mengambil hak dan dua kali lipat atau empat kali lipat dari nilai barang yang telah dicuri. (
Jangan Mencuri
PELAJARAN
PEMAHAMAN
MURID-MURID
Mencuri:
Mengambil sesuatu tanpa seizin
Piala:
Cangkir atau gelas; perkakas bait suci
KOSA-KATA
PELAJARAN
Mencuri sering kali diartikan sebagai tindakan pengambilan sesuatu dari sesama tanpa sepengetahuan atau seizin mereka. Namun dalam beberapa kasus tertentu, dapat pula melebihi pengertian yang semula. Menemukan sesuatu dan tidak mengembalikannya atau menolak mengembalikan sesuatu adalah bentuk lain dari mencuri. Orang mengira mengambil barang bukanlah masalah besar, karena tidak menyakiti seseorang. Mereka seringkali lupa bahwa tindakan itu merupakan dosa yang dilakukan dengan sengaja terhadap Allah.
Adalah penting membuat murid-murid Anda mengerti alasan orang mencuri. Ada yang beranggapan adalah suatu hal yang menyenangkan dan menegangkan bila mencuri dan tidak ketahuan ataupun tertangkap. Mungkin terdorong rasa iri dengan apa yang orang lain miliki. Mungkin pula terpaksa karena tidak memiliki sejumlah uang untuk membeli apa yang mereka butuhkan. Tetapi tidak ada satu alasanpun yang dapat membenarkan perbuatan mereka dan yang biasanya membawa lebih banyak masalah. Untuk membantu agar murid-murid memiliki pengertian yang lebih baik, bagikanlah kepada mereka beberapa tanda untuk diwaspadai: Mengeluh dan kurang bersyukur atas apa yang mereka miliki, merasa sedih atau marah karena tidak dapat atau belum memilikinya, bersedia melakukan apapun asalkan mendapatkan apa yang mereka belum miliki. Ingatkan murid-murid Anda, tidak peduli seberapa pintar seseorang, Allah melihat segala sesuatu. Tidak ada yang dapat luput dari penghakiman-Nya kelak. Juga ingatkan mereka bahwa Allah akan selalu memelihara hidup manusia. Doronglah mereka untuk berdoa dengan tulus dan memohon apa yang benar-benar mereka butuhkan.
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari perintah ketujuh. Apakah itu? (Jangan berzinah.) Apa pengertian berzinah itu? (Melakukan hubungan intim dengan orang lain yang bukan pasangannya.) Tindakan ini membuat kita berdosa di hadapan Allah, karena Dia menciptakan satu orang laki-laki dan satu orang perempuan untuk bersama yang bermula dari Adam dan Hawa. Ketika bangsa Israel dan Daud melanggar perintah ini, maka Allah menjadi begitu murka sampai menghukum mereka dengan keras. Tetapi Yusuf taat kepada Allah dan iapun diberkati. Dari kisah ini, kita beroleh pengajaran bahwa tubuh kita adalah bait Allah dan adalah tindakan keliru bila kita mencemarkannya dengan cara apapun.
Perintah Kedelapan
Allah telah memilih bangsa Israel sebagai umat-Nya. Dia ingin menolong mereka memiliki kehidupan yang baik dan itulah alasan Allah memberikan Sepuluh Perintah untuk mereka ikuti. Sebagai perintah kedelapan, Allah menyuruh Musa mengatakan kepada bangsa Israel, “Jangan mencuri”. Mencuri adalah dosa besar di mata Allah dan semua orang Israel mengetahui hal ini. Sekalipun demikian, ternyata masih tetap ada orang yang memilih untuk tidak taat kepada Allah dan merekapun dihukum.
Anak-Anak Eli
Eli adalah seorang imam yang memelihara bait Allah. Dia memiliki dua orang anak laki-laki yang dilatihnya untuk menjadi imam. Ketika Eli telah berusia lanjut, anak-anaknya mengambil alih pelayanan ayah mereka di bait Allah. Tetapi mereka tidaklah seperti Eli, mereka penuh dengan kefasikan dan kejahatan. Mereka tidur dengan para perempuan yang datang ke bait Allah, dan tidak peduli terhadap umat ataupun menolong mereka. Pada waktu memberi persembahan korban, mereka pun mengambil bagian terbaik yang dipersembahkan orang Israel kepada Allah. Sekalipun mereka imam dan tahu benar akan hukum Taurat, tetapi mereka tidak mematuhinya. Mereka tidak hanya melanggarnya, tetapi juga mencuri benda-benda yang dipersembahkan kepada Allah. Semua tindakan mereka membuat Allah murka, dan Dia berfirman kepada Eli bahwa tidak akan ada dalam keluarganya yang hidup sampai tua karena segala dosa mereka. Kemudian, kedua orang anak Elipun mati pada hari yang sama.
Dosa Akhan
Akhan adalah salah satu dari tentara bangsa Israel pada masa Yosua. Sebelum memasuki Kanaan, tentara harus berperang dalam banyak pertempuran. Tetapi karena penyertaan Allah, maka mereka selalu menang dan menaklukkan banyak kota.
beberapa. Dia juga mengambil sedikit emas dan perak dan menyembunyikannya di bawah tanah dalam kemahnya. Dia melakukan semua ini dengan diam-diam dan mengira dapat luput karena tidak ada seorangpun yang melihat perbuatannya itu.
Sekalipun demikian, Allah melihat semuanya dan Dia begitu murka. Untuk menunjukkan kepada bangsa itu bahwa perbuatan Akhan ini adalah dosa yang berat, maka Dia membiarkan tentara Israel mengalami banyak kekalahan. Dalam peperangan berikutnya, banyak yang mati karena Allah tidak menyertai mereka lagi. Yosua menyadari bahwa ada yang salah dan ketika bertanya kepada Allah, maka akhirnya ia tahu bahwa ada yang telah mencuri benda-benda itu. Setelah mencari di antara bangsa itu, dapat diketahui bahwa orang yang berbuat dosa itu ialah Akhan. Karena Akhan telah memandang ringan perintah Allah, dengan tidak menghancurkannya di Yerikho dan mengambil emas dan perak, maka ia dan seluruh keluarganya dilempari batu sampai mati.
Pertobatan Zakheus
Pada masa Perjanjian Baru, hiduplah seorang yang bernama Zakheus, tetapi ia pun mencuri. Dia adalah seorang pemungut cukai dan bertanggung jawab memungut pajak untuk dibayarkan kepada pemerintah Roma. Tetapi ia selalu mengambil pajak dari rakyat itu melebihi dari apa yang telah ditetapkan untuk dirinya sendiri. Ketika rakyat mengetahui bahwa Zakheus bertindak demikian, merekapun merasa kecewa dan marah, tetapi mereka tidak berdaya terhadapnya. Suatu hari, Zakheus bertemu dengan Yesus, ia menyadari bila perbuatannya itu salah. Dia bertobat dan mengatakan kepada Yesus bahwa ia akan membayarkan kembali semua yang telah diambilnya dan memberikan uang itu bagi yang memerlukan. Karena Zakheus telah bertobat, maka ia tidak harus menderita akibat dari melanggar perintah kedelapan ini.
Allah Akan Memelihara
Melalui beberapa contoh di atas, dapatlah diketahui bahwa orang yang mencuri itu dikarenakan mereka tamak dan ingin sesuatu yang bukan milik mereka. Mereka tidak minta izin terlebih dahulu dan tidak peduli terhadap perintah Allah. Ada juga yang mencuri karena mereka tidak memiliki uang untuk membeli yang mereka butuhkan. Tidak peduli keadaannya, tidak seorangpun boleh mencuri, karena tindakan ini merupakan dosa yang berat di hadapan Allah. Allah akan selalu menyediakan yang diperlukan setiap orang. Sama seperti Dia memelihara burung-burung dan pohon di dunia ini, kitapun tidak perlu kuatir akan apa yang dimakan ataupun diminum. Allah akan menyediakan bagi umat-Nya.
AKTIVITAS 1
Sasaran:
Menolong murid-murid mengatasi ketamakan mereka.
Petunjuk:
Bacalah situasi berikut dengan suara keras di dalam kelas. Bahaslah bagaimana setiap orang dapat melanggar perintah kedelapan dan bagaimana mereka dapat mengatasinya.