PELAJARAN
PEMAHAMAN
MURID-MURID
KOSA-KATA
PELAJARAN
Berapa banyakkah orang yang sesabar Ayub bila mereka mengalami penderitaan yang tidak berkelanjutan? Mungkin tidak banyak. Bagi kebanyakan orang, kehilangan segalanya dalam satu hari cukup membuat mereka mengeluh dan bersungut-sungut kepada Allah. Biasanya pertanyaan yang akan muncul ialah “Mengapa aku...?”
Ketika sesuatu yang buruk menimpa seseorang, mungkin murid-murid Anda akan berkata bahwa mereka layak mendapatkannya, karena mereka jahat ataupun penuh dengan dosa. Tetapi seperti dalam kisah Ayub ini, Allah menunjukkan bahwa peristiwa buruk tidak selalu terjadi kepada orang yang jahat. Dan pada masa itu, ketika sesuatu yang mengenaskan menimpa pada orang yang baik, pertanyaan yang Allah inginkan murid-murid Anda tanyakan adalah bukanlah “mengapa?” tetapi “tolonglah aku mengerti dan kuatkan aku.” Adalah sulit untuk mengatakannya, tetapi itulah satu-satunya cara percaya kepada Allah dan tetap beriman. Ingatkan murid-murid Anda akan apa yang tertulis dalam Alkitab bahwa Allah tidak akan membiarkan mereka dicobai melampaui kekuatan mereka. (1 Kor. 10:13) Ada satu ayat indah yang dapat mendorong semangat murid-murid Anda ialah apa yang dikatakan Ayub kepada istrinya yang menyuruhnya mengutuk Allah. Dia mengatakan setiap orang harus menerima yang baik dan yang buruk dari pada Allah. Adalah egois bila hanya mau menerima yang baik saja. Mungkin murid-murid Anda tergoda untuk menyerah, tetapi adalah penting bagi mereka untuk mengikuti teladan dari Ayub dan memuji Allah sepanjang waktu. Ketika mereka mulai mengerti akan makna "percaya Allah dalam segala situasi", maka mereka akan menemukan kepuasan sejati sebagai seorang Kristen.
Benar:
Tidak bersalah; jujur
Mencobai:
Menggoda; membujuk
Barah:
Luka
Angin Puting Beliung:
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai perintah kesepuluh. Apakah itu? (Jangan iri hati.) Apa maksud dari jangan iri hati itu? (Perasaan mengingini milik orang lain secara keliru.) Raja Ahab merasa iri terhadap Nabot, sekalipun ia telah memiliki kekayaan dan kekuasaan. Tetapi karena belum merasa puas di hati dengan apa yang dimilikinya sekarang ini, maka ia membiarkan istrinya merencanakan untuk membunuh Nabot, sehingga akhirnya ia dapat memiliki tanah Nabot itu. Allah sungguh murka dengan perbuatan mereka dan akhirnya mereka harus mati secara mengenaskan. Allah menginginkan kita puas dengan apa yang kita miliki. Bila kita selalu menginginkan yang lebih, itu akan membuat kita berbuat dosa dan Allah akan menghukum mereka yang melanggar perintah-Nya.
Kekayaan Ayub
Ada seorang yang hidup di tanah Uz. Dia bernama Ayub. Dia seorang yang benar dan meyembah Allah dengan sepenuh hati. Karena takut akan Allah, maka ia diberkati luar biasa. Dia memiliki tujuh orang anak laki-laki, tiga orang anak perempuan dan banyak hamba. Dia pun memiliki banyak hewan. Dia memiliki tujuh ribu ekor domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus ekor sapi dan lima ratus ekor keledai. Dialah salah satu orang yang terkaya di negeri itu.
Iblis Mendapat Izin
Suatu hari, semua malaikat termasuk iblis, berkumpul di hadapan Allah. Lalu Tuhan bertanya kepada iblis, ”Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku, Ayub? Tidak ada seorangpun di bumi yang sepertinya. Dia takut akan Allah dan selalu menjauhi kejahatan.”
Iblis tidak terkesan dengan kata-kata tersebut. Dia berkata kepada Allah, ”Ayub hanya percaya kepadaMu, karena ia kaya dan segalanya berjalan lancar baginya. Bila hartanya dimusnahkan, aku yakin bahwa ia akan mengutuk-Mu.”
Tetapi Allah begitu yakin terhadap Ayub. Lalu Allah mengizinkan iblis untuk menguji Ayub, tetapi jangan engkau ulurkan tanganmu terhadap dirinya.
Iblis Mencobai Ayub
Suatu hari, semua anak Ayub sedang makan minum di rumah kakak mereka yang tertua. Ayub dan istrinya sedang tidak ada di sana. Ketika sedang beristirahat, seorang utusan datang terburu-buru kepada Ayub. Dia membawa berita buruk untuk tuannya itu.
Hamba itu melaporkan, ”Orang-orang Syeba menyerang dan merampas sapi dan keledai di ladang. Mereka juga membunuh para penjaga, hanya aku yang selamat sehingga dapat memberitahukan hal ini kepada tuan.”
mengambil semua unta tuan dan juga membunuh para penjaga di sana. Hanya aku yang selamat, sehingga dapat memberitahukan hal ini kepada tuan.”
Bahkan Ayubpun belum sempat berpikir apa yang sesungguhnya sedang terjadi terhadap semua kawanan ternakku ini, lalu datanglah seorang hamba yang lainnya ke rumahnya.
Hamba keempat ini membawa berita yang paling mengejutkan bagi Ayub. Dia berkata kepada Ayub, ”Ketika anak-anak tuanku sedang makan di rumah kakaknya yang tertua, maka tiba-tiba datanglah angin ribut dan merobohkan rumah. Tembok dan atap menimpa mereka semua hingga mati, hanya aku yang terluput sehingga dapat memberitahukan hal ini kepada tuan.”
Ayub Berdukacita
Ketika Ayub mendengar semuanya ini, iapun mengoyakkan jubahnya dan mencukur rambut kepalanya. Sekalipun Ayub telah kehilangan semuanya dalam satu hari dan merasa begitu sedih, tetapi ia tetap berdoa kepada Allah dan berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.”
Iblis Mencobai Ayub Kembali
Suatu hari, iblispun menghadap Allah kembali. Allah mengatakan kepada iblis mengenai kesetiaan Ayub, sekalipun telah kehilangan semua harta dan anak-anaknya. Tetapi iblis belum merasa puas.
Lalu iblis berkata kepada Allah, “Dia hanya menyembah Allah, karena dirinya tidak terluka. Bila ia sakit, aku yakin ia akan mengutuki-Mu.”
Tetapi Allah masih yakin terhadap Ayub dan Dia kembali mengizinkan iblis untuk menguji Ayub, tetapi janganlah sampai membunuhnya.
Lalu iblis pergi dan membuat Ayub begitu menderita karena suatu penyakit. Iblis mengira bahwa ia akan dapat membuat Ayub membenci Allah. Dia membuat barah yang menyakitkan pada selurut tubuh Ayub dari kepala sampai ujung kakinya. Ketika istri Ayub melihat betapa menderitanya suaminya itu, maka ia menyuruh Ayub untuk mengutuki Allah dan mati.
Tetapi Ayub menjawab, ”Engkau berbicara seperti perempuan gila. Mengapa kita hanya mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau yang buruk?”
Beberapa Orang Sahabat Ayub Mengunjunginya
Segala berita yang menimpa Ayubpun tersebar, termasuk kepada sahabat Ayub. Mereka memutuskan untuk datang mengunjungi sahabatnya itu. Ketika mereka sampai di rumah Ayub, mereka pun tidak dapat mengenalinya lagi. Dia penuh dengan barah. Sebagian telah mengering, sementara yang lainnya masih terkelupas sehingga terlihat dagingnya. Beberapa orang sahabat Ayub menaruh rasa simpati yang begitu mendalam melihat keadaan Ayub, sehingga mereka pun hanya duduk bersamanya tujuh hari dan tujuh malam lamanya tanpa dapat berbicara sepatah katapun. Mereka mengetahui bahwa Ayub begitu menderita.
MENGULANG
DAN PERTANYAAN
Allah Berbicara
Setelah para sahabat Ayub bergiliran berbicara dan berusaha menjelaskan alasan sahabatnya itu mengalami penderitaan, maka akhirnya Allahpun berbicara. Allah muncul dalam angin ribut dan mengingatkan Ayub akan hikmat dan kuasa-Nya dalam seluruh ciptaan-Nya. Allah juga berbicara tentang kebaikan-Nya dan kuasa-Nya yang besar untuk menghukum semua kejahatan. Dia juga menegur beberapa orang sahabat Ayub, karena mereka semua tidak mengatakan yang benar tentang Allah kepada Ayub. Allah bukanlah menghukum Ayub yang seolah-olah telah berbuat dosa dengan penderitaan.
Setelah Ayub melihat Allah dan mendengar firman-Nya, maka iapun dikuatkan. Sekalipun Ayub belum mengerti alasan penderitaan dirinya, tetapi ia mengetahui bahwa Allah memiliki sebuah rencana yang baik bagi dirinya. Dia berdoa kepada Allah dan mohon pengampunan karena telah banyak mengeluh mengenai apa yang terjadi pada dirinya. Dia pun berdoa bagi para sahabatnya dan memohon agar Allah tetap menolongnya.
Ayub Diberkati
Karena Ayub tidak meninggalkan Allah saat menderita, maka ia diberkati lebih daripada yang semula. Setelah Ayub sembuh, maka ia kembali memiliki kawanan ternak sejumlah dua kali lipat lebih banyak daripada yang sebelumnya. Dia kembali memiliki tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Bahkan Allah menambahkan usianya seratus empat puluh tahun lamanya, sehingga ia dapat melihat sampai keturunannya yang keempat. Allah sungguh memberkati Ayub karena dirinya setia dan benar.
Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:
1. Allah mengizinkan __________ (iblis) mencobai Ayub untuk menunjukkan bahwa Ayub sungguh setia terhadap perintah-Nya.
2. Ayub kehilangan semua harta bendanya dalam __________ (satu) hari. 3. Istri Ayub begitu mendukung dirinya yang sedang menderita. (Salah) 4. Ayub menderita karena telah berdosa kepada Allah. (Salah)
5. Allah memberkati Ayub melebihi yang daripada semula, karena Ayub tetap setia kepada Allah. (Benar)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Mengapa iblis mengira bahwa dengan kehilangan kesehatan, maka Ayub akan mengutuki Allah?
2. Apakah benar bagi istri Ayub menyuruhnya mengutuki Allah?
3. Mengapa Ayub tetap setia kepada Allah sekalipun telah mengalami banyak penderitaan?
4. Mengapa Allah menegur sahabat Ayub?
5. Mengapa Allah mengizinkan hal-hal buruk terjadi kepada orang-orang baik?
AKTIVITAS 1
Sasaran:
Mengingatkan murid-murid mengenai kisah Ayub.
Bagian A Petunjuk:
Gambarkan segala hal yang hilang dari Ayub dalam satu hari. Cocokkan dengan temanmu.
Bagian B Petunjuk:
Isilah yang tempat yang kosong di bawah ini. Jawabannya terdapat dalam Ayb.1. 1. Ayub adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah __________. (1:3) 2. Ayub memiliki tiga orang anak __________. (1:2)
3. Ayub memiliki tujuh orang anak __________. (1:2) 4. Ayub memiliki lima ratus ekor __________. (1:3) 5. Ayub tinggal di tanah __________. (1:1) 6. Ayub memiliki __________ hamba. (1:3)
7. Ketika semua anak Ayub sedang __________, maka datanglah para pesuruh