PELAJARAN
KOSA-KATA
PELAJARAN
Kesaksian Palsu:
Menyatakan atau memberi kesaksian yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, sekalipun di bawah sumpah dalam pengadilan
Berdusta:
Mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan
Curang:
Tidak jujur; menipu
Harta Benda:
Harta milik
PEMAHAMAN
MURID-MURID
Tidak seorangpun di dunia ini harus diajarkan untuk berdusta. Kemampuan berdusta telah ada pada diri manusia sejak jatuh ke dalam dosa, sehingga bukanlah hal yang mengherankan bila Allah memandang perlu untuk memberikan perintah kesembilan. Oleh karena itu, adalah penting bagi murid-murid Anda memiliki pengertian yang baik mengenai penting dan akibat dari berdusta itu.
Tolonglah agar murid-murid Anda mengerti bahwa tindakan dusta itu tidak hanya dengan mengatakan hal yang tidak benar, tetapi dapat pula berupa mengatakan kebenaran yang kurang jelas, bahkan memutarbalikkan fakta atau melalui tindakan. Kebanyakan orang bersalah dalam perbuatan mereka. Ingatkan murid-murid Anda bahwa berdusta dapat terjadi berulang-ulang, bahkan dapat menjadi kebiasaan. Dengan melakukan dusta berulang kali, maka teman dan keluarga akan tidak dapat lagi mempercayai kita. Bahkan beresiko kehilangan kepolosan dan kerendahan hati kita. Allah telah memperingatkan semua orang mengenai penipuan dan akan menghukum orang yang tidak taat kepada-Nya. Doronglah murid-murid Anda untuk mendengarkan suara hati mereka dan bukalah telinga mereka terhadap hati nurani mereka. Ketika mereka bersandar kepada Allah, maka mereka akan tumbuh dalam pikiran yang murni dan jujur.
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai perintah kedelapan. Apakah itu? (Jangan mencuri.) Ketika anak-anak imam Eli dan Akhan mencuri sesuatu yang merupakan haknya Allah, maka mereka dihukum mati. Allah menganggap perbuatan ini adalah dosa berat. Tetapi Dia selalu mengingatkan dan memberi kita kesempatan untuk bertobat. Ketika Zakheus beroleh kesempatan untuk berubah, maka iapun segera bertobat. Dia pun mengembalikan uang yang pernah diambilnya dari rakyat ketika ia sebagai seorang pemungut cukai. Terkadang orang mencuri untuk mencari sebuah kesenangan; yang lainnya, karena mereka menginginkan sesuatu yang belum mereka miliki. Sebagian lagi, karena tidak memiliki uang. Tetapi tidak ada satupun dari semua alasan itu yang dapat dibenarkan untuk melanggar perintah Allah. Kita harus selalu berdoa kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya. Allah akan selalu memelihara umat-Nya.
Perintah Kesembilan
Allah mengetahui bahwa manusia seringkali berkata-kata dusta. Itulah sebabnya, Dia memberikan perintah kesembilan ini - jangan bersaksi dusta - dengan harapan agar dapat menolong manusia dari terlepas dari dosa tersebut dan dapat patuh mengikuti perintah-Nya. Namun, nyatanya masih banyak orang yang tetap berdusta demi sesuatu hal.
Yakub Berdusta
Ketika Ishak semakin tua, timbullah keinginan dalam hatinya untuk memberkati anak sulungnya sebelum ia meninggal. Karena Esau lebih tua daripada Yakub, maka Ishak menyuruh Esau untuk menyiapkan makanan dan membawa kepadanya agar Esau diberkati. Ketika rencana pemberkatan Esau ini, dengan tidak sengaja Ribka mendengar hal tersebut dan timbullah kekuatiran dalam hatinya. Ribka adalah ibu dari Yakub dan Esau, tetapi ia lebih menyukai Yakub. Dia tidak ingin Yakub kehilangan berkat. Lalu Ribka menyampaikan sebuah rencana kepada anaknya, Yakub, agar ia menyiapkan makanan kesukaan ayahnya, Ishak dan mengenakan pakaian seperti Esau yang berbulu. Karena Ishak telah rabun, maka Ribka dan Yakub mengira bahwa mereka dapat membohonginya.
Ketika Yakub pergi ke kemah ayahnya, iapun menaruh makanan itu. Ishak mengetahui bahwa ada seseorang yang datang dan ia mencari tahu apakah itu Esau.
Yakub menjawab, ”Akulah Esau, anak sulungmu. Sekarang makanlah makanan yang telah kusiapkan agar engkau memberkatiku.”
Ishak kurang yakin bila yang berkata-kata kepadanya itu adalah Esau, karena suara Yakub berbeda dengan suara Esau. Maka Ishakpun bertanya sekali lagi kepada Yakub apakah dirinya adalah Esau, maka Yakub berkata dusta untuk
dirinya telah dibohongi oleh Yakub. Rasa marahpun tidak dapat dibendung dalam diri Esau, bahkan ia ingin membunuh adiknya sendiri. Dengan mendustai ayahnya, Yakubpun harus menanggung beberapa akibat dari perbuatannya itu. Pertama, kakaknya ingin membunuhnya. Lalu ia harus meninggalkan orang tuanya dan pergi ke pamannya agar Esau tidak dapat menemukan dirinya. Inilah terakhir kalinya ia melihat ibunya. Kemudian, ia dicurangi oleh pamannya sendiri, sama seperti ia telah mencurangi saudaranya sendiri. Keluarga Yakub pun menghadapi banyak perselisihan bertahun-tahun lamanya. Bayangkan, tentu hidup Yakub akan berbeda, bila ia tidak menipu dan mendustai ayahnya.
Kebohongan Gehazi
Gehazi adalah hamba dari seorang nabi Allah, Elisa. Elisa dan Gehazi hidup pada masa setelah Allah memberikan kepada Musa Sepuluh Perintah, sehingga mereka sungguh mengenal hukum Taurat tersebut. Sekalipun Gehazi melayani seorang nabi Allah, tetapi ia bukanlah seorang yang jujur, melainkan seorang yang tamak. Elisa baru saja menyembuhkan Naaman, panglima tentara Aram, yang menderita penyakit kusta. Setelah penyakitnya sembuh, maka Naaman ingin berterima kasih kepada sang nabi dengan memberikan banyak pemberian. Tetapi Elisa tidak mau menerimanya, karena sesungguhnya Allahlah yang telah membuat seseorang itu sembuh dari penyakitnya. Lalu Naaman memuji Allah dan pulang dengan banyak pemberian yang telah dibawanya dari negerinya itu.
Tetapi Gehazi beranggapan bahwa tuannya ini tidak bijak, karena tidak mau menerima pemberian Naaman itu. Lalu, Gehazi memutuskan untuk mengejar Naaman agar dapat mengambil beberapa pemberian itu bagi dirinya sendiri tanpa diketahui oleh Elisa. Ketika Gehazi melihat Naaman, maka ia memanggilnya untuk berhenti. Lalu, Naamanpun menghentikan keretanya dan bertanya kepadanya.
Lalu Gehazi berkata dusta dengan mengatakan, ”Elisa mengutus aku meminta uang dan pakaian, karena ada dua orang nabi datang berkunjung ke rumah tuanku.”
Naamanpun sungguh bersukacita dapat membantu, sehingga ia memberikan pemberian itu. Ketika Gehazi kembali, ia segera menyembunyikan uang dan pakaian itu agar tidak diketahui oleh Elisa. Lalu iapun pergi menemui tuannya agar tidak dicurigai oleh Elisa.
Ketika Elisa melihatnya, maka ia bertanya, ”Gehazi, dari manakah engkau?” “Tidak dari mana-mana,” kata Gehazi. Dia berkata dusta lagi. Tetapi Elisa mengetahui apa yang terjadi, karena Allah telah menyatakan semua perbuatan Gehazi itu kepadanya. Karena Gehazi telah melanggar perintah Allah, maka ia dan keturunannya dihukum dengan beroleh penyakit kusta, di mana Naaman baru saja beroleh kesembuhan dari penyakit itu.
Ananias Dan Safira
Ananias dan Safira adalah sepasang suami istri yang hidup pada masa Perjanjan Baru. Pada waktu itu, banyak orang percaya menjual tanah dan harta mereka untuk menolong sesamanya. Mereka saling berbagi harta dan tidak mengeluh. Ananias dan Safira pun menjual sebidang tanah dan memberikan hasil
MENGULANG
DAN PERTANYAAN
Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:
1. Perintah kesembilan mengingatkan kita untuk tidak __________ (berdusta). 2. Yakub berkata dusta kepada ayahnya dengan berpura-pura menjadi
__________ (Esau).
3. Gehazi diampuni oleh Elisa karena ia mengatakan kebenaran. (Salah) 4. Ananias dan Safira mati karena telah mendustai Allah. (Benar)
5. Tidak apa berkata dusta, karena orang lain tidak ada yang tahu. (Salah)
1. Apakah ibu Yakub, juga bersalah karena menolong anaknya berkata dusta? 2. Bagaimana Gehazi mendustai Naaman dan Elisa?
3. Allah tidak meminta Ananias dan Safira memberikan semua hasil penjualan
Pertanyaan untuk Direnungkan:
Lalu Ananias pergi dengan uang yang tersisa dan membawanya kepada rasul Petrus. Ananias mengatakan kepadanya bahwa ia telah membawa semua hasil penjualan dari tanahnya itu. Ananias telah berkata dusta, karena ia hanya memberikan sebagian dari hasil penjualan tanahnya itu. Dia ingin agar orang mengira bahwa dirinya adalah seorang yang baik dan mau berbagi apapun yang ia miliki. Tetapi rasul Petrus mengetahui bahwa Ananias telah berkata dusta dan menegurnya, dengan mengatakan ia telah berbuat dosa kepada Allah. Ketika Ananias mendengarnya, maka iapun ketakutan sehingga jatuh dan mati. Lalu beberapa orang berdatangan dan mengangkat Ananias keluar. Mereka sungguh terkejut ketika mengetahui hukuman karena melanggar perintah Allah.
Pada hari yang sama, istrinya, Safira, datang ke gereja mencari Ananias. Dia belum mengetahui apa yang telah terjadi. Ketika Petrus melihatnya, iapun mengajukan pertanyaan yang penting kepadanya.
“Apakah engkau dan suamimu menjual tanah dengan hasil sebanyak ini?” Safirapun menjawab dengan tidak ragu, ”Ya.”
Petrus memberinya kesempatan mengatakan yang sebenarnya, tetapi Safira memilih untuk berkata dusta. Lalu Petrus mengatakan kepadanya bahwa ia akan diangkut keluar sama seperti suaminya yang telah mati. Seketika itu juga Safira rebah dan mati.
Allah menganggap serius mereka yang melanggar perintah-Nya. Allah memberikan perintah-Nya untuk ditaati, agar mereka tidak jatuh ke dalam dosa.
AKTIVITAS 1
Sasaran:
Membantu murid-murid membedakan antara kebenaran dan kepalsuan.
Petunjuk:
Bacalah kisah mengenai Rachel di kelas. Lalu mintalah murid-murid untuk menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan kisah tersebut.
Rachel baru saja pulang dari sekolah dan memperhatikan ayahnya yang sedang mencari sesuatu. Dia mencari di tempat tidur, melihat di dapur, bahkan mengaduk sampah.
“Ayah sedang mencari apa?” tanya Rachel. “Mungkin aku dapat membantu.” Ayahnya menjawab, ”Ayah kehilangan sepuluh dollar. Apakah kamu melihatnya?”
Rachel menjadi agak ketakutan setelah mendengar perkataan ayahnya itu. Dia teringat saat kakaknya, Mary, sedang mengambil sesuatu dari dompet ayahnya sehari sebelumnya, tetapi ia kurang yakin apakah Mary yang mengambil uang itu. Mungkin kakaknya mencari sesuatu yang lain. Namun, Rachel mengetahui bahwa kakaknya menyukai kotak perhiasan yang dilihatnya di sebuah mal. Mungkin kakaknya mengambil uang ayahnya itu untuk membeli kotak perhiasan itu. Rachel sungguh bingung. Dia tidak tahu harus berpikir apa.
Rachel berpikir, ”Bila aku mengatakan apa yang aku lihat, mungkin akan menolong ayah. Tetapi bila Mary mengetahuinya, mungkin ia akan membalas dan mengatakan kepada ayah bahwa aku telah meminjam parfum ibu beberapa kali tanpa izin.”
Setelah berpikir sejenak, maka Rachel berkata kepada ayahnya, ”Aku tidak tahu, tetapi aku dapat membantu mencarinya.”
Apakah Rachel berkata jujur atau tidak? Apakah yang kamu lakukan bila kamu dalam posisi Rachel?