PELAJARAN
PEMAHAMAN
MURID-MURID
KOSA-KATA
PELAJARAN
Pembunuhan adalah kejahatan yang berat. Murid-murid Anda akan mudah memahami akibat dari perbuatan semacam itu, seperti yang tertulis dalam Mat. 5:21-22. Yesus berkata, ”Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum; setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” Inilah cara Yesus dalam membicarakan perihal pembunuhan. Kemarahan yang berada di dalam hati merupakan percikan kecil yang dapat membuat kebakaran yang besar.
Tolonglah murid-murid Anda mengerti bahwa ketika mereka marah kepada seseorang ataupun membiarkan kebencian dalam hati mereka, itulah awal pelanggaran perintah keenam. Bila menyimpan terus perasaan seperti itu, maka akhirnya dapat membuahkan dosa bagi diri mereka sendiri. Ingatkan mereka untuk membuang amarah sebelum matahari terbenam (Ef. 4:26), artinya adalah mereka tidak boleh menyimpan amarah terhadap seseorang. Ketika mereka memikirkan atau mengatakan sesuatu yang buruk mengenai orang lain, maka doronglah mereka untuk segera bertobat dan mohon pengampunan Allah. Bahaslah cara yang tepat agar dapat menolong mereka membuang amarah. Allah menginginkan murid-murid mengasihi sesama, termasuk pula musuh mereka. Tantanglah murid-murid-murid-murid Anda, agar mereka dapat melakukan yang terbaik dalam mematuhi perintah Allah.
Membunuh:
Mencabut nyawa sesama dengan sengaja sehingga melanggar hukum
Pembalasan:
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai tiga orang yang melakukan perintah Allah yang kelima - menghormati orangtua mereka. Pada masa tua Yakub, Yusuf menjaganya baik-baik dengan membawanya ke Mesir dan memberikan tanah yang terbaik untuk ditempati. Rut pun memberi contoh yang baik dengan tetap mendampingi ibu mertuanya, Naomi ke Betlehem, bahkan bekerja di ladang gandum untuk memastikan mereka berdua memiliki cukup makanan. Allah memberkati Rut dengan memberikan seorang suami yang begitu baiknya yaitu Boas. Yesus pun mematuhi orang tua-Nya. Ketika mereka datang mencari-Nya, Dia mengikuti mereka tanpa membantah. Dari pelajaran ini, kita dapat mempelajari perlunya mengikuti contoh-contoh tersebut dan menghormati orang tua kita dengan mengasihi, menghormati, mematuhi dan menjaga mereka semampu kita.
Kekerasan Di Dunia
Bentuk kejahatan seperti kekerasan terus dilaporkan di berita setiap harinya. Tampaknya makin hari makin buruk. Kenyataannya, pembunuhan menjadi suatu perbuatan yang telah biasa sehingga tidak membuat orang terkejut dengan berita semacam itu. Hal ini dapat terjadi di rumah, di sekolah, atau bahkan di tempat-tempat umum seperti di taman. Adalah sulit dimengerti mengapa orang ingin mengambil nyawa sesamanya.
Perintah Keenam
Allah memberikan sebuah perintah untuk memperingatkan manusia mengenai dosa membunuh ini.
“Jangan Membunuh,” adalah perintah keenam yang Allah berikan kepada manusia di gunung Sinai. Allah mengetahui bahwa manusia mudah marah, sehingga dapat mengakibatkan pembunuhan. Apa yang terjadi pada masyarakat sekarang ini menyatakan kepada semua orang bahwa Allah adalah benar adanya. Sekalipun Allah telah memerintahkan untuk tidak membunuh sesamanya, tetapi masih banyak yang belum menaati, sehingga akan dihukum karena dosa mereka.
Kain Dan Habel
Sebenarnya sebelum Allah memberikan perintah ini, pembunuhan telah lama terjadi. Pembunuhan pertama yang dituliskan dalam Alkitab adalah pembunuhan Habel oleh kakaknya, Kain. Kain merasa diperlakukan tidak adil, sehingga ia membunuh Habel. Dia mengira dapat lolos dari perbuatannya itu, tetapi Allah melihat semuanya.
Allah berfirman kepada Kain, ”Apakah yang telah engkau lakukan? Dengarlah! Darah adikmu berseru-seru kepada-Ku dari tanah. Sekarang terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah… apabila engkau mengusahakan
Saul Dan Daud
Saul adalah seorang yang penuh dengan kebencian. Dia begitu iri terhadap Daud, karena rakyat memuji Daud lebih unggul daripadanya. Saul telah berusaha beberapa kali membunuh Daud. Dia membuat Daud terlibat dalam banyak peperangan. Saul mengharapkan Daudlah yang terbunuh dalam setiap peperangan itu. Tetapi ketika hal itu tidak terjadi, Saul kembali berusaha membunuh Daud seorang diri. Tetapi Daud selalu berhasil melarikan diri dari kejaran Saul. Daud terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya selama masa pelariannya itu, sekalipun ia memiliki dua kali kesempatan untuk membunuh Saul. Para pengikut Daud menyarankan agar segera menyingkirkan musuhnya, sehingga tidak perlu terus melarikan diri lagi, tetapi Daud mengetahui bahwa pembunuhan itu adalah perbuatan yang salah.
Daud berkata kepada para prajuritnya, ”Siapakah yang dapat meluputkan diri bila membunuh orang yang telah diurapi oleh Tuhan?” Daud mengetahui bila membunuh Saul, maka Allah pasti akan meghukum dirinya. Daud menyerahkannya kepada Allah. Pada suatu kali pertempuran, Saul mencelakakan dirinya setelah terluka parah. Karena Daud patuh kepada perintah Allah, maka Allah melepaskan dirinya dari kejaran Saul. Tidak perlu lagi bagi Daud membunuhnya.
Kematian Yesus
Sekalipun Yesus mati di kayu salib atas kemauan sendiri, tetapi sesungguhnya orang Farisi dan para pemimpin bangsa Yahudi memainkan peranan besar atas kematian-Nya. Mereka selalu merencanakan kematian-Nya, karena mereka tidak percaya bila Yesus adalah Mesias. Mereka seringkali menanyakan Yesus dengan banyak pertanyaan untuk menjebak-Nya. Tetapi Yesus tidak pernah berbuat dosa. Lalu para pemimpin tersebut meminta bantuan Yudas Iskariot untuk mengkhianati-Nya, dan akhirnya mereka berhasil dengan tersalibnya Yesus disalib di kayu salib. Mereka tidak membunuh Yesus secara langsung, namun perbuatan mereka tidak berbeda dengan pembunuhan.
Pembunuhan Yang Dimulai Dari Hati
Marah terhadap seseorang tidaklah sama dengan pembunuhan, tetapi seperti dalam kasus ini, hal itu dapat berakibat pada pelanggaran perintah Allah yang keenam. Ketiga peristiwa ini terjadi karena orang-orang tersebut telah bersikap marah dan menyimpan kebencian dalam hati mereka. Karena kemarahan inilah, mereka telah berusaha mencari cara untuk membunuh orang-orang tersebut. Ketika seseorang memikirkan yang jahat akan membuatnya melakukan dosa.
Dalam Mat. 15:19, Yesus berkata, ”Karena dari hati timbul segala pikiran yang jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Pada umumnya, dosa bertumbuh dari hati. Itulah sebabnya manusia tidak boleh terus marah. Ketika Yesus di bumi, Dia memerintahkan manusia untuk mengasihi Allah dan sesama. Di mana ada kasih yang sejati, maka akan menghindarkan orang dari berbuat dosa.
MENGULANG
DAN PERTANYAAN
Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:
1. Pembunuhan pertama yang dicatat dalam Alkitab dilakukan oleh __________ (Kain).
2. Saul merasa __________ (iri) terhadap Daud dan mencoba untuk membunuhnya.
3. Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi Allah dan __________ (sesama). 4. Yesus berkata: "Apabila kita memiliki kebencian dalam hati kita, kita telah
membunuh orang itu dalam hati kita. (Benar)
5. Yesus menginginkan kita mengasihi musuh kita. (Benar)
1. Apakah yang membuat Kain, Saul dan para pemimpin bangsa Yahudi ingin membunuh?
2. Mengapa rasa marah terhadap seseorang sama seperti membunuh orang itu? 3. Ketika kamu marah terhadap seseorang, apakah yang dapat kamu lakukan
agar terhindar dari dosa?
4. Adalah sulit mengasihi orang yang tidak kamu sukai. Bagaimanakah kamu dapat mengasihi musuhmu?
Petunjuk:
Kain, Saul, dan para pemimpin bangsa Yahudi berpikiran jahat dalam hati mereka. Itu yang membuat mereka memiliki keinginan untuk membunuh. Lihatlah daftar kata pada teka-teki pencarian kata. Ini adalah kata-kata (dicetak tebal) yang Allah tidak inginkan kita rasakan atau lakukan. Carilah kata-kata itu dalam teka-teki, dan pakailah huruf-huruf yang ada untuk melengkapi perintah keenam (tidak dicetak tebal). Kata-kata tersebut dapat horizontal, vertikal atau terbalik.
Kata-kata:
marah, kutuk, jahat, benci, terluka, iri, dendam
Jawaban:
Jangan membunuh.